Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Stasiun Kereta Api #42

Antara sol sepatu dan tanah berbatu yang beradu. Jalur yang pernah ia lalui. Masih segar, baru semalam. Jalan yang mengantarkan lelaki ini hingga titik ego dan kemarahan terpuncak. Dual hal yang tak terkendali karena hawa dingin semalam membekukan otaknya. Nalarnya.

Sampai saat ini, kenangan di tempat itu masih membebani seiisi kepalanya. Sama persis seperti terakhir kali ia menapakkan kakinya. Bedanya kini lebih berwarna karena hari bukan lagi malam. Namun sisa embun malam masih tersisa sedikit.

Continue reading

Kenangan #41

“Ibu Tiwi pamit yah”

“Hati-hati ya, Wi”

Pemandangan yang lagi-lagi hanya bisa kusaksikan dengan kebisuan. Nampak tah kuasa bersuara melihat anak dan ibu yang berpelukan, tak ingin berjauhan satu sama lain. Dengan lembutnya tante Diah membelai rambut Tiwi dari ubun-ubun hingga punggung. Aku dan Tiwi kebetulan memiliki rambut yang sama panjangnya, namun Tiwi lebih bergelombang.

Continue reading