Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Terima Kasih, Mela #10

Niatnya, sesampai di apartemen. Cepat-cepat menanggalkan tas dan pergi ke kamar mandi. Membilas tubuh dengan air hangat nampak menggiurkan. Tapi niatnya menguap entah kemana. Baru membuka pintu, ia terpana cukup lama. Ada sepucuk surat terselip di bawah daun pintu. Ketika jemari menyambut, ukuran amplop tidak seperti biasanya. Ada plastik transparan membungkus di bagian luar. Sepertinya lembar di dalam amplop cukup tebal. Continue reading

Kamu Sejarahku #9

Berkali-kali Gerald tatapi wanita di sisinya. Menikmati belaian angin sore yang turut memainkan sebagian anak rambutnya. Menari-nari. Selebihnya berayun-ayun di tempat. Sesekali menunduk dan mendapati anak ombak terkecil menyapa ujung sepatu kanvasnya. Namun ia rela sepatunya sedikit basah. Mela menikmati pertunjukan sore oleh sang pemilik drama alam. Continue reading

Rindu #2

Tubuhnya masih diambang pintu utama. Gerombolan angin masih mengalir. Melintas hilir-mudik. Sesekali menghantam bagian tubuh. Hanya terpental sesaat kemudian kembali dalam arus. Mengabaikan selaput kulit pembungkus gadis berambut cokelat, masih di ambang pintu. Helainya tak cokelat berkilau. Menggelap. Meredup.  Continue reading