Hey, its been along time since the last time I wrote down here, in my second home. The place where I could share almost anything. Here I am now, gonna talking about something.

Iseng-iseng pindahin channel TV, dan akhirnya bisa menyaksikan iklan salah satu provider yang hampir selalu mendapatkan tanggapan positif. Topiknya ringan sebenarnya tentang kebebasan. Satu kata yang sebenernya sampe sekarang pun (selalu) masih belum bener-bener gw belum mengerti maknanya. Tersirat dari iklan tersebut bahwa kebebasan adalah sesuatu yang diberikan terhadap seseorang untuk mendapatkan haknya, menjalankan hidupnya sesuai dengan pilihannya masing-masing. Namun, diakhir setiap kebebasan tersebut selalu terdapat beberapa batasan. So, dimana bebasnya kalo masih dibatasi?

Pertanyaan yang sama yang selalu terjadi setiap kali kebebasan tersebut diberikan pada gw. Sebagai contoh: waktu SMP dan akan memasuki SMA orang tua memberikan kebebasan untuk gw memilih SMA yang gw inginkan, namun tetap dengan syarat dekat dengan rumah, dianter jemput dan sebagainya. Bebas main jam berapa aja asalkan jam delapan malam sudah di rumah. Bebas pilihan jurusan apa saja saat kuliah, asalkan sesuai dengan pertimbangan orang tua, dan masih banyak lagi. Disinilah saat gw benar-benar mempertanyakan arti kebebasan. Ini bukan bebas, ini berbatas. Selalu ada garis samar yang membuat gw selalu merasa berada dalam satu kubah, luas, namun tetap garis itu tetap ada.

fear (dari) provider

Seperti anak lainnya, remaja lainnya, ada satu keinginan untuk melanggar batasan-batasan tersebut. Misalnya hal yang ringan seperti pulang lebih malam dari jam malam, risikonya? Grounded, uang saku dikurangi, dan sejuta telepon dan sms mengiringi setiap kali keluar rumah. Tapi pada akhirnya gw tau bahwa segala batasan yang ada tersebut yang akhirnya menjaga gw selalu aman, merasa lebih tenang. Akhirnya gw pun belajar untuk berdamai dengan semua batasan-batasan tersebut, memaksimalkan apa yang gw punya dalam batasan-batasan tersebut. Pada dasarnya kebebasan tersebut memang harus berbatas, kebebasan yang berbatas menjadikan kita hemm apa yaa istilahnya lebih mature. Bagi yang berjiwa petualang mungkin hal ini jadi sebuah hambatan, lebih menarik untuk selalu way out the line, tapi buat gw justru dengan batasan tersebut gw jadi dimana harus berdiri. Lebih mudah untuk berdamai dengan segala batasannya, toh pada akhirnya kebebasan tersebut akan lebih luas seiring dengan “prestasi” kita tetap mematuhi batasan, kepercayaan (dan usia) meningkat akhirnya kita akan mendapatkan “kebebasan” versi kita sendiri. Namun, selama menjadi anak, maka nikmati saja kebebasan dengan segala batasannya itu. for you own good J

Tags: