Share Everything of My Wonderful Life

Because Sharing Is Caring

Category : cerita kehidupan

the answer from God.

Mungkin bagi sebagian dari kalian sudah baca postingan saya sebelumnya mengenai jawaban dari Allah atas doa-doa kita. Hard to say, tapi hari ini saya mendapatkan jawaban atas doa saya yang tentunya bukan sesuatu yang saya harapkan. Read More…

The Answers of our Prayers from Allah

When we pray to Allah, we always want Allah to fulfill it. But Allah always has 3 answers for our prayers.

I got this from one of site, but i forgot the link icon sad The Answers of our Prayers from Allah

I'm so sorry, but i just want to share it to all of you.

believe that Allah's answer is the best way for us. icon smile The Answers of our Prayers from Allah

tumblr ldxym0msyo1qarrh6o1 500 The Answers of our Prayers from Allah

Believe in God

 

cheers,

photoeditor1306207895646 150x150 The Answers of our Prayers from Allah

Beauty.distortion

no wonder our perception of beauty is distorted

Cantik. Ketika gw melontarkan kata itu, apa yang terbersit di pikiranmu? Tanpa berpikir keras, sekeras Rafael membuat orang terhipnotis, menebak dengan benar tanpa harus sehebat para peramal, aku tau apa yang ada di pikiranmu saat ini. Cantik itu PUTIH, BERSIH, HIDUNG MANCUNG, RAMBUT terurai Halus. Cantik itu Dian Sastro, Katie Holmes, Angelina Jolie, Nabila Syakib. Read More…

Amazing 21st

21.
kenapa nama bioskop harus berawal dengan angka 21?

mungkin dulu orang-orang yang nonton film bioskop harus berumur 21 dulu kali ya?kan biasanya seseorang dikatakan dewasa ketika dia beranjak 21tahun.
secara di film SANG PEMIMPI aja katanya film indonesia itu hukumnya haram buat di tonton. *iyalah, film2 jaman dulu nampak lebih mengumbar baca lebih lanjut

Skrips(h)i(t)

Semester 7 ini, Nampak sekali perubahan yang terjadi dalam hidup saya. Saat ini, saya hanya mengambil satu mata kuliah, karena emang tinggal satu. Sisanya saya mencoba untuk mengambil skripsi semester ini. perbedaan mulai terasa. Kini, jarang sekali saya berkumpul dengan teman-teman dekat, atau sekedar haha hihi di tempat tongkrongan, membicarakan hal yang tidak penting tapi menyenangkan (gossip) haha… dan laluuu…

Nyi Iteung Masuk Kota

Apa bedanya kereta punya Indonesia sama punya Singapore?ada yang tau?hehe

Jadi, beberapa waktu yang lalu, sambil mengisi kekosongan dalam liburan lebaran, saya memutuskan untuk melakukan petualangan di Jakarta bersama sahabat-sahabat saya. Nyi iteung masuk kota ini mah namanya. Hahaha. Saya berangkat dari Bekasi ke Jakarta dengan menggunakan kereta KRL.

Kereta KRL yang katanya diambil dari Jepang (sama Jepang dibuang, sama kita dikukut..haha). keretanya nyaman, ada AC walaupun duduknya kayak di angkot. Tapi, bila saya bandingkan dengan MRT yang dimiliki oleh Singapore, ngga jauh beda loh dalemnya. Cuma luarnya aja dan mungkin mesinnya memang lebih bagus MRT. Dan juga stasiunnya (kan MRT bawah tanah, dan lebih nyaman dari stasiun kereta kita). Jadi, samalah rasanya kayak naik MRT. Hehehe. Oia, temen saya, Gina, dia baru pertama kali loh naik kereta seumur hidupnya. Hahaha. Lucu ya? Atau jangan-jangan kamu juga belum pernah naik kereta? Ayo, kalo belum harus coba. Temen saya aja ketagihan pengen naik kereta lagi. Hahaha.

kereta 199x300 Nyi Iteung Masuk Kota

foto-foto di dalem kereta..hhihii..sedikit norak

Kami berhenti di stasiun (lupa namanya) dan melanjutkan naik bajaj untuk sampai ke Monas. Kita semua emang janjian di monas. Sekalian juga bisa foto-foto. Hehehe. Dan lebih mengejutkan lagi, salah satu dari kami ada yang baru pertama kali ke Monas loh!hahaha. Setelah semuanya berkumpul (7 orang),

Singkat cerita kita menuju ke tempat tujuan utama, yaitu Kota Tua. Dan kami naik busway. psstt..ini pertama kali loh saya naik busway..haha.. Beberapa menit kemudian, tibalah kami di kota tua. Dan sebelum berfoto ria di kota tua, kita semua memutuskan untuk ke museum Bank Mandiri. Kirain bayar, ternyata gratis loh masuknya. Hahaha. Tempatnya bagus, apalagi kita bisa dapet banyak pelajaran baru dari sana. Ada mesin atm pertama kali loh yang gedenya segede gajah (hahaha..sedikit lebaiii). Terus revolusi mesin tik dari taun ke taun, dan masih banyak lagi yang bisa di eksplor disana. Suasananya ngga diubah, suasana bank jaman dulu kala. Karena kita kesananya udah sore, jadi ngga bener-bener ngelilingin semua.

di mandiri 300x225 Nyi Iteung Masuk Kota

salah satu spot di museum Bank Mandiri, bergaya ala teller jaman dulu..hehe

Nah, tadinya kita mau langsung foto-foto di bangunan-bangunan tua disana, tapi pas lagi jalan, kita liat lagi ada museum Bank Indonesia. Tertarik untuk kesana, tanpa pikir panjang kita langsung masuk. Lagi-lagi ngga dipungut biaya apapun! Yang ini jauh lebih menyenangkan loh. Museum identik dengan hal-hal berbau jaman dulu, kuno, dll. Nah, di museum ini memadukan teknologi jaman sekarang loh. Sumpah, seruuuu banget, nangkep uang di layar gitu (pake sensor bayangan), terus ada uang dari jaman dulu banget sampe uang sekarang. Kalian bakalan nyaman banget deh ke museum ini. perpaduan yang bagus antara teknologi dan sejarah. Terus kita juga dapet banyak pelajaran baru mengenai uang.

di bi 300x225 Nyi Iteung Masuk Kota

hayoo,,percaya ngga ini foto di museum?yups,,di museum Bank Indonesia.keren yaa??

Kalian tau ngga dulu pernah ada loh uang koin dengan nilai Rp. 850,000! Ngga tau kan? Atau kalian tau dulu uang kertas bisa kita robek jadi 2? Itu Cuma sebagian kecil dari yang ada di museum Bank Indonesia ini. Saya sangat menyarankan kalian untuk dateng ke museum ini. Banyak fakta-fakta yang bisa kita dapetin disini. Sayang banget, saya ngeliat museumnya lumayan sepi. Padahal gratis loh masuknya, gratisan aja jarang banget yang dateng, gimana bayar ya? Ayo, tanamkan cinta sejarah dengan mencoba mengenal sejarah kita lebih dalam lagi.

Dibanding dengan museum Bank Mandiri, memang lebih bagus museum Bank Indonesia. Saya termasuk orang yang ngga suka yang ribet-ribet. Nah, museum Bank Indonesia dibikin satu alur gitu, jadi semua tempat pasti kita lewatin, beda dengan museum Bank Mandiri yang per ruangan-ruangan gitu, jadi, kalo ngga ada waktu banyak, ngga akan semuanya kita lewatin dan datengin. KALIAN HARUS COBA DATENG! Menyenangkan loh ngunjungin museum.

Dan penyesalan kemudian datang, ternyata disekeliling kota tua itu banyak banget museum. Ada museum wayang, keramik, dll. Aah, Cuma waktu menunjukkan pukul 5 sore, udah pasti tutup museumnya. Sedikit kecewa, tapi akhrnya kita foto-foto disekitar sana. Lucu deh foto-foto disana, apalagi banyak yang nyewain sepeda ontel + topi ala jaman dulu. Kerasaaaa banget jaman dulunya. Hehehe. Kalian bisa puas-puasin foto disini, mencari tempat-tempat yang bagus untuk foto. Pasti nagih terus pengen foto deh. Hihihi.

Yaps, petualangan saya harus berakhir karena hari sudah gelap, saya dan teman saya akhirnya pulang dengan hati yang puas, senang. Karena hari itu kita ngga cuma main-main biasa, tapi juga menambah wawasan dengan mengunjungi museum. Berkenalan dengan sejarah. =)

Mari cintai Negeri ini dengan mencitai sejarahnya… =)

kota tua 199x300 Nyi Iteung Masuk Kota

foto di salah satu tempat di kota tua..

wooooiiii!!!daleman gw ilaaaang!

“wooooiiii!!!daleman gw ilaaaang! Ada yang ga sengaja ngambil?”

“wah??seriusan? kenapa bisa ilang?”

“gw jg ga tau, gw jemur ditempat biasa, tapi tiba-tiba ngga ada pas mau gw ambil”

“hah?masa ada yang ngambil?kan jemuran kita ada didalem rumah”

***

JENGJENG! Itu salah satu pengalaman saya ketika KKN (Kuliah Kerja Nyata) beberapa bulan yang lalu di desa Cipatujah, Tasikmalaya. Eh, tapi bukan daleman saya yang ilang!haha… Yups, temen saya(cewe) kehilangan beberapa potong dalemannya ketika dijemur. Hihihi… Padahal jemuran kita ada didalem rumah loh. Waktu itu saya langsung kepikiran “ah, yang ngambil pilih-pilih nih, celana dalem yang bagus aja yang di ambil” hahahaha… emang bener, kalo boleh sedikit buka-bukaan daleman punya dia emang ‘paling bersinar’ wkwkwk… ;p

Aroma mistispun tercium!hohoho, ternyata, setelah diselidiki, di deket jemuran, kayak ada semacam lubang yang ditutupi kayu, nah lubang itu dijebol dan mungkin dengan tongkat, dia mengambil daleman temen saya itu. Terus kenapa kalo daleman ilang? For your information, di desa dimana saya dan 27 orang teman saya tinggal masih percaya terhadap hal-hal mistis, dan terbilang cukup kuat. Salah satunya adalah PELET. Hemm, mungkin buat orang kota, bakalan ketawa cengengesan pas baca ini, tapi jangan juga jadi ngeremehin. Karena percaya ngga percaya ada aja kejadian yang terjadi tentang pelet-memelet di sekitar desa. Nah, katanya pelet bisa dilakukan dengan media ‘daleman’ seseorang.

Masih banyak pengalaman lucu, aneh, sedikit horror yang dialami saya dan teman-teman saya ketika KKN dulu. Pengalaman jalan kaki kemana-mana, kalau beruntung, kita bisa nebeng mobil terbuka (pick-up). Seruuu..apalagi kalo mobilnya memasang soundsystem yang oke punya dan memasang lagu dangdut!hahaha…dijamin ngga kuat untuk goyang! =P

Life changing experience! Yups, hidup di desa, yang fasilitasnya ngga selengkap di kota selama 1 bulan lebih adalah pengalaman yang luar biasa. Beradaptasi dengan kehidupan disana. Pengalaman yang paling seru adalah ketika mengajar disebuah sekolah dasar. Sumpah!susaaaaaaah banget bikin anak-anak SD (apalagi kelas 1 sampai 3) duduk dengan manis dan mendengarkan kita yang lagi mengajar. Adaaaa aja kelakuannya, yang naik meja-lah, yang lari-lari dikelas, yang pukul-pukulan sampe pada nangis. Ampun daaaah,,rasanya tiap keluar kelas bawaannya energy terkuras abis. Cape, tapi pengalaman yang tak tergantikan deh.

Kejadian itu terus berulang selama dua minggu kita mengajar. Lama-lama jadi terbiasa. Tapi dari situ saya jadi berfikir, orang yang paling sabar di dunia adalah GURU!kalian bayangin aja, guru yang udah puluhan tahun mengajar, menghadapi kenakalan-kenakalan anak-anak didiknya selama itu. Tapi beliau semua mampu mengatasinya dan tetap semangat untuk mengajar, dan mencerdaskan penerus-penerus bangsa itu dengan suka cita. Sungguh mulia dan top markotop!hehe…

Kebetulan desa saya itu daerah pantai, jadi hampir tiap hari kita semua main ke pantai, entah itu bermain kasti, voli, atau sekedar melepas penat berjalan-jalan di sekitar pantai. Dan itu sungguh sangat menyenangkan. Benar-benar pengalaman yang berharga. Masih banyak lagi sebenarnya pengalaman yang tak terlupakan disana. Tapi nanti kalian keburu nguap dan tiba-tiba tertidur gara-gara liat tulisan saya yang terlalu panjang..hehe…

Dan satu bulan itu telah mengisi halaman tiap halaman dari buku kehidupan saya dengan indahnya. Rasanya sangat menyenangkan berada bersama dengan masyarakat disana dan hidup bersama dengan keluarga baru saya –teman senasib KKN-.

Oia, lalu nasib teman saya yang hilang dalemannya gimana?hahaha… Alhamdulillah sampai detik ini dia baik-baik saja. =)

pantaii 228x300 wooooiiii!!!daleman gw ilaaaang!

salah satu pesona pantai desa kami..=)

“bonek, share dong kiat-kiat bisa langgeng pacaran jarak jauh.”

“hahaha…share apa nih?”

“duh,sombongnyaa…ngga mau bagi2 ilmu”

“hahaha…bukan ngga mau, tapi beda masakan beda resep bung”

Hem, saya langsung tersentak sedikit ngga percaya temen saya itu yang bilang!hahaha… okey juga bahasanya.haha… bisa juga keluar kata-kata bijak. Tapi, beneran deh, menyentuh banget (sedikit lebay sekarang). Emang kalo dipikir-pikir, bener banget apa yang temen saya bilang itu, “beda masakan, beda resep”. Tiap hubungan pasti memiliki resep masing-masing demi menjaga ‘rasa’. Mungkin pada dasarnya serupa dengan ‘masakan’ lainnya, tapi ngga sama. Different people has a different treatment. Sama kayak relationship.every relationship has its own treatment.

Jadi sebenernya Cuma kita yang tau bener cara-cara yang tepat untuk mempertahankan sebuah hubungan dengan seseorang. Sebagai contoh aja, pasangan X biasa melakukan kegiatan olah raga bersama untuk mengatasi rasa bosan dalam berpacaran. Mungkin berbeda dengan pasangan yang lain, yang biasa melakukan ‘fun trip’ kayak mengunjungi kebun binatang, cagar alam, dll buat menghilangkan kejenuhan dalam menjalani hubungan.

Orang luar hanya bisa memberikan masukan-masukan mengenai tambahan ‘resep’ kedalam ‘masakan’ kita, agar lebih berwarna rasa masakannya. Tapi Cuma kita yang tau ‘resep rahasia’ makanan kita tetap lezat.

Jadi, sedikit merenungi saja. Bila sebuah hubungan yang kita bina tidak lama bertahan, berarti sebenernya kita kurang bermain dengan ‘resep’ masakannya. Jangan juga terpaku dengan yang tertulis di ‘resep’. Hehehe…

Kalau ngga ada gula putih, coba pake gula merah. Kalau ngga bisa pake merica, bisa diganti pake bubuk cabe. kalau garam abis, bisa pake bumbu penyedap.

***

Jadi,kalau kamu kurang bumbu yang mana? ;p

Menjadi Mutiara

Apa yang telah kamu lakukan untuk Negara kita? Atau jangan-jangan kamu malah bertanya apa yang sudah Negara berikan pada kita? Atau justru mengeluh, malu karena Negara kita tidak juga menjadi Negara maju yang diharapkan? Mau hanya diam saja,dan tidak berbuat apa-apa?

Dalam artikel sebelumnya (Indonesia BISA!, dan Selamatkan Kekayaan Kita), saya selalu menghubung-hubungkan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan kita –generasi penerus bangsa-. Semuanya terpusat pada kita, sumber daya manusia. Dalam melestarikan seni dan budaya, kitalah sebagai penerus bangsa yang harus peduli dan menjaga agar seni dan budaya Indonesia tetap seperti itu. Kepedulian yang tinggi sangat diharapkan agar kekayaan kita tetap terjaga. Maka tumbuhkanlah kepedulian terhadap seni dan budaya yang merupakan kekayaan yang tidak ternilai itu. Tanamkan rasa memiliki, dan lakukan sesuatu demi kelestarian seni budaya kita.

9221 145082558342 139243813342 3552870 5445525 n Menjadi Mutiara

macam-macam batik (foto:google search)

Begitu pula daya saing bangsa Indonesia terhadap bangsa lain, tergantung dengan sumber daya manusia yang dimiliki. Tentu saja itu berarti inti dari segala inti adalah kita. Jika kamu ingin Negara kita menjadi Negara yang maju dan memiliki daya saing yang unggul, itu berarti, kita semua harus berjuang sekuat tenaga untuk menjadi bibit unggul yang dimiliki bangsa ini.

Kita itu ibarat sebuah mutiara. Untuk menjadi sebuah mutiara yang indah, diperlukan perjalanan yang sangat panjang dan membutuhkan proses. Dari benda asing yang kecil, lama-lama di dalam kerang akan terbentuk menjadi sebuah mutiara yang indah. Begitu juga kita. Untuk menjadi manusia yang berkualitas, kita harus mau belajar, berusaha keras. Pendidikan adalah salah proses pembentukan kita sebagai mutiara. Pendidikan seperti kerang, yang membentuk mutiara tersebut.

Pendidikan menjadi penting, apalagi saat ini adalah era globalisasi, dimana semuanya tidak terbatas waktu dan ruang. Dan era dimana persaingan menjadi semakin terbuka. Pertemanan juga semakin terbuka loh. Dengan tidak adanya batas ruang dan waktu, maka tolak ukur dalam menjadi mutiara yang paling bersinarpun semakin tinggi, karena kita akan bersaing dengan seluruh mutiara dari berbagai belahan dunia. Kerja keras dan kegigihan dalam menjadi mutiara yang indah tentunya sangatlah dibutuhkan.

28847 pearl in clam Menjadi Mutiara

kerja keras demi menjadi mutiara

Banyak cara yang bisa kita lakukan demi mendapatkan pendidikan yang memang menjadi hak kita. Pemerintah juga tidak tinggal diam untuk menyediakan wadah untuk kita mendapatkan pendidikan. Banyak kemudahan yang ditawarkan, salah satunya dengan adanya beasiswa pendidikan. Banyak sekali instansi pemerintah, dan swasta yang menawarkan beasiswa. Salah satunya beasiswa Djarum. Jadi tinggal usaha kita aja yang ditingkatkan untuk mendapatkan semua itu, demi menjadi mutiara yang indah! =)

Menjadi mutiara saja tidak cukup. Setelah menjadi mutiara, agar berkilau, harus terus dirawat dan digosok-gosok dong. Biar kinclong, hehe. Nah, jadi pendidikan tidak cukup untuk membentuk pribadi yang unggul. Soft skill juga diperlukan agar yang kita miliki bukan hanya ilmu, tetapi pribadi yang memiliki kualitas diri. Sebagai contoh, sepintar apapun kita, tanpa memiliki communication skill yang baik, kita tidak akan dapat menyampaikan apa yang kita miliki kepada orang banyak. Jadi sama pentingnya antara pendidikan dan soft skill dalam membentuk pribadi yang memiliki daya saing yang unggul. Dan saya sangat merasakan betapa pentingnya soft skill bagi kita kelak. Saya sebagai mantan Beswan Djarum atau bisa dibilang alumni Beswan Djarum merasa sangat beruntung bisa mendapatkan pelatihan-pelatihan untuk mengasah soft skill. Yup, dalam program Djarum bakti pendidikan, tidak hanya materi yang Djarum berikan, tetapi juga berbagai macam pelatihan soft skill agar kelak menjadi pemimpin bangsa yang unggul.

dare 150x150 Menjadi Mutiara

saat mengikuti pelatihan 'dare to be leader'

Menjadi mutiara yang indah dan berkilau, serta kilauannya melebihi mutiara-mutiara lain di berbagai penjuru dunia, membuat bangsa kita memiliki daya saing yang unggul disbanding dengan Negara lain. Dan siapa bilang itu tidak mungkin?

Semuanya butuh usaha dan kerja keras. Keinginan tanpa usaha tidak akan membuahkan hasil. Dan jangan pernah menyerah untuk tetap berusaha menjadi yang terbaik bagi diri sendiri, orang tua, dan bangsa Indonesia. Tidak ada kata KEGAGALAN jika kita pantang menyerah. Kegagalan artinya meyerah, dan berhenti berusaha.

Indonesia BISA! karena KITA BISA!

I love Indonesia =)

indonesia6 Menjadi Mutiara


Hari Jumat, 2 Oktober 2009 menjadi hari yang sedikit aneh buat saya. Iyalah aneh, saya lihat banyak orang-orang di jalanan dibalut batik (termasuk saya,hihi..), entah bajunya, celananya, atau hanya tas yang dia pakai. Kalau temen saya bilang itu ‘style pak lurah’. Aneh karena ternyata masih banyak yang peduli tentang seni yang memang milik Indonesia. BATIK. Tapi, beneran gitu mereka peduli?apa pengen dibilang peduli?apa hanya mengikuti petuah pak presiden untuk pake batik pada hari itu? Atau mungkin cuma kebetulan aja hari itu pake batik?haha… Entahlah, hanya mereka dan Tuhan yang tau(haha..)

 Selamatkan Kekayaan Kita

salah satu bentuk lain batik (foto:google search)

Mungkin sedikit membahas masalah kenapa hari itu orang-orang bisa dibilang ‘niat banget kayak mau ke kondangan’. Kebanyakan orang tau pada hari itu, 2 Oktober 2009, UNESCO ‘mengetuk palu’ bahwa batik adalah ‘word herittage’ yang berasal dari Indonesia. Makanya sebagai tanda suka cita, kita dihimbau untuk memakai batik pada tanggal 2 Oktober. Waaw, tentu ini membuat bangga bangsa kita sekaligus bernafas lega karena banyak berita-berita yang mungkin sedikit merugikan bangsa kita mengenai batik tersebut akhir-akhir ini (I will not talking more about this, apalagi kalau memojokan =D).

Tapi mungkin kita harus mengambil hikmah dibalik setiap kejadian. Pernah terpikirkan oleh kita, kalau ngga ada masalah itu, apa akan ada hari ini? apa akan ada hari dimana kita merasa memiliki terhadap seni/harta yang ada di Indonesia (dalam hal ini batik)? Mungkin tidak akan pernah ada. Jadi ibarat pepatah yang agak jahat ‘harus ditampar dulu, baru sadar’ haha… ya seperti itulah gambaran keadaan mental kita. Jadi untunglah ada masalah itu, jadilah ada hari ini, dimana batik di akui sebagai warisan yang berasal dari Indonesia.

Tapi, masa mau ditampar terus menerus baru menyadari bahwa kita harus melestarikan dan peduli terhadap seni dan budaya bangsa? Bisa dibayangkan, setiap daerah memiliki lebih dari satu kesenian maupun budaya yang asli daerah tersebut. Lalu kita kalikan dengan banyaknya daerah yang ada di Indonesia. Dan hasilnya? BANYAK (bukan karena males ngitung loh..hehe). Ya, banyak banget sebenarnya kebudayaan dan kesenian yang dimiliki oleh bangsa kita. Lalu mau ditampar sebanyak itu dulu baru sadar kalau kita, orang Indonesia, harus peduli dan ikut melestarikan seni dan budaya itu?

Kita kaya bukan?! Seni dan budaya yang sebanyak itu, adalah harta kita yang sangat berharga. Dan jangan sampai kita menyia-nyiakan harta yang sudah diwariskan pendahulu-pendahulu kita di masa dulu. Kita punya beratus-ratus tarian daerah, lagu daerah, alat music daerah, dan macam seni lainnya. Kalian kenal tari pendet?lagu rasa sayange?pasti taulah ya, orang sering masuk berita,hehe. Tapi kalian pernah denger orkes tanjidor? atau tari andun?pasti sedikit yang tau dengan kedua nama itu. Mungkin cuma orang-orang tertentu, misalnya memang mereka dari daerah dimana lagu dan tari itu berasal, yang tau.

imagesnyplorg Selamatkan Kekayaan Kita

tari andun

tanjidor 51 Selamatkan Kekayaan Kita

orkes tanjidor

Menurut Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik yang dikutip dari Kompas, beliau amat menyayangkan kurangnya perhatian masyarakat terhadap seni-budaya bangsa sendiri. Kurang mau mengapresiasi, bahkan terhadap karya master piece yang sudah terdaftar/diinskripsi oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Indonesia. Karya master piece tersebut adalah wayang, keris, dan batik. Yang akan menyusul adalah angklung.

Dari yang dikatakan bapak menteri, terlihat sekali upaya dalam mendorong apresiasi karya seni dan budaya di dalam negeri. Dan menurutnya itu sebuah perjuangan berat. Perjuangan dalam upaya penanaman kembali keyakinan di dalam diri anak-anak bangsa bahwa seni dan budaya asli Indonesia adalah sesuatu yang membanggakan dan sangat luhur. Upaya lain yang dilakukan adalah dengan membuat Undang-undang tentang pelestarian seni dan budaya.

Itu upaya yang dilakukan oleh pemerintah, lalu kita,generasi muda, apa yang telah kita lakukan dalam upaya melestarikan budaya kita?Selain kita, siapa lagi yang akan melestarikan seni dan budaya asli bangsa ini? semakin jarang sekarang anak-anak muda yang tertarik dengan seni dan budaya daerahnya. Kebetulan beberapa hari yang lalu saya mengunjungi sanggar tari tradisional yang dulunya saya pernah belajar tari disitu. Semakin sedikit anak-anak yang mempelajari tari tradisional. Kebanyakan dari mereka justru lebih menyukai sanggar tari modern. Tentunya tidak salah bila mereka belajar tari modern, karena ini era globalisasi, semuanya sah saja. Namun, ada baiknya jika mereka juga diperkenalkan dengan tari-tari atau seni budaya lain yang memang asli milik kita. Karena, semua seni dan budaya itu harus ada pewarisnya, yaitu kita, sebagai generasi penerus bangsa.

Lalu harus menunggu dulu seni dan budaya kita punah, kemudian hanya menjadi fosil yang jadi pajangan di museum? COME ON guys, cuma kita yang bisa melestarikan. Tanam kepedulianmu, sebelum semuanya terlambat dan akan menjadi sia-sia. Jangan hanya pemerintah yang berupaya, kita juga sebagai ‘ahli waris’ harus berusaha juga.

Karena kalau bukan KITA yang bertindak, yang mencoba untuk melestarikan, SIAPA lagi yang PEDULI?

Selamatkan kekayaan kita!

Indonesia BISA!

I love Indonesia =)

cinta indonesia Selamatkan Kekayaan Kita

cinta Indonesia