Those memories are still there no matter what we do to wipe them away.

Bukan bermaksud bermellow-mellow dimalam minggu. Tapi apa daya keisengen diri sendiri yang bikin mellow. Bermula dari iseng-iseng baca diary dari zaman SD dulu (yup, SD) agak geli sendiri sih, liat cara nulis zaman dulu. Perbedaan gaya penulisan itu benar-benar ada (malu sendiri). Diary yang ditulis tangan berakhir di akhir 2010. Sejak itu gue berakhir nulis semua cerita, jatuh-bangun, nangis, bahagia gue dalam Flo (laptop gue). Nyalain laptop lah, dari awalnya baca-baca diary berujung ke liat-liat file foto. Banyak diantaranya yang bahkan gue udah ga inget lagi masih disimpen. Dan semua perasaan mellow itu pun datang satu persatu, dari kangen, sedih, marah, pengen ketawa sendiri dan juga keinginan untuk sharing foto tersebut dengan beberapa yang gue tiba-tiba kangenin karena liat foto itu.

Dan sadarlah gue tahun-ke-tahun ada yang berubah dari foto-foto itu. Senyum yang kadang tidak selebar dulu atau bahkan senyum yang lebih lebar dari tahun-tahun sebelumnya. Ada juga orang-orang yang tahun-ke-tahun gue punya foto bareng mereka, gue lihat betapa tahun-ke-tahun membuat mereka berubah secara penampilan, sorot mata dan sama seperti tadi, senyum. Foto itu seperti merekam metamorfosis. Tidak hanya mereka tapi gue pun sama di foto-foto itu. selalu ada yang berubah. Namun, sedikit dari foto-foto tersebut yang menyimpan memori sedih, kebanyakan adalah moment bahagia, dengan senyum yang ter-capture secara sempurna, yang membuat gue kadang sedih melihat beberapa foto, karena beberapa diantaranya gue sadar mungkin ga akan terulang. Ups and downs, friendship made, friendship broken. Those memories brought all of the feelings.

Melihat kembali foto-foto lama memang membangkitkan kenangan dan menimbulkan rasa rindu tersendiri. Terlebih lagi sedih jika ingat beberapa kondisi sekarang ataupun bahagia karena tahu semua berjalan ke arah yang lebih baik. Sekali lagi those memories are still there. Kangen. Itulah perasaan paling dominan yang gue rasakan. Sadar bahwa sekarang masing-masing punya kesibukan sendiri, jangankan untuk bisa mengulang memori (yang ga mungkin terulang) untuk bisa kumpul bareng-bareng seperti dulu aja kadang ga full team.

Beberapa foto juga membuat gue ingin memaafkan dan beberapa membuat gue ingin melupakan. Hal-hal yang bahkan ga akan terlintas dipikiran gue dalam hari yang normal. But, today isn’t my normal day (like i’ve ever had a normal day. Hmpfh)

Foto tetap sama, merekam moment, kenangannya pun tetap ada. Meskipun keadaan dan orang-orang di dalam foto tersebut telah berubah, termasuk kita. Beberapa foto lebih baik dihapus dan tidak pernah dilihat lagi, karena beberapa diantaranya justru membangkitkan rasa sedih, tapi banyak diantaranya juga yang lebih baik disimpan. Meskipun moment yang sama tidak mungkin terulang, tapi seenggaknya gue punya satu rekaman dari kenangan tersebut, just in case gue lupa atau kangen. Seperti saat ini. Dan bahkan beberapa foto bisa mengingatkan bagaimana caranya tersenyum atau tertawa secara lepas.