Sebangun tidur siang yang cukup panjang barusan, yang berawal dari ketiduran, entah kenapa muncul keinginan untuk nanya sama kalian semua, masuk jurusan kuliah kalian saat ini alesannya apasih? Kalo dulu gue masuk fakultas Bisnis dan Manajemen, jujur lebih karena terpaksa dibanding tertarik. Sebenernya sejak awal SMA sudah tertarik untuk mengambil jurusan Teknik Sipil di salah satu universitas negeri di Bandung yang berlambang gajah tersebut, namun apa daya dua kali mengikuti USM belum kedapetan rezeki untuk bisa menjadi salah satu mahasiswa disana. Akhirnya setelah terombang-ambing antara gengsi, keinginan dan tuntutan orang tua, dipilihlah Fakultas Bisnis dan Manajemen sebagai tempat berlabuh.

Namun, setelah menjalani kuliah di jurusan tersebut mata gue mulai terbuka melihat betapa menariknya dunia ‘manajemen’ dan ‘bisnis’ ini. Meskipun pada akhirnya gue tidak begitu tertarik untuk menjadi praktisi langsung dengan membuka ‘bisnis’, gue lebih tertarik untuk bekerja kantoran, dengan bidang kerja yang tidak begitu melenceng (malah sejalan) dengan jurusan dan konsentrasi yang gue ambil. Manajemen Keuangan. Tapi setidaknya gue tidak ‘lari’ dari ‘bekal’ yang gue peroleh selama kuliah tiga setengah tahun lamanya itu.

Seiring dengan berjalannya waktu, gue tahu, bahwa jurusan yang lo ambil saat kuliah, tidak menentukan jenis pekerjaan yang kamu dapatkan. Tapi nih yaaa..gue sempet berpikir bahwa hal tersebut ga adil untuk sebagian orang yang masuk jurusan tertentu karena memang berminat, lalu mencari lapangan pekerjaan dalam bidangnya, saingannya lebih banyak, karena bahwa dari jurusan-jurusan atau fakultas-fakultas lain yang notabene tidak sejalan dengan jurusan tersebut, berebut kerja di bidang yang sama. Hemm..misalkan di dunia perbankan. Orang-orang non-ekonomi pun memiliki kans yang sama, asalkan memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh perusahaan dalam proses seleksinya. Bukanya merasa tersaingi, namun hal ini jadi pertanyaan sendiri buat gue, lalu apa fungsinya kita kuliah dengan jurusan tertentu? Jika toh pada akhirnya saat ‘praktek’ di dunia nyata bahkan ilmu tersebut bisa campur baur, memulai dari nol di bidang baru? Itu menurut gue lho ya, Cuma pertanyaan yang kadang bikin heran sendiri. Mungkin dari kalian yang iseng baca post ini bisa sharing pendapat dengan gue mengenai pertanyaan ini. hehe.