Well, akhirnya Rabu, 10 Agustus kemaren dapet juga tiket Harry Potter and Deathly Hallow Part 2. Tumben-tumbenan saya ga nonton HP di minggu pertama premiere, bukan hanya karena sulit untuk mendapatkan tiket, tapi juga karena memang ada sedikit rasa enggan untuk menonton bagian terakhir dari film yang sudah saya tonton semenjak SD. Belom lagi ini film telat juga masuk ke Indonesia akibat sengketa antara si distributor dan pemerintah. fuuhh -.-”

936full harry potter and the deathly hallows  part 2 poster 202x300 Harry Potter and Deathly Hallow Part 2

Dibuka dengan adegan yang cukup mencengangkan, menceritakan tentang lanjutan dari teror Lord Voldemort. Adegan berlanjut pada tiga sekawan yang berusaha mendapatkan Horcux berupa piala di bank yang dikelola oleh pada Goblin, Gringotts. Diceritakan disana mereka mendapatkan Horcux dengan bantuan Goblin yang pada akhirnya menghianati mereka. Petualangan terus berlanjut, ketiga sekawan harus kembali ke Hogwarts karena Horcux lainnya diyakini ada disana yaitu Ravenclaw Crowns. Proses kembali mereka pun tidaklah mulus, baru saja tiba di desa Hogmeade mereka sudah dikejar oleh para Pelahap Maut, untung saja ada pertolongan dari adik Albus Dumbledore yaitu Aberforth Dumbledore. Baru saja sampai di Hogwarts ternyata kedangan mereka sudah diketahui, tidak ada cara lain bagi mereka selain melakukan tidakan frontal dengan langsung mengkonfrontasi Severus Snape juga para Pelahap Maut yang ada disana. Dengan konfrontasi tersebut juga maka dimulailah peperangan antara pihak Voldermort dan Harry Potter. Apa yang kemudian terjadi? Bisakah Hogwarts bertahan? Siapakah yang akhirnya menjadi The Last Stand? Nonton sih yaa supaya greget..hehe..

Menurut pendapat saya alur di Harry Potter and Deathly Hallow Part 2 berjalan dengan cepat, mungkin karena bukunya yang tebal juga dan mesti dirangkum dalam film yang berdurasi 120 menit. Tentunya bukan perkerjaan mudah, karena bagi sebagian penonton yang sudah membaca bukunya akan timbul pertanyaan sendiri apabila film disajikan jauh dari bukunya. Namun, memang ada beberapa hal yang berbeda dengan bukunya, saya sendiri lebih menyukai novelnya dibandingkan dengan filmnya. Tapi dengan bantuan efek dan juga cast yang luar biasa, Harry Potter and Deathly Hallow Part 2 bisa divisualisasikan dengan cukup baik. Meskipub karena alur yang dibuat cepat, kesannya jadi kurang menikmati film ini. Dibandingkan dengan part 1 saja menurut saya lebih menegangkan part 1.

harrypotter3 Harry Potter and Deathly Hallow Part 2

Adegan yang sangat membuat tersentuh adalah kenyataan dibalik sikap Severus Snape. Jujur, saat bagian menceritakan mengenai Severus Snape saya menitikan air mata (kebiasaan liat film sedih dikit langsung terharu-biru). Namun bagi saya akhir dari film terakhir Harry Potter ini kurang greget. Bagi film yang sudah ada semenjak saya kelas enam SD ini dan baru berakhir di tahun 2011, akhir dari film ini tidak begitu mengesankan. Tidak ada kenangan yang membuat saya merasa ‘wow’ setelah menunggu sekian lama untuk melihat Harry Potter and Deathly Hallow Part 2. Agak kecewa dengan bagian akhir film yang kurang mengesankan.

But, overall keseluruhan film dengan perpaduan cerita, cast, sutradara dan efek yang menunjang cukup bagus. Goodbye Mr. Potter L