Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Hasil #15

Kepala sekolah berdiri tegap di belakang standing microphone. Entah bicara apa. Yang Naya tahu, sejak tadi terus berkicau panjang lebar. Menyuarakan kedatangan hari yang telah dinanti. Mengumandangkan rasa bahagia atas segala proses yang telah dilewati. Sudah sebanding lurus dengan kuatnya intensitas cahaya matahari yang jadi latar cahaya. Pagi memang cerah. Awalnya ceria. Tapi kalau begini terus, sama aja dijemur. Continue reading

Tolong Tinggalkan Petunjuk

Rasakan fluida angin sore setiap kali berselancar bersama. Menelusuri jalan. Tanyakan pada sepeda motor yang pernah bawa kita pergi kemana saja. Asalkan saat itu sore benderang. Kamu pernah bilang jalan-jalan sore itu menyenangkan. Aku juga demikian. Sejak saat itu muncul belasan rencana, ketika menjelang sore matahari masih bercahaya. Kita selalu bahagia dikala sore itu datang. Continue reading

Namanya Wira #7

Bel tanda istirahat memporak-porandakan kesunyian gedung sekolah. Bunyi cempreng sukses merambat, memantul, bergema dan beresonansi dengan benda seirama. Siswa-siswi kelaparan juga sudah berhambur ke sudut-sudut kantin untuk mengisi ulang amunisi. Yang lain sekedar berlarian di lapangan bersama hentakan ringan bola basket memantul. Direbut sana-sini. Berlari sekaligus memantul kemudian slam dunk. Tim yang menang bersorak-sorai. Ibarat selebrasi.

Continue reading

Kelas 2 Ipa 1 #6

Seingatnya, beberapa menit lalu ada niat ingin menyelesaikan pekerjaan yang ia bawa pulang. Pekerjaan rumah? Bukan. Layout yang ia bawa pulang. Lantas yang ia lakukan kini?

Duduk agak membungkuk. Tubuhnya condong kedepan sedikit. Kedua siku tangannya berpangku pada permukaan meja. Meja yang menahan beban pc beserta tikus wirelessnya. Kalau Naya termangu begini, beban meja bertambah sekian newton. Masih kuat. Sudah kodratnya di timpa beban ini itu, disini-disitu.

Continue reading