Dad : the price of love is anything..everything. Especially for our children..
That’s what my Daddy said last night. Hemm.. Pernyataan itu terlontar seketika saat ade gw nanya kenapa seorang ayah rela dipenjara karena mencuri agar anaknya bisa beli baju lebaran (kita abis baca berita di Kompas). Yuph. Menurut Papa yang namanya cinta itu adalah apapun dan segalanya, terutama cinta mereka sama anak-anaknya.

Ade gw yang denger itu masih bengong-bengong aja, mungkin belom ngerti sepenuhnya konsep kasih sayang orang tua itu seperti apa, begitu juga gw, karena kita belum ngerasain yang namanya punya anak. Tapi yang gw tau adalah saat ini kalo gw ditanya, apa yang bakal gw lakuin supaya keluarga gw bahagia, gw pun akan jawab anything and everything. Ga ada alasan yang bisa digambarkan dalam kata-kata. Hanya ada rasa sayang yang bahkan ga terlukis, suatu ikatan yang bikin gw merasa nyaman.

Sedekat apapun kita dengan seseorang, pasti rasanya berbeda saat kita bersama keluarga. Selalu ada perasaan nyaman, yang membuat kita melepaskan segala macam tameng yang kita gunakan dalam mengahadapi orang lain. Disini, dalam keluarga kita merasa pulang. The place where we belong to be ♥

Its such a precious moment saat kita bisa kumpul bareng keluarga dan berbagi cerita. Moment yang semakin dewasa kita semakin jarang terjadi. Tapi saat moment itu ada akan menjadi moment yang tak terkira harganya. So, Idul Fitri adalah salah satu moment dimana kita bisa berkumpul bareng keluarga. Manfaatkan moment tersebut. ˆ⌣ˆ