Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Kedua di Lapangan Upacara #5

Pantulan cahaya berbagai warna. Sempat biru lembut yang berbinar lalu berganti cepat dengan rona kemerahan. Berpindah cepat lagi. Kini lembayung menyelimuti keseluruhan wajah Naya. Mungkin bagian mata tak ikut terpapar. Ada lensa anti radiasi, jadi cahaya datang balik mantul. Standby hampir satu setengah jam di sana. Nyantol di tulang mancung hidung . Bagian tangkai melengkung juga bersandar di tulang rawan telinga perempuan ini. Tertutup lembaran cokelat berkilau lembut. Selembut rambut bayi.

Continue reading

Kotak Mungil#3

Kemana perginya orang-orang kantor? Seketika jadi jauh lebih sunyi. Sepulangnya dari rooftop ternyata sudah cukup malam, jadi tak ada urusan lain yang bisa dilakukan pegawai kantor. Sudah pulang ke rumah masing-masing.

Hentakan langkah berat yang sekedar berjalan jadi dentuman langkah raksasa. Walau masih ada manusia tersisa, mungkin langkah raksasa lain juga ikut meramaikan. Tak satu pun. Satu-satunya saingan ya denting jarum jam dinding. Menantang beradu kencang dari berbagai sudut dinding ruang kerja. Lantai dua. Lantai para drafter. Ruang lama bagi Wira.

Continue reading