Archive for May, 2012

day of sucky

Hari ini saya punya sebuah cerita tentang pengalaman saya yang merasakan langsung pelayanan masyarakat. Jadi hari ini saya menuju ke kecamatan dengan misi untuk mencetak ulang KK baru karena ada kesalahan pada tanggal lahir salah seorang anggota keluarga. Sesuai prosedur saya menuju meja penerima tamu kecamatan tersebut dan menanyakan perihal perbaikan pada KK tersebut, dan minta untuk bertemu dengan petugas yang berwenang untuk menangani masalah tersebut. Hal pertama yang membuat saya kecewa adalah petugas penerima tamu tersebut sangat tidak ramah, tidak mengucapkan salam, menjawab salam atau bahkan membalas senyum. Hal sepele memang, tapi hey, saya disini sebagai masyarakat yang membutuhkan bantuan. Kedua, saat saya menanyakan petugas yang berwenang, petugas tersebut meninggikan suara dan menyatakan bahwa petugas yang dimaksud sedang sibuk dan tidak dapat diganggu. Bahkan petugas penerima tamu tersebut tidak melakukan kontak terlebih dahulu dengan bagian yang berwenang ataupun dengan petugas yang dimaksud. Padahal saya yakin bahwa petugas yang menangani masalah data penduduk tentunya bukan hanya seorang yang menurut petugas yang beinteraksi dengan saya sedang sibuk. Ketiga, saat saya menanyakan kapan petugas yang menangani kasus saya kira-kira, beliau bilang malam. Hell-o bahkan kecamatan punya jam kerja ‘normal’ dalam menangani keluhan masyarakat kan? Ketika saya menanyakan kembali, waktu siang kapan saya bisa bertemu langsung dengan petugas tersebut dia bilang: tidak tahu, datang saja besok lagi. GREAT ! udah ga sopan, sok kuasa, tidak disiplin, meremehkan customer. Itulah yang ada dalam pikiran saya saat itu, dengan satu kata saya merasa kecewa.

Tapi tentunya saya tidak bisa melakukan penilaian sepihak hanya dari ‘hasil’ interaksi saya dengan petugas satu itu saja. Tidak putus asa saya menuju bagian belakang kecamatan dan menemukan dua petugas wanita, kemudian saya menyampaikan keluhan saya, dan voilaa petugas wanita tersebut membawa saya ke satu ruangan, yang ternyata merupakan ruangan data dan disana ada petugas yanga available untuk menangani kasus saya. Bahkan saat petugas tersebut mengalami kesulitan berkaitan dengan data saya, petugas tersebut memanggil petugas yang seharusnya saya temui tadi (yang ternyata bisa berkompromi, asal diberi tahu) dan akhirnya menangani kasus tersebut. Meskipun ada waktu tunggu, namun secara keseluruhan pelayanannya cukup memuaskan.

Hal-hal yang saya petik dari kejadian hari ini adalah:

1. Jangan menilai keseluruhan, hanya karena bagian kecil atau sebagian. Terbukti di atas, bahwa sekalipun ada bagian-bagian yang cukup mengecewakan dari birokrasi dan jalannya pelayanan masyarakat di negara ini, namun di dalamnya ada petugas-petugas yang memang berdedikasi untuk memberikan pelayanan yang tebaik bagi masyarakat.

2. Kesabaran adalah hal yang mutlak harus kita miliki. Dengan kasus di atas, jujur saya memang awalnya merasa tidak sabar dengan birokrasi yang terasa bertele-tele. Namun, jika kita mau menjadi warga yang baik, semua harus mengikuti prosedur. Toh disitu akan tetap selesai, dan itu mendidik kita untuk lebih menghargai proses.

Tags:

hantu, hantu, hantu

Hari senin adalah hari yang paling dibenci oleh kebanyakan orang. Since i got work, Monday haunted me too. Tapi di atas semua itu gw mencoba untuk menyukai hari senin, menikmati hari senin dan menghargai senin yang gw punya, gw rasain. Ini semua kembali pada perspektif. Setiap orang punya perspektifnya masing-masing, itu yang membentuk pemikiran kita dalam menghadapi sesuatu.

Nah, pada awalnya bagi gw senin itu kaya hantu, dateng ga diundang bisanya nakut-nakutin. Senin itu semacam kuman, ganggu banget weekend waktu santai-santai. Senin itu kaya nyamuk, suaranya bikin emosi.

Lalu gw pun sampai pada suatu hari, disatu waktu, membawa gw pada satu perenungan. Sabtu ada karena senin ada. Hari bisa utuh menjadi tujuh karena senin ada di dalamnya. Weekend menjadi sangat disyukuri karena ada senin. Gw harus bersyukur karena dengan ada senin hidup gw ga stagnan, hidup gw ada tantangannya, hidup gw penuh penantian. Banyak orang diluar sana saking ga ada aktivitas, lupa hari, lupa tanggal, akhirnya weekend bagi mereka sama dengan hari lainnya. Tapi dengan adanya aktivitas weekdays yang diawali dengan senin, gw lebih produktif, dan saat weekend datang berucap syukur adalah hal pertama yang dilakukan, lebih menikmati waktu bersantai.

So, guys, if you don’t mind just change your perceptions. Membenci sesuatu, contoh simplenya membenci hari senin, itu sesuatu yang buang-buang tenaga dan ga ada manfaatnya. Kamu Cuma bisa ngedumel, ngegedein aura negatif. Rubah perspektif untuk menghasilkan pemikiran yang lebih positif itu lebih baik, untuk kamu, diri kamu, orang lain dan lingkungan kamu. Your life gonna be more brighter. J

Tags:

titik ini, masa kini, aku kini

Kini aku berada di situasi lain, situasi dimana aku ingin tertawa jika mengingat bagaimana aku sekitar 1 tahun 3 bulan yang lalu. Kini aku kembali pada memori itu, thanks to twitter for saving my TL.


….kalo inget gimana galaunya gw waktu itu rasanya pengen gigit jari ampe abis

….kalo inget gimana dangdutnya kata-kata gw di twitter dulu, rasanya pengen ditelen bumi saat ini juga

….kalo inget gimana tragisnya gw menempatkan diri sebagai korban waktu itu, ingin rasanya minum baygon saat ini juga

….tapi gw sadar, kalo sekarang gw disini, baik-baik aja, bahkan pengen ngetawain orang yang satu tahun lalu itu adalah……..gw.


Tapi gw sekarang ada disini, merangkai untaian kenangan baru, setelah segala perjuangan, setelah segala kenangan, akhirnya gw sampai dititik ini. titik dimana gw bersyukur gw pernah ngalamin hal yang gw rasain setaun lalu itu, gw bersyukur bahwa satu tahun lalu, dia minta maaf karena nyakitin gw, gw bersyukur dia cukup lelaki untuk nyampein sama gw bahwa ada yang lain, bahkan saat dia bareng gw, gw bersyukur gw pernah kenal sama dia, gw bersyukur karena dengan adanya dia disatu tahun lalu, gw jadi gw yang sekarang.


Sekarang, gw yang lebih bisa menghargai apa yang gw miliki sekarang bersama seseorang yang lain. Seseorang yang akhirnya bisa bikin gw tertawa tanpa terpaksa. Seseorang yang ga menyuruh gw untuk menebak-nebak, seseorang yang sapaannya gw tunggu, seseorang yang candanya gw nantikan, seseorang yang selalu tahu cara nge-handdle gw dengan segala sesuatu yang gw lemparin ke dia, seseorang yang tahan banting debat, dengan topik yang bahkan kadang ga penting, seseorang yang tahu gimana cara bikin gw merasa lebih baik, tanpa harus terkesan dangdut, seseorang yang ga membuat gw harus pura-pura manis, seseorang yang membuat gw menjadi diri gw apa adanya, seseorang yang tahu cerita gw sama dia, dan tetap ada buat gw.

e-KTP !

Semua orang kayanya udah denger deh dengan maraknya pembuatan e-KTP. Meskipun dalam beberapa situasi masih menjadi polemik dalam masyarakat. Namun toh pelaksanaan pembuatannya sendiri sudah mulai berjalan. Stop it. Gw ga akan ngomongin soal proses dan polemik dari pembuatan e-KTP itu sendiri (well, nyinggung sedikit sih soal prosesnya). Gw disini mau ngasih tips buat kalian semua yang akan bikin e-KTP.

Beberapa hari lalu gw melaksanakan ibadah pembuatan e-KTP, tentunya setelah ada surat pemberitahuan mengenai jadwal pembuatan e-KTP tersebut dari kecamatan setempat. Dijadwal yang tertera disitu gw mendapatkan jadwal hari Rabu, karena itu hari kerja akhirnya gabisa dateng, dan menggeser pembuatan e-KTP tersebut menjadi hari kamis (ternyata bisa lho, padahal ada surat panggilan resmi untuk tanggal sebelumnya, dan bahkan ga dipermasalahkan atau dilirik tanggalnya).

Based on my experience, ternyata kalian butuh waktu empat jam untuk sekedar nunggu, dan begitu sampai di ruangan tempat proses pembuatan e-KTP, waktu yang dibutuhkan hanya lima menit saja. YUP. Lima menit lho, dan 4 jam waktu kalian dihabiskan untuk menunggu. Nah, tujuan tulisan ini yang sebenernya ibarat snack adalah ngasih tips selama menunggu:

1. Bawa cemilan. Empat jam itu bukan waktu yang sebentar, meskipun udah makan kenyang, tapi pasti kalian tetep butuh cemilan. Jangan lupa bawa minumnya sekalian, ga mungkin kan ngunyah-ngunyah tapi seret.

2. Bawa PSP, hand-game, or anything. Hal-hal yang intinya bisa jadi hiburan. Kalo nunggu-nya bareng keluarga, bisa sekalian bawa monopoli atau catur (oke, yang ini salah fokus)

3. iPod, mp3, mp4 atau alat pemutar musik apapun. Ga mau kan tiba-tiba sunyi sejenak. Musik bisa jadi pengalih perhatian dari kejenuhan menunggu. Tapi please hindari playlist galau, bisa-bisa kalian galau nunggu. -.-

4. dandan yang cantik atau cakep. Kapan lagi coba orang satu kecamatan ngumpul disitu? Seperti kata FTV bilang: kesempatan ketemuy jodoh itu dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun caranya (well, setidaknya FTV versi gw)

well, sekali lagi ini Cuma tulisan iseng membunuh waktu. Kalo berkenan ambil tips-nya, ga pun yaa makasih udah mampir dan baca. Ciao.

Tags:

hari ini, hari lainnya, rindu

Aku dan kamu

Kamu dan aku

Satu hari ke lain harinya

Satu perbincangan ke perbincangan lainnya

Selalu ada perdebatan

Selalu ada perbedaan pendapat

Selalu ada perselisihan

Diantaranya selalu ada tawa

Ketika satu hari dan hari lainnya berlalu

Ketika satu hari semuanya terhenti

Kita sampai pada satu kata

Kata yang merangkum semua

……rindu

Kata yang terbisik dengan lembut

Kata yang tidak terucap dengan lantang

Kata yang tidak disampaikan

Tersirat maupun tersurat

Tapi asa itu ada

Disadari, atau tidak

Asa itu melekat

Melekat diantara kita

Tersimpan disudut aman kita

.……rindu

Jum’at, 18 Mei 2012

Endah

Disatu sudut kamar

Malam menjelang

Tags: ,

perempuan, wanita, ibu

Well, i know moment Kartini sudah lama berlalu (almost a month ago). Tapi ada sebuah obrolan dengan seorang ibu muda yang membuat saya ingin menulis atau lebih tepatnya menyampaikan pendapat mengenai wanita masa kini. Ibu muda ini (identitas dirahasiakan) memilih untuk menikah muda diusia 20 tahun dengan alasan ingin segera membangun rumah tangga dan alasan lainnya adalah karena dijodohkan oleh keluarga. Tapi melihatnya sekarang, saya merasa dalam usia semuda itu harusnya beliau belum menikah. Kenapa? Dari kecil saya diajarkan bahwa usia dewasa seorang wanita itu at least 21 tahun (pandangan keluarga saya). Berangkat dari situ diumur yang saat ini menuju 21, saya sendiri belum berpikir serius untuk menikah, banyak yang ingin saya lakukan, banyak hal yang ingin saya coba, selain itu diumur 20 masih banyak pengalaman yang harusnya dirasakan oleh seorang wanita sebelum akhirnya mungkin diusia 23 atau 24 akhirnya menikah. Melalui akun twitter @endahpurnama saya menyampaikan beberapa pendapat:

wanita meskipun pd akhirnya kembali pd domestic-roles, bukan berarti tdk berhak membangun karir dan berpendidikan tinggi. (1)

itulah alasannya wanita mencoba segala hal sejak muda, saat diri sendiri masih utama. saat sudah menikah keluarga dan suami jd utama (2)

pendidikan yg baik jg akan menentukan bagaimana nanti seorang wanita memberikan pendidikan pd anak2nya. pembentukan arah pola pikir. (3)

so, saran buat para wanita, tinggikan cita2 kalian dr sekedar menjd-IRT-yg-baik tp menjadi ibu-rumah-tangga-yg-mampu-memberikan-yg-terbaik.

Itu hanya beberapa pandangan. Menurut saya tidak ada yang salah dengan menikah muda, tapi sekali lagi ga ada salahnya juga mempersiapkan dengan baik selagi kita memiliki waktu, karena nantinya setelah kita berkeluarga, kita memiliki tanggung jawab bukan hanya diri kita sendiri, tapi juga orang lain (anak, suami, keluarga suami). So, ketika masih ada waktu untuk mempersiapkan yang terbaik agak bisa memberikan yang terbaik manfaat sebisa mungkin. J

Tags:

colorful, mystery, life

Jalan hidup itu lucu ya, misteri yang bikin kamu ketagihan buat terus ngejalanin hari dari satu detik ke detik lainnya. Cerita masing-masing orang itu berbeda, dan lebih luar biasanya cerita tersebut bisa saling terjalin, tanpa ada yang tahu tujuannya kita kenal seseorang, ketemu seseorang atau bahkan hanya tahu seseorang itu untuk alasan apa. Hanya saja orang bijak sering bilang: pasti ada alasan, mereka punya peran untuk hadir dalam hidup kamu.

Yup. Bener banget, kamu mungkin gatau alesannya sekarang, tapi nanti. Tapi hal itupun akan kamu sadari ketika kamu diam sejenak dan mulai merenung (*tsah). Kenapa mesti merenung? Karena kalo kamu ga diam sejenak dan meresapi hal-hal yang sudah terjadi dalam hidup kamu, gimana caranya kamu sadar atau tahu peran dari seseorang tersebut dalam hidup kamu? No answer.

Prinsip gw adalah jalanin selama kamu masih punya waktu untuk ngejalanin hal tersebut. Coba sebanyak mungkin hal-hal baru, kenalan dengan sebanyak mungkin orang. Bukan karena alasan: dimasa depan mereka pasti punya peran tapi dengan keyakinan bahwa saya pasti punya peran dalam hidup mereka. Dengan keyakinan tersebut tentunya yang dicari bukanlah hubungan simbiosis mutualisme, tapi justru keyakinan bahwa kamu bisa menjadi sesuatu bagi hidup orang lain nantinya, dengan itu kita akan terpacu untuk menjadi lebih baik kan? Seperti halnya hubungan sosial pada umumnya, selalu memiliki timbal balik, kalo kamu punya peranan dalam hidup mereka, berarti mereka pun memiliki peranan dalam hidup kamu. Yakinlah pada akhirnya untuk kebaikan, sebagaimanapun ceritanya, seperti apapun jalannya. Buat apasih buang-buang waktu untuk mikirin hal negatif? *tsah

So, jangan pernah nyesel udah kenal seseorang, atau merasa rugi kalo kenal orang lain. Cerita kamu bisa terbentuk itu karena ada peranan dari orang-orang lain juga. Dari sekarang banyakin kenalan sama temennya-temennya temen kamu, sodaranya temen kamu, dan lain-lain. Luaskan pergaulan kamu, bikin hidup kamu lebih berwarna. Ciao !

Tags: ,

hujan, analogi, dan hidup ‘nano-nano’

Pagi-pagi iseng selancar timeline twitter. Ada satu teman yang tampaknya terlalu mendalami makna hujan, akhirnya bikin twit-twit yang nyenggol galau. Well, ini dia beberapa tweet-nya:


Dulu,kamu seperti cahaya matahari yg datang membawa kehangatan serta harapan disaat pagi hujan. #sajak

Tapi sekarang, kamu cuma bayangan yg akan luntur diguyur rintik hujan. #sajak

Aku berbicara pada hujan..lirih..lirih sekali..mengulas kenangan walau harus berujung perih. #sajak

source: @dado_bedul

see? Hujan emang bikin efek macem-macem, bisa membawa kenyamanan, perasaan ga terburu-buru, mendadak mellow atau juga emosi. Tapi yang luar biasa dari hujan adalah menghadirkan inspirasi. Salah satunya adalah analogi hidup. Dalam hidup kita, orang itu datang dan pergi sudah jadi hal yang lumrah, itu seperti sebuah siklus ga terputus. Satu orang pergi, satu orang datang. Jujur, diantara proses menerima, membiasakan kehadiran seseorang dan merelakan kepergian seseorang, paling susah adalah merelakan. Tidak hanya seseorang tapi barang atau hal-hal lain yang siklusnya datang dan pergi. Tapi akhirnya semua itu kembali pada penerimaan, cara kita menyikapinya, orang-orang yang hadir di hidup kita itu membawa kita pada tingkat kedewasaan tertentu, belajar, dan akhirnya membawa kita semakin bijak menyikapi problema hidup. (ceilah)

nah akhirnya dasar ini otak lagi iseng, gw pun membalas tweet-tweet tersebut dengan sebuah analogi yang kejadiannya memang pernah nyata gw alamin. (#nomention dan sedikit nyindir sih haha)


Gini dulu hp gw sempet ilang. Terus gw teleponin+sms masih aktif,nyambung. Dua hari dia g ada. Trus gw ikhlas-in. Ga ngarep itu hp balik lg.

Saat udah ikhlas itu, gw pikir buat terakhir kali gw telepon itu hp. AHA! Taunya ada yg ngangkat, dan dia mau nyimpenin hp gw. Dia balik lg.

Jd apapun yg prnah kamu milikin, trus lepas dr kamu, kalo misalkan memang itu buat kamu, pasti balik lg. Ikhlas aja dulu (tp usaha haha).

Dilain kasus,iPod gw yg dulu ilang di taxi, dan ga mungkin kn dicari, udh kemana jg. Ngedumel iya, ga ikhlas iya. Tp akhirnya nerima.

Trus ga beberapa lama gw dapet gantinya, lebih baik dr yg lama, baru. Nah, jd emang ada alesannya yg lama ilang: ada yg lebih baik buat km

source: @endahpurnama

Hal-hal di atas adalah bukti nyata ngerelain barang aja kita susah (apalagi orang kan?). tapi kita bisa, masalahnya adalah waktu yang diperluin untuk proses tersebut, ada cepet, lambat tapi akhirnya life goes on. Hidup ga bisa dipause buat kita bisa istirahat, hidup juga gabisa direwind supaya bisa ngulang, bisa sih distop, tapi emang rela untuk ngebuang sesuatu dimasa depan yang bahkan kita belom tau gimana didepannya? Apalagi hanya karena seseorang atau sesuatu ilang dari hidup kita, baik sementara atau selamanya. There is always a reason, the hard part is find out what the reason is. But, the choice is on your own hands.

2717964188 cd1d3274de hujan, analogi, dan hidup nano nano

Hal terbaik yang bisa kita lakuin kalo menurut gw adalah ngejalanin hidup itu sendiri. Ngeluh boleh, cape iya, tapi seengaknya kita ga nyerah. Pikirin deh, hidup ini sesuatu yang menarik, banyak unsur kejutannya. Buat yang suka kejutan, kalian bisa bikin plan, seenggaknya kalian bisa tau hal-hal apa aja yang mungkin terjadi. So, buat yang mungkin lagi merasa kehilangan baik sesuatu atau seseorang, coba pikirin apa yang kalian punya saat ini, gimana kalian hidup sebelum seseorang atau sesuatu itu ada. Sebelum ada mereka atau ‘sesuatu’ itu kalian bisa survive, kenapa sekarang engga? Just bring it guys.

Selasa, 08 Mei 2012

Keputusan kamu, masa depan kamu

*PS: buat yang tweet-nya gw publish di atas ini request lo lho. haha

Tags: ,

dialog, secangkir kopi, secangkir teh

…sedikit pahit. sedikit manis. menemani pagi. memastikan hari. secangkir kopi” -endah”(source: endahsjournal.tumblr.com )

Jujur saya bukan tipe kopi, saya tipe teh. Saat sampai pada satu titik dimana banyak hal yang dipikirkan, banyak hal mesti diselesaikan, dibatasi waktu, tangan hanya ada dua, kaki untuk berdiri pun hanya dua, singkatnya saat stress, teh jadi pilihan pertama. Saat minum teh, ada perasaan hangat, tenang, dan siap untuk berpikir. Nyaman, itu adalah kata yang terlintas yang mendefinisikan teh menurut saya.

Sampai akhirnya, saya mencoba untuk mengenal kopi. Minuman yang saya tidak suka, malah cenderung pantang, karena (katanya) banyak efek negatifnya (tentunya, jika dikonsumsi berlebihan). Kopi yang saya coba adalah kopi dengan cream dan gula kadang sedikit susu ataupun kopi berasa, cappucino, moccacino, atau frappucino. Sedikit pahit, sedikit manis, namun bisa membuat saya bertahan menghadapi hari. Itu definisi saya tentang kopi. Saat minum kopi ada perasaan bersemangat, siap untuk menjalani hari, namun ada juga rasa takut karena tahu efek negatif dari mengkonsumsi kopi.

Kemudian saya kembali beranalogi…..

Teh itu seperti sahabat, memberikan rasa hangat dan nyaman, tanpa takut adanya bahaya, meskipun bahaya itu sebenarnya ada, tapi ada perasaan terlindungi. Jika teh itu lawan jenis, maka teh itu lawan jenis baik-baik, sedikit membosankan, namun sesuatu yang ideal ada pada teh, jenisnya banyak, tapi hasilnya sama, menghadirkan rasa aman, nyaman dan hangat. Tidak banyak menuntut, teh itu seperti secangkir persahabatan, sepotong kasih sayang tanpa syarat.

wpid 15792 secangkir teh dialog, secangkir kopi, secangkir teh

Kopi itu seperti orang yang baru kita kenal, persuatif, menyenangkan, namun selalu ada perasaan insecure karena belum terlalu kenal. Sekali mencoba, bisa mengakibatkan ketagihan, menawarkan berbagai macam rasa berbeda, spontan. Jika kopi itu lawan jenis, maka kopi itu lawan jenis yang termasuk tipe bad boys or bad girls. Tidak berarti buruk, bisa berarti baik, namun bisa juga benar-benar buruk. Sulit ditolak saat sudah mencoba, menawarkan permainan adrenalin yang membuat ketagihan, menjanjikan pengalaman yang membuat penasaran, namun bisa membuat kita lupa rasanya jika terus-terus dicoba, juga bisa berakhir pahit jika kebanyakan dicoba. Kopi itu asyik dicoba, tapi harus dengan kewaspadaan, kehati-hatian.

coffe bean  dialog, secangkir kopi, secangkir teh

Satu lagi analogi yang muncul ga sengaja, agak random sebenernya, kopi dan teh. Sekalipun penasaran sama kopi, tetap mencoba kopi, mencoba terbiasa dengan kopi pada akhirnya selalu membatasi konsumsi kopi. Kembali lagi pada teh, karena rindu akan rasa aman, hangat dan nyaman yang ditawarkan teh. Kopi itu seperti penyemangat, membuat saya siap menjalani hari yang dimulai dipagi membuka mata. Tapi saat penghujung hari, teh tetap jadi pilihan utama.oiya, favorite saya chamomile tea, favorite kalian?

Jum’at, 04 Mei 2012

Di satu sudut

Hujan, petang

Endah

Tags: ,

semu itu meramu

“…cinta itu sesuatu yang asing. aku hanya tau sayang. lebih membumi. meskipun tanpa garansi. tapi akhirnya kembali. (pada satu hati) disuatu hari.” -endah”(source: endahsjournal.tumblr.com)

ada yang bilang jatuh cinta itu awal dari merasakan sakit, yang artinya kamu akan bertambah dewasa seiring dengan proses jatuh cinta itu sendir. Berdasarkan buku Manusia Setengah Salmon – Raditya Dika disana dianalogikan jika kamu sudah pernah merasa sakit, maka artinya kamu bertambah dewasa. Seperti proses tumbuhnya gigi. Tapi ini bukan kisah tentang tumbuh gigi, ini kisah tentang definisi sederhana jatuh sayang, bukan cinta, karena sampai sekarang (seperti tulisan sebelum-sebelumnya) saya ga ngerti cinta itu apa. Ini satu cerita dari cerita-cerita lainnya, cerita yang kalo ini sinetron, masih ada season selanjutnya, tapi penulis skenario memilih untuk menulis cerita untuk sinetron lain terlebih dahulu sebelum melanjutkan.

Jadi dia ini seseorang, disana, bukan disini. Awalnya kenal hanya saling tahu. Lalu karena perkembangan teknologi semua mulai berkembang, tumbuh perlahan. Diawali dari tuker-tukeran pin bbm (awal-awal Cuma say hi), follow mem-follow twitter sampai saling temenan di FB. Sampai suatu saat setelah berbulan-bulan tahapan sekedar saling tahu, diawali dari bertanya tentang sesuatu, berkembang jadi obrolan sulit diakhiri via bbm (yuph, memang ngobrol via bbm ini susah banget diudahinnya), sedikit demi sedikit meningkat jadi akrab. Lalu tiba-tiba dari akrab sebatas teman, mulai berani saling ejek, dari saling ejek, berantem, debat-debat (meskipun topiknya ga penting), we’re looks like tom and jerry. Dibilang PDKT bukan, dibilang HTS juga bukan, dibilang sahabat (ga rela), dibilang ade-kaka-an juga engga, apalagi dibilang pacaran (ga ada komitmen). Akhirnya ini hanya ini, saling nyaman iya, saling perhatian oke (meskipun lewat gaya slengeean), saling curhat (meskipun kadang gengsi dan pilih-pilih topik), saling ejek, sering. Sekilas kami sahabat, di bagian lain kami ade-kaka, diujung lain kami musuh abadi, disatu saat kami bisa juga lovey-dovey. Tapi kenyataannya kami tidak berlabel.

Sampai akhirnya titik jenuh (bukan jenuh, tapi kesal) itu datang. Situasi diam di tempat, menuntut pada suatu kepastian, bertanya gengsi, akhirnya diam dan ambil jalan putar arah. Saling menjauh, sampai masing-masing punya label dengan orang lain, sama sekali bukan saling melabeli. Bahkan dia lebih dulu (ya, dia). Tapi kami kembali lagi pada situasi lama, saling menyapa, saling bercerita, saling mengejek, saling menjatuhkan, saling memberi support, saling kangen, tapi saling diam, namun tetap saling mengucap tanpa tersurat hanya tersirat. Tapi disatu sisi kami tidak saling bercerita tentang label masing-masing dengan yang lainnya, sadar, tapi tetap saling diam. Seolah-olah kami berada dalam balon, isinya hanya kami. Tahu tentang satu dengan yang lainnya, tapi saat berdua, kami saling mengingkari. Intinya hanya kami dan kami.

ljs heart11 semu itu meramu

Bedanya, saya merasa sakit hati. Sakit hati ketika tahu dia dengan yang lain, tanpa cerita terlebih (padahal kami dekat, bukan?), sakit hati ketika sadar mungkin ini hanya disatu sisi, sisi saya, sakit hati ketika saya sendiri memilih menjauh, dan dia menjauh. Saya sadar saya main hati. Lalu saat kami kembali pada kami yang dulu (dengan segala batasannya), semua sakit hati itu seolah ga pernah ada. Tapi saya ga lupa dengan sakit hati itu, sampai saya teringat satu penggalan percakapan……..

“…..kalo lo disini juga, gw milih lo kali ndah”

Satu pernyataan iseng, bermakna ambigu, namun dari situ ada kesimpulan. Ini masalah jarak. Jarak yang sebenarnya hanya ditempuh dengan 2 jam. Namun ini tetap masalah jarak. Bagi dia. (mungkin juga sebenarnya bagi saya)

Cerita lama, terasa baru. Itu kali ya yang disebut situasi semu. Entah maunya gimana, jalanin yang ada. Tapi dari pengalaman tersebut saya banyak belajar. Belajar memahami, belajar menghargai. Mungkin ini bukan jalan kami, tapi ini cerita kami. Berada disatu situasi semu ini sangatlah menyebalkan, menguras tenaga, dan juga olahraga hati. Tapi akhirnya punya cerita, pengalaman untuk dibagi. Meskipun banyak sakit hati, tapi cerita bahagianya juga lebih banyak. Satu sih yang pasti, dulu waktu saya ngalamin situasi ini, banyak pertanyaan seandainya. Banyak hal ga tersampaikan karena gengsi, takut, akhirnya menyisakan lebih banyak rasa penasaran. So, buat kamu yang mungkin berada dalam situasi yang sama, say it anything you feel, before the time is running, you lost the moment, then you endlessly questioning.

*tulisan ini dalam rangka meramaikan Euforia menulis tentang Euforia Jatuh Cinta. Tapi ini bukan cerita cinta, ini hanya cerita saya, tentang dua, dua insan, dan pilihan. *cheers

Tags: , ,