Menurut pendapat gue, membuat keputusan lebih sulit dari menyelesaikan persamaan aljabar. Variabelnya tidak hanya terdiri dari x dan y tapi banyak juga variabel lain, yang tidak diketahui, contohnya adalah efek dari keputusan yang dibuat. Beberapa reaksi atau probabilitas masih mungkin untuk diperhitungkan, tapi banyak variabel lain yang tidak diprediksi karena terbatasnya pengetahuan tentang apa yang mungkin terjadi dimasa depan itu sendiri. Sekarang, inilah gue, berada diantara beberapa pilihan untuk ehem masa depan. Dan sampai detik ini gue menulis (mengetik) kata perkata gue belum berani mengambil keputusan. Biasanya jika gue berada dalam keadaan saat dihadapkan dalam beberapa pilihan, gue akan membuat tabel perbandingan dari hal-hal tersebut dan mengambil pilihan yang memberikan lebih banyak (kemungkinan) benefit untuk gue. Saat ini, untuk pilihan-pilihan di hadapan gue ini, gue sudah melakukan saringan pertama dengan tabel tadi, tapi sekali lagi gue belum bisa menentukan tindakan apa atau keputusan apa atau pilihan mana yang akan gue ambil. Karena disini semua pertimbangan berakhir pada hal-hal baik yang mungkin terjadi dimasa depan, kemampuan gue untuk menjalani keputusan tadi dan jika gue bisa atau mampu menjadi amoeba, pasti gue memilih untuk melakukan semuanya, memilih semuanya, dan setelah menjalani baru mulai melakukan proses gugur. Tapi sayangnya gue hanya satu, dan gue diharuskan memilih satu diantara beberapa hal yang baik untuk masa depan gue.

Sekali lagi menurut gue proses mengambil keputusan adalah proses paling menakutkan dan paling sulit. Pilihan itu sendiri ada untuk dipilih, tapi berbagai konsekuensi di depannya adalah hal yang harus diperhitungkan. Semakin banyak tahu, semakin membuat proses mempertimbangkan menjadi alot. Semakin terbatas pengetahuan akan variabel-variabel tertentu membuat tingkat keraguan meningkat. Pilihan. Keputusan. Hidup. Gue benar-benar ada di persimpangan menuju kesana. Tujuan.

Tags: