Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Bodoh

Di luar sana hujan. Ada air yang berderai pecah dari gumpalan embun, awan. Mendinginkan segala yang sempat memanas karena infra merah sinar matahari. Sudah jadi rahasia umum. Ultra violet yang datang, kembali ke selimut bumi yang tebalnya ada tujuh lapis, lalu berkelok lagi hantam segala yanga ada di muka tanah. Sesaat kemudian dihantam lagi dengan hujan pecah bersama petir. Seperti awan melewati proses retak sebelum air di dalamnya tumpah. Continue reading

Rindu #2

Tubuhnya masih diambang pintu utama. Gerombolan angin masih mengalir. Melintas hilir-mudik. Sesekali menghantam bagian tubuh. Hanya terpental sesaat kemudian kembali dalam arus. Mengabaikan selaput kulit pembungkus gadis berambut cokelat, masih di ambang pintu. Helainya tak cokelat berkilau. Menggelap. Meredup.  Continue reading

Proposal Magang #59

Cursor di layar personal computer masih lincah melesat kesana kemari. Ibarat jari telunjuk jadi penuntun baca. Bergerak dari satu kata ke kata berikutnya. Bisa saja kalau harus jari telunjuk yang menuntun tiap kata dalam screen. Tinggal pilih, antara tersengat listrik sesaat atau layar seketika keruh dengan sidik jari. Toh mouse masih bisa berfungsi, manfaatkanlah.

Continue reading

Kabar #23

“Ini dia!”

Sadar akan suaraku yang nyaris menggelegar seantero perpustakaan, aku menutup mulutku rapat-rapat. Aku rasa ini cuma sugesti semata. Ratusan rak buku yang ditata nyaris berdempetan. Bagaimana kalau ratusan rak buku yang tingginya lebih dari dua meter ditata berjejer dan jarak antar rak kurang dari setengah meter. Lebih tepatnya seperempat meter. Yang ada suaraku gak akan sampai bergema seperti di dalam goa karena terhalang rak buku raksasa ini.

Continue reading