Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Kertas Putih

Tungkai kecilnya bermain-main di udara. Punggung mungilnya bertumpu di kasur seharga nyaris sejuta. Bantal empuk menopang tengkuk dan kepala yang penuh dengan detail semesta. Ia serap saat menghirup udara sore atau sekedar menyimak cerita Emp tentang orang-orang hebat di dunia maya. Orang-orang hebat itu nyata, tapi Emp simak riwayat hidup mereka di jejaring sosial. Continue reading

Siluet

Silau di tepi punggung yang gelap. Dia lebih suka bekerja di ruang yang remang. Hanya butuh terang di depan mata. Selebihnya gelap untuk memusatkan perhatian. Aku berselimut gelap. Memperhatikan dari belakang. Punggungnya hitam karena terang jatuh di depan dada. Gemericik sepuluh jemari di atas keyboard dan sesekali klik dari tombol mouse. Continue reading

Diam

Jemarinya meratapi tanah luas membentang dari puncak lutut. Sejak beberapa menit lalu menggesek-gesekkan telapak tangan di sekitar lutut. Merasakan permukaan black jeans agak longgar. Tak sekasar canvas tapi ini lebih baik. Minimal ada kehangatan setelah itu. Setelah hangat, kini kelima jemari salah satu tangan bergemeletuk. Sebenarnya tak ada yang ia tunggu. Continue reading

Sendiri #2

Rasanya musik masih mengalun, menyentak. Tapi dengan terpaksa dirinya harus jatuh setelah melayang-layang bersama kerisauan. Mendorong ke bawah. Terbanting ke atas bumi. Rasanya petir juga tak urung terdengar dengan gegap-gempita sedemikian hebat. Bukan berarti tak ada. Ada daya kuat dalam genggaman menyambar salah saru tangannya.  Continue reading

Sendiri

Dia ingin hingar-bingar. Kegalauan yang membawanya datang bersama gelap. Padahal ada hujan cahaya dimana-mana. Lampu berbagai warna memancar kemana-mana. Berpendar padahal, tapi sudut gelap tetap ada. Beberapa bola bergantung dan berputar. Tak hanya satu. Cukup banyak. Tubuh bola terpecah-pecah mengikuti permukaan yang melengkung sempurna. Permukaan berkilau. Potongan kaca berukuran serupa melekat erat. Melempar keras setiap cahaya yang datang. Saat lampu sorot bermekanik menjatuhkan sinar padanya. Berbendar. Memecah. Menghujani setiap kepala yang bergoyang di bawahnya. Continue reading