Archive for March 30th, 2012

The Vow – Please Knock

“I vow to help you love life, to always hold you with tenderness and to have the patience that love demands, to speak when words are needed and to share the silence when they are not and to live within the warmth of your heart and always call it home.”

- Paige, The Vow

The Vow. Akhirnya masih dengan sahabat yang sama, siang menuju sore kami habiskan untuk menonton salah satu film yang emang udah pengen banget gw tonton (dan ga nyangka dia mau, dengan paksaan sebenernya). Berbekal DVD dan laptop jadilah acara menonton kami berdua.

Dibintangi oleh Rachel Mc Adams (yang cantiknya keterlaluan) dan Channing Tatum (yang gantengnya ga sopan), film ini diambil dari kisah nyata. Sepasang suami istri, saling mencintai, harus menghadapi kenyataan bahwa salah seorang dari mereka (istrinya) lupa akan setiap kenangan yang mereka miliki sebagai suami-istri, bahkan lebih jauh dari itu sang istri lupa akan suaminya, bagaimana mereka saling jatuh cinta. Saat-saat yang diingat oleh istrinya adalah saat mereka belum bertemu, dan sang istri adalah tunangan dari pria lain. Dunia tempat mereka berpijak seketika berubah, kehidupan bergeser, dan mereka merasa asing satu sama lain. Sang suami (Leo) berusaha sekuat tenaga membuat sang istri (Paige) mengingat kembali, membuatnya kembali jatuh cinta, membuat dunia mereka kembali sama. Namun, ternyata hal tersebut lebih sulit, mereka terus mencoba, sampai salah satu merasa lelah dengan yang lainnya, dan akhirnya…TONTON AJA SENDIRI YAAAA ! (~nananana)

the vow The Vow   Please Knock

Setelah selesai film, kami berdua sama-sama terdiam. Biasanya pada saat selesai nonton film drama kaya gini, yang keluar dari sahabat gw adalah rentetan ejekan, cengengnya gw, sensitifnya dan lain-lain. Tapi kali ini bahkan dia pun terdiam. Have you ever imagine, the closest person in you live suddenly forget about you? Not because he/she trying to forget, but accindentaly forget, and not only closest person but the one that you love the most? Gw sendiri ga pernah berpikir sampai sana, gw ga terlalu baik dalam mengatasi kehilangan, apalagi ini, ga kehilangan, tapi dilupakan. Pasti segala cara dicoba untuk mengembalikan segala sesuatu kembali pada tempatnya. Kembali pada tempat dimana lo biasa berpijak. Yup, thats.

Tapi itulah tadi, dengan kekuatan cinta (sesuatu yang mereka sebut dengan kata yang terdiri dari lima huruf tersebut) mereka bisa bertahan (IYA ENDINGNYA HAPPY KOQ). Film ini diambil dari kisah nyata, saat ini mereka yang menjadi inspirasi hidup bahagia dengan dua orang anak. Ini mungkin bukti kalo cinta itu memang ada. Meskipun untuk gw sendiri, dengan pemikiran yang masih sederhana, masih mempertanyakan, benarkah cinta yang tanpa alasan itu benar-benar ada?

in the end, THE VOW is worth to watch, ga mesti nyiapin tissue layaknya film kehilangan ingatan lainnya, tapi siapin aja note, hehe..banyak banget quote bagus di film ini. mungkin, bagi mereka yang sedang (katanya) jatuh cinta kata-katanya bisa dipinjem dan dijadikan inspirasi. ~nanana

xoxo, *kissonthecheeks*, readers

Tags: , , , ,

Satu Siang, Dibulan Maret

Sebuah percakapan kecil ngelantur sana-sini dengan seorang teman diwaktu makan siang yang ternyata kecepetan. Bertempatkan di sebuah cafe yang menawarkan suasana playful, bikin betah dan pesan lagi dan lagi (makanannya). Random sih tapi ini dia penggalan-penggalan diantaranya:

R : lo pernah diselingkuhin?

E : nope. Tapi dibohongin pernah, mungkin rasanya ga jauh beda kali ya? Lo pernah?

R : gw pernah selingkuh….dan juga diselingkuhin.

E : ….well, i’ll not judge you. (i try)

R : selingkuh itu seperti candu. Sekali lo nyoba, sekali lo ga ketauan, sekali lo dimaafin, lo bakalan tertarik buat nyoba lagi.

E : …….

….jujur gw bukan seorang yang bisa memaafkan dengan mudah ketika dibohongi atau secara umum disakiti. Dan menurut gw selingkuh adalah salah satu hal yang tabu dalam sebuah hubungan. Gw sangat menghargai kesetiaan. Tapi seiiring dengan bertambahnya kisah, cerita, dan pengetahuan (halah), gw memutuskan selalu ada alasan dari dua sudut cerita. Jangan langsung menghakimi, dengarkan, baru dari situ bentuklah pendapat. Dan jangan dengarkan cerita dari orang ketiga, keempat atau sederhananya orang lain, tapi dengarkan dari tangan pertama, tanpa bumbu. Lebih mudah menepatkan diri sebagai korban, tapi sesekali cobalah berpikir seperti pelaku. Pada akhirnya semua itu bergantung pada satu hal, pilihan (diri sendiri).

in the other topics…

E : *sigh* I think I’m in love.

R : then you’re not in love

E : what?

R : if you’re really in love, you’re not think. You just simply…feel it.

….suddenly i know he is right. Too much thinking makes that feel unreal, too much doubt, then the conversation between both of you will not as comfort as before. Then you’ll find the feeling is gone. Suddenly, isnt love, its only hemm…well, just a feeling. Thats it.

in the other topics…

R : gw pengen balik ke Jakarta tadinya, tapi dasar sial, yang demo bikin ketar-ketir.

E : fuuh…Mama juga gitu, kemaren liat berita, dan langsung nyuruh ade gw ga kuliah, gw disuruh ga jalan-jalan. Udah jelaskan siapa yang seneng, siapa yang nelangsa.

R : mereka cuma pengen didengar, diperhatikan.

E : gw mungkin ga pernah ikut demo, tapi bukan berarti ga peduli, cuma kadang ada kalanya terlalu banyak ngomong bikin cape, akhirnya lebih baik diam.

R : yup. Sama kaya kalo lagi pacaran terus berantem, kalo udah ga didenger, diam itu pilihan paling ideal yang ditawarin.

E : tapi kan lo jomblo

R : lo juga, dan gw bilang kan andai (sambil lirik ga santai)

E : well,….haha

R : harusnya yang demo dikasih maicih level 10. Supaya mereka pindah demo ke WC. WC PERTAMINA.

E : …………….

….disitu juga akhirnya gw memutuskan sudah waktunya bagi dia untuk Jum’atan, berharap dia bisa selesai dengan kepala yang lebih jernih. Satu lagi siang dihari yang antara mendung dan panas terlewati, bersama seorang sahabat dan percakapan yang meninggalkan banyak hal untuk…dipikirkan (dan diungkapkan dalam tulisan).

Friday, March 30th 2012

Xoxo, *kissonthecheeks*, Readers

Tags: , , , , ,