Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Dokter Hans #2

Michael bisa lihat sesuatu yang menyenangkan di dalam sana. Di dalam kelopak mata yang menutup. Di dalam seutas senyum yang mengembang. Michael bisa lihat dua gigi kelinci yang juga ikut bersahaja di bawah hujan laser LED biru dan bulir kertas berkilau berbentuk bintang yang ia biarkan buram. Karena fokus matanya hanyalah makhluk kecil ini. Yang semula ia pikir sedang tenggelam di lautan manusia. Tidak. Dia punya caranya sendiri untuk menikmati pecahnya penampilan diva galaksi malam itu. Continue reading

The Last Fisioterapi #5

Ini baru Bandung. Deskripsi yang melekat dan muncul disetiap angan-angan, tentang Bandung. Sejuk. Lembab. Terik tapi hangat karena beradu dengan kelembaban tinggi. Beberapa hari ini aku lebih memilih kaos oblong dan menanggalkan jaket tebal panjang. Bandung gerah. Minimal sekarang aku bisa kenakan lagi sweater ungu favoritku. Washout setelah diguyur hujan semalam. Berbagai bentuk polutan di udara sudah terbilas habis sama hujan dalam beberapa jam. Kondisi Washout yang masih bertahan sampai menjelang malam. Semoga sampai seterusnya. Amin.

Continue reading

Standing Applause #35

“Terapi hari ini selesai. Kamu hebat, Rea”

Pegawai fisio terapi yang menangani aku kali ini seorang wanita paruh baya yang luar biasa ramah. Senyum khas seorang ibu yang sabar. Bahkan sangat sabar. Lembut dan selalu tersenyum. Awalnya aku enggan menghiraukan keramahan ini tapi belum apa-apa aku sudah ikut tersenyum karenanya. Mungkin karena aku nyaman? Bisa jadi.

Continue reading