Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Hasil #15

Kepala sekolah berdiri tegap di belakang standing microphone. Entah bicara apa. Yang Naya tahu, sejak tadi terus berkicau panjang lebar. Menyuarakan kedatangan hari yang telah dinanti. Mengumandangkan rasa bahagia atas segala proses yang telah dilewati. Sudah sebanding lurus dengan kuatnya intensitas cahaya matahari yang jadi latar cahaya. Pagi memang cerah. Awalnya ceria. Tapi kalau begini terus, sama aja dijemur. Continue reading

Pagiku #11

Pidiiip… Pidiipp… Pidiiip… Pidiiip…

Melengking dengan ketukan teratur. Lengkingannya sampai ke telinga Naya. Posisi tidur menyamping dengan tangan kiri jadi alas kepala. Belum apa-apa lengkingan itu akan lebih dulu menjentik telinganya. Dirinya tersentak. Alam bawah sadar beserta mimpi seketika jatuh bersama gravitasi. Masuk lagi ke dalam kepala. Sepasang pelupuk yang tadi tertutup harus beradu dengan lengketnya kelopak mata. Tubuhnya masih ingin tidur. Continue reading

Sejarah Tawa Riang #8

Langit cerah. Birunya segar. Dibasuh semburat sinar matahari bersama kilau keemasan. Secerah nuansa hati Naya bersama seluruh siswa-siswi kelas 2 lainnya. Pagi penuh keceriaan untuk menyambut liburan singkat. Beberapa hari kedepan. Menyambut datangnya minggu Ujian Nasional bagi siswa kelas 3. Tak hanya sekedar 3 hari kosong tanpa kegiatan belajar di sekolah. Ada kegiatan berkemah ke daerah puncak, Bogor. Siapa yang tak riang menyambut indahnya pagi ini. Naya dan beberapa kawan sebaya tak habis tenaga untuk terus tersenyum dan tertawa. Continue reading

Diam

Jemarinya meratapi tanah luas membentang dari puncak lutut. Sejak beberapa menit lalu menggesek-gesekkan telapak tangan di sekitar lutut. Merasakan permukaan black jeans agak longgar. Tak sekasar canvas tapi ini lebih baik. Minimal ada kehangatan setelah itu. Setelah hangat, kini kelima jemari salah satu tangan bergemeletuk. Sebenarnya tak ada yang ia tunggu. Continue reading