empty cup

seng salah iku, seng ora gelem sinau.

Posts Tagged ‘Bangun Indonesia’

Pendidikan karakter/Penghardikan karakter??

pendidikan karakter…?

taukah temen-temen, bahwa dua kata ini selalu terlontar di hampir setiap pidato kenegaraan Presiden kita, Mr. SBY dalam konteks dunia pendidikan nasional, sebelum akhirnya dua kata tersebuut menjadi terkenal dewasa ini.

terkenal? “ah ndak juga, biasa aja, masak si???” barang kali terbesit beberapa pertanyaan tersebut, hmmm….bagaimana kalau begini – terkenal di kalangan civitas akademik.

menarik sekali kalo kita mengkajinya, tapi saya ingin berbagi sedikit tentang implementasi empirisnya di sebuah “gubug” yang hangat. kehangatannya tergambar tidak hanya oleh bangunan (saja) yang terdesign cukup alami. lantai dan tangga utama terbuat dari kayu yang setiap kali di injak akan terasa getarannya, namun akan nyaman saat di buat istirahat (tidur.exp).PP Aswaja Nusantara mlangi nogotirto gamping sleman Jogja.

ini budi copy Pendidikan karakter/Penghardikan karakter??

numpang ngartis, hee... ini ni tangga yang asik buat tidur / tiduran.

kembali ke jalan yang benar kawan, icon wink Pendidikan karakter/Penghardikan karakter??

begini, pernah ndak waktu kecil dulu, melanggar suatu aturan dalam konteks lembaga formal? sekolah maybe, di SD /MI? apa perasaan temen-temen? takut (karena terbayang guru yg akan menghukum sangat galak/hukuman berat sekali), atau apa perasaannya? terus apa yang biasanya terjadi saat ketemu guru BP/kepala sekolah yang akan menghukum kita? kalo saya dulu sangat takut, karena takut bentakan / gertakan guru yang “mengerikan” tanpa pendekatan dialog solving problem. dan kejadian itu sampai saat ini membekas dan terekam lengkap di otak saya. menimbulkan traumatisme sendiri, psikis yang akhirnya tidak seimbang saat itu membuat perkembangan diri / pribadi saya kurang baik. Memang cukup efektif hukuman dan bentakan yang dihujamkan kepada saya waktu itu, karena saya tidak melakukannya lagi setelah itu, namun dampaknya terdapat sisa2 sakit hati yang sulit terobati. saat itu aku kelas 3 SD yang secara teoritis sedang beradaptasi dengan egosentris saya. butuh perhatian dari pada disuruh memperhatikan orang (guru/ aturannya).

Mediasi Dialog

ya, dialog ternyata sangat penting, sebuah media awal problem solving yang lebih bisa memanusiakan manusia (kurang lebih seperti itu). anak kecil, muda , dewasa sampai orang yang sudah tua akan nyaman jika mendapati dialog yang baik, dalam konteks ada/tidak adanya kesalahan. kaitannya dengan pendidikan karakter, dialog bisa di maksimalkan sebagai media penyadaran. penyadaran dari memahami kesalahan secara utuh, baik dampak negatif untuk orang lain atau dirinya sendiri, konsep ini sebenarnya konsep lama namun sedikit yang masih mengingatnya bahkan naifnya (lagi) sangat sedikit yang mempraktekannya. jabatan struktural (ibu, ayah, guru bk) bukan menjadikan seseorang arif menjalaninya, konsep instan dengan langsung memberi hukuman lebih menjadi pilihan pertama. mendidik kah?? hmmm…. silakan temen-temen jawab sesuai keyakinan dan agama masing2… icon smile Pendidikan karakter/Penghardikan karakter??

Konsep tersebut diterapkan di tempat yg saat ini saya singgahi, PP aswaja Nusantara. contohnya pagi ini, 5 santri baru yang penasaran dengan gebyarnya tahun baru di ALTAR (alun-alun utara jogja) . melalui dialog yang baik kami pun mendapati data dan informasi yang jauh lebih komprehensif mengenai alasan mereka melakukan hal tersebut. secara langsung kami membangun penyadaran dan endingnya kami lebih bijak dalam memberikan punishment. hukuman sejatinya tak seberapa beratnya , karena hukuman terberat bisa jadi dari hal yang di anggap kecil. ialah menghukum hati dan perasaan mereka, lebih jauh lagi membunuh karakter mereka. jangan sampai deh…

kebersamaan dan kedamaian itu indah,

santri antara copy Pendidikan karakter/Penghardikan karakter??

saat saat indah menikmati kebersamaan dalam hidangan, nyummmiii.... ;)