art of tangled book Life is NOT a Fairytale

Even life is NOT a fairytale, it is hard for us to think that someday our REAL LIFE gonna be a fairytale.

Hari ini nonton film animasi Rapunzel (Tangled) bareng temen-temen kampus. Sebenarnya cerita yang disajikan sudah pernah dibaca berkali-kali, namun yang berbeda karena ini film animasi maka cerita dikemas sedemikian rupa sehingga terasa lebih manis. Sepanjang film selalu ada adegan yang membuat penonton tertawa, terutama yang melibatkan bunglon (Pascal) dan kuda kerajaan (Maximus). Mungkin karena saya perempuan jadi saat menonton Rapunzel yang lebih membuat film itu berkesan adalah adegan-adegan sweet antara Rapunzel dan Eugene (hehe).

Nah, hidup ini bukan cerita dongeng, tapi kadang kita selalu membayangkan dan berkata seandainya hidup kita seindah cerita-cerita dongeng. Pasti hidup akan terasa lebih menyenangkan dan lebih mudah dihadapi. Saya sendiri memandang bahwa hidup kita adalah dongeng kita dalam durasi yang lebih panjang. Dongeng sendiri menurut saya adalah suatu bentuk harapan bagaimana sebuah kehidupan diinginkan. Seorang pendongeng hampir selalu membuat akhir yang indah untuk sebuah dongen yang diceritakannya. Membangun sebuah mimpi, yang bahkan saat kita semakin dewasa kita tahu semakin sulit untuk terwujud. Pernahkah kita benar-benar melihat Putri Salju atau Cinderella? Saya tidak pernah. Akhir bahagia selama-lamanya selalu ada untuk mereka, semenderita apapun mereka diawal cerita.

Namun bagi kita yang hidup didunia nyata yang bukan dongen semata, kita memiliki mimpi hidup bahagia selama-lamana dengan pangeran antah berantah yang bahkan ga mengenal konsep PDKT, tapi saat kita semakin dewasa dan kenal dengan cinta monyet dan segala permasalahan hidup yang pelik maka mimpi indah kita akan dongen pribadi tersebut semakin pudar atau bahkan hilang tak bersisa. Hal tersebut mungkin terjadi pada sebagian dari kita. Tapi ada beberapa yang masih berpegang pada pendirian sendiri bahwa suatu saat akan mendapatkan akhir “Happily Ever After” versi sendiri.

Ya, ada, dan saya termasuk salah satunya. Sejak kecil saya sangat suka dengan Snow White, bahkan saat SD dan harus mengikuti lomba story telling saya membawakan cerita Snow White sampai dengan lomba tingkat universitas pun cerita yang saya bawakan adalah Snow White. Menyukai cerita Snow White sendiri membuat saya selalu memandang dunia dari sisi positif saat mulai kehilangan rasa percaya diri atau memang membutuhkan sebuah suntikan semangat baru.

* Snow White itu cantik — setiap wanita itu  cantik, bukan secara fisik tapi juga dari dalam. I'm young, smart, healthy and beautiful send to the universe

*Snow White selalu tersenyum – bahkan saat kita berada dalam kondisi terburuk kita harus tetap berusaha tersenyum, dengan senyum beban yang berat pun terasa lebih ringan.

*Snow White tidak membalas ibunya dengan kejahatan lagi – being nice to person that we are dislike doesn't mean we're fake, but show that we're more manner than tha person. icon biggrin Life is NOT a Fairytale

*Snow White finally live happily ever after – Saya yakin Tuhan punya rencana, Dia juga pendongeng, dan kita bagian dari dongeng tersebut, maka suatu hari akan mendapatkan versi 'live happily ever after' sendiri. Sebenarnya merasa bahagia itu mudah saat kita ikhlas. Kita selalu mencari kesempurnaan yang tidak kita miliki, dan tidak akan kita miliki, maka dari itu kita sulit merasa bahagia.

Mungkin pemikiran percaya pada dongeng ini dianggap sebagai pemikiran kekanak-kanakan, tapi bahkan seorang dewasa pun sekali-kali perlu berpikir layaknya anak kecil, untuk melihat dunia sebagai sesuatu yang luas, bukan hanya dirinya dan dunia. icon biggrin Life is NOT a Fairytale