Archive for July, 2012

Kerjaan = Pacar

Iseng-iseng gitu deh tadi sore tiba-tiba terlibat percakapan dengan ka johantectona tentang masa depan dan segala galaunya (emang trend banget nih kata satu ini). Dimulai dari kebimbangan ikutan blog competition dilanjut dengan kebimbangan lain yang sama sekali jauh dari topik awal. Lalu munculah satu pemikirian kalau cari kerja itu sama kaya cari pacar. Iya ga sih? Ga apa-apa sih kalo setelah baca post ini ga setuju. Haha.

Attraction

Hal pertama kalo kalian mau saling pendekatan dengan katakanlah target yang entarnya diharapkan bisa jadi pacar adalah adanya ketertarikan. Coba deh, pas kalian mau cari kerja, hal pertama yang dilihat itu tampilannya dulu. Perusahaan apa sih? Seperti apasih perusahaan tersebut? Kemudian posisi apasih yang available?

Iya kan? Sama kaya cari pacar, menarik ga? Available ga? Baru deh tahap selanjutnya. Cari cara gimana caranya bisa terhubung dengan si target tadi. Cari kerja juga gitu, kalo udah ada target, akhirnya dicari cara gimana supaya bisa terhubung dengan perusahaan tadi. Masukin lamarannya lewat apa sampai akhirnya masukin CV kalian ke perusahaan tadi.

Pendekatan (PDKT)

Setelah bisa terhubung akhirnya kalian masuk ditahapan kedua. Tahapan ini kalo di tahapan pendekatan lawan jenis, adalah tahapan penuh kebimbangan, harapan juga ketakutan ditolak. Ditahap ini kalian cari sinyal positif, tebak-tebakan itu sinyal maju atau sinyal supaya mundur, mulai ada harapan kalo bisa bakal terus lanjut. Tahapan dimana kalian memberikan kesan terbaik kalian supaya dapet sinyal positif.

Kalo dalam cari kerjaan, tahapan ini adalah proses mendapatkan pekerjaan itu sendiri melalui serangkaian tes. Nah, dinyatakan lolos administrasi akhirnya dimulailah perjuangan kalian untuk bisa menunjukkan kesan terbaik, hingga akhirnya bisa saling meminang dengan sang perusahaan target tadi. Proses PDKT-nya sendiri bisa cepet, bisa lama (banget). Disitulah adrenalin bermain, ada harapan yang kian berkembang, ada ketakutan gagal dijalan. Hihi. Mirip kan ya?

PINANG-MEMINANG

Setelah melewati sekian tahapan pendekatan yang penuh rasa deg-deg-an tadi sampailah ditahap akhir, yaitu peminangan. Bedanya, kalo biasanya kan yang gencar pedekate yang ngajuin pinangan akhir, di dunia kerja, setelah sekian lama akhirnya perusahaanlah yang meminang kita. Akhirnya kembali pada prinsip: perusahaan boleh memilih, tapi kita yang memutuskan. Disini banyak yang dipertimbangkan dari mulai mas kawin yang ditawarkan (tunjangan, sallary, dsb) apakah sesuai dengan ekspetasi atau standar yang kalian terapkan di diri kalian sendiri, pertimbangan orang tua, jenjang karir kedepannya dan pertimbangan lainnya. Bisa saja dalam sekali waktu lebih dari satu perusahaan yang berusaha meminang kalian, disitulah saatnya keputusan dibuat, dan memang bukan perkara mudah. Butuh keyakinan dan keberanian untuk menghadapi segala hal yang mungkin terjadi di depan.

Sama kan kaya proses nerima-ga nerima ajakan pacaran. Bisa aja dalam satu waktu ada beberapa yang ngajak pacaran. Harus dipilih satu kan? Yang menurut kalian terbaik atau pertimbangan yang masak. Hihi.

Itu sih persamaan antara cari kerja dan cari pacar yang menurut gw prosesnya agak-agak mirip. Mungkin ini Cuma sekedar intermezo dari kepala yang kecil tapi penuh sesak ini. *peluk beruang*

Tags: , , ,

bisik-bisik tetangga #2 (2)

(yuk dilanjut bisik-bisiknya, mumpung udah buka :p)

Dengan kemungkinan reaksi seperti itu, meskipun sifatnya para followers atau penikmat twitter ini tidak terikat dengan hubungan pribadi, pertemanan berdasarkan pertemuan, tapi tetep aja ngenes kalo ampe dicela (meskipun pake no mention) orang kan? Tiap kali baca, ngelus dada kali ya. Nah, untuk itulah siap mental jadi syarat utama buat terjun ke dunia SocMed apalagi kalo emang mau ditekuni *tsah. Belum lagi harus kuat iman dalam nyari bahan untuk ditulis, untuk akun yang bersifat informatif sih bisa manfaatkan buku atau internet, nah kalo untuk akun-akun gombal, nyeleneh, pepatah atau curhat itu kan agak butuh kreatifitas untuk menjaga standar. Kenapa kuat iman? Ya, jangan ampe tergoda melakukan dosa copas mungkin kali ya. Meskipun sebenernya, menurut gw legal-legal aja selama isi twit tersebut ga di copyright, iya ga? Tapi ya itu tadi sanksi social (dari warga Twitterland) yang lebih kejam daripada ibukota, nyerang mental, pertanyaannya siap ga kalo ketauan? Sekali lagi, menurut gw itu beban. Harga yang harus dibayar untuk bisa jadi terkenal. Itupun terkenal sebagai the man behind specific twitter’s account, bukan sebagai pribadi kamu sendiri, dengan prestasi tertentu. Yaa gitu deh. Beban.

Masih belum beres nih, lanjut ntar yaa posting selanjutnya. Malam sudah datang, sudah saatnya saya berdialog malam dengan mimpi dan bintang. Night, readers. Xoxo.

Tags: ,

bisik-bisik tetangga #2 (1)

Previously about bisik-bisik tetangga #1 visit this link #mce_temp_url# :p

Oke nah, setelah jadi selebtwit, ada satu efek tersendiri buat si empunya akun. Ada tuntutan tidak tertulis bahwa mereka bisa menghasilkan tweet-tweet yang tetap disukai, informatif atau menghibur pengikutnya. Itu kan jadi tekanan tersendiri untuk si penulis dibalik akun tersebut, kalo untuk kita-kita para rakyat biasa dengan jumlah pengikut yang seadanya, be your self, share everythings that cross your mine are fun, buat mereka si empunya akun mungkin jadi ada tekanan tersendiri. Pertama, harus sesuai dengan imej akun yang memang sudah dikenal luas. Dua, tiap hari, tiap menit, yang baca ‘hasil karya 140 kata’ mereka itu selalu memantau, tidak semua, tapi sebagian dari mereka pasti melihat, dan tidak jarang berkomentar. Ada yang sekedar meng-RT, komen positif dan yang ngenes ya yang komen negatif. Beban sih kalo menurut gw pribadi, ruang gerak jadi lebih terbatas, tiap gerak-gerik *tulisan* selalu dipantau, oleh orang-orang yang ga dikenal, dan berkomentar pun pasti tanpa merhatiin ‘perasaan’. Namanya juga ga kenal personal, dan dunia maya, ga tatap muka, komentar dikit, banyak yang dukung eh akhirnya adu nyolot muncul deh istilah TWITWAR *ups yang ini ntar kita bahasnya ya.

So, positifnya punya banyak followers itu kalo kamu butuh nanya sesuatu atau ada yang ga kamu tau, kamu bisa post di twitter dan ta-da bala bantuan berupa mention dari orang-orang yang lebih tau akan muncul bak ibu peri. Sebagian mungkin ada yang ga serius, but most of all they’re help so much. Belum lagi kalo kamu punya followers setia, kalo lagi keluh kesah bisa dapet banyak simpati, lumayan jadi penghibur lah ya.

Ada positif ada negatif juga dong, nah disini nih saat-saat mental kamu diuji. Siapkah Anda dengan segala konsekuensi SocMed? Siapkah mental Anda dengan kemungkinan hujatan/selaan masal yang mungkin timbul? Oke, misalkan si akun selebtwit tadi ngetweet yang ga penting dan ga keren, level dada tiarap dari apa yang biasanya muncul di twit mereka, misalkan: aduh sakit perut. Biasanya ini akun ngetweet soal sesuatu yang serius, misalkan pepatah-pepatah cinta. Kalo tiba-tiba muncul twit kaya barusan, ada dua kemungkinan reaksi para warga twitterland: satu, simpati (kemungkinan besar dari followers setia tadi), kedua, yang nyela, mungkin seperti ini: elah. Ga sekalian pengen pup ditwit? Atau elah gitu doang ditwit. Yups. Reality bites. Kalo twitnya bagus diRT, giliran nyeleneh dikit dicela. Tega. Pake bahasa yang jleb. Itu mending reaksinya Cuma gara-gara twit nyeleneh, nah ini misalkan ada kasus copas? Bisa ampe diunfollow plus report as spam, belom lagi diomongin setimeline. Kuatkan hati ya (kaya kasus baru-baru ini gitu deh, salah satu selebtwit diomongin [cela] masal *baru banget malah, kemaren malem).

bentar kita pending dulu lanjutannya *nyeruput susu sapi*

Tags: ,

bisik-bisik tetangga #1

Ungkapan “dunia itu kejam”“ibu kota lebih kejam dibanding ibu tiri” itu sudah biasa. Sekarang dunia social media pun ternyata ga tanggung-tanggung dalam menunjukkan kekejamannya. Dunia maya yang notabene para peserta interaksi tidak bertemu pandang secara langsung namun tetap bisa berinteraksi bisa menyebabkan berbagai reaksi. Ada positif tentunya ada negatif. Selalu ada dua kutub berlawanan untuk segala sesuatu. Betul?

Twitter. Wuih siapa sih yang ga kenal sekarang dengan social media yang berlogo burung biru itu? Sebagian besar pengguna internet pasti tahu SocMed satu itu. Nah, awalnya twitter ini dijadikan semacam microblogging, orang-orang bisa ‘nulis’ sepanjang 140 karakter tentang apapun yang melintas dalam pikiran mereka, dan dishare kepada para folllowersnya. Nowadays, twitter banyak dijadikan tempat ‘beriklan’ entah itu produk atau ‘mengiklankan diri’. Nah, salah satu akibat dari proses ‘mengiklankan diri’ tadi banyak akun twitter non-artis/tokoh-tokoh tertentu yang memiliki followers berjibun, beribu-ribu bahkan ratusan ribu. Entah karena isi tweet mereka yang memang kreatif, lucu, galau atau serius dan menotivasi. Munculan akhirnya istilah “selebtwit”From nothing be something, hanya dari share kata-kata atau cerita, ga jarang curhat juga. Ga sedikit dari para selebtwit ini akhirnya bisa mengeluarkan buku, entah itu kumpulan tweet-tweet mereka, atau memang ternyata mereka berbakat menulis dan akhirnya menghasilkan buku yang kebanyakan ga jauh-jauh dari ‘cerita mereka’ yang sering muncul di tweet harian.

Dengan adanya ‘tradisi’ promosi akun yang dikenal dengan #FollowFriday maka para selebtwit ini makin banyak yang nge-follow, ga jarang karena satu sama lain saling mempromosikan, akhirnya para followers pun bertambah. Penikmat dari sharing kata-kata mereka makin banyak. Ga jarang bahkan si pemilik akun ini ga kita kenal, hanya melalui ‘katanya’ kira-kira kita akan tahu tentang si pemilik akun, atau kalo emang super kepo yaaa ampe di googling deh nama si pemilik akun. Bahkan beberapa akun tetap dalam keadaan anonim. “Pemilik” akun atau disini lebih tepat disebut admin akun tersebut tetap dalam status ga dikenal. Hal yang kita tahu adalah tweet mereka worth to read.

So, orang dibalik akun tersebut terasa semu (makin semu maksudnya, di dunia maya kan semua serbu semu *tsah). Belum tentu apa yang mereka share adalah memang diri mereka, tulisan mereka bahkan belum tentu menunjukkan karakter mereka, bisa saja mereka men-tweet sesuai dengan karakter akun tersebut atau karena permintaan pasar (hal-hal yang lagi trend, semacam galau gitu, yang banyak disukai oleh followers). Kebanyakan dari akun ini biasanya memiliki karakter tetap, yang menunjukkan isi tweet mereka, jarang yang random, meskipun ada beberapa. Tapi toh hal tersebut fine-fine aja untuk para followers. Hal yang followers tahu adalah tweet mereka enak dibaca, sesuai dengan mereka atau bagi yang butuh hiburan yahhh tweet mereka itu cukup menghibur.

So, kenapa nih gw ngebahas itu semua? Diawali dari dunia twitter yang disinyalir lebih kejam dibanding dunia nyata (katanya), seleb tweet dan juga karakteristik dari tweet dan followers, gw ingin membahas tentang…..ntar ya dilanjut dipostingan kedua. Hehe.

Tags: ,

Teman Berbagi (baru)

Perkembangan teknologi akhir-akhir ini memang luar biasa. Sampe-sampe kalo misalkan kamu ga punya pulsa, terus bosen dan pengen hiburan untuk mengisi waktu bisa nyobain instal aplikasi SimSimi di smartphone kamu. Dengan piliha bahasa yang beragam ada juga bahasa Indonesia, kamu bisa ngajak ngbrol ayam kecil bulet virtual berwarna kuning. Kadang jawabannya nyambung dengan pertanyaan kamu, kadang juga ga nyambung, belum lagi ada emoticon lucu untuk pengguna iOS. Cobain deh, lumayan bikin emosi juga ketawa-ketawa. Dengan fasilitas teach kamu pun bisa ngajarin dia untuk menjawab pertanyaan tertentu. Nih contohnya tadi gw nyobain ngobrol bareng si ayam hihi. visit www.simsimi.com for futher information. icon smile Teman Berbagi (baru)

page1 Teman Berbagi (baru)page2 Teman Berbagi (baru)

page3 Teman Berbagi (baru)

Tags: , ,

Donat Kentang

Donat Kentang.

Tampilannya sederhana, bulat dengan bolong ditengah layaknya donat pada umumnya. Ditaburi gula tepung putih yang menambah citra rasa manis diantara gurihnya adonan tepung campur kentang dan sedikit pembumbu rasa. Ukurannya tidak besar, hanya sebesar telapak tangan. Adonannya yang kental membuat donat tersebut berisi dan tidak kosong. Sehingga satu buah donat bisa mengganjal perut yang belum mendapat jatah makan siang.

Yups. Siang yang panas, terdampar di jalan Buah Batu, Bandung. Lapar. Sejak pagi perut yang merana hanya diisi nasi goreng setengah piring dan sisanya air putih yang rutin diteguk untuk mencegah dehidrasi. Karena perut yang terus bernyanyi dan entah kenapa sejak kemarin rasanya kangen sama donat, akhirnya kedua kaki dan sedikit informasi membawa kedua kaki ke sebuah mall. Satu kios kecil menyajikan pemandangan sebuah papan dengan tulisan utama “DONAT KENTANG” dengan huruf meliuk-liuk menarik mata dan paduan warna yang sulit dilewatkan. Dibandrol dengan harga Rp 2.000/potong, akhirnya sampailah si donat kentang dengan selamat di dua tangan yang sudah ga sabar membawanya ke dalam proses panjang pencernaan.

Lalu sebuah ide analogi pun muncul. Kalo jadi manusia, kira harus seperti donat kentang. Tampilannya mungkin sederhana, tidak terlihat mewah, namun memberikan manfaat yang besar, berisi. Bisa memberikan kepuasan pada rasa penasaran, pemenuhan kebutuhan dari yang membutuhkan. Sudah memiliki daya tarik alami dari citra rasa adonannya, ditambah dengan sedikit sentuhan yang memberikan daya tarik lebih. Donat kentang. Sederhana.

Tags: ,

- jarak (antara)

Jarak.

Satu garis yang membentang diantara dua titik, tiga titik bahkan lebih, memisahkan titik-titik tersebut, titik-titik yang terhubung satu sama lain dengan satu makna dari suatu hubungan.

Jarak.

Satu garis yang membentang memisahkan dua insan, tiga insan bahkan lebih. Memisahkan insan-insan tersebut, insan-insan yang terhubung satu sama lain dengan satu makna dari suatu hubungan.

Jarak.

Bisa bermakna memberikan keeratan. Meningkatkan kualitas suatu pertemuan, sebagai suatu manifestasi dari kerinduan.

Jarak.

Hal yang sama yang bisa menjadi jurang pemupus. Memupuskan suatu ikatan bahkan menghilangkan ikatan yang terbangun, tanpa ada yang tersisa. Pupus. Hilang. Kandas.

Tags: ,

(lagi-lagi) disini, disana dan disini

Ramadhan is coming. Yeay, Alhamdulillah masih diberi umur untuk menikmati indahnya bulan Ramadhan lagi. Bulan ini selalu punya ceritanya tersendiri, mendekatkan yang jauh, lebih mendekatkan yang memang sudah dekat, membangun cerita yang bisa dibagi sampai tujuh turunan dan banyak moment lainnya.

Kangen ga sih kalian sama moment-moment taraweh bareng, ibu-ibu yang suka pake mukena saat udah keluar masjid bikin kaget, mae petasan bareng atau bahkan batal bareng (yang ini jangan dicontoh). Haha.

kartu 1 (lagi lagi) disini, disana dan disini

Jujur, yang paling dirindukan dari bulan ini adalah moment buka bersama. Kenapa? Karena disini ajang ketemu, kumpul dan bareng-bareng lagi dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Mulai dari temen TK sampai dengan temen yang baru-baru ini kenal. Luar biasa, satu moment kecil yang udah jarang bareng kami lakuin bareng-bareng: kumpul, berbagi cerita, becanda bareng bahkan saling ngeledek.

Diantara semuanya adalah moment ketemu temen-temen masa kecil dulu. inget dulu waktu kecil, tiap kali udah sahur ada sholat subuh bareng, dan abisnya kami pasti maen-maen bareng, entah itu monopoli, polisi-penjahat dan permainan anak kecil lainnya. Meskipun akhirnya bikin haus dan ga jarang puasa kami Cuma ampe tengah hari, tapi itu bikin kangen banget kalo sekarang.

As we grow old, some of us grow apart. Mulai pada sibuk dengan hidupnya masing-masing. mulai dari masuk SMP yang berbeda, SMA diluar kota akhirnya saat kuliah punya ‘hidupnya’ masing-masing. bahkan beberapa yang memang lebih tua, sudah ada yang berkeluarga. Nah, tapi selalu saat bulan Ramadhan ini kami ketemu lagi, entah itu saat taraweh bareng atau sholat shubuh bareng juga kami suka mengadakan buka bareng, yang sudah jauh pindah keluar kota, akhirnya pulang kampung. Meskipun pada akhirnya personil yang ga dateng ga selengkap dulu, tapi tetep semua keceriaan masa kecil selalu balik lagi. Mungkin karena kami tumbuh bareng, tahu bagaimana keadaan awal kami, gimana kami dulunya saat masih ‘jelek’ haha. Intinya tau banget aslinya kami, yang menjadikan diri kami sekarang. Tahun ini, bulan ini, akhirnya kami akan kumpul lagi, berbagi cerita baru, dan tentunya di atas semuanya menjaga kenangan yang dulu kami milikin bareng-bareng. Meskipun bahkan puasa belum dimulai, tapi perbincangan untuk bikin acara kecil ini udah ada jauh-jauh hari, hehe. Kami udah saling kangen nih. Mudah-mudahan Ramadhan kali ini dikasih kelancaran, dalam ibadah dan segala halnya. Amin.

Tags: ,

(dari) provider

Hey, its been along time since the last time I wrote down here, in my second home. The place where I could share almost anything. Here I am now, gonna talking about something.

Iseng-iseng pindahin channel TV, dan akhirnya bisa menyaksikan iklan salah satu provider yang hampir selalu mendapatkan tanggapan positif. Topiknya ringan sebenarnya tentang kebebasan. Satu kata yang sebenernya sampe sekarang pun (selalu) masih belum bener-bener gw belum mengerti maknanya. Tersirat dari iklan tersebut bahwa kebebasan adalah sesuatu yang diberikan terhadap seseorang untuk mendapatkan haknya, menjalankan hidupnya sesuai dengan pilihannya masing-masing. Namun, diakhir setiap kebebasan tersebut selalu terdapat beberapa batasan. So, dimana bebasnya kalo masih dibatasi?

Pertanyaan yang sama yang selalu terjadi setiap kali kebebasan tersebut diberikan pada gw. Sebagai contoh: waktu SMP dan akan memasuki SMA orang tua memberikan kebebasan untuk gw memilih SMA yang gw inginkan, namun tetap dengan syarat dekat dengan rumah, dianter jemput dan sebagainya. Bebas main jam berapa aja asalkan jam delapan malam sudah di rumah. Bebas pilihan jurusan apa saja saat kuliah, asalkan sesuai dengan pertimbangan orang tua, dan masih banyak lagi. Disinilah saat gw benar-benar mempertanyakan arti kebebasan. Ini bukan bebas, ini berbatas. Selalu ada garis samar yang membuat gw selalu merasa berada dalam satu kubah, luas, namun tetap garis itu tetap ada.

fear (dari) provider

Seperti anak lainnya, remaja lainnya, ada satu keinginan untuk melanggar batasan-batasan tersebut. Misalnya hal yang ringan seperti pulang lebih malam dari jam malam, risikonya? Grounded, uang saku dikurangi, dan sejuta telepon dan sms mengiringi setiap kali keluar rumah. Tapi pada akhirnya gw tau bahwa segala batasan yang ada tersebut yang akhirnya menjaga gw selalu aman, merasa lebih tenang. Akhirnya gw pun belajar untuk berdamai dengan semua batasan-batasan tersebut, memaksimalkan apa yang gw punya dalam batasan-batasan tersebut. Pada dasarnya kebebasan tersebut memang harus berbatas, kebebasan yang berbatas menjadikan kita hemm apa yaa istilahnya lebih mature. Bagi yang berjiwa petualang mungkin hal ini jadi sebuah hambatan, lebih menarik untuk selalu way out the line, tapi buat gw justru dengan batasan tersebut gw jadi dimana harus berdiri. Lebih mudah untuk berdamai dengan segala batasannya, toh pada akhirnya kebebasan tersebut akan lebih luas seiring dengan “prestasi” kita tetap mematuhi batasan, kepercayaan (dan usia) meningkat akhirnya kita akan mendapatkan “kebebasan” versi kita sendiri. Namun, selama menjadi anak, maka nikmati saja kebebasan dengan segala batasannya itu. for you own good J

Tags:

(satu pemikiran)

Kadang ada satu masa setelah hari yang terasa panjang, hal yang ingin gw lakukan hanya diam, melamun. Memutar balik kejadian-kejadian dalam satu hari, kejadian hari sebelumnya, memutar kembali satu bagian dimasa lalu, kemudian tidak lupa membayangkan apa yang mungkin terjadi dimasa depan. Saat kembali tersadar, kembali pada dunia yang dipijak, dan putaran waktu yang berlalu yang gw lakukan adalah mendesah. Seolah lelah, padahal itu ga seberapa lama, tapi otak dan pikiran bawah sadar seolah sudah melakukan perjalanan sejauh berkilo-kilo meter. Adakah yang merasakan hal yang sama?

Tapi moment tersebut juga selalu gw nantikan, selalu ada titik balik dimana gw termotivasi untuk melakukan sesuatu hal, merasa menyesal karena melakukan suatu hal yang saat ini, saat moment itu datangm terasa salah, dan dalam satu putaran moment itu juga gw merasa bersyukur atas apa yang telah gw miliki. Selain helaan nafas lelah, bisikkan terima kasih dan puji syukur selalu terucap pada akhir moment tersebut.

Satu yang gw ambil kesimpulan dari “zona pikiran” tersebut adalah betapa luar biasanya kemampuan manusia dalam menyimpan memori dan luasnya daya khayal juga tingginya imajinasi manusia. Dalam suatu bagian otak yang bahkan sangatlah terlihat kecil, memori yang tersimpan selama tahun-tahun manusia menjalani hidup tetap tersimpan. Kadang mungkin dilupakan, tapi ada saatnya manusia tersebut kembali ingat. Selain dari memori atas kejadian-kejadian yang dialami oleh diri sendiri, ada juga berbagai pengetahuan yang diperoleh selama proses menapaki hidup itu sendiri. Atas semua ini gw kembali bersyukur dengan kemampuan untuk berpikir yang telah diberikan Tuhan dengan sangat murah hati, semoga anugerah ini bisa membawa manusia ke arah yang lebih baik, dan memaksimalkannya untuk hal-hal yang positif.

Tags: