Archive for March, 2012

Aku dan Definisi

Have you ever wonder who is gonna be your future husband (or wife-for man)? Me? Every second time when I was lost on my wild mind.

I have some definition for those things (my own definition):

~ Berteman adalah saling mengenal dan belajar bertoleransi.

~ Sahabatan adalah saling memahami, saling menerima baik kelebihan maupun kekurangan

~ Pacaran adalah saling mengenal lebih dalam, memahami segala kelebihan dan kekurangan, dan mentoleransi tingkat ego masing-masing.

~ Menikah adalah belajar mencintai, menyayangi, seseorang yang akan kamu lihat pertama kali dipagi hari dan orang terakhir yang kamu lihat dimalam hari…setiap hari.

….setiap hari. Orang yang akan menjadi bagian dari hidup saya, tua bersama saya, membangun keluarga dengan saya, membawa tawa, menjadi alasan akan adanya air mata, memicu amarah, dan selalu ada disana, saat saya meminta maaf ataupun memaafkan. Memberikan kasih sayang tanpa batas dan mencintai saya tanpa alasan. Menjadi seseorang yang sayangi tanpa batas dan saya cintai tanpa alasan. Itulah dia, seorang suami bagi saya dimasa depan (berdasarkan harapan saya yang tergila-gila pada fairytale).

conceptualphotographybyphotographermichelleellis 014 Aku dan Definisi

Pertanyaan paling utama, dengan tanda tanya paling besar adalah SIAPA? Tapi itu adalah halaman yang hanya Tuhan yang tahu, bahkan Dia tidak membisikkan petunjuk tentang siapa dia nanti. Dia yang disimpan untuk hadir pada waktu yang tepat, saat saya sudah siap. Dia yang mungkin sebenarnya sudah saya kenal, pernah berpapasan atau bahkan tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Dia yang selalu menjadi rahasia, rahasia yang tersimpan rapat, dan akan terungkap saat waktunya diungkap, saat Dia menghendaki saya untuk mengetahui siapa dia untuk saya. Ya, dia.

Hehe…yaa kadang-kadang memang pemikiran serius, tak terduga seperti ini menyambar-nyambar. Bahkan jika bentuknya berupa pertanyaan, sulit untuk menahan diri bila tidak mendapatkan jawaban saat itu juga. Padahal beberapa pertanyaan memang terlahir untuk ditanyakan secara retoris, jawaban yang disediakan akan hadir dengan sendirinya atau bahkan jawaban tersebut tersedia tepat dihadapan kita, hanya soal waktu sebelum kita memahami dan menyadari hal tersebut. Karena pada dasarnya manusia itu memiliki kecenderungan untuk selalu mencari, menggali pengetahuan, dan tidak lelah untuk terus bertanya. *sigh

Well, in the end no matter who he is gonna be. Harapan saya adalah dia adalah seorang teman, yang tahu kapan harus menjaga jarak saat saya marah, seorang sahabat yang meminjamkan bahunya saat saya menangis dan selalu tahu bagaimana membuat saya tertawa, seorang kakak yang bisa beradu argumentasi, bertengkar tapi selalu saling memaafkan, seorang kekasih yang memberikan kasih sayang tanpa batas dan mencintai saya tanpa alasan, dan seorang suami yang menjadikan saya orang pertama yang dia lihat dipagi hari, dan orang terakhir yang dia lihat dimalam hari serta orang yang selalu jatuh cinta pada saya setiap hari. Fuuh, banyak ya? Hehe…karena saya akan menjadi itu semua untuk dia. J *amin

xoxo, *kissonthecheeks*, readers

Love

Tags: , , ,

The Vow – Please Knock

“I vow to help you love life, to always hold you with tenderness and to have the patience that love demands, to speak when words are needed and to share the silence when they are not and to live within the warmth of your heart and always call it home.”

- Paige, The Vow

The Vow. Akhirnya masih dengan sahabat yang sama, siang menuju sore kami habiskan untuk menonton salah satu film yang emang udah pengen banget gw tonton (dan ga nyangka dia mau, dengan paksaan sebenernya). Berbekal DVD dan laptop jadilah acara menonton kami berdua.

Dibintangi oleh Rachel Mc Adams (yang cantiknya keterlaluan) dan Channing Tatum (yang gantengnya ga sopan), film ini diambil dari kisah nyata. Sepasang suami istri, saling mencintai, harus menghadapi kenyataan bahwa salah seorang dari mereka (istrinya) lupa akan setiap kenangan yang mereka miliki sebagai suami-istri, bahkan lebih jauh dari itu sang istri lupa akan suaminya, bagaimana mereka saling jatuh cinta. Saat-saat yang diingat oleh istrinya adalah saat mereka belum bertemu, dan sang istri adalah tunangan dari pria lain. Dunia tempat mereka berpijak seketika berubah, kehidupan bergeser, dan mereka merasa asing satu sama lain. Sang suami (Leo) berusaha sekuat tenaga membuat sang istri (Paige) mengingat kembali, membuatnya kembali jatuh cinta, membuat dunia mereka kembali sama. Namun, ternyata hal tersebut lebih sulit, mereka terus mencoba, sampai salah satu merasa lelah dengan yang lainnya, dan akhirnya…TONTON AJA SENDIRI YAAAA ! (~nananana)

the vow The Vow   Please Knock

Setelah selesai film, kami berdua sama-sama terdiam. Biasanya pada saat selesai nonton film drama kaya gini, yang keluar dari sahabat gw adalah rentetan ejekan, cengengnya gw, sensitifnya dan lain-lain. Tapi kali ini bahkan dia pun terdiam. Have you ever imagine, the closest person in you live suddenly forget about you? Not because he/she trying to forget, but accindentaly forget, and not only closest person but the one that you love the most? Gw sendiri ga pernah berpikir sampai sana, gw ga terlalu baik dalam mengatasi kehilangan, apalagi ini, ga kehilangan, tapi dilupakan. Pasti segala cara dicoba untuk mengembalikan segala sesuatu kembali pada tempatnya. Kembali pada tempat dimana lo biasa berpijak. Yup, thats.

Tapi itulah tadi, dengan kekuatan cinta (sesuatu yang mereka sebut dengan kata yang terdiri dari lima huruf tersebut) mereka bisa bertahan (IYA ENDINGNYA HAPPY KOQ). Film ini diambil dari kisah nyata, saat ini mereka yang menjadi inspirasi hidup bahagia dengan dua orang anak. Ini mungkin bukti kalo cinta itu memang ada. Meskipun untuk gw sendiri, dengan pemikiran yang masih sederhana, masih mempertanyakan, benarkah cinta yang tanpa alasan itu benar-benar ada?

in the end, THE VOW is worth to watch, ga mesti nyiapin tissue layaknya film kehilangan ingatan lainnya, tapi siapin aja note, hehe..banyak banget quote bagus di film ini. mungkin, bagi mereka yang sedang (katanya) jatuh cinta kata-katanya bisa dipinjem dan dijadikan inspirasi. ~nanana

xoxo, *kissonthecheeks*, readers

Tags: , , , ,

Satu Siang, Dibulan Maret

Sebuah percakapan kecil ngelantur sana-sini dengan seorang teman diwaktu makan siang yang ternyata kecepetan. Bertempatkan di sebuah cafe yang menawarkan suasana playful, bikin betah dan pesan lagi dan lagi (makanannya). Random sih tapi ini dia penggalan-penggalan diantaranya:

R : lo pernah diselingkuhin?

E : nope. Tapi dibohongin pernah, mungkin rasanya ga jauh beda kali ya? Lo pernah?

R : gw pernah selingkuh….dan juga diselingkuhin.

E : ….well, i’ll not judge you. (i try)

R : selingkuh itu seperti candu. Sekali lo nyoba, sekali lo ga ketauan, sekali lo dimaafin, lo bakalan tertarik buat nyoba lagi.

E : …….

….jujur gw bukan seorang yang bisa memaafkan dengan mudah ketika dibohongi atau secara umum disakiti. Dan menurut gw selingkuh adalah salah satu hal yang tabu dalam sebuah hubungan. Gw sangat menghargai kesetiaan. Tapi seiiring dengan bertambahnya kisah, cerita, dan pengetahuan (halah), gw memutuskan selalu ada alasan dari dua sudut cerita. Jangan langsung menghakimi, dengarkan, baru dari situ bentuklah pendapat. Dan jangan dengarkan cerita dari orang ketiga, keempat atau sederhananya orang lain, tapi dengarkan dari tangan pertama, tanpa bumbu. Lebih mudah menepatkan diri sebagai korban, tapi sesekali cobalah berpikir seperti pelaku. Pada akhirnya semua itu bergantung pada satu hal, pilihan (diri sendiri).

in the other topics…

E : *sigh* I think I’m in love.

R : then you’re not in love

E : what?

R : if you’re really in love, you’re not think. You just simply…feel it.

….suddenly i know he is right. Too much thinking makes that feel unreal, too much doubt, then the conversation between both of you will not as comfort as before. Then you’ll find the feeling is gone. Suddenly, isnt love, its only hemm…well, just a feeling. Thats it.

in the other topics…

R : gw pengen balik ke Jakarta tadinya, tapi dasar sial, yang demo bikin ketar-ketir.

E : fuuh…Mama juga gitu, kemaren liat berita, dan langsung nyuruh ade gw ga kuliah, gw disuruh ga jalan-jalan. Udah jelaskan siapa yang seneng, siapa yang nelangsa.

R : mereka cuma pengen didengar, diperhatikan.

E : gw mungkin ga pernah ikut demo, tapi bukan berarti ga peduli, cuma kadang ada kalanya terlalu banyak ngomong bikin cape, akhirnya lebih baik diam.

R : yup. Sama kaya kalo lagi pacaran terus berantem, kalo udah ga didenger, diam itu pilihan paling ideal yang ditawarin.

E : tapi kan lo jomblo

R : lo juga, dan gw bilang kan andai (sambil lirik ga santai)

E : well,….haha

R : harusnya yang demo dikasih maicih level 10. Supaya mereka pindah demo ke WC. WC PERTAMINA.

E : …………….

….disitu juga akhirnya gw memutuskan sudah waktunya bagi dia untuk Jum’atan, berharap dia bisa selesai dengan kepala yang lebih jernih. Satu lagi siang dihari yang antara mendung dan panas terlewati, bersama seorang sahabat dan percakapan yang meninggalkan banyak hal untuk…dipikirkan (dan diungkapkan dalam tulisan).

Friday, March 30th 2012

Xoxo, *kissonthecheeks*, Readers

Tags: , , , , ,

~on my playlist

Akhir-akhir ini cuaca itu susah banget buat diramalkan, kadang dari panas yang super terik, bisa langsung pindah ke hujan yang super deras. Ga ada peringatan juga. ~hafesyuhh..bikin galau ga sih? Dan ternyata itu pengaruh sama isi playlist gw (oke, kalo ini emang super random). Tapi ada beberapa lagu yang menurut gw bisa jadi pilihan kalo emang lagi nyari daftar lagu yang agak menggugah hati (HALAH NDAH). Well, here the songs:

1. Relator – Pete Yorn feat. Scarlet Johanson

2. Lenka – Roll With The Punches

3. Bulletproff – La Roux

4. Sometimes – A Rocket to The Moon

5. RISALAH HATI – DEWA (nah kalo yang gini ga ngerti kenapa jadi tiba-tiba suka sih ! padahal lagu tipu banget HAHAHA)

6. Don’t Let Me Go – The Click Five

7. Stars Tonight – Lady Antebellum

Banyak sih sebenernya, tapi yaa ini lagu-lagu yang agak ceria yang gw bagi, lagu lainnya sih bikin miris sambil nangis #EH ahaha..becanda ahh.. so, apa yang jadi playlist wajib kalian?

Tags: , , ,

The Confession (Final)

Then I’m trying to move on – moving on – moved on.

Akhirnya gw tau kalo gw bener-bener udah mulai move on (meskipun belum sepenuhnya) ketika akhirnya gw merasa bener-bener sakit lagi. Ketika ada yang dateng, dengan sopan, tapi ninggalin dengan cara yang ga sopan (#EH). Gw mulai sedikit lupa dengan kebiasaan dia, digantikan dia yang baru. Akhirnya..akhirnya setelah sekian lama. Meskipun gw gatau apa rencana Tuhan, nyadarin gw, ngasih gw jalan, dengan cara yang satu ini, dengan cara ‘nampar’ gw. Tapi ya namanya juga hidup, ga mungkin kan mulus terus *ceileh ada saatnya Tuhan juga nyadarin gw, kalo dia yang ini pun ga tepat buat gw.

Dari situ segalanya lebih mudah, gw ga seprotektif itu sama diri gw sendiri. Gw berani nyoba hal-hal baru, kenal sama yang baru, mencoba, meskipun sampai dengan saat ini memang belum ada yang terasa tepat. Mungkin ini juga yang disebut sebagai proses pendewasaan, gw nyaman dengan status gw sekarang, menikmati hal-hal lain yang bisa gw lakukan, hal-hal yang bisa kejar, yang bisa gw dapatkan, kenal dengan sebanyak mungkin orang lain. (meskipun emang kadang kerasa sih momen-momen tertentu koq gini-gini aja gitu). Tapi tanpa gw sadari gw semakin mandiri, karena terbiasa, gw semakin berani, gw ga bergantung, yup itu semua menjawab pertanyaan yang gw lontarkan sama Tuhan ketika dulu lama sekali: kenapa mesti gw? Kenapa mesti kaya gini? Jawabannya karena Tuhan tau gw mampu dan gw bisa sampai dititik gw yang sekarang. Karena dengan cara ini gw bisa lebih dewasa. Dengan caranya sendiri Tuhan ngasih gw jalan super mulus di bidang yang lain, tapi Tuhan ngasih ujian dalam bidang (hati) ini. Dan pada akhirnya gw bisa tetep survive.

Dengan cara itu, diumur 20 tahun ini gw sampai pada pemikiran, bahwa gw ga boleh terlalu mudah ‘jatuh’ gw mesti bisa ‘berdiri’ dengan dua kaki bahkan satu kaki. And now, I’m looking for a partner, no more boyfriend. Someone who will think about the future (partner), no only mind-games (boyfie). Karena itu kalo ada yang nanya: “kenapa sih ndah masih single aja?” jawabannya bukan ga laku karena jujur gw ga jualan, bukan juga karena ga ada yang nyoba deketin (maaf belagu dikit -.-), tapi karena belum ada tepat kaya yang gw rasa cari, belum ada yang bisa bikin gw sampe bilang he’s the one.

Gw berusa membuat si logika diam, dan mendengarkan apa yang hati gw (tempat paling rapuh di atas semuanya) untuk berbisik, membisiki keraguan atau justru keyakinan tentang siapa yang akan jadi dia buat gw. Dan setiap dia memberi peringatan, membuat gw ragu, gw akan nurut, ngambil langkah puter balik, tutup hati gw sebelum jatuh terlalu jauh. Kenapa? Pernah gw berusaha mengambaikan si suara itu dan akhirnya..gw jatuh (lagi). Untuk itu gw bersabar, Tuhan masih nyimpen jodoh gw. Iya, gw single, jadi kenapa? Gw masih muda, gw masih punya cita-cita yang harus dikejar, ini abad 21 kenapa gw mesti dengerin banget omongan orang-orang yang lebih heboh nyari pasangan dibanding ngejar target mereka. Gw kan punya Dia yang Lebih Tahu. Ketika gw siap, waktunya tepat gw akan ketemu dia bagi gw yang memang tepat. Sampai saat itu yang gw lakukan adalah hidup dengan cara yang terbaik, menjaga segala titipannya, dan berdo’a. Oneday, somehow, somewhere, someone will come with an unexpected way.

xoxo, *kissonthecheeks*, Readers

Tags: , ,

Saturday, March 24 2012

Saturday, March 24th 2012

Skype ON then the morning message came from an unexpected person:

“Hey, Queen. Its 24. Miss you already”

Skype OFF (because of a damn connection).

Seriously, ga ada angin, ga ada hujan (iyalah orang kemaren panas banget) gw tiba-tiba iseng buka foto-foto lama (harus ngurang-ngurangin nih iseng). Foto gw sama dia, foto yang dia kasih buat gw. Hmph. Nyalain laptop, iTunes isinya playlist favorit semua, shuffeling (SALAH) entah kenapa lagu yang muncul lagu bunuh diri semua. Lalu tiba-tiba gw pun inget (lagi).

Kalo minum kopi dia selalu, kopi hitam, dua creamer tanpa gula.

Gw inget kalo dia senyum dengan lesung pipinya.

Dia yang ngajarin gw pegang kamera, meskipun akhirnya gw lebih suka difoto.

Dia yang pertama kali bikin gw suka sama bintang, meskipun bermodalkan balkon.

Dia yang bikin gw suka sama vanilla, padahal dulunya gw eneg mampus.

Dia dengan jeansnya yang selalu berwarna sama.

Dia dengan kebiasaannya tidur lagi pas gw bangunin

Dia yang suka banget sama brownies, bikin gw belajar mampus buat bikin kue satu itu.

Dia yang ngasih gw cd saat dia mau pergi.

Dia yaaa diaaaaaaaa ! DIA yang ngingetin gw ini tanggal 24, setelah sekian lama gw ngelewatin tanggal 24 dengan baik-baik aja, setelah sekian lama gw berhasil ga muter lagu Glenn-Januari, setelah sekian lama kita ga ngobrol, setelah sekian lama dia ga ada di orbit bumi gw.

……jangan ditanya gimana gw hari itu, makan ga enak, tidur (siang) ampe gajadi, ketawa pun kepaksa (sialnya lagi jarang yang bikin ketawa hari itu). Finally in the midnight i sent him a short message:

“I do miss you too. I’m Ok, and always be. Take care there, get home soon. We’re missing you.”

Begitu waktu menunjukkan 00.00 gw pun menutup memori 24 ini. ini Cuma kangen sesaat koq, kaya seseorang bilang gitu deh, kangen boleh asal jangan keterusan. Yayaya, langsung ganti playlist pake lagu-lagu macho nan keras. No more listening to The One That Got Away-Katy Perry << terbukti muncul kegalauan dan reaksi ingin minum baygon.

Ps: boleh kan sekali-kali galau? Asal jangan keterusan :p rekor lho ini sekian lama 2012 jalan, baru hari ini gw galau, HAHA.


xoxo, *kissonthecheeks*, readers

Tags: , ,

Satu Momen di Sabtu Petang

Satu momen di Sabtu Petang.

Ada satu tempat yang jadi favorit gw untuk didatangi tiap lagi pengen sendiri. Bertempatkan di salah satu mall yang sebenernya cukup ramai, namun di tempat ini selalu agak lebih sepi. Menawarkan pemandangan keluar dengan jendela super lebar, duduk di pojokkan dengan secangkir teh chamomile hangat, iPod, laptop dan koneksi internet, maka dimulailah pula ritual berpikir. Kata orang sih ini sama aja dengan menggalau, padahal heyy bukan, ini cara gw untuk bisa berpikir, jauh dari orang-orang yang dikenal, berada di tempat asing dan secara diam-diam bisa merhatiin orang-orang yang lalu lalang depan jendela. (yah kadang ada sih acara galaunya dikit)

Seperti sore ini, letak mall yang cukup jauh dari rumah gw, jadi perjuangan sendiri untuk sampai di tempat ini sore ini. Macetnya Bandung yang luar biasa, yang hari ini entah kenapa jadi Lautan Manusia dan Kendaraan. Fuuh…kata syukur pun terbisik saat menginjakkan kaki di tempat ini. Pelayan yang sama untuk tiga bulan terakhir, tampaknya dia udah hafal kalo gw kesini selalu sendiri, pesan yang sama, duduk di tempat yang sama (kalo beruntung – dan sayangnya sore ini gw ga seberuntung itu), juga diam untuk waktu yang lama, kadang Cuma buat ngelamun atau ngeliatin orang diluar.

Dateng kesini berarti gw butuh tempat buat berpikir.

Banyak banget hal yang bikin kepala gw rasanya sesek banget akhir-akhir ini. Dari mulai jet-lag status baru, dari mahasiswa jadi job-seeker (gw menolak dibilang job-less), kemudian tekanan dari sana-sini, pertanyaan ini-itu, keinginan gw-orang tua dan banyak lagi. Rasa-rasanya akhir-akhir ini segala sesuatu ga berjalan dengan semestinya. Seperti biasa gw bikin list hal-hal apa yang mesti gw pikirin lebih dulu sampai dengan akhir, ga nyangka lumayan panjang juga daftarnya. Setelah ada list itu gw pun berusah berdamai dengan tiap poin. Yup, berdamai, karena pada akhirnya penyelesaian didapat apabila sudah melewati suatu proses, sementara gw saat ini hanya berpikir yup berpikir.

Secara ga disadari tampaknya gw merasa tertekan.

Sadar ga sadar dengan menyandang status baru sebagai seorang sarjana, itu menambah tekanan, tuntutan dan harapan orang-orang atas apa yang harus gw hasilkan, atas apa yang gw lakukan. Diluar mungkin gw terlihat fine-fine aja, padahal di dalem segala sesuatu gw selalu pikirin (yeah, i’m a thinker). Berasa ga ada break, time-out atau sejenisnya. Sementara gw sendiri sulit untuk punya pegangan. Akhirnya gw pun kadang merasa tertekan dan frustasi sendiri, meskipun dengan segala daya upaya selalu gw tekan sampai batas minimum. Terbiasa ‘menerima’ tuntutan orang, dan jarang protes bikin orang sekeliling gw berpendapat bahwa gw mampu, tapi kadang gw pun punya limit dan cape, hanya saja kadang gw pendem sendiri, ngeluh dikit sama orang terdekat tapi sisanya tetep gw tanggung sendiri. Sampai di satu point batas gw bener-bener abis, dan cape.

Akhirnya gw pun berdamai dengan rasa ‘cape’.

Setelah berpikir (lebih banyak ngelamun) gw akhirnya menemukan titik dimana gw bisa berdamai dengan rasa cape yang akhir-akhir ini kayanya hobi banget ngegelayut. Ada satu saat dimana gw ngeliat keluar kaca, diluar situ ada seorang Ayah, dan dua orang anaknya yang masih kecil, ga terlihat keberadaan sang Ibu. Saat gw berusaha untuk jadi sang Ayah, gw pun sampai pada kesimpulan bahwa pasti beban dia lebih berat daripada gw, yang sampai dengan saat ini batas tanggung jawab adalah mengurusi diri sendiri. Disitu gw pun berpikir bahwa sebenarnya rasa cape yang gw rasakan adalah karena gw membebankan terlalu banyak hal sama pikiran gw sendiri dengan tidak sadar. Bukan tuntutan, keinginan atau pertanyaan orang lain, tapi pikiran gw sendiri yang membuat segalanya terasa berkali-kali lipat lebih berat buat gw.

Saat sampai pada penjelasan itu, gw menarik nafas dalam, sekali lagi ngeliat keluar, nyeruput minuman gw yang dingin (gara-gara kelamaan dianggurin) dan akhirnya balik lagi ke daftar gw. Saat gw berdamai dengan rasa cape itu, justru gw merasa damai juga dengan masalah lainnya. Karena intinya ada disitu, kamu merasa cape ketika kamu ngerasa beban kamu itu terletak seluruhnya dipundakmu. Padahal selalu ada orang lain untuk berbagi. Termasuk para silent-readers.

Well, Tuhan punya skenarionya, punya rencananya, usaha dan tunggu suatu saat pasti ada jawaban buat setiap pertanyaan yang mampir hari kemarin, sebelumnya, hari ini dan bahkan detik ini. Ketika jawaban itu ada pasti dalam keadaan gw sudah siap. Mungkin ini bagian dari ujian-Nya, saatnya gw naik kelas.

Lagi-lagi liat keluar, akhirnya malam pun perlahan menyapa, hiruk-pikuk kota Bandung di malam hari mulai terasa (makin padat?WHAT?) iyalah ini SABTU. Setelah menulis sepenggal kisah (labil) ini gw rasa makin tenang, saatnya kembali lagi ke rumah, tempat dimana gw selalu bisa ‘pulang’ dengan nyaman. Tempat dimana gw merasa aman. So, guys, buat kalian yang lagi banyak pikiran (nyari temen seperjuangan) kalian pasti punya caranya masing-masing untuk ‘berdamai’. Nah, cara gw yaaa ini, diem sendirian, bahkan ketika sekeliling gw menawarkan keramaian, berpikir dan akhirnya menulis. Ciao.

xoxo *kissonthecheeks*, Readers

Tags: , ,

Music and I

Musik. Lagu. Musik. Lagu. Playlist. Radio.

Listening to the music, no matter what the moment is, always be my favorite. Ketika gw merasa sendiri banget tau memang ingin sendiri, meskipun berada di tengah suasana yang ramai, kadang perlu sesuatu untuk berlindung, gw memilih untuk mendengarkan musik, mendengarkan lagu. Apalagi kalo lagi sendirian di kamar atau perjalanan jauh ke suatu tempat, harus selalu ada musik. See to one point, listen to the music, take a deep breathe, then I’m feeling free to think about anything, everything.

Nah, mungkin gw emang bukan orang musik sejati, yang ngerti musik sampai lapisan keraknya. Tapi secara awam gw suka musik dengan segala jenisnya, dengan segala keberagamannya, itu yang membuat musik justru lebih menarik lagi buat gw.

The magic of song: it could turn your mood up or simply turn it down, down and down then up again. – Thursday, March 23rd via twitter by @endahpurnama

tumblr lnt395w7js1qbpwzeo1 250 Music and I

Lagu yang mangkal di playlist gw beragam jenisnya, bahkan ada beberapa lagu yang asalnya dari penyanyi yang kadang dicibir oleh sebagian orang atau aliran yang katanya sih ga-gw-banget. But, so what? Thats my own playlist. Thanks God to the inventor of shuffeling program. Yups, dengan playlist yang dishuffle itu bikin lagunya tambah random, moodnya naik-turun dan jadi tebak-tebakan sendiri, what’s song gonna be the next? Selain dengerin musik dari iPod yang udah sangat setia ini, favorite gw juga adalah dengerin radio. Dengan dengerin radio tadi update musik-musik terbaru jadi tambah kenceng.

Ga jarang juga sih memang ada momen tertentu di setiap lagu yang mangkal-setia di playlist, bikin tiba-tiba senyum sendiri, sedih sendiri atau yaah berasa flashback atau nostalgia, picture captured moments so then music do it too for me. Ga jarang juga musik tiba-tiba naikin mood yang lagi down banget, atau kalo ada kejadian atau suatu hal yang sesuai dengan liriknya then that song gonna be the soundtrack of the day. Ga cuma musik yang berlirik tapi kadang berupa melodi pun gw suka, apalagi untuk situasi yang emang butuh banget momen tenangnya. Intinya sih tiap momen itu pasti punya musiknya sendiri icon biggrin Music and I

Well, guys no matter what kind of the music is, just try to listen first, then you can decide whether you like it or not. But, open your mind, music always be part of your life, people out there write a song, with any kind of melody based on their life, other people life or maybe someday, one person gonna make a song for you, inspiring by you, and all about you. How sweet that moment gonna be. :*

xoxo, *kissonthecheeks* readers

Tags: , , , ,

An (almost) half Day w/ Three Musketeers

An (almost) half Day w/ Three Musketeers

Kerasa kurang gitu satu hari aja tanpa adanya cerita seru yang dibagikan. Sebenernya cerita yang bukan mistis tapi fakta dan penuh dengan makhluk non-mistis ini berlangsung sesudah pelaksanaan BIA (Kamis, 15 Maret 2012) lalu. Jadi ceritanya sih mau ramah gitu sama tim Redbuzz yang diutus untuk meliput berlangsungnya BIA Goes to Campuss, jadilah gw menghampiri mereka. Dengan salam-sapa yang masih ada jarak (karena antara baru kenal dan kenal), trus tiba-tiba diminta komentarnya buat video sama sang kameramen yang ternyata bernama Mas Andy dan ternyata udah bertemu juga sebelumnya (Cuma inget-inget lupa -.-). Trus ada juga Mas Lion, yang udah ketemu juga, tapi kaya yang heran gitu pas ngeliat gw antara kenal dan ga kenal (*ngeek). Nah satu lagi personil three musketeers (marilah kita sebut mereka demikian) adalah seorang Mas atau Abang yang berbadan besar dengan rambut dikucir, kirain galak taunya..hemm…panggilannya Tante (ngahahaha), Mas Sasto.

Nah, dari awalnya niat ramah-ramah taunya jadi keseret buat somekind of bantuin-mereka-nyari-hotel, dengan alasan gw adalah orang Bandung. Oke, gatau aja mereka sejarah gw dalam menghafal jalan (HAHA). Dengan penuh sok tahu gw pun memimpin jalan menuju tempat makan OM DULEH, Dipatiukur. Sebenernya dari arah ITENAS sih gampang, tapi kesalahan pertama adalah dengan salah ngambil jalan, yaa dimaklumi lah yaa abis sepanjang jalan diajak ngobrol mulu (gamau disalahin), dengan sok tahu lagi gw nunjukkin jalan yang bener (dalam hati berdo’a supaya jalannya ga salah. Bisa berabe ketauan gw buta arah) HAHA. Dengan penuh perjuangan, becandaan gaya kuli, akhirnya sampai juga dengan selamat di OM DULEH (wuih nih tempat makan kudu bayar gw jd PR lama-lama *canda ah). Tanpa babibu ngambil makanan yang memang disajikan dengan konsep prasmanan, kemudian duduk manis di meja pojokan. Gw dengan pedenya nge-charge hp, kemudian celetukan tante pun keluar “ndah, nyalain dong kipas anginnya”, nyengir tanpa dosa gw jawab “kan colokannya gw pake nge-charge” icon biggrin An (almost) half Day w/ Three Musketeers

wisata kuliner jajanan info kuliner bandung lengkap ceritaperut om duleh 11 300x225 An (almost) half Day w/ Three Musketeers

Wuih jangan tanya deh itu dari proses makan-istirahat abis makan obrolan becandaannya bener-bener bikin rahang pegel ketawa, belum lagi becandaan yang tingkat kuli. Udah paling cocok emang kalo disebut three musketeers nyasar ke kota -___-“. Nah beres dari OM DULEH ceritanya kita langsung nyari hotel buat mereka nginep, dasar cowok ya gamau ribet, nyari deket-deket situ juga -.-. berhenti di hotel dekat-dekat situ juga. Pengalaman penting lagi selama nunggu Tante dan Mas Singa check-in, gw sharing sama Mas Andy tentang karir, susahnya dunia kerja dan lain-lainnya, merasa luar biasa terbuka lho wawasannya J makasih ya Mas Andy, dibalik tengilmu ada bijakmu *apasihndah. Beres dengan urusan mereka, akhirnya mereka menunaikan tugas suci nganter tuan putri pulang ke negerinya yang damai: NEGERI UJUNGBERUNG. HAHA.

Jalannya tinggal lurus aja sih dari DU, deketlah ya, ga susahlah ya, tapi begitu bilang belok masuk komplek, gw yakin semua bilang “alhamdulillah akhirnya belok juga” -.- tapi itulah seni dari negeri Ujungberung :p. Kayanya ga lengkap aja gitu kalo ada anak Redbuzz ke Bandung belom maen ke Ujungberung. Haha. And last, thank you guys for that night, it was fun icon biggrin An (almost) half Day w/ Three Musketeers

PS: terminal gw jaga baik-baik ya, someday, somehow gw ambil. HAHA.

Well, thats the story

Xoxo, readers *kissonthecheeks*

Tags: ,

BIA Goes to Campus

DJARUM BLACK INNOVATION AWARD GOES TO CAMPUS

Thursday, March 15th 2012

Pukul 12.00 pelataran parkir ITENAS udah dipenuhi oleh para mahasiswa dari beberapa universitas yang memang tertarik untuk mengikuti seminar yang diadakan sebagai salah satu rangkaian dari Djarum Black Innovation Award Goes to Campus. Nah hari kamis ini diadakan di Gedung Serba Guna Institut Teknologi Nasional atau biasa dikenal dengan ITENAS.

Pertama dateng, udah ngantri panjang aja buat registrasi. Kenapa mesti registrasi? Karena nanti setiap orang yang ikutan seminar akan dapet sertifikat dari BIA. Canggih kan? Makin semangat aja buat ngintip di dalemnya ada apa aja. Ruang GSG dibagi dua bagian, tempat seminar dan new innovation room buat karya-karya inovatif baik dari BIA maupun dari ITENAS sendiri, juga ada touch and be innovative corner. Di new innovation room dan touch and be innovative corner ini banyak karya-karya unik yang bahkan fungsinya ga terpikirkan buat gw yang awam ini. ada karya-karya dari para inovator muda yang mengikuti BIA di tahun-tahun sebelumnya, ada photobooth dari BIA juga dan karya-karya unik mahasiswa ITENAS Bandung.

Nah dari new innovation room itu langsung masuk lagi ke ruangan untuk seminar yang sudah ditata sedemikan rupa. Tema yang diambil adalah “SHOW OFF YOUR BIG IDEAS”. Guest speakersnya wuih jangan ditanya memang ahli di bidangnya. Pembicara pertama itu ada Joshua Simanjuntak, seorang inovator yang sudah malang melintang dengan desain-desainnya yang unik. Beliau menjelaskan tentang inovasi, dasar inovasi dan bagaimana inovasi bisa terbentuk. Beliau juga menunjukkan contoh-contoh karya inovatif yang sudah dia dan timnya desain.

Dari pembicara kedua beralih ke pembicara kedua yaitu Yoris, siapa sih yang belum tau Yoris? Ya mungkin banyak. Tapi dikalangan para entrepreneur, inovator dan orang-orang kreatif termasuk mahasiswa Yoris Sebastian sudah tidak asing terdengar. Seorang GM termuda di Asia Pasifik hadir dihadapan para peserta seminar. Yoris lebih banyak membahas mengenai pelaksanaan BIA, bagaimana para inovator muda dimunculkan ke permukaan melalui ajang BIA, kemudian pelaksanaan BIA dari tahun ke tahun sampai pada akhirnya memotivasi para inovator muda untuk mengikuti BIA ini. dan mas Yoris sendiri jadi salah satu juri untuk BIA ini.

Nah, dari seminar ini sendiri gw banyak tau tentang inovasi dan bagaimana inovasi itu berbeda dengan penemuan. Bisa dibilang secara ringkas yang gw tangkap adalah bahwa inovasi itu proses penambahan nilai atau re-engineering suatu produk yang udah ada (correct me if i’m wrong). Selain itu juga dengan adanya ajang BIA ini para inovator muda yang semula tidak terekpos dengan ide ‘gila’ mereka bisa muncul ke permukaan dan akhirnya bisa punya kesempatan untuk mengembangkan penemuan mereka tersebut. Selain itu para peserta BIA nantinya akan diberi pelatihan guna kepentingan pengembangan inovasi mereka itu. Nah, menurut gw event-event kaya gini mesti dijadikan kesempatan bagi para mahasiswa ataupun sudah bukan mahasiswa lagi untuk bisa menunjukkan kemapuan mereka dalam menghasilkan karya yang inovatif. negara kita ini isinya tunas bangsa yang cerdas, so, lets show the world. so, guys, if you’re interested with this event, just open this link and find more about the information there: http://www.blackxperience.com/bia2012/ . send your creative, crazy and the most innovatives idea to this competition and make the world now how crazy you’re. Ciao.

Di bagian akhir ada khusus sesi tanya jawab dengan para pembicara juga dua tambahan pembicara yaitu Satria Aditama, Ketua Jurusan Desain Produk ITENAS juga seorang mahasiswa ITENAS yang tahun kemarin menjadi salah satu finalis dari BIA. dalam sesi tanya jawab ini diberikan kesempatan kepada lima orang penanya, dengan jenis pertanyaan umum berkaitan dengan inovasi dan BIA. Setiap pertanyaan dijawab dengan lugas oleh masing-masing pembicara, nambah lagi deh ilmunya. Seru kan? Eits, yang asyik yang nanya dapet goodie bag gitu teh dari BlackXperience. *dancing*

3142  mg 5828 BIA Goes to Campus

3143  mg 5849 BIA Goes to Campus

EITS. Belom berhenti sampai disitu, gw gatau kalo acara BIA goes to campus ini selain menghadirkan band akustik lokal (i mean coming from ITENAS) mereka juga mengundang JRENG JRENG ENDAH AND RHESSA ! I mean seriously both of them. Terakhir nonton adalah di JavaJazz kemaren, dan mereka ada di depan gw banget tadi. I mean REALLY IN FRONT OF ME ! how lucky I’m. Ahahah. Gw nge-fans banget sama mereka dan sejujurnya ngerasa kaget pas beneran mereka main di BIA tadi. Ga rugi deh ilmu dapet, ketemu pula sama EndahNRhessa. (Rhessa must be the sweetest husband on earth, how lucky you’re Endah) J

img01995 20120315 1507 300x224 BIA Goes to Campus*petualang gw belum selesai hari ini. but, I’ll tell you later guys.

xoxo, kiss on the cheeks. readers

source of pictures: http://www.blackxperience.com/ and personal documentations.

Tags: , ,