Kadang ada satu masa setelah hari yang terasa panjang, hal yang ingin gw lakukan hanya diam, melamun. Memutar balik kejadian-kejadian dalam satu hari, kejadian hari sebelumnya, memutar kembali satu bagian dimasa lalu, kemudian tidak lupa membayangkan apa yang mungkin terjadi dimasa depan. Saat kembali tersadar, kembali pada dunia yang dipijak, dan putaran waktu yang berlalu yang gw lakukan adalah mendesah. Seolah lelah, padahal itu ga seberapa lama, tapi otak dan pikiran bawah sadar seolah sudah melakukan perjalanan sejauh berkilo-kilo meter. Adakah yang merasakan hal yang sama?

Tapi moment tersebut juga selalu gw nantikan, selalu ada titik balik dimana gw termotivasi untuk melakukan sesuatu hal, merasa menyesal karena melakukan suatu hal yang saat ini, saat moment itu datangm terasa salah, dan dalam satu putaran moment itu juga gw merasa bersyukur atas apa yang telah gw miliki. Selain helaan nafas lelah, bisikkan terima kasih dan puji syukur selalu terucap pada akhir moment tersebut.

Satu yang gw ambil kesimpulan dari “zona pikiran” tersebut adalah betapa luar biasanya kemampuan manusia dalam menyimpan memori dan luasnya daya khayal juga tingginya imajinasi manusia. Dalam suatu bagian otak yang bahkan sangatlah terlihat kecil, memori yang tersimpan selama tahun-tahun manusia menjalani hidup tetap tersimpan. Kadang mungkin dilupakan, tapi ada saatnya manusia tersebut kembali ingat. Selain dari memori atas kejadian-kejadian yang dialami oleh diri sendiri, ada juga berbagai pengetahuan yang diperoleh selama proses menapaki hidup itu sendiri. Atas semua ini gw kembali bersyukur dengan kemampuan untuk berpikir yang telah diberikan Tuhan dengan sangat murah hati, semoga anugerah ini bisa membawa manusia ke arah yang lebih baik, dan memaksimalkannya untuk hal-hal yang positif.