Well, i know moment Kartini sudah lama berlalu (almost a month ago). Tapi ada sebuah obrolan dengan seorang ibu muda yang membuat saya ingin menulis atau lebih tepatnya menyampaikan pendapat mengenai wanita masa kini. Ibu muda ini (identitas dirahasiakan) memilih untuk menikah muda diusia 20 tahun dengan alasan ingin segera membangun rumah tangga dan alasan lainnya adalah karena dijodohkan oleh keluarga. Tapi melihatnya sekarang, saya merasa dalam usia semuda itu harusnya beliau belum menikah. Kenapa? Dari kecil saya diajarkan bahwa usia dewasa seorang wanita itu at least 21 tahun (pandangan keluarga saya). Berangkat dari situ diumur yang saat ini menuju 21, saya sendiri belum berpikir serius untuk menikah, banyak yang ingin saya lakukan, banyak hal yang ingin saya coba, selain itu diumur 20 masih banyak pengalaman yang harusnya dirasakan oleh seorang wanita sebelum akhirnya mungkin diusia 23 atau 24 akhirnya menikah. Melalui akun twitter @endahpurnama saya menyampaikan beberapa pendapat:

wanita meskipun pd akhirnya kembali pd domestic-roles, bukan berarti tdk berhak membangun karir dan berpendidikan tinggi. (1)

itulah alasannya wanita mencoba segala hal sejak muda, saat diri sendiri masih utama. saat sudah menikah keluarga dan suami jd utama (2)

pendidikan yg baik jg akan menentukan bagaimana nanti seorang wanita memberikan pendidikan pd anak2nya. pembentukan arah pola pikir. (3)

so, saran buat para wanita, tinggikan cita2 kalian dr sekedar menjd-IRT-yg-baik tp menjadi ibu-rumah-tangga-yg-mampu-memberikan-yg-terbaik.

Itu hanya beberapa pandangan. Menurut saya tidak ada yang salah dengan menikah muda, tapi sekali lagi ga ada salahnya juga mempersiapkan dengan baik selagi kita memiliki waktu, karena nantinya setelah kita berkeluarga, kita memiliki tanggung jawab bukan hanya diri kita sendiri, tapi juga orang lain (anak, suami, keluarga suami). So, ketika masih ada waktu untuk mempersiapkan yang terbaik agak bisa memberikan yang terbaik manfaat sebisa mungkin. J

Tags: