Hari senin adalah hari yang paling dibenci oleh kebanyakan orang. Since i got work, Monday haunted me too. Tapi di atas semua itu gw mencoba untuk menyukai hari senin, menikmati hari senin dan menghargai senin yang gw punya, gw rasain. Ini semua kembali pada perspektif. Setiap orang punya perspektifnya masing-masing, itu yang membentuk pemikiran kita dalam menghadapi sesuatu.

Nah, pada awalnya bagi gw senin itu kaya hantu, dateng ga diundang bisanya nakut-nakutin. Senin itu semacam kuman, ganggu banget weekend waktu santai-santai. Senin itu kaya nyamuk, suaranya bikin emosi.

Lalu gw pun sampai pada suatu hari, disatu waktu, membawa gw pada satu perenungan. Sabtu ada karena senin ada. Hari bisa utuh menjadi tujuh karena senin ada di dalamnya. Weekend menjadi sangat disyukuri karena ada senin. Gw harus bersyukur karena dengan ada senin hidup gw ga stagnan, hidup gw ada tantangannya, hidup gw penuh penantian. Banyak orang diluar sana saking ga ada aktivitas, lupa hari, lupa tanggal, akhirnya weekend bagi mereka sama dengan hari lainnya. Tapi dengan adanya aktivitas weekdays yang diawali dengan senin, gw lebih produktif, dan saat weekend datang berucap syukur adalah hal pertama yang dilakukan, lebih menikmati waktu bersantai.

So, guys, if you don’t mind just change your perceptions. Membenci sesuatu, contoh simplenya membenci hari senin, itu sesuatu yang buang-buang tenaga dan ga ada manfaatnya. Kamu Cuma bisa ngedumel, ngegedein aura negatif. Rubah perspektif untuk menghasilkan pemikiran yang lebih positif itu lebih baik, untuk kamu, diri kamu, orang lain dan lingkungan kamu. Your life gonna be more brighter. J