Perbedaan pendapat mengenai suatu hal adalah sesuatu yang biasa dalam hidup, dan justru membuat hidup itu sendiri lebih hidup. Itu juga yang saya alami beberapa hari lalu. Karena susah tidur akhirnya minta diskusi suatu topik tertentu dengan teman yang memang masih OL malem itu. Oke, tadinya minta diceritain sesuatu, tapi ternyata justru diberi topik yang ternyata panjang menjadi diskusi yang bikin ‘melek’ tentang hal lain.

Jadi malam itu (lebih tepat disebut pagi, karena sudah lewat tengah malam) kita berdiskusi tentang percaya mengenai jodoh atau tidak. Saya sendiri termasuk orang yang percaya bahwa jodoh memang sudah diatur oleh Tuhan. Setiap orang memang sudah diciptakan berjodoh satu dengan lainnya. Namun, dipihak lain teman saya itu sama sekali tidak percaya dengan jodoh, dan dia punya alasan logis sendiri tentang itu.

Menurut dia, yang ada bukanlah jodoh, tapi ketertarikan terhadap seseorang yang disebabkan oleh suatu bau khas tertentu, yang kita kenal dengan pheromone. Dia lalu bertanya pernahkah saya merasakan ketertarikan terhadap seseorang (laki-laki) padahal saya sama sekali belum mengenal dia, tapi rasa suka tersebut ada. Dan saya jawab pernah, karena memang seperti itulah adanya. Bagi dia itu adalah contoh nyata dari apa yang dia yakini tentang jodoh. Dan menurut dia dengan adanya ketertarikan absurd tadi justru orang tersebutlah yang harus dikejar dan diyakini sebagai jodoh. Ketertarikan berdasarkan pheromone tadi merupakan ketertarikan alam bawah sadar kita, jadi sebenarnya tidak bisa dilihat tapi bisa dirasakan. Menurut dia juga sebenarnya kitalah yang berusaha bahwa jodoh itu kita yang berusaha untuk mendapatkannya dan itu melalui proses. Itulah menurut dia, mungkin karena dia cowok jadi pemikirannya sangat logis. Diawal dia malah bilang kalau percaya pada jodoh hanya berlaku bagi meraka yang tidak laku. Haha.

Tapi saya punya pendapat lain, karena saya termasuk orang yang percaya pada jodoh dan yakin bahwa suatu saat akan ada ending “they live happily ever after” bagi diri kita sendiri. Menurut saya Tuhan sudah menyediakan seseorang bagi kita, namun jika diibaratkan jodoh itu adalah ‘harta karun’ (meminjam istilah seorang teman juga) jadi kita sudah mengetahui keberadaannya (dengan percaya pada jodoh Tuhan tadi) nah..maka kita harus berusaha mencarinya dengan proses yang tentu saja ga gampang. Tapi pada intinya saat proses itu sendiri kita yakin bahwa sudah ada yang menunggu dan ikutmencari juga diujung sana. Dan suatu hari saat Tuhan berkehendak maka pada akhirnya akan bertemu. Tidak peduli harus berapa kali kita berpapasan, bertemu, berpisah kembali pada akhirnya akan berujung disatu titik, yaitu satu sama lain.

Mungkin pendapat saya tadi terkesan naif atau merupakan efek dari terlalu banyak menonton atau membaca kisah-kisah fairytale. Tapi memang begitu adanya saya memang percaya adanya jodoh dan bagaimana Tuhan sudah mengaturnya. Tuhan ga mungkin membiarkan kita ‘sendiri’ kan? icon biggrin #Intermezo : Percayakah Kamu dengan Jodoh?

Dalam satu hal kita sependapat bahwa jodoh itu didapatkan karena usaha. Disisi lain kita berbeda pendapat, menurut pendapat saya jodoh sudah ada dan harus dicari, menurut dia jodoh memang didapatkan melalui pencarian. Itulah uniknya bertukar pendapat segala sesuatu diliat dari berbagai sisi. Itu juga gunanya bertukar pendapat yaitu mendapatkan pandangan lain tentang suatu hal. Dengan tukar pendapat kemarin sendiri, saya mulai mempertimbangkan pandangan saya sendiri, hal yang baik diserap, dan yang kurang baik mari kita perbaiki. icon biggrin #Intermezo : Percayakah Kamu dengan Jodoh?

Ini hanya sebuah intermezo berbagi cerita. Masih banyak tukar pikiran yang akan saya bagi. icon biggrin #Intermezo : Percayakah Kamu dengan Jodoh? Just wait and see.

ps : thanks to Reza Alhadithia for a nice point of view.