Tadi malem (Kamis, 05 Januari 2012) iseng-iseng mindah-mindahin channel TV dan sampai disalah satu stasiun TV swasta yang lagi muterin film cukup lawas. Awalnya gw gatau itu film apa, adegan yang gw tonton adalah ketika ada gempa dan ledakan gas gitu, namun gw cukup tertarik untuk nonton film itu dibandingkan film lain yang rata-rata adalah horror, maklum, kemaren kan malem jum’at. Sampai akhirnya gw cek timeline twitter dan salah satu temen gw juga lagi nonton film itu, ternyata judulnya Volcano. Dilihat dari cast-nya yang cukup lawas juga teknologi digunakan dalam film jelaslah ini film lama.


Filmnya cukup seru, meskipun gw sempet ga ngeh dengan awal cerita, tapi intinya adalah tentang gunung meletus di Los Angeles (gw lupa nama gunungnya), letusan tersebut nyebabin gempa dahsyat, lahar yang ngalir ke kota dan memporak-porandakan kota, debu vulkanik yang terus berterbangan ditambah lagi adanya bola-bola meteor. Akibat dari kejadian tersebut kota dalam keadaan kacau. Seperti layaknya film dengan genre survival disitu adalah satu tokoh yang jadi central. Di film ini sendiri ada Mike Roark (kalo ga salah nulis), diperankan oleh Tommy Lee Jones, yang kayanya semacam pengendali bencana di kota tersebut. Dia harus berjuang menjaga anaknya Kelly juga melaksanakan tanggung jawabnya melindungi kota. Warga kota bersatu padu untuk menyelamatkan banyak nyawa disamping meminimalisir kerusakan yang terjadi. Ada juga beberapa tokoh yang diceritakan sebagai pendukung si tokoh central, seorang ahli geologi wanita berambut pirang, Amy, yang baru saja kehilangan rekannya saat melakukan ekspedisi ke gorong-gorong, Stan yang rela mengorbankan nyawanya guna menyelamatkan seorang masinis yang terjebak bersama para penumpang dalam kereta setelah gempa, Emmet yang juga bekerja di pusat pengendalian bencana, seorang polisi yang sangat gigih, dan juga seorang dokter, Jaye, yang tidak takut menantang bahaya guna menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa.


Masalah pertama mereka adalah menahan laju lahar yang meluluhlantakan jalanan kota. Saat mereka berhasil mengatasi masalah tersebut, ternyata masalah lain yang lebih crusial justru datang. Lahar tersebut juga terus mengalir melalui saluran kereta bawah tanah, dan jika tidak dihentikan akan meledakkan RS. Ceddars, padahal semua korban dikirim dan dievakuasi kesana. Akhirnya Mike dengan keahliannya berusaha mencari cara agar bisa menyelamatkan kota juga menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa.

volcano Volcano   L.A try to survive

Overall, film ini worth to watch. Meskipun belum menggunakan teknologi canggih seperti layaknya film-film masa kini, tapi beberapa scenenya membuat gw terkesiap tegang, terharu juga menduga-duga. Seperti layaknya film survival yang selalu menyertakan kejadian tak terduga diakhir film yang melibatkan si tokoh utama, ada satu kejadian juga disini dimana si tokoh utama dihadapkan pada siuasi genting yang melibatkan anaknya dalam usaha menyelamatkan kota dan orang-orang didalamnya. Namun, akhirnya memang happy ending. Diakhir film digambarkan keadaan kota yang hancur, juga warga mereka yang tertutup debu vulkanik dari atas ke bawah sampai hujan rintik-tintik mengguyur kota dan akhirnya meluruhkan debu tersebut. Kota terselamatkan, anaknya terselamatkan dan Mike pun kembali pada masa cutinya. Seengaknya bukan tontonan yang bikin bulu punuk berdiri khas malem jum’at.

Officer: Well, you’re save now. Lets find your mother. How’s she looks like?

Tommy: She’s looks like…(look around)..like them. They’re look same.

Office: (look around, to all people there that covered by vulcanic’s dusk from top to toe)