Dalam dunia modern masyarakat mengenal seni peran lebih banyak karena adanya drama, sinetron, telenovela, dan film. Sebagian mungkin masih mengenal dan menikmati teater. Namun, karena semakin maraknya teknologi digital juga elektronik, pemahaman mendalam mengenai seni peran secara langsung mulai bergeser. Masyarakat lebih memilih menonton film atau drama sebagai bagian dari seni pertunjukkan. Lalu, apa kabarnya dengan wayang?

wayang 11 Dunia Ini Panggung Wayang

Wayang merupakan seni pertunjukan asli Indonesia, khususnya berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Beragam cerita wayang telah berkembang seiring dengan berkembangnya budaya dan masyarakat Indonesia. Seni pertunjukkan wayang ini merekam perjalanan sejarah bangsa. Bahkan wayang digunakan sebagai alat menyebarkan agama di Indonesia. Tidak hanya agama Hindu, namun sejarah mencat bahwa agama Islam, Budha, dan Kristen menggunakan wayang sebagai salah satu instrumen untuk menyebarkan agama di Indonesia. Sebagai contoh adalah dalam penyebaran agama Hindu menggunakan wayang adalah melalui tokoh Ramayana dan Mahabhrata.

Tokoh-tokoh dari seni wayang ini terus berkembang sesuai dengan budaya juga kemajuan masyarakat. Bahkan cerita wayang tidak hanya terbatas pada kisah kuno atau sejarah, namun saat ini ada juga wayang modern dengan cerita yang lebih modern tapi tetap tanpa melepaskan unsur budaya yang ada. Wayang dimainkan oleh satu orang dalang, yang dalam seni pertunjukan ini berperan sebagai pencerita. Kadang dalam pertunjukan wayang yang lebih modern, wayang dikolaborasikan dengan seni musik, untuk menambah efek dari pertunjukan itu sendiri.

Meskipun pertunjukan seni wayang ini semakin memanfaatkan fasilitas modern yang ada, namun tidak jarang tokoh-tokoh yang ada dalam wayang ini mengambil tokoh yang memang sudah ada sejak dulu, yang berubah hanyalah jalan cerita. Atau mengambil jalan cerita inti namun dengan pembawaan dalang yang lebih modern. Istilahnya seni pertunjukan wayang ini mengikuti perkembangan zaman dalam penyampainnya. Bahkan tidak jarang pertunjukan wayang yang memasukan unsur isu-isu sosial dalam pertunjukkannya, baik dalam jalannya cerita maupun dialog-dialog yang disampaikan oleh para tokoh wayang tersebut.

Masalahnya saat ini berapa persen dari generasi muda Indonesia yang mengenal wayang? Saat ini seni pertunjukkan lebih terkonsentrasi pada seni pertunjukan modern. Generasi muda lebih tertarik menjadi aktor atau aktris dibandingkan dengan menjadi seorang dalang. Tidak jarang profesi dalang itu sendiri merupakan profesi yang dijalankan secara turun menurun. Hal ini menjadi keprihatinan sendiri, karena wayang merupakan seni pertunjukan asli Indonesia, maka akan sayang sekali jika seni wayang ini justru ditinggalkan. Padahal wayang sudah diakui oleh dunia sebagai salah satu seni asli Indonesia karena keunikannya. UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Sebenarnya, pertunjukan boneka tak hanya ada di Indonesia. Banyak negara memiliki pertunjukkan boneka. Namun, pertunjukkan bayangan boneka (Wayang) di Indonesia memiliki gaya tutur dan keunikkan tersendiri, yang merupakan mahakarya asli dari Indonesia. Dan untuk itulah UNESCO memasukannya ke dalam Daftar Warisan Dunia pada tahun 2003. Wayang pun memiliki jenis yang beragam ada wayang golek, wayang kulit, wayang Purwa, wayang kayu, wayang orang dan berbagai jenis lainnya.

Seni pertunjukkan memang berkembang pesat di belantara Indonesia, namun sayangnya adanya gap antara seni pertunjukan modern, dengan seni pertunjukan yang merupakan warisan asli leluhur Indonesia. Padahal seni wayang memiliki potensi untuk terus berkembang dan menjadi kekayaan yang patut dibanggakan oleh bangsa. Jika ada istilah dunia ini panggung sandiwara, buka tidak mungkin adanya istilah dunia ini panggung wayang. Salah satu contoh kepedulian anak bangsa dalam melestarikan seni wayang ini adalah beberapa waktu lalu sempat diadakannya World Wayang Festival. Jika acara-acara ini semakin sering dilaksanakan maka akan besar kemungkinan wayang bisa mengembalikan kejayaannya di negeri tercinta.

Hal yang paling ditakutkan adalah seni warisan leluhur ini akan semakin hilang. Saat ini hanya sedikit masyarakat yang masih mengenal cerita-cerita atau tokoh-tokoh wayang. Jika hal ini terus berlangsung, maka lama kelamaan seni wayang akan hilang tertelan oleh zaman. Oleh karena itu, sebagai generasi muda yang bertugas menjaga dan mengisi pembangunan harusnya kita mulai sadar untuk menjaga hal paling mendasar dari suatu bangsa, yaitu budaya. Karena budaya adalah perekam sejarah, dan satu bentuk produk dari perkembangan budaya tadi adalah seni pertunjukkan wayang.

Tags: , , ,