Orang yang bilang : “sayang yang tulus itu bahagia saat melihat orang yang disayanginya bahagia”. Well, menurut gw dia mesti dilemparin tomat. Saat kita sayang sama orang, yang membuat kita bahagia tentunya saat dia bersama kita, bukanya malah dengan orang lain. Nah berarti si orang pencetus kalimat tersebut terlalu banyak mengkonsumsi telenovela atau sinetron yang bertebaran dimana-mana kaya debu.

Well, kita ga ngomongin tentang eksitensi sinetron yang udah kaya jamur itu. Hanya tentang s a y a n g. Apasih kata arti kata itu? Kalo katanya william shakespeare, dia biasa nyebutnya ‘cinta’. Dan gw menolak menggunakan kata itu karena kesannya dangdut dan cengeng. I’m tough guys. Bukanya gw atheis sama ‘sayang’ or whaever you call it. Gw cuma belum pernah merasakan ‘bentuknya’ «« kata orang sih. Makanya masih tetep denial sampe sekarang. Namun terlepas dari itu semua, gw selalu merasa takjub dengan pasangan yang langgeng sampe nikah and really do till the dead part us. They’re cool guys.

Nah, pada akhirnya kan setiap orang mencari seseorang bagi mereka. Bagi kaum adam mencari si Tulang Rusuk yang hilang, bagi kaum hawa mencari ‘dimana tempat ia bernaung’. Koq jadi berasa dangdut gini ya. -.-” tapi itulah..pada akhirnya tiap orang kembali pada pencarian masing-masing. Dan setiap orang pasti akan menemukan tempatnya pulang, rumahnya di penghujung jalannya. Lets time speak.

*ini tulisan paling random, akibat bangun kepagian.

Tags: , ,