Share Everything of My Wonderful Life

Because Sharing Is Caring

Skrips(h)i(t)

Semester 7 ini, Nampak sekali perubahan yang terjadi dalam hidup saya. Saat ini, saya hanya mengambil satu mata kuliah, karena emang tinggal satu. Sisanya saya mencoba untuk mengambil skripsi semester ini. perbedaan mulai terasa. Kini, jarang sekali saya berkumpul dengan teman-teman dekat, atau sekedar haha hihi di tempat tongkrongan, membicarakan hal yang tidak penting tapi menyenangkan (gossip) haha…

Masa-masa itu kini hilang. Semuanya kini telah sibuk dengan urusannya masing-masing. Dan mungkin karena jadwal kita telah jauh berbeda. Ada yang masih mengulang beberapa kuliah, ada yang juga sedang menyusun skripsi sehingga jarang pergi ke kampus. Kadang saya sering merindukan mereka. saya membayangkan untuk kembali ke masa-masa dulu dimana ikatan kami masih kuat. Tapi saya tersadar, bahwa momen ini pasti akan selalu dilewati semua orang. Masa dimana semuanya kembali pada diri sendiri. Masa dimana ‘kamu tidak harus selalu bersama-sama teman’. Karena masing-masing kelak akan menggapai cita mereka sendiri, buka cita-cita ‘bersama’. Dan saya sedang melewati ‘jalan’ itu.

Tentang Skripsi. Pendidikan selama 4 tahun diuji dengan karya bernama skripsi. Kadang saya suka berfikir “why I have to do this thing”. Saya ngga pengen jadi peneliti atau ahli dalam research. Kenapa harus makhluk bernama skripsi yang menandakan bahwa kita memang layak mendapatkan tambahan nama dibelakang nama kita?

Harus saya akui, saya lebih suka sistem yang dianut sama tetangga sebelah.hehe… disana mahasiswanya diarahkan untuk memilih, jalur non skripsi atau skripsi. Orang yang memiliki kapasitas lebih technical, mungkin cocok dengan jalur non skripsi, tapi orang yang menyukai dengan penelitian dan segala macam sodara-sodaranya, boleh mengambil jalur skripsi.

Ya, mungkin kebanggaan tersendiri bila kita menghasilkan sebuah karya dengan jerih payah kita bernama skripsi itu. Tapi kayak yang saya bilang sebelumnya, saya merasa kelayakan kita untuk mendapatkan gelar sarjana, ngga bisa ditentuin dengan sebuah karya bernama skripsi. Dan itu pemikiran saya sebelum saya benar-benar terjun untuk membuat skripsi. Dan entah kenapa pemikiran awal saya itu lama-lama sedikit memudar. Saya mulai menikmati membuat skripsi. Saya kini merasakan manfaat dari skripsi.hoho…

Saya jadi rajin membaca, hal-hal yang dulunya saya ngga tau, karena tuntutan skripsi saya mau ngga mau jadi tau. Berusaha mengasah otak saya mengapa begini, mengapa begitu, kenapa harus ini, kenapa harus itu. Berusaha mencari tau. Berusaha berfikir luas dan think out of the box!

Saya jadi kembali berfikir kenapa harus skripsi? Dan akhirnya semuanya terjawab. Skripsi benar-benar menguji daya analisis kita, daya pikr kita sebagai seorang mahasiswa, dan menguji cara berfikir sistematis. Dan itu semua sangat penting demi perkembangan kita sebagai seorang mahasiswa! Mengasah otak kita untuk dapat melihat sebuah fenomena yang ada, kemudian menangkap adanya masalah yang mungkin dapat dipecahkan. Lalu kemudian kita kembali membuka banyak literature, teori yang dapat menunjang hipotesis kita terhadap sebuah masalah yang kita angkat sebelumnya. Disinilah kemampuan kita di uji. Bagaimana kita dapat menarik sebuah kesimpulan dari teori-teori yang ada serta hasil dari pengujian secara statistik. Dan itu semua memang berguna! Waaaw… si skripsi emang dahsyat yaaa!

Saat ini saya masih menjalani skripsi saya. Semoga semua yang saya jalani ini memang bermanfaat bagi diri saya dan orang lain. Untuk teman-teman yang sedang menyusun skripsi, tetap semangat ya, yakinah apa yang kita lakukan saat ini memang sangat berguna dan bermanfaat untuk kita. Dan bagi yang belum, ayo-ayo mulai cari judul. =)

Semangkaaaaaa. icon biggrin Skrips(h)i(t)

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Skrips(h)i(t)”

  1. uji says:

    semangaaat bung :)

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is frozen water?