Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Tolong Tinggalkan Petunjuk

Rasakan fluida angin sore setiap kali berselancar bersama. Menelusuri jalan. Tanyakan pada sepeda motor yang pernah bawa kita pergi kemana saja. Asalkan saat itu sore benderang. Kamu pernah bilang jalan-jalan sore itu menyenangkan. Aku juga demikian. Sejak saat itu muncul belasan rencana, ketika menjelang sore matahari masih bercahaya. Kita selalu bahagia dikala sore itu datang. Continue reading

Rekam #13

Bilik mungil. Tak banyak ornamen. Sekedar tempat tidur single, satu set meja belajar dan lemari pakaian. Selebihnya biar dinding polos yang berwarna. Dulu putih polos biasa. Kemudian ia bujuk rayu sang ayah agar putih boleh berisi warna lain. Beruntung darah seni memang mengalir darinya. Dan sejak saat itu, Naya tak pernah keluar kamar selama hampir sebulan. Sepulang sekolah, masuk kamar sebentar untuk berganti baju lalu makan siang, kemudian masuk kamar lagi sampai esok pagi. Alhasil, dinding putih berbagi kekuasaan dengan warna lain.  Continue reading

Sejarah Tawa Riang #8

Langit cerah. Birunya segar. Dibasuh semburat sinar matahari bersama kilau keemasan. Secerah nuansa hati Naya bersama seluruh siswa-siswi kelas 2 lainnya. Pagi penuh keceriaan untuk menyambut liburan singkat. Beberapa hari kedepan. Menyambut datangnya minggu Ujian Nasional bagi siswa kelas 3. Tak hanya sekedar 3 hari kosong tanpa kegiatan belajar di sekolah. Ada kegiatan berkemah ke daerah puncak, Bogor. Siapa yang tak riang menyambut indahnya pagi ini. Naya dan beberapa kawan sebaya tak habis tenaga untuk terus tersenyum dan tertawa. Continue reading