Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

The Last Fisioterapi #5

Ini baru Bandung. Deskripsi yang melekat dan muncul disetiap angan-angan, tentang Bandung. Sejuk. Lembab. Terik tapi hangat karena beradu dengan kelembaban tinggi. Beberapa hari ini aku lebih memilih kaos oblong dan menanggalkan jaket tebal panjang. Bandung gerah. Minimal sekarang aku bisa kenakan lagi sweater ungu favoritku. Washout setelah diguyur hujan semalam. Berbagai bentuk polutan di udara sudah terbilas habis sama hujan dalam beberapa jam. Kondisi Washout yang masih bertahan sampai menjelang malam. Semoga sampai seterusnya. Amin.

Continue reading

Fisioterapi

Hey guys… its not about anyone’s story… its about me. Bukan Rea, Jess atau tokoh2 lain yang sebelumnya pernah muncul diberbagai tulisanku. Ini ceritaku. Bisa dibilang sebagian dari sejarah kesehatan aku kayanya yaah hehehee..

Bukan masalah serius kayak penyakit bersifat kasinogenik,  virus menular, waterborne disease, airborne disease or something else. Uuumm.. aku bingung gimana mulainya… oohh wait.

Continue reading

Standing Applause #35

“Terapi hari ini selesai. Kamu hebat, Rea”

Pegawai fisio terapi yang menangani aku kali ini seorang wanita paruh baya yang luar biasa ramah. Senyum khas seorang ibu yang sabar. Bahkan sangat sabar. Lembut dan selalu tersenyum. Awalnya aku enggan menghiraukan keramahan ini tapi belum apa-apa aku sudah ikut tersenyum karenanya. Mungkin karena aku nyaman? Bisa jadi.

Continue reading

Terapi #31

Gibs dan perban yang menyelimuti sekujur kaki kiriku kini sudah lenyap. Berbulan-bulan aku harus menanggung beban berlebih yang nangkring di kaki kiri ini. Tapi lupakan sajalah, gibs itu sudah berlalu. Tapi bukan berarti aku bisa kembali berlaga dengan kostum tim basket putri di SMA kebanggaanku. Belum saatnya. Sampai saat ini, kostum itu masih tergantung dengan gagahnya di dalam lemari.

Continue reading