Dari Rumah Sang Ketua

14 Sep

Rabu tanggal 12 September 2012 sebagian Beswan Kudus angkatan 26 yang terdiri Aku, Anita, Iwan, Ade, Wiwin, dan Pulung melakukan perjalanan ke Jepara. Aku mengendarai motor aku sendiri loh meski yang lain berboncengan *nekat. Tujuan utama kami adalah menuju rumah sang ketua Beswan Kudus angkatan 26. Bermodal motor dengan bensin full, dompet yang tak berisi tebal, sarung tangan, masker, helm, mukena, dan peralatan cewek lainnya kami siap berangkat setelah janjian di depan salah satu swalayan Kudus yang letaknya menuju arah Jepara. Sebenarnya waktu menuju rumah sang ketua yang bernama Fatah itu bisa sebentar, berhubung aku gak berani kebut-kebutan jadi ya lumayan gak lama-lama amat, hahahaha. Berangkat sekitar pukul 10.00 tiba pukul 11.00. Nah rumah sang ketua itu terletak di Desa Troso Jepara. Desa yang terkenal akan tenun ikat troso nya. Untuk yang gak tau apa tenun ikat troso bisa klik disini. Atau bisa searching sendiri di mbah google, hehe. Kembali lagi ke cerita, tiba dirumah Fatah itu sudah tersedia banyak makanan. Waw istimewa sekali aku terharu *lebay. Sempat aku dan Anita membeli sosis goreng dipedagang yang lewat.

makanannya banyak

makanannya banyak

anita dengan ponakan fatah, aku dengan mas penjual sosis

Anita dengan ponakannya Fatah, Aku dengan Mas penjual sosis

Setelah bercerita panjang lebar didalam rumah, Ibunda Fatah menyediakan kami makan siang yang lezat sekali. Tiba-tiba datanglah Fitri Beswan Kudus yang rumahnya juga Jepara. Kenyang usai makan kami kembali mengobrol karena ketambahan personil lalu shalat di mushola terdekat. Pulang dari mushola mata kami terkesima dengan sebuah pintu rumah yang terbuka didalamnya terdapat pekerja yang sedang menenun. “Glodak glodak” suara terdengar dari dalam. Ternyata cara membuat tenun ikat itu susahnya minta ampun, otak kanan dan kiri berperan semuanya. Maaf ya yang ditempat ini gak ada fotonya soalnya kita gak bawa kamera dan hape. Tapi ini salah satu gambar yang diambil dari google.

pembuatan tenun ikat troso (sumber : google)

pembuatan tenun ikat troso (sumber : google)

salah satu contoh pernah dipakai presiden kita

salah satu contoh tenun pernah dipakai presiden kita (sumber : google)

Puas menyaksikan ketelitian warga Troso membuat tenun kami kembali ke rumah Fatah. Apa yang kami lakukan selanjutnya? Tidur. Iya kami kelelahan karena cuaca sangat panas. Keisengan Anita pun muncul, ketika kami tertidur di ruang tamu rumah Fatah malah dia asyik mengambil gambar. Hasilnya seperti ini.

aku tetep cantik kan

baju item = wiwin, baju pink = dian, tetep cantik kan

Setelah tertidur yang hanya sebentar itu tiba-tiba Fatah mengajak kami ke pantai. Semuanya pun setuju kegirangan. Kami menuju Pantai Teluk Awur. Diperjalanan kami sempat singgah di Masjid karena tiba waktushalat ashar. Keanehan terjadi, kami cewek berempat usai shalat melakukan ritual wanita yaitu dandan dan ternyata Pulung tak mau kalah dia ikut meminta pelembabku dan berebutan berdiri didepan cermin besar yang ada di tempat wudhu Masjid. Jangan dibayangkan yah. Usai shalat kami melanjutkan perjalanan lagi dan taraaaa sampailah kami di lokasi. Pasir putih laut yang biru menyambut kedatangan kami. Berbeda dengan pantai lain di Jepara tempat ini malah banyak resortnya.

perjalanan menuju pantai

perjalanan menuju pantai

Apa yang kamu lakukan ketika tiba di pantai? Berenang? Oh tidak, kami tak membawa baju ganti sehingga hanya berjalan menyusuri pantai dan foto-foto. Sekali lagi foto-foto dan foto-foto. Maklum ya model gitu loh. Model apaan coba? Pose kami bermacam-macam, antara melompat gagal, senyum gagal, keren gagal, dan imut gagal. Kok gagal semua yah? Nah berikut ini foto-fotonya. Maaf cuma sedikit *upss.

keren kan

KEREN (*bawah:anita,dian,wiwin,ade,fitri *atas : fatah,iwan)

eksyen tanpa gagal

rempong gagal

pose chibi gagal

pose chibi gagal

lompat gagal

lompat gagal jadi kaya mau ghanngnam style gini yah

lompatan sedikit hampir berhasil

lompatan sedikit hampir berhasil

ngintip

NGINTIP (pulung,iwan, fatah, fitri, dian, wiwin, anita)

inilah kami

inilah kami (*bawah : dian, fitri, ade, iwan,pulung, *atas : fatah, wiwin, anita)

sunset di teluk awur

sunset di teluk awur (by Anita )

Setelah matahari hampir terbenam kamipun kembali ke rumah Fatah. Karena langit akan berganti malam kami berpamitan dengan Fatah dan keluarganya tak lupa banyak mengucapkan terimakasih. Lalu setelah berpamitan kami bertujuh kembali kerumah masing-masing. Di perjalanan tiba waktunya shalat maghrib akhirnya kami melaksanakan kewajiban dirumah Fitri karena saat itu pas dekat dengan rumahnya. Ahirnya kami mampir sebentar  sambil beristirahat sejenak. Makan kue donat dan snack yang disediakan juga minuman yang segar. Setelah dari rumah Fitri tinggal rombongan kami berenam kembali kerumah masing-masing. Karena aku membawa motor sendirian jadi aku harus pelan-pelan maklum malam hari. Setelah berpisah dengan rombongan aku tiba dirumah. Benar- benar menyenangkan perjalananku hari itu. Selain mengendarai motor sendiri, kebersamaan dengan teman-teman dan menemukan pengalaman baru itulah yang memberi warna. Terimakasih untuk Fatah, kami banyak merepotkan, juga untuk Fitri kami sempat singgah meski sebentar, lalu Anita yang jepret-jepret kami dengan kamera kerennya, dan teman-teman lainnya. Semoga kita bisa jalan-jalan lagi mempererat tali silaturahim. Aaamiin.

Dari sini, aku mendapat pelajaran berharga. Selain persaudaraan, di kota Jepara selain kota ukir ternyata terdapat tenun khas desa Troso. Mataku semakin terbuka, betapa kayanya negeri ini. Pergi ke kota sebelah terdapat pantai yang indah, hasil karya masyarakatnya pun tersohor seluruh negeri, mebel dan ukir Jepara. Ditambah lagi aku akhirnya tau, betapa susahnya membuat sebuah kain tenun ikat Troso. Dari perjalanan yang aku lakukan, aku semakin bangga dengan Indonesia.

Saya :P

Saya :P

**foto dari Album by Anita Ratna dan google

No comments yet

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is 4 multiplied by 8?