Archive for April, 2011

EVERLASTING GREEN : ONE DAY SEMINAR GREEN PSYCHOLOGY

EVERLASTING GREEN ONE DAY SEMINAR GREEN PSYCHOLOGY

Minggu, 17 April 2011 lalu beberapa orang perwakilan Beswan Djarum RSO Bandung berkesempatan untuk mengikuti “One Day Seminar Green Psychology” di hotel Grand Royal Panghegar. Acara ini diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi Maranatha Christian University, dan yang menjadi ketua pelaksana adalah Debora Ariani Cokabo yang juga adalah alumni Beswan Djarum RSO Bandung periode 2009/2010. Djarum Foundation sendiri merupakan sponsor utama dari rangkaian kegiatan “Everlasting Green” ini, kami hadir sebagai undangan dalam acara seminar ini.

Sejak pukul 08.30 kami sudah ada di hotel Grand Royal Panghegar untuk melakukan registrasi ulang. Saat itu terlihat panitia dari kegiatan ini mengenakkan baju dengan keseragaman warna yaitu hitam. Tepat pukul 10.00 kami memasuki ruangan seminar dan acara pun dibuka oleh pasangan MC pada saat itu. Seperti biasa rangkaian acara dimulai dengan sambutan-sambutan, yaitu sambutan Ketua Pelaksana Seminar Everlasting Green, Ketua Senat Fakultas Psikologi UKM dan Dekan Fakultas Psikologi UKM. Setelah itu kami disuguhi penampilan Sadaya Percussion sebagai pembuka acara.

Tidak lama setelah itu MC pun menyerahkan acara pada moderator seminar yaitu Ibu Jacqueline Mariae Chandraningtyas yang akan memandu jalannya seminar. Bergabung dengan beliau dalam penyampaian materi sesi pertama yaitu Bapak Robert Oloan Rajagukguk, yang menyampaikan materi mengenai green psychology.

Dalam penyampaian materinya Bapak Robert sendiri memberikan pemaparan mengenai green psychology dan pandangan-pandangan para ahli mengenai hal tersebut serta perkembangan green psychology dimasa sekarang. Bagi saya pribadi hal tersebut sangat membuka wawasan, banyak hal baru yang bisa dipelajari, apalagi bentuk hubungan antara perlakukan manusia terhadap alam dengan psikologi itu sendiri.

Setelah pembicara pertama, masih dalam sesi satu pembicara kedua yang merupakan perwakilan dari WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) yaitu Mas Dwi Sawung menyampaikan materi masih berkisar mengenai lingkungan hidup. WALHI sendiri merupakan LSM yang berkonsentrasi dalam upaya penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup. Dalam kesempatan itu Mas Dwi menyampaikan program-program WALHI dan juga kegiatan-kegiatan yang sudah terlaksana dari WAHLI sendiri sebagai bentuk usaha penyelamatan lingkungan hidup, dan juga kampanye-kampanye WALHI dalam melestarikan lingkungan hidup, serta peran WALHI dalam menangani keluhan lingkungan hidup yang berasal dari masyarakat. Tidak hanya itu saja dalam kesempatan itu juga Mas Dwi mengajak kami peserta seminar untuk turut serta menjadi bagian dari WALHI. (Untuk info lebih lanjut bisa dilihat di www.walhi.or.id)

Setelah pembicara satu dan dua menyampaikan materinya dalam materi sesi pertama, kami pun diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan para pembicara mengenai issue lingkungan dan juga materi yang telah disampaikan. Hal ini sungguh membuka wawasan dan juga mata kami dalam memandang lingkungan. Sebelum acara diskusi sendiri kami dihibur oleh band Toppusora. (suara vokalisnya mirip dengan Sandy Sandoro lho :p). Setelah acara diskusi tersebut, sebelum masuk pada materi sesi kedua kami diberi kesempatan untuk lunch break selama kurang lebih 30-45 menit.

Pada materi sesi kedua yang menjadi pembicara pertama adalah Bapak M. Ridwan Kamil yaitu pendiri Urbane Indonesia. Dalam materi yang disampaikan beliau menunjukkan berbagai bentuk karya kreatif arsitektur yang dalam upaya pembangunannya memaksimalkan nilai manfaat yang didapat tanpa melupakan lingkungan. Pak Ridwan sendiri menunjukkan kepada kami berbagai bentuk desain kreatif yang pernah beliau bangun. Dari situ kami belajar bawa sesuatu yang dibangun secara permanen tidak boleh melupakan lingkungan sebagai salah satu unsur penunjangnya.

Setelah Pak Ridawan, pembicara kedua adalah Public Affairs Manager PT Djarum Kudus Bapak Handojo Setyo. Dalam kesempatan itu Pak Handojo menyampaikan bahwa ada kaitan antara kegiatan Everlasting Green ini dengan program Djarum Bakti Lingkungan. Disana Pak Handojo menampilkan foto-foto kegiatan Djarum Bakti Lingkungan yang sudah terlaksana. Diantaranya yaitu program penghijauan kota Kudus.

Selanjutnya pembicara ketiga pada materi sesi dua adalah Ibu Ayu. Dalam kesempatan itu Ibu Ayu menunjukkan pada kami berbagai kerusakan bumi dan fenomena pemanasan global. Hal ini sangat miris mengingat kita tinggal di bumi yang hanya satu, tapi bahkan manusia setiap harinya semakin tidak hormat dalam memperlakukan bumi. Melihat video-video serta gambar yang ditampilkan dalam presentasi Ibu Ayu sendiri sungguh merupakan tamparan, jika bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga bumi?

Acara pun ditutup dengan pengumuman pemenang Photography Contest serta Doorprize dan menampilan dari Sadaya Percussion. Sungguh merupakan pengalaman yang menarik dengan kesempatan mengikuti “One Day Seminar Green Psychology” ini. Wawasan mengenai pentingnya lingkungan hidup serta upaya pelestarian dan penyelamatan lingkungan yang harus segera dilakukan sebelum terlambat. Jika ingin melakukan perubahan, maka harus dimulai dari hal kecil, yaitu diri kita sendiri.

Nb: Special thanks to Bapak Budhi Agoes Salim, Ka Debora Ariani Cokabo, Kak Puji Prabowo, Kak Puti Kemala, Kak Gemaputri, Kak Pritha Pradita, Reza Alhadithia, Annisa Puspita, Aghnia Fasza, Richard Alexandro, Karin Dewanti Syafwan. icon biggrin EVERLASTING GREEN : ONE DAY SEMINAR GREEN PSYCHOLOGY

Tags: , , ,

Say it, Smile it

“Terima Kasih”

Hanya dua kata dengan sejuta makna. Bisa merubah satu wajah ditekuk jadi sebuah senyum ikhlas.

Percaya deh, salah satu dari tiga kata ajaib (maaf, tolong, terima kasih) ini memang sangat ajaib.

Saat ada orang meminta kita melakukan sesuatu yang tidak kita sukai, kebanyakan dari kita melakukannya dengan sedikit ngedumel atau paling tidak wajah ditekuk. Tapi in the end, saat orang tersebut mengatakan “terima kasih”, setidaknya seulas senyum akan terbentuk di wajah kita. icon smile Say it, Smile it

Bahkan saat mereka lupa mengatakan dua kata ajaib lainnya yaitu maaf dan tolong. “Terima Kasih” selalu jadi penutup yang manis. icon biggrin Say it, Smile it

Tags: , , ,

Hari Peduli Autisme Sedunia (020411)

02 April

Hari Peduli Autisme Sedunia

Saatnya Kita Peduli

hari peduli autisme sedunia Hari Peduli Autisme Sedunia (020411)

Berdasarkan resolusi PBB No. 62/139 tanggal 02 April ditetapkan sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia. Bukan sebuah perjalanan mudah bagi negara-negara yang menaruh kepedulian pada autisme ini untuk mendapatkan suatu hari khusus sebagai deklarasi kepedulian bangsa-bangsa di dunia terhadap autisme. Namun akhirnya dengan suara bulat 50 negara maka 02 April pun ditetapkan sebagai Hari Pedulia Autisme Sedunia.

Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif. (Baron-Cohen, 1993).

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Autisme

Gejala yang sangat menonjol adalah sikap anak yang cenderung tidak mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah menolak berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya sendiri. Anak autistik juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan berkomunikasi secara verbal. Disamping itu seringkali (prilaku stimulasi diri) seperti berputar-putar, mengepak-ngepakan tangan seperti sayap, berjalan berjinjit dan lain sebagainya.

Gejala autisme sangat bervariasi. Sebagian anak berperilaku hiperaktif dan agresif atau menyakiti diri, tapi ada pula yang pasif. Mereka cenderung sangat sulit mengendalikan emosinya dan sering tempertantrum (menangis dan mengamuk). Kadang-kadang mereka menangis, tertawa atau marah-marah tanpa sebab yang jelas. Selain berbeda dalam jenis gejalanya, intensitas gejala autisme juga berbeda-beda, dari sangat ringan sampai sangat berat.

Sumber : http://www.autis.info/index.php/tentang-autisme/apa-itu-autisme

Seseorang dengan autisme mungkin memiliki kepribadian yang berbeda dengan manusia pada umumnya, namun secara hak mereka adalah sama. Mereka bukan untuk diasingkan tapi justru harus dirangkul. Fenomena yang sering terjadi saat ini justru kata ‘autis’ itu sendiri sering dijadikan sebagai lelucon, padahal bagi sebagian orang yang memiliki sanak saudara, anak, keluarga atau rekan yang menderita autisme tentu hal tersebut sama sekali tidaklah lucu.

Autisme bisa terjadi pada siapa saja, bahkan pada orang terdekat kita. tidak semua penyandang autisme memiliki IQ yang rendah, sebagian bedar dari mereka justru memiliki IQ yang luar biasa. Hanya saja dalam kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi mereka berbeda. Hanya karena mereka berbeda dan tidak masuk dalam kelompok mayoritas bukan berarti mereka harus diasingkan.

Kesadaran masyarakat pada penyandang autisme saat ini bisa dibilang masih minim, hal ini bisa disebabkan beberapa faktor. Diantaranya adalah kurangnya pemahaman tentang apa autisme itu sendiri dan adanya anggapan bahwa autisme bukanlah sesuatu yang berbahaya atau mematikan. Berdasarkan trend concern masyarajat cenderung pada hal-hal yang bersifat fenomenal. Padahal masih banyak hal dibalik fenomena tersebut yang membutuhkan perhatian, salah satunya adalah autisme. Apalagi dengan semakin bertambahnya penyandang autisme, di dunia diperkirakan penyandang autisme mencapai 35 juta jiwa, di Indonesia sendiri belum ada pendataan pasti mengenai penyandang autisme, namun berdasarkan data acak penyandang autisme di Indonesia lebih banyak pria daripada dengan perbandingan 4:1. Tentunya fakta tersebut sudah cukup ‘fenomenal’ untuk menggerakan hati kita untuk peduli.

Apalagi di Indonesia belum ada pendataan yang pasti penyandang autisme, apabila kita peduli pada kemajuan bangsa, maka marilah kita mulai mewaspadai fenomena ini. Bukan sebagai hal yang dipandang sebagai bahaya, namun memastikan bahwa para penyandang autisme mendapatkan perlakuan yang sepantasnya, untuk mencegah mereka merasa terasingkan, mari kita bantu mereka untuk bisa berkembang dan berada di tengah masyarakat tanpa harus adanya diskriminasi sosial. Kepedulian kita pada penyandang autisme di Indonesia juga akan menjadi kontribusi kita pada kemajuan bangsa dimasa depan, hal kecil yang dilakukan dengan melakukan hal yang mungkin berada diprioritas kesekian bagi pemerintah.

Peduli akan sesama merupakan pelajaran yang sudah diterapkan pada kita bahkan sejak sekolah dasar, oleh karena itu mari kita bangun juga kepedulian kita pada penyandang autisme. Kontribusi yang lebih besar untuk menunjukkan kepedulian kita pada mereka adalah dengan memperlakukan mereka sama, dengan adanya kehadiran kita, bukan untuk mengasihani tapi untuk membantu mereka berkembang lebih optimal.

Hal tersebut bisa dimulai dengan hal kecil yaitu menghentikan penggunaan kata ‘autis’ sebagai salah satu bahan guyonan. Juga memperhatikan sekitar kita, dan memperlakukan mereka sama sebagai salah satu bagian dari kita.

Tags: , ,

April 1st 2011

Life is filled with ups and downs. Sometimes we forget just how good we
have it when some small, trifling annoyance takes over our focus. You
may now be in that situation with a problem that you can’t seem to look
away from. If you’ve become so preoccupied with some sort of trouble
that really isn’t life-changing, you need to step back and get a better
perspective on the issue. Don’t allow your mood to make all the other
difficulties even more challenging, and worse, don’t allow it to darken
all the happy things that are going on in your life. Many wonderful
things could be happening for now, if only you’d let them in.

Tags: , ,