Archive for August 12th, 2011

Test (your) Sincerity

Banyak hubungan yang patah dan berganti karena tidak memiliki komitmen.

‘I love her because of the way she treats me.’
‘I love him because of the way he makes me feel.’
‘I love her because she’s so beautiful.’
‘I love him because he’s falling on my feet with roses and jewels.’

Orang sering mendasari cinta atas hal-hal yang dianggap indah.
It may sound romantic dan melakukan hal tersebut bukan sesuatu yang salah. However, sometimes too romantic that we often hear people saying that in a cinema, with us eating pop corn and shush-ing rude people.

Jarang dari mereka (dan mungkin kita sendiri) berpikir :
‘I love her because of the way she treats me.’
= What happens if she stops treating you the way you love?

‘I love him because of the way he makes me feel.’
= Then what happens if he stops making you feel that way?

‘I love her because she’s so beautiful.’
= Three weeks later, a bus hit her.

‘I love him because he’s falling on my feet with roses and jewels.’
=Out of the blue, he’s broke that he couldn’t buy you roses and jewels anymore.

Jarang ada yang mengatakan :
‘Saya sayang dia karena saya ingin sayang dia.’

Itulah komitmen. Komitmen adalah sumber kekuatan bukan sesuatu yang justru membuat orang takut untuk menghadapinya.
Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang istri untuk pergi jauh melihat baik dan buruknya suami. Menerima dia ketika dia sedang tampan dan menerima juga manakala dia sedang menguap dengan jeleknya saat bangun pagi.
Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang suami ketika mengetahui seorang wanita lain mengajaknya berselingkuh dan ia memilih pulang ke rumah untuk makan malam dengan istri dan berbagi kisah sambil tertawa.

Sebagian dari kita mungkin ada yang mencintai seseorang karena keaadaan sesaat. Karena dia baik, pintar, romantis, even mungkin karena dia kaya. Tidak pernah terpikir apa jadinya, kalau dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dahulu, atau mendadak miskin.

Will you still love them, then?

That’s why you need commitment.

Don’t love someone because of what/how/who they are.

From now on,
start loving someone,

because you want to.

based on my favourite novel, “Test Pack”
by Ninit Yunita

Tags: , ,

a few days to my twenty birthday

yes, a few days to my twenty birthday. just like you flip your hand, time flies soooo quickly. i did some blogwalking just now, and many many of them wrote about this upcoming 20. just like angel said, she wonder what 20 would bring her up to.

i guess, we all hope for the same,a better future.

off the record, i'm scared too. i just don’t ready for new step. i really want to, but i'm too scared to get out from my comfort zone. I’m scared facing the 20. scared facing new people, new life, new responsibilities.

I guess the possible and is i have to appreciate the time that God's given us. i'm gonna make every second counts. every moment of mine. just like Leonardo Dicaprio as Jack Dawson said when he made a toast on the Titanic ship, “for each moment counts” (i'm not sure bout he's saying, each day or each moment :p)

*sighhh………………(long deep breath)

okay.

talking bout new age, there's always a New Age's Resolution.

have you make your list yet? i said, one or two would be enough, a long long resolution's list is just a bullshit if you filled it up but without trying to accomplished it, yea?

just start the very basic thing that you always failed on, or you always want to try it, anything that you think its beyond your capability and try not to procrastinate it ! that's all.

i'm gonna make a list for myself, too.

ciao!

img001517 a few days to my twenty birthday

Ps: Really exciting with my 20 birthday but scare at the same time. Am I weird? hahaha

Tags: , , ,

Pertanyaan Buat Zigaz?!

“A guy and a girl can be just friends, but at one point or another, they will fall for each other.. maybe temporarily, maybe at the wrong time, maybe too late, or maybe forever.”

500 Days of Summer

tumblr l9ykchhuu01qbxpz7o1 500 Pertanyaan Buat Zigaz?!

Ada sebuah pertanyaan yang mengusik dari Ka Gema (Beswan Bandung) pada tulisan blog terakhir saya yaitu “Sahabat dan Menjadi Sahabat”, bagaimana dengan lagu Zigaz “Sahabat Menjadi Cinta”? Menurut pendapat saya sendiri setiap orang, setiap persahabatan lintas gender pasti pernah melewati tahapan ini. Menurut saya itu sesuatu yang lumrah dan sangat manusiawi. Frekuensi bertemu, frekuensi komunikasi, kualitas komunikasi dan juga rasa saling menyayangi bisa saja membuat perasaan bergeser, dari yang tadinya ‘biasa saja’ menjadi ‘tidak biasa’.

Berdasarkan quote yang saya ambil dari 500 Days of Summer disana dikatakan bahwa laki-laki dan perempuan tidak bisa hanya menjadi teman (dalam hal ini sahabat), ada suatu saat ketika mereka saing jatuh cinta, bisa hanya sementara, pada waktu yang salah, terlambat atau bisa juga selamanya. Menurut pendapat saya sendiri ini merupakan tahap ujian. Jatuh cinta sendiri bisa terjadi ‘saling’ atau hanya salah satu diantara mereka. Disinilah ketika suatu persahabatan diuji, bisakah tetap bertahan sebagai sepasang sahabat, melangkah lebih jauh atau justru jadi saling menjauh.

Kadang atas nama menjaga persahabatan perasaan yang bergeser menjadi ‘tidak biasa’ itu ditahan, bisa oleh salah seorang atau dua-duanya. Disinilah mereka yang bisa bertahan untuk tetap berstatus sebagai sahabat, tentu saja dengan resiko harus bisa menjaga perasaan ketika salah satu menemukan ‘orang lain’. Tapi ada juga yang ingin mencoba melangkah lebih jauh, tidak hanya perasaan yang bergeser tapi juga status yang bergeser, dari sahabat menjadi ‘pacaran’. Ini juga beresiko, bisa berhasil karena dekatnya hubungan sahabat sehingga saat status bergeser pun hubungan tetap terjaga, atau justru menjadi canggung karena pergeseran status tersebut, dan akhirnya memutuskan untuk kembali menjadi sahabat atau justru hilang dua-duanya. Situasi terakhir adalah saling menjauh. Bisa karena beberapa sebab, karena merasa canggung ataupun karena ingin ‘netral’ atau karena tidak menyikapi perubahan tersebut dengan dewasa.

Seharusnya saat dua orang memutuskan untuk menjadi sepasang sahabat, situasi tersebut bisa terlewati dan hubungan dapat tetap terjaga dengan baik. Sekali lagi menurut saya ini adalah sebuah ujian, tidak mudah untuk menjaga persahabatan, bukan hanya melibatkan dua orang (apalagi untuk lintas gender) tapi juga faktor-faktor lain disekelilingnya. Bahkan dalam situasi saling menjauh pun ada satu titik dimana mereka akan saling mencari. Hal ini lebih menjadi kebutuhan atau kebiasaan. Dan pada akhirnya mereka akan kembali lagi menjadi dua. Sepasang sahabat. Itulah alasan saat kita menemukan sahabat hal tersebut harus dijaga, sulit untuk mencari dan menjadi sahabat.

Tapi seseorang pernah bilang pada saya, jika kita mencari seseorang untuk menghabiskan sisa hidup, maka carilah seseorang yang bisa menjadi teman, pacar dan sahabat dalam satu paket. Karena orang tersebut akan menjadi seseorang yang paling mengerti kita, menyayangi dengan tulus dan tanpa tuntutan. Pada akhirnya kasih sayang yang paling tulus menurut saya adalah kasih sayang antar sahabat. J

So, sahabat jadi cinta itu hal yang biasa, suatu ujian untuk bisa membuktikan persahabatan itu sendiri. Permasalahan adalah cara kita menyikapi hal tersebut, dewasa atau tidak dewasa. Lebih mementingkan perasaan, persahabatan atau ego. Hasil akhir tetap sabagai sahabat, menjauh atau bahkan lupa seperti apa mereka ‘dulunya’ J

Tags: , , ,