…..once upon a time, there were to little girl who lived in a house……

Malem minggu, satnite dan ga dapet izin buat keluar itu sangatlah sesuatu. Sampai akhirnya si ade *tumben banget* ngajak keluar. Langsung dapet SIM (Surat Izin Main) ~heran deh kalo sama temen susah amat izinnya. Kita keliling-keliling sejak sore hari, menghindari daerah macet dan berujung di tempat DVD. Pilih film ini-itu, kebanyakan udah nonton, lebih banyak lagi yang belum nonton tapi ga tertarik belum nonton, sampai AHA! ade gw ibarat nemu jarum ditumpukan jerami, nemu film “Dream House”, yang trailernya ada sebelum film Sherlock Holmes. Kita pun beli satu film itu dan langsung balik rumah (lagi! Ngabisin bensin doang keliling-keliling -.-“

Langsung nyalain DVD player, sempet ragu sebenernya buat nonton, filmnya agak-agak berbau horror kalo dilihat dari cover filmnya. Tapi akhirnya setelah menetapkan hati dan memastikan di rumah banyak orang gw sama si ade (yang cool atau sok cool ngejek gw ga berani nonton film horror). Awal film gw pikir ini film biasa aja tentang keluarga sempurna dan rumah yang sempurna (even emang agak spooky). Sampai sekitar tengah film mulai kerasa twistnya. Ternyata rumah yang mereka beli itu adalah rumah tempat terjadinya pembunuhan satu keluarga (ibu dan dua orang anak), pelakunya disinyalir adalah sang suami, yang meskipun mendapat luka tembak di kepala berhasil selamat dan berakhir di rumah sakit jiwa, Peter Ward. Lima tahun kemudian dia dikeluarkan dari RSJ, dan disinyalir kembali ke daerah pemukiman tersebut. Teror pun mulai membayangi keluarga tersebut.

dream house Dream House. Satnites Movie

Namun, yang mengejutkan adalah ternyata Peter Ward adalah sang pemeran utama sendiri yang menyangka dirinya bernama Will Attenton (Daniel Craig). Lalu keluarga sempurna yang dia miliki itu apa? Khayalan? Atau dia masih gila? Dibantu tetangganya, yang diperankan oleh Naomi Watts, Will (atau Peter) mulai mengungkap satu persatu kebeneran. Saran gw supaya ga penasaran tonton deh filmnya. Hehe.

Well, harus gw akui ini film gabungan antara thriller, horror dan drama yang cukup bagus. Rame, tegang, takut bahkan sedih semuanya gw dapet di film ini. Bagian paling mengharukan adalah ketika Will sadar bahwa keluarganya sebenernya udah ga ada, kemudian waktu Libby (or Elizabeth yang diperankan oleh Rachel Weitz) menyangkal dirinya sudah mati bersama anak-anak mereka, tidak menyadari bahwa ia dan anak-anaknya hanya ada dalam bayangin Will, bahwa sebenernya dia hantu. *cry like baby*

Unsur horror sendiri sebenernya disini cukup halus, digambarkan sebagai gangguan psikologis dari seseorang yang sulit untuk menerima kenyataan tentang kematian. Namun tetap ada bagian dimana, ini film ada ‘hantunya’, apalagi posternya yang menampilkan dua orang anak perempuan dengan wajah yang agak seram -.-“. Overall, film ini cukup gw rekomendasikan buat ditonton. Twist nya keren. Brilliant. So¸buat kalian yang penasaran, happy hunting then happy watching.