Share Everything of My Wonderful Life

Because Sharing Is Caring

Posts Tagged ‘budaya’

Menjadi Mutiara

Apa yang telah kamu lakukan untuk Negara kita? Atau jangan-jangan kamu malah bertanya apa yang sudah Negara berikan pada kita? Atau justru mengeluh, malu karena Negara kita tidak juga menjadi Negara maju yang diharapkan? Mau hanya diam saja,dan tidak berbuat apa-apa?

Dalam artikel sebelumnya (Indonesia BISA!, dan Selamatkan Kekayaan Kita), saya selalu menghubung-hubungkan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan kita –generasi penerus bangsa-. Semuanya terpusat pada kita, sumber daya manusia. Dalam melestarikan seni dan budaya, kitalah sebagai penerus bangsa yang harus peduli dan menjaga agar seni dan budaya Indonesia tetap seperti itu. Kepedulian yang tinggi sangat diharapkan agar kekayaan kita tetap terjaga. Maka tumbuhkanlah kepedulian terhadap seni dan budaya yang merupakan kekayaan yang tidak ternilai itu. Tanamkan rasa memiliki, dan lakukan sesuatu demi kelestarian seni budaya kita.

9221 145082558342 139243813342 3552870 5445525 n Menjadi Mutiara

macam-macam batik (foto:google search)

Begitu pula daya saing bangsa Indonesia terhadap bangsa lain, tergantung dengan sumber daya manusia yang dimiliki. Tentu saja itu berarti inti dari segala inti adalah kita. Jika kamu ingin Negara kita menjadi Negara yang maju dan memiliki daya saing yang unggul, itu berarti, kita semua harus berjuang sekuat tenaga untuk menjadi bibit unggul yang dimiliki bangsa ini.

Kita itu ibarat sebuah mutiara. Untuk menjadi sebuah mutiara yang indah, diperlukan perjalanan yang sangat panjang dan membutuhkan proses. Dari benda asing yang kecil, lama-lama di dalam kerang akan terbentuk menjadi sebuah mutiara yang indah. Begitu juga kita. Untuk menjadi manusia yang berkualitas, kita harus mau belajar, berusaha keras. Pendidikan adalah salah proses pembentukan kita sebagai mutiara. Pendidikan seperti kerang, yang membentuk mutiara tersebut.

Pendidikan menjadi penting, apalagi saat ini adalah era globalisasi, dimana semuanya tidak terbatas waktu dan ruang. Dan era dimana persaingan menjadi semakin terbuka. Pertemanan juga semakin terbuka loh. Dengan tidak adanya batas ruang dan waktu, maka tolak ukur dalam menjadi mutiara yang paling bersinarpun semakin tinggi, karena kita akan bersaing dengan seluruh mutiara dari berbagai belahan dunia. Kerja keras dan kegigihan dalam menjadi mutiara yang indah tentunya sangatlah dibutuhkan.

28847 pearl in clam Menjadi Mutiara

kerja keras demi menjadi mutiara

Banyak cara yang bisa kita lakukan demi mendapatkan pendidikan yang memang menjadi hak kita. Pemerintah juga tidak tinggal diam untuk menyediakan wadah untuk kita mendapatkan pendidikan. Banyak kemudahan yang ditawarkan, salah satunya dengan adanya beasiswa pendidikan. Banyak sekali instansi pemerintah, dan swasta yang menawarkan beasiswa. Salah satunya beasiswa Djarum. Jadi tinggal usaha kita aja yang ditingkatkan untuk mendapatkan semua itu, demi menjadi mutiara yang indah! =)

Menjadi mutiara saja tidak cukup. Setelah menjadi mutiara, agar berkilau, harus terus dirawat dan digosok-gosok dong. Biar kinclong, hehe. Nah, jadi pendidikan tidak cukup untuk membentuk pribadi yang unggul. Soft skill juga diperlukan agar yang kita miliki bukan hanya ilmu, tetapi pribadi yang memiliki kualitas diri. Sebagai contoh, sepintar apapun kita, tanpa memiliki communication skill yang baik, kita tidak akan dapat menyampaikan apa yang kita miliki kepada orang banyak. Jadi sama pentingnya antara pendidikan dan soft skill dalam membentuk pribadi yang memiliki daya saing yang unggul. Dan saya sangat merasakan betapa pentingnya soft skill bagi kita kelak. Saya sebagai mantan Beswan Djarum atau bisa dibilang alumni Beswan Djarum merasa sangat beruntung bisa mendapatkan pelatihan-pelatihan untuk mengasah soft skill. Yup, dalam program Djarum bakti pendidikan, tidak hanya materi yang Djarum berikan, tetapi juga berbagai macam pelatihan soft skill agar kelak menjadi pemimpin bangsa yang unggul.

dare 150x150 Menjadi Mutiara

saat mengikuti pelatihan 'dare to be leader'

Menjadi mutiara yang indah dan berkilau, serta kilauannya melebihi mutiara-mutiara lain di berbagai penjuru dunia, membuat bangsa kita memiliki daya saing yang unggul disbanding dengan Negara lain. Dan siapa bilang itu tidak mungkin?

Semuanya butuh usaha dan kerja keras. Keinginan tanpa usaha tidak akan membuahkan hasil. Dan jangan pernah menyerah untuk tetap berusaha menjadi yang terbaik bagi diri sendiri, orang tua, dan bangsa Indonesia. Tidak ada kata KEGAGALAN jika kita pantang menyerah. Kegagalan artinya meyerah, dan berhenti berusaha.

Indonesia BISA! karena KITA BISA!

I love Indonesia =)

indonesia6 Menjadi Mutiara


Hari Jumat, 2 Oktober 2009 menjadi hari yang sedikit aneh buat saya. Iyalah aneh, saya lihat banyak orang-orang di jalanan dibalut batik (termasuk saya,hihi..), entah bajunya, celananya, atau hanya tas yang dia pakai. Kalau temen saya bilang itu ‘style pak lurah’. Aneh karena ternyata masih banyak yang peduli tentang seni yang memang milik Indonesia. BATIK. Tapi, beneran gitu mereka peduli?apa pengen dibilang peduli?apa hanya mengikuti petuah pak presiden untuk pake batik pada hari itu? Atau mungkin cuma kebetulan aja hari itu pake batik?haha… Entahlah, hanya mereka dan Tuhan yang tau(haha..)

 Selamatkan Kekayaan Kita

salah satu bentuk lain batik (foto:google search)

Mungkin sedikit membahas masalah kenapa hari itu orang-orang bisa dibilang ‘niat banget kayak mau ke kondangan’. Kebanyakan orang tau pada hari itu, 2 Oktober 2009, UNESCO ‘mengetuk palu’ bahwa batik adalah ‘word herittage’ yang berasal dari Indonesia. Makanya sebagai tanda suka cita, kita dihimbau untuk memakai batik pada tanggal 2 Oktober. Waaw, tentu ini membuat bangga bangsa kita sekaligus bernafas lega karena banyak berita-berita yang mungkin sedikit merugikan bangsa kita mengenai batik tersebut akhir-akhir ini (I will not talking more about this, apalagi kalau memojokan =D).

Tapi mungkin kita harus mengambil hikmah dibalik setiap kejadian. Pernah terpikirkan oleh kita, kalau ngga ada masalah itu, apa akan ada hari ini? apa akan ada hari dimana kita merasa memiliki terhadap seni/harta yang ada di Indonesia (dalam hal ini batik)? Mungkin tidak akan pernah ada. Jadi ibarat pepatah yang agak jahat ‘harus ditampar dulu, baru sadar’ haha… ya seperti itulah gambaran keadaan mental kita. Jadi untunglah ada masalah itu, jadilah ada hari ini, dimana batik di akui sebagai warisan yang berasal dari Indonesia.

Tapi, masa mau ditampar terus menerus baru menyadari bahwa kita harus melestarikan dan peduli terhadap seni dan budaya bangsa? Bisa dibayangkan, setiap daerah memiliki lebih dari satu kesenian maupun budaya yang asli daerah tersebut. Lalu kita kalikan dengan banyaknya daerah yang ada di Indonesia. Dan hasilnya? BANYAK (bukan karena males ngitung loh..hehe). Ya, banyak banget sebenarnya kebudayaan dan kesenian yang dimiliki oleh bangsa kita. Lalu mau ditampar sebanyak itu dulu baru sadar kalau kita, orang Indonesia, harus peduli dan ikut melestarikan seni dan budaya itu?

Kita kaya bukan?! Seni dan budaya yang sebanyak itu, adalah harta kita yang sangat berharga. Dan jangan sampai kita menyia-nyiakan harta yang sudah diwariskan pendahulu-pendahulu kita di masa dulu. Kita punya beratus-ratus tarian daerah, lagu daerah, alat music daerah, dan macam seni lainnya. Kalian kenal tari pendet?lagu rasa sayange?pasti taulah ya, orang sering masuk berita,hehe. Tapi kalian pernah denger orkes tanjidor? atau tari andun?pasti sedikit yang tau dengan kedua nama itu. Mungkin cuma orang-orang tertentu, misalnya memang mereka dari daerah dimana lagu dan tari itu berasal, yang tau.

imagesnyplorg Selamatkan Kekayaan Kita

tari andun

tanjidor 51 Selamatkan Kekayaan Kita

orkes tanjidor

Menurut Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik yang dikutip dari Kompas, beliau amat menyayangkan kurangnya perhatian masyarakat terhadap seni-budaya bangsa sendiri. Kurang mau mengapresiasi, bahkan terhadap karya master piece yang sudah terdaftar/diinskripsi oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Indonesia. Karya master piece tersebut adalah wayang, keris, dan batik. Yang akan menyusul adalah angklung.

Dari yang dikatakan bapak menteri, terlihat sekali upaya dalam mendorong apresiasi karya seni dan budaya di dalam negeri. Dan menurutnya itu sebuah perjuangan berat. Perjuangan dalam upaya penanaman kembali keyakinan di dalam diri anak-anak bangsa bahwa seni dan budaya asli Indonesia adalah sesuatu yang membanggakan dan sangat luhur. Upaya lain yang dilakukan adalah dengan membuat Undang-undang tentang pelestarian seni dan budaya.

Itu upaya yang dilakukan oleh pemerintah, lalu kita,generasi muda, apa yang telah kita lakukan dalam upaya melestarikan budaya kita?Selain kita, siapa lagi yang akan melestarikan seni dan budaya asli bangsa ini? semakin jarang sekarang anak-anak muda yang tertarik dengan seni dan budaya daerahnya. Kebetulan beberapa hari yang lalu saya mengunjungi sanggar tari tradisional yang dulunya saya pernah belajar tari disitu. Semakin sedikit anak-anak yang mempelajari tari tradisional. Kebanyakan dari mereka justru lebih menyukai sanggar tari modern. Tentunya tidak salah bila mereka belajar tari modern, karena ini era globalisasi, semuanya sah saja. Namun, ada baiknya jika mereka juga diperkenalkan dengan tari-tari atau seni budaya lain yang memang asli milik kita. Karena, semua seni dan budaya itu harus ada pewarisnya, yaitu kita, sebagai generasi penerus bangsa.

Lalu harus menunggu dulu seni dan budaya kita punah, kemudian hanya menjadi fosil yang jadi pajangan di museum? COME ON guys, cuma kita yang bisa melestarikan. Tanam kepedulianmu, sebelum semuanya terlambat dan akan menjadi sia-sia. Jangan hanya pemerintah yang berupaya, kita juga sebagai ‘ahli waris’ harus berusaha juga.

Karena kalau bukan KITA yang bertindak, yang mencoba untuk melestarikan, SIAPA lagi yang PEDULI?

Selamatkan kekayaan kita!

Indonesia BISA!

I love Indonesia =)

cinta indonesia Selamatkan Kekayaan Kita

cinta Indonesia