Archive for April, 2012

lukisan, potret, tulisan

Saya tidak pandai melukis. Hanya sekedar menggambar mungkin bisa, tapi tidak untuk melukis. Meskipun kadang pelukis sendiri melukis sesuatu yang abstrak dan kadang tidak dipahami dengan sekali lihat atau tidak dipahami sama sekali oleh seorang awam, namun tetap saya tidak pandai melukis. Padahal sejak TK sudah diajarkan untuk menggambar menggunakan pensil untuk membuat sketsa, memadukan warna agar objek terlihat lebih indah, namun saya sampai pada kesimpulan bahwa nilai melukis saya tidak sampai 8. Menggambar itu menurut saya berbeda dengan melukis, menggambar suatu objek, hanya menggambar, tanpa ada jiwa. Sementara melukis disana ada jiwa dari sebuah lukisan, pesan yang ingin disampaikan dan juga perpaduan nilai seni yang memang berasal dari pelukisnya.

Lalu seseorang mengatakan pada saya melukis bukan berarti saya harus menghasilkan suatu karya yang indah, enak dipandang mata dan menuai pujian. Namun, ada suatu moment yang ditangkap, ada suatu imajinasi yang disalurkan. Sama seperti hobi dia dengan kamera, sama pula dengan hobi saya merangkai kata, melukis itu menangkap moment, menyimpan imajinasi dalam suatu bentuk yang nyata, dapat dilihat, dan memiliki arti serta cerita tersendiri.

img003736 lukisan, potret, tulisan(lebih parah dari anak TK sih. hehe. ga mirip sama sekali dengan foto aslinya :p )

Tags: ,

Bakat ‘ditemukan’, Kemampuan ‘diasah’

Diantara kalian ada ga yang pernah bertanya-tanya, apasih bakat gw? Bisa apasih gw?

Menurut gw bakat itu ditemukan, sementara kemampuan itu diasah.

Misalkan seseorang ga merasa dirinya bisa menyanyi, dia hanya jadi penyanyi untuk dirinya sendiri. Suatu saat ada kejadian yang mengharuskan dia bernyanyi dan ternyata dia bernyanyi dengan sangat baik. Banyak orang kagum dengan suaranya. Akhirnya dia ‘dinyatakan berbakat’ dalam bidang tersebut. Dukungan dari orang-orang serta pujian positif membuat dia makin percaya diri untuk mengasah ‘kemampuan’ barunya tersebut.

Banyaknya ajang pencarian ‘bakat’ juga diperuntukkan untuk itu (selain tujuan komersil). Nantinya setelah bakat-bakat tersebut ditemukan akan dilanjutkan pada tahapan mengasah kemampuan. Semua akan lebih mudah jika orang tersebut memang memiliki bakat. In the other words, punya dasar untuk bisa melakukan sesuatu. Tapi jangan lupa bahwa pada awalnya kita semua berada dalam posisi tidak mengetahui ‘bakat terpendam’ yang kita miliki. Akhirnya kita mencoba-coba sesuatu yang kita menurut kita menarik, menulis, menyanyi, akting, modeling, dll. Kita asah satu-persatu, meskipun ga punya bakat alam dalam melakukan suatu hal secara spesifik, tapi karena kemauan kita kuat, belajar dari nol sampai kita bisa setidaknya setara dengan orang yang memang sudah berbakat alami, kita pun bisa membuktikan bahwa tidak hanya bakat yang membuat kita mampu untuk melakukan sesuatu, tapi juga kemauan keras dan usaha.

Well, seperti kompetisi kuis ‘Euforia Jatuh Cinta’ yang saat ini sedang diadakan oleh Beswan Djarum, secara ‘tiba-tiba’ yang tadinya jarang menulis, jarang muncul di blog, mengganti status invicible menjadi available. Menulis kisah euforia jatuh cinta entah itu yang akhirnya romantis, miris atau mistis dalam 300 kata. Yup, dibatasi biasanya lebih sulit. Namun, dari beberapa tulisan yang gw baca, gw terkagum-kagum sendiri, mereka yang jarang keliatan menulis, ternyata mampu untuk menulis. Well, bercerita secara tersurat. Sekali lagi yang dibutuhkan adalah kemauan untuk mengasah kemampuan tersebut. Banyak bibit unggul, yang jadi pertanyaan setelah kompetisi ini selesai, akankah para bakat muda tadi ‘ketagihan’ untuk terus menulis? icon biggrin Bakat ditemukan, Kemampuan diasah hehe.

Harapan terbesar gw tentu saja iya, bukan untuk tujuan komersil, tapi menulis untuk diri mereka sendiri (agar bisa dinikmati orang lain tentunya). Tapi itu kembali pada diri sendiri kan? Hanya saja berdasarkan pengalaman, kalo sekali mencoba biasanya bikin ketagihan. Mudah-mudahan semuanya ketagihan buat terus meramaikan dunia blog ini ya. J good luck for all of you guys.

Intinya adalah setiap orang mampu melakukan sesuatu, entah dia punya bakat atau tidak, semua tergantung pada kemauan dan usaha untuk mengasah kemampuan tersebut. Tentunya harus didukung dengan percaya diri. J

Tags: ,

circle of bla bla bla

A consecutive months of discovering holes in my conscience.

I feel that I am less of what I truly recognize as selfness.

I’m living the stream where facts and data and the extrapolation of blablabla flow as the high tide stream, where the runners around me spins in a manner of which acknowledgement is being the center stands.

I’d loath to be extracted from this circle.

Perhaps a while,

a linger while.

Tags:

enam bintang, satu bulan, selimut malam

satu dari sekian malam yang akhirnya dua sahabat bisa bertemu dan saling berbagi cerita dan melalukan percakapan kesana-kemari yang berujung tidak pada ujung, tapi pada awal percakapan baru yang entah kapan akan terlaksana (dengan kesibukan masing-masing). satu malam dihari rabu, malam yang akhirnya bintang datang, bulan akhirnya bersinar.

enam bintang dan satu bulan. berada di pelukan langit malam, tidak kelam tapi terang. hangat tidak dingin seperti malam sebelumnya. ini hanya malam biasa, seperti seribu malam sebelumnya, ini juga malam luar biasa, ketika akhirnya busur dan panah kembali saling berbagi cerita.

P: As i grow up, dunia ini udah makin ga kaya filmnya Charlie Caplin, item-putih-abu-abu. Makin sini makin kaya pelangi, warnanya banyak. Tapi yang terang bikin silau, ga nyaman. Pas mata udah biasa, baru deh enak diliat. Suka atau engga.

E: I know, i hate growing up. I’m just like a spoiled baby. Tapi semenjak nginjek 20, makin banyak hal yang gw liat yang bikin ga nyaman, ngehela nafas, tapi mau ga mau harus adaptasi. Pilihannya survive atau jadi korban evolusi diri *sigh

P: Haha…bahasa lo kaya ahli sejarah banget sih. Nih ya, jangan sampe gw keluarin bahasa kedokteran.

E: Iya deh yang bentar lagi dokter. ELAH!

P: Kerja itu cape?

E: Cape dijalan sih iya. Haha. Dibilang cape engga, cuma gw ngerasa waktu gw makin sempit. Rutinitas 8 am till 5 pm. Ngulang lagi hal yang sama. Kurang letupan. Untung gw masih bisa nyambi ngerjain hobi, nulis random atau sekedar baca e-book buku online. KOAS gimana?

P: Belajar tanggung jawab. Selama ini gw belajar dari buku. Praktek ga semudah teori. Gw juga lebih menghargai hidup, seharian di RS membuka mata gw dengan berbagai kejadian yang mungkin aja berakhir fatal. Bukan hanya yang meninggalkan, tapi gw banyak ngeliat saat-saat orang berdebar, atau berduka saat ditinggalkan.

E: Mungkin itu esensi dari beranjak dewasa kali ya. Mata kita dibuka pada fenomena-fenomena yang belum pernah kita liat, akan kita alami atau sederhana aja seenggaknya kita tahu. *sigh

P: Tuh, sekarang lo tau kan kalo idup itu ga seenak fairy tale yang suka lo tonton atau seindah novel yang lo baca. (JLEB)

E: 20 tahun, bentar lagi gw 21. I want a steady boyfriend someday, someone who i count on, run to, hold on, share to. Gedean dikit gw mau tunangan, abis itu nikah. Tapi ga ada yang tau kan ya rahasia kedepannya gimana, sama siapa, kaya apa. Pengen punya mesin waktu.

P: Emang most of girls itu kaya lo kali ya, cita-cita paling tinggi nikah, hidup kaya fairy tale.

E: Thats why, we need a man to keep us on the track, logical ones. Because most of my species using their heart more than the brain. Haha.

P: Kata siapa cewe doang? Cowo juga kalo udah urusannya sama hati sih tetep aja logika dibelakangin. Cuma karena kita tidak menghasilkan estrogen sebanyak kalian, kita lebih statis. Ga dinamis.

E: Berat amat bahasanya.

P: Ini tuh satu malem, kita bisa ngobrol ngaler-ngidul. Jarang-jarang kan?

E: Haha iya.. satu malam, enam bintang, satu bulan.

P: Dangdut lo !

E: …………………… !

\Users\Toshiba\AppData\Local\Temp\msohtmlclip11\clip image002 enam bintang, satu bulan, selimut malam

Mungkin kira-kira gitu sih, isi obrolan sana-sini kita tadi malem. Diantara banyak obrolan entah kenapa yang ini rasanya berat banget. Dan saat akhirnya merebahkan badan di tempat tidur pun, esensi dari penggalan obrolan tadi pun masih saja menari di dalam pikiran yang tidak terbatas ini. pertanyaan demi pertanyaan, jawaban atau setidaknya pernyataan damai dengan berbagai pertanyaan tadi bermunculan. Sampai akhirnya jatuh ke alam mimpi, dilindungi oleh alam bawah sadar, sampai mentari menjelang, dan tepat disore hari ada keinginan untuk berbagi penggalan dialog ini. J

Tags: ,

Siap Mental? Baca ini

Alasan orang galau itu bermacam-macam, berdasarka riset (ceileh) yang dilakukan secara pribadi (tanya sana-sini plus praktek sendiri), kesimpulannya adalah begini:

1. KEPO

Nih seperti sudah sering diingatkan kepo itu membutuhkan mental yang kuat dan jiwa yang sehat. Kalo kurang persiapan akibatnya adalah down dan g a l a u. Apalagi ngepo-in gebetan atau mantan yang ternyata eh udah asyik ama yang lain.

2. LAGU

Lagu itu selalu punya cerita. Tiap orang biasanya punya soundtrack masing-masing, sesuai keadaan. Nah, biasanya yang bikin galau itu lagu sendu, atau lagu yang liriknya mendadak JLEB banget. Jadi misalkan dengerin lagu Korea, Jepang atau Inggris, enak, ga usah iseng nyari liriknya. Biarkan ketidaktahuan melindungi dirimu, Nak. Meskipun penasaran itu baik, tapi lebih baik menjaga kestabilan jiwamu.

3. FOTO

Foto itu punya cerita juga, apalagi kalo yang ngambil foto itu EHEM atau eh fotonya bareng EHEM. Nah ga usah iseng deh liat foto-foto lama, mending bakar (oke, fokus endah fokus). Nih, kalo hati masih ngarep ga usah iseng liat foto-foto lama, ntar keingetan berabe sendiri, langsung bikin tweet galau. CK! Maka simpan di folder dalam folder yang nyarinya aja udah males saking dalam di dalam dan di dalam lagi (tapi jangan dalem hati) EH !

4. PERCAKAPAN SENDU (HALAH!)

Nah kalo ini, kadang-kadang ga sengaja, mengarah pada arah yang ga direncakan. Misalnya niat baik dengerin temen yang curhat eh taunya malah jadi ikutan galau. Berasa kita yang putus, diputusin, diselingkuhin, nyelingkuhin atau berniat mutusin (LHO!). atau percakapan ceria yang belok arah jadi kesana-kemari, nah kalo ini kamu harus pinter-pinter nyetir arah pembicaraan (awas ditilang).

5. HANG-OUT

Koq bisa? Bisa banget. Misalkan kalian jalan ke tempat-tempat yang biasanya atau pernah didatengin berdua. So pasti dong dengan mudah dan gampang itu bikin keingetan dan berakhir nelangsa di pojok kamar sambil nyebar virus. Virus galau.

Well, dari sekian hal di atas, masih ada beberapa lagi. Buat kali ini gw posting yang kaitannya sama galau kronis (ck!) buat galau jenis lain ntar gw posting deh. Galau masa depan, galau jurusan, galau kerjaan atau galau calon teman hidup (fokus endah fokus). Happy reading! YEAYEYE !

Tags: ,

di sudut kamar

hembusan angin, aliran air


cerita ini bukan untuk dibagi

cerita ini bukan untuk ditelaah

cerita ini ada untuk dijalani

secara sederhana, apa adanya

kemana hati membawa

kemana kaki melangkah

disanalah cerita ini ada

berhembus seperti angin

cerita ini bukan untuk dibagi

cerita ini bukan untuk ditelaah

cerita ini hanya ditulis

mengalir seperti air

endah

23 April 2012

di sudut kamar

Tags: ,

Gone Too Soon (one of our family)

Misteri dan Teka-teki

besok adalah sebuah misteri

masa depan adalah teka-teki

kita tidak pernah tahu apa yang ada di persimpangan

kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di hari esok

masa depan tetap sebuah tanya

tanya yang besar

misteri tanpa petunjuk

pagi ini kita membuka mata

detik ini kita bernafas

nanti malam (mungkin) kita menutup mata

besok (mungkin) kita tidak bertemu pagi

satu jam nanti (mungkin) nafas kita terhenti

itu semua tetap misteri

hanya kenangan yang bisa kita buat

hanya nama yang bisa kita tinggalkan

biarkan kita diingat

bukan sebagai apa atau siapa

hanya sebagai diri kita

(sendiri)

sebagai kenangan indah

senin, 23 April 2012.

sebuah rangkaian kata, untuk sahabat

saudara, dan juga dia seorang insan

M. Syukron Abdillah

Beswan Djarum Angkatan 26 RSO Surabaya

may he got the place in heaven

Tags:

21 April (masa kini)

Hai, selamat hari Kartini untuk seluruh wanita di Indonesia. Tetap berprestasi, semangat meraih mimpi dan tidak pernah lupa pada perannya sebagai wanita – Sabtu, 21 April 2012.

Pertanyaan random kali ini: Jika Kartini masih hidup dan hari Sabtu, 21 April 2012 lalu berumur 21 tahun, apa yang akan beliau lakukan?

2236899 20120408123500 21 April (masa kini) Tentu itu hanya pertanyaan retoris. Sulit untuk mengetahui apa yang akan dilakukan oleh R.A Kartini jika (ya hanya jika) beliau masih hidup di 2012 ini dan berumur 21 tahun. Mungkin beliau sudah terlena dengan teknologi smartphone atau juga tenggelam dalam trend anak muda sampai orang tua saat ini galau. Well, its only an intermezo.

Inget ga sih waktu kecil, kita selalu semangat untuk merayakan Hari Kartini? Well, setidaknya itu yang saya rasakan. Ketika semakin dekat hari Kartini, biasanya udah nyerewetin mama untuk nyiapin kostum. Entah itu kebaya manis berwarna pink (yah selalu pink), atau jas dokter dengan heels mini (dulu waktu SD cita-cita masih dokter), atau juga baju adat lain. Saat hari Kartini tiba, paling semangat untuk didandanin Mama dan akhirnya ikut pawai keliling komplek sekitar atau ikut perayaan di sekolah. Itu terjadi sekitar 13-15 tahun lalu. Tapi sekarang keadaan berubah.

Saya punya ade seorang pelajar SD, dia ga heboh minta disiapin alat tempur pawai atau perayaan Kartini. Di sekolahnya yang dulu adalah sekolah dimana saya menempuh pendidikan dasar juga tidak ada perayaan resmi hari Kartini. Mereka hanya diberi tahu itu hari Kartini, mengadakan lomba nyanyi dan…thats it. Saya ga tahu dengan keadaan di sekolah lain, mungkin hanya sekolah ade saya aja. Tapi dari apa yang saya lihat perayaan Kartini mulai bergeser, sudah karang ditemukan pawai pakaian adat atau pakaian profesi masa depan seperti dulu. i know, sekarang udah 2012, udah berubah zamannya, tapi kenapa ya, tradisi bagus seperti itu justru tersisih? Padahal dengan pawai kaya gitu kan sebagai sarana pengenalan budaya dan tradisi juga buat anak sejak dini.

Bukan berarti ditahun 2012 ini tidak perayaan Kartini juga, hanya saja bentuknya lebih ke modern Kartini’s Day. Contohnya macam-macam produk mengadakan lomba ‘Kartini Muda’ atau lomba karaoke atau busana kebaya modern. Pesertanya pun kebanyakan adalah remaja-dewasa. Atau ada juga lomba menulis, dengan tema utama Kartini atau Habis Gelap Terbitlah Terang. Ga jarang juga ada yang melenceng seperti Habis Putus Terbitlah Move On (<<yang ini diadakan oleh akun-akun yang hobi bikin galau). Perayaannya masih ada, tapi maknanya semakin terkikis.

Kadang sudah terlintas dalam benak saya, berapa persen anak kecil sekarang yang kenal dengan Kartini (iya saya juga ga kenal, maksud saya tahu)? Kalo gini terus lama-lama Kartini cuma salah satu tanggal yang diingat, tanpa tahun kenapa harus diingat. Saya berharap dimasa depan acara Kartinian yang lebih membumi bisa kembali. Anak Indonesia tidak seharusnya lupa pada tokoh-tokoh pahlawannya. Bukanya Bangsa yang Maju adalah Bangsa yang Tidak Lupa pada Sejarahnya? J

PS: mungkin bisa juga dijadikan project Beswan Djarum J

Tags: ,

harmoni, bintang dan skenario

Beberapa penggal kata, ketika asa itu ada….dan diam itu terasa sempurna.


….ketika kumerangkai kata. kau ada meramu nada. disinilah kita, saat harmoni tercipta.” – endah


….gelap itu sirna, seperti takut yang kian samar. selama ada bintang. meskipun hanya satu bintang. bintang” – endah


“…..menulis bukan sekedar merangkai kata. tapi juga menuangkan asa (bagi saya)” – endah”


“….ketika kata tak lagi punya arti. Maka hening menjadi bahasa yang dimengerti” – endah”


….kujadikan buku sebagai kitabku. Menyimpan setiap alur cerita yang tertulis tanpa rencana” – endah


Kali ini adalah akhir. Mungkin salah saya. Mungkin salah dia. Mungkin salah kami. (atau) Mungkin tidak ada yang salah. Hanya waktu dan skenario (Tuhan)” – endah


“…kita pernah disana. tapi kita tak lagi disana. kita belum kembali kesana. kita akan kembali kesana (mungkin). (atau) mungkin kita tak akan pernah kembali kesana.” – Kita dan Kenangan ~ endah”


Source: http://endahsjournal.tumblr.com/

Tags: , ,

Puter ke Brazil, mendarat di Bali

Dear Ladies, did you know: Recent studies have shown that the heart grows weaker, everytime we do something opposite of how we feel #randomsources

Then, lets take a look to ourselves. Have you ever did some of things below here:

#1st

A : Kamu kenapa?

Kamu : Engga koq ga apa-apa

Padahal jelas kamu lagi ‘kenapa-kenapa’, hanya saja kamu berharap orang tersebut (apalagi si penyebab kamu kenapa-kenapa) ngerti bahwa kamu itu sebenernya ada apa-apa. Well, bingung? Gw juga. Tapi denial itu sering banget kita lakuin. Padahal simple-nya sih langsung aja sih ngomong, supaya komunikasi lancar terhindar dari tebak-menebak, atau lebih parah: ga nyadar akhirnya malah kita yang lebih bete. Ngomong gampang sih. Hehe.

#2nd

A : Kamu mau kita kemana?

Kamu : Terserah

Ada beberapa kemungkinan, antara kamu udah cape berdebat, udah tau hasilnya akhirnya keputusan dia yang diambil atau kamu pengen dia tau sebenernya kamu mau kemana tanpa harus nanya. Kamu pengen dia inisiatif. Ironisnya, dia itu bukan mind-reader probabilitas dia tahu kamu kemana itu ibarat nyari jarum di tumpukan jerami. Hehe.

#3rd

A : Kamu marah ya sama aku?

Kamu : Engga koq, biasa aja

Padahal sesungguhnya kamu marah. Bener-bener marah. Tapi ya booo ngerti dong ah marah gara-gara siapa. Nah, sayangnya lagi pikiran orang itu beda-beda, beberapa sangat simple. Begitu kamu bilang ga marah, yaudah that’s it.

#4th

A : Kenapa manggil? Kangen ya?

Kamu : Idih, apasih. Nyapa doang kali.

Padahal sebenernya IYA KANGEN. Cuma gengsi menang, atau nyadar diri kamu bukan di posisi yang boleh kangen, atau kalo iya bilang kangen ntar ge er lagi. CK! Serba salah emang, tahan harga harus, bilang engga takut fatal, bilang iya siapa gw. Mungkin itu kali ya yang ada di pikiran kalian (gw, lo) pas ketemu situasi di atas.


Well, cukup contoh empat situasi di atas. Pernah ngerasain beberapa? Atau jangan-jangan sering semuanya lagi #EH. Nah, itu adalah bentuk komunikasi yang ga baik, kenapa? Karena inti dari pesannya sama sekali ga sampai, atau samar, dan akhirnya timbul kesimpulan berdasarkan dugaan. Akhirnya receiver bereaksi tidak sesuai yang diharapkan, dan justru akhirnya malah menimbulkan kesalah pahaman. Ulangi lagi skenario di atas, dan akhirnya…ga berujung. Sampai kamu bilang apa yang sebenernya kamu pengen, kamu rasain, kamu tuju. SUSAH. BANGET. Iya emang, apalagi buat cewe, kadang muter dulu ke brazil buat sampai di Bali. But, hey, ini 2012, malu ah sama Kartini kalo masih pake bahasa zaman Siti Nurbaya. Even not straightly to the point, at least, give him or them the code more clearly. Bukan Cuma satu atau dua kata. Alternatif lainnya adalah give a clear body language, yang ini agak susah kalo komunikasinya ga tatap muka, tapi cobalah dengan menggunakan kata-kata yang ga biasanya, atau kata-kata bermakna ambigu. DO IT. Komunikasi itu penting, tapi lebih penting lagi adalah berpikir sebelum melakukan komunikasi, ketidakjelasan sedikit aja bisa berakibat sedikit fatal, fatal atau bahkan sangat fatal. Think before you talk, act and react. Ciao.

…tapi memang ada kalanya, ketika kata, tak lagi jadi penjelas makna, diam itu jadi bahasa yang bisa dimengerti.

Tags: ,