Archive for October 1st, 2011

no more ‘what if’

All this time, i had a hard time to accept certain situation.Perhaps the feelings in my heart resist believing so i chose to live in denial. I always wondered what ifs and tried to convince myself that maybe the bad parts was just a phase or was not bad at all so I always give it another try. That was the game i played to myself for quite a while.However, when you dont even let yourself to ”what if” anymore because you do whatever it takes and things still dont work out as you want then what is there for you to convince yourself. All you have to do is bite the bullet. Accept the truth that things would never ever changed.
I dont wanna let anger get the best of me. I dont want to rip myself and energy to something that i dont have the power to change. So this time i dont wanna even bother myself.
what if no more what if

Tags: , ,

Spontan Terencana?

Rencana..rencana..rencana…

Sejak kecil selalu dibiasakan oleh Papa dengan segala sesuatu yang terencana. Dimulai dari sekolah, rancangan masa depan, bahkan hal-hal yang mesti dilakukan satu jam kedepan. Dan kadang gw sampai di titik saat kejenuhan jadi raja. Namun, sebuah perubahan rasanya sudah terjadi. Saat ini gw lebih banyak melakukan sesuatu secara spontan. Sempat kaget dengan perubahan tersebut, pergeseran yang bagi gw adalah perubahan yang cukup jauh.

Kenapa? Karena bahkan gw tidak memprediksikan resiko apa yang akan muncul di depan nantinya. Padahal sejak kecil sudah sangat terbiasa dengan yang namanya “pertimbangan” dalam melakukan segala sesuatu. Namun, akhir-akhir ini justru ‘act first then think’. Its not so me. Resikonya tentu lebih besar, namun keasikannya pun meningkat. Disini rasanya adrenalin dipacu. Gw bisa aja merencanakan untuk sekedar ke kampus esok hari, tapi dihari yang bersangkutan bahkan hari ‘hanya-kuliah’ itu bisa berubah jadi hari kuliah-photoshoot-hangout. Dulu, gw mungkin akan berpikir sejuta kali sebelum memutuskan untuk pergi ke suatu tempat dan pulang lewat jam malam, saat ini? Gw hanya butuh satu detik untuk mendengar suara si ‘evil’ membisikan ‘ayo ndah, kapan lagi coba?’.

Tapi bahkan segala sesuatu yang gw lakukan dengan spontan itu memiliki suatu konsekuensi, yang kebanyakan tidak berakhir baik. Keteteran, lupa, kesempatan yang terlewat dan banyak lagi. Fuuuhh…too many risk just for a second pleasure. Its really not me.

Akhirnya gw pun menghabiskan satu hari untuk perenungan. Melakukan sesuatu secara spontan memang sangat menyenangkan. Namun menyenangkan saat itu. Karena konsekuensi yang mengiringi itu semua jauh dari menyenangkan. Maka dari itu gw memutuskan untuk kembali pada kebiasaan-lama dengan sedikit modifikasi. Gw kembali melakukan sesuatu berdasarkan rencana dengan menyelipkan waktu-waktu tertentu untuk melakukan sesuatu secara spontan. Selalu ada waktu untuk melakukan sesuatu yang baru. Baru dicoba dan ternyata hidup lebih santai. Rencana itu perlu untuk mengukur resiko atau kejadian yang mungkin terjadi, namun melakukan sesuatu secara spontan juga dibutuhkan agar kita bisa lebih terbuka pada hal-hal yang baru icon smile Spontan Terencana?

rencana dan evaluasi Spontan Terencana?

Tags: , ,