Saya tidak pandai melukis. Hanya sekedar menggambar mungkin bisa, tapi tidak untuk melukis. Meskipun kadang pelukis sendiri melukis sesuatu yang abstrak dan kadang tidak dipahami dengan sekali lihat atau tidak dipahami sama sekali oleh seorang awam, namun tetap saya tidak pandai melukis. Padahal sejak TK sudah diajarkan untuk menggambar menggunakan pensil untuk membuat sketsa, memadukan warna agar objek terlihat lebih indah, namun saya sampai pada kesimpulan bahwa nilai melukis saya tidak sampai 8. Menggambar itu menurut saya berbeda dengan melukis, menggambar suatu objek, hanya menggambar, tanpa ada jiwa. Sementara melukis disana ada jiwa dari sebuah lukisan, pesan yang ingin disampaikan dan juga perpaduan nilai seni yang memang berasal dari pelukisnya.

Lalu seseorang mengatakan pada saya melukis bukan berarti saya harus menghasilkan suatu karya yang indah, enak dipandang mata dan menuai pujian. Namun, ada suatu moment yang ditangkap, ada suatu imajinasi yang disalurkan. Sama seperti hobi dia dengan kamera, sama pula dengan hobi saya merangkai kata, melukis itu menangkap moment, menyimpan imajinasi dalam suatu bentuk yang nyata, dapat dilihat, dan memiliki arti serta cerita tersendiri.

img003736 lukisan, potret, tulisan(lebih parah dari anak TK sih. hehe. ga mirip sama sekali dengan foto aslinya :p )

Tags: ,