Archive for category cuma-cumi

e-KTP !

Semua orang kayanya udah denger deh dengan maraknya pembuatan e-KTP. Meskipun dalam beberapa situasi masih menjadi polemik dalam masyarakat. Namun toh pelaksanaan pembuatannya sendiri sudah mulai berjalan. Stop it. Gw ga akan ngomongin soal proses dan polemik dari pembuatan e-KTP itu sendiri (well, nyinggung sedikit sih soal prosesnya). Gw disini mau ngasih tips buat kalian semua yang akan bikin e-KTP.

Beberapa hari lalu gw melaksanakan ibadah pembuatan e-KTP, tentunya setelah ada surat pemberitahuan mengenai jadwal pembuatan e-KTP tersebut dari kecamatan setempat. Dijadwal yang tertera disitu gw mendapatkan jadwal hari Rabu, karena itu hari kerja akhirnya gabisa dateng, dan menggeser pembuatan e-KTP tersebut menjadi hari kamis (ternyata bisa lho, padahal ada surat panggilan resmi untuk tanggal sebelumnya, dan bahkan ga dipermasalahkan atau dilirik tanggalnya).

Based on my experience, ternyata kalian butuh waktu empat jam untuk sekedar nunggu, dan begitu sampai di ruangan tempat proses pembuatan e-KTP, waktu yang dibutuhkan hanya lima menit saja. YUP. Lima menit lho, dan 4 jam waktu kalian dihabiskan untuk menunggu. Nah, tujuan tulisan ini yang sebenernya ibarat snack adalah ngasih tips selama menunggu:

1. Bawa cemilan. Empat jam itu bukan waktu yang sebentar, meskipun udah makan kenyang, tapi pasti kalian tetep butuh cemilan. Jangan lupa bawa minumnya sekalian, ga mungkin kan ngunyah-ngunyah tapi seret.

2. Bawa PSP, hand-game, or anything. Hal-hal yang intinya bisa jadi hiburan. Kalo nunggu-nya bareng keluarga, bisa sekalian bawa monopoli atau catur (oke, yang ini salah fokus)

3. iPod, mp3, mp4 atau alat pemutar musik apapun. Ga mau kan tiba-tiba sunyi sejenak. Musik bisa jadi pengalih perhatian dari kejenuhan menunggu. Tapi please hindari playlist galau, bisa-bisa kalian galau nunggu. -.-

4. dandan yang cantik atau cakep. Kapan lagi coba orang satu kecamatan ngumpul disitu? Seperti kata FTV bilang: kesempatan ketemuy jodoh itu dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun caranya (well, setidaknya FTV versi gw)

well, sekali lagi ini Cuma tulisan iseng membunuh waktu. Kalo berkenan ambil tips-nya, ga pun yaa makasih udah mampir dan baca. Ciao.

Tags:

circle of bla bla bla

A consecutive months of discovering holes in my conscience.

I feel that I am less of what I truly recognize as selfness.

I’m living the stream where facts and data and the extrapolation of blablabla flow as the high tide stream, where the runners around me spins in a manner of which acknowledgement is being the center stands.

I’d loath to be extracted from this circle.

Perhaps a while,

a linger while.

Tags:

enam bintang, satu bulan, selimut malam

satu dari sekian malam yang akhirnya dua sahabat bisa bertemu dan saling berbagi cerita dan melalukan percakapan kesana-kemari yang berujung tidak pada ujung, tapi pada awal percakapan baru yang entah kapan akan terlaksana (dengan kesibukan masing-masing). satu malam dihari rabu, malam yang akhirnya bintang datang, bulan akhirnya bersinar.

enam bintang dan satu bulan. berada di pelukan langit malam, tidak kelam tapi terang. hangat tidak dingin seperti malam sebelumnya. ini hanya malam biasa, seperti seribu malam sebelumnya, ini juga malam luar biasa, ketika akhirnya busur dan panah kembali saling berbagi cerita.

P: As i grow up, dunia ini udah makin ga kaya filmnya Charlie Caplin, item-putih-abu-abu. Makin sini makin kaya pelangi, warnanya banyak. Tapi yang terang bikin silau, ga nyaman. Pas mata udah biasa, baru deh enak diliat. Suka atau engga.

E: I know, i hate growing up. I’m just like a spoiled baby. Tapi semenjak nginjek 20, makin banyak hal yang gw liat yang bikin ga nyaman, ngehela nafas, tapi mau ga mau harus adaptasi. Pilihannya survive atau jadi korban evolusi diri *sigh

P: Haha…bahasa lo kaya ahli sejarah banget sih. Nih ya, jangan sampe gw keluarin bahasa kedokteran.

E: Iya deh yang bentar lagi dokter. ELAH!

P: Kerja itu cape?

E: Cape dijalan sih iya. Haha. Dibilang cape engga, cuma gw ngerasa waktu gw makin sempit. Rutinitas 8 am till 5 pm. Ngulang lagi hal yang sama. Kurang letupan. Untung gw masih bisa nyambi ngerjain hobi, nulis random atau sekedar baca e-book buku online. KOAS gimana?

P: Belajar tanggung jawab. Selama ini gw belajar dari buku. Praktek ga semudah teori. Gw juga lebih menghargai hidup, seharian di RS membuka mata gw dengan berbagai kejadian yang mungkin aja berakhir fatal. Bukan hanya yang meninggalkan, tapi gw banyak ngeliat saat-saat orang berdebar, atau berduka saat ditinggalkan.

E: Mungkin itu esensi dari beranjak dewasa kali ya. Mata kita dibuka pada fenomena-fenomena yang belum pernah kita liat, akan kita alami atau sederhana aja seenggaknya kita tahu. *sigh

P: Tuh, sekarang lo tau kan kalo idup itu ga seenak fairy tale yang suka lo tonton atau seindah novel yang lo baca. (JLEB)

E: 20 tahun, bentar lagi gw 21. I want a steady boyfriend someday, someone who i count on, run to, hold on, share to. Gedean dikit gw mau tunangan, abis itu nikah. Tapi ga ada yang tau kan ya rahasia kedepannya gimana, sama siapa, kaya apa. Pengen punya mesin waktu.

P: Emang most of girls itu kaya lo kali ya, cita-cita paling tinggi nikah, hidup kaya fairy tale.

E: Thats why, we need a man to keep us on the track, logical ones. Because most of my species using their heart more than the brain. Haha.

P: Kata siapa cewe doang? Cowo juga kalo udah urusannya sama hati sih tetep aja logika dibelakangin. Cuma karena kita tidak menghasilkan estrogen sebanyak kalian, kita lebih statis. Ga dinamis.

E: Berat amat bahasanya.

P: Ini tuh satu malem, kita bisa ngobrol ngaler-ngidul. Jarang-jarang kan?

E: Haha iya.. satu malam, enam bintang, satu bulan.

P: Dangdut lo !

E: …………………… !

\Users\Toshiba\AppData\Local\Temp\msohtmlclip11\clip image002 enam bintang, satu bulan, selimut malam

Mungkin kira-kira gitu sih, isi obrolan sana-sini kita tadi malem. Diantara banyak obrolan entah kenapa yang ini rasanya berat banget. Dan saat akhirnya merebahkan badan di tempat tidur pun, esensi dari penggalan obrolan tadi pun masih saja menari di dalam pikiran yang tidak terbatas ini. pertanyaan demi pertanyaan, jawaban atau setidaknya pernyataan damai dengan berbagai pertanyaan tadi bermunculan. Sampai akhirnya jatuh ke alam mimpi, dilindungi oleh alam bawah sadar, sampai mentari menjelang, dan tepat disore hari ada keinginan untuk berbagi penggalan dialog ini. J

Tags: ,

Siap Mental? Baca ini

Alasan orang galau itu bermacam-macam, berdasarka riset (ceileh) yang dilakukan secara pribadi (tanya sana-sini plus praktek sendiri), kesimpulannya adalah begini:

1. KEPO

Nih seperti sudah sering diingatkan kepo itu membutuhkan mental yang kuat dan jiwa yang sehat. Kalo kurang persiapan akibatnya adalah down dan g a l a u. Apalagi ngepo-in gebetan atau mantan yang ternyata eh udah asyik ama yang lain.

2. LAGU

Lagu itu selalu punya cerita. Tiap orang biasanya punya soundtrack masing-masing, sesuai keadaan. Nah, biasanya yang bikin galau itu lagu sendu, atau lagu yang liriknya mendadak JLEB banget. Jadi misalkan dengerin lagu Korea, Jepang atau Inggris, enak, ga usah iseng nyari liriknya. Biarkan ketidaktahuan melindungi dirimu, Nak. Meskipun penasaran itu baik, tapi lebih baik menjaga kestabilan jiwamu.

3. FOTO

Foto itu punya cerita juga, apalagi kalo yang ngambil foto itu EHEM atau eh fotonya bareng EHEM. Nah ga usah iseng deh liat foto-foto lama, mending bakar (oke, fokus endah fokus). Nih, kalo hati masih ngarep ga usah iseng liat foto-foto lama, ntar keingetan berabe sendiri, langsung bikin tweet galau. CK! Maka simpan di folder dalam folder yang nyarinya aja udah males saking dalam di dalam dan di dalam lagi (tapi jangan dalem hati) EH !

4. PERCAKAPAN SENDU (HALAH!)

Nah kalo ini, kadang-kadang ga sengaja, mengarah pada arah yang ga direncakan. Misalnya niat baik dengerin temen yang curhat eh taunya malah jadi ikutan galau. Berasa kita yang putus, diputusin, diselingkuhin, nyelingkuhin atau berniat mutusin (LHO!). atau percakapan ceria yang belok arah jadi kesana-kemari, nah kalo ini kamu harus pinter-pinter nyetir arah pembicaraan (awas ditilang).

5. HANG-OUT

Koq bisa? Bisa banget. Misalkan kalian jalan ke tempat-tempat yang biasanya atau pernah didatengin berdua. So pasti dong dengan mudah dan gampang itu bikin keingetan dan berakhir nelangsa di pojok kamar sambil nyebar virus. Virus galau.

Well, dari sekian hal di atas, masih ada beberapa lagi. Buat kali ini gw posting yang kaitannya sama galau kronis (ck!) buat galau jenis lain ntar gw posting deh. Galau masa depan, galau jurusan, galau kerjaan atau galau calon teman hidup (fokus endah fokus). Happy reading! YEAYEYE !

Tags: ,

di sudut kamar

hembusan angin, aliran air


cerita ini bukan untuk dibagi

cerita ini bukan untuk ditelaah

cerita ini ada untuk dijalani

secara sederhana, apa adanya

kemana hati membawa

kemana kaki melangkah

disanalah cerita ini ada

berhembus seperti angin

cerita ini bukan untuk dibagi

cerita ini bukan untuk ditelaah

cerita ini hanya ditulis

mengalir seperti air

endah

23 April 2012

di sudut kamar

Tags: ,

Puter ke Brazil, mendarat di Bali

Dear Ladies, did you know: Recent studies have shown that the heart grows weaker, everytime we do something opposite of how we feel #randomsources

Then, lets take a look to ourselves. Have you ever did some of things below here:

#1st

A : Kamu kenapa?

Kamu : Engga koq ga apa-apa

Padahal jelas kamu lagi ‘kenapa-kenapa’, hanya saja kamu berharap orang tersebut (apalagi si penyebab kamu kenapa-kenapa) ngerti bahwa kamu itu sebenernya ada apa-apa. Well, bingung? Gw juga. Tapi denial itu sering banget kita lakuin. Padahal simple-nya sih langsung aja sih ngomong, supaya komunikasi lancar terhindar dari tebak-menebak, atau lebih parah: ga nyadar akhirnya malah kita yang lebih bete. Ngomong gampang sih. Hehe.

#2nd

A : Kamu mau kita kemana?

Kamu : Terserah

Ada beberapa kemungkinan, antara kamu udah cape berdebat, udah tau hasilnya akhirnya keputusan dia yang diambil atau kamu pengen dia tau sebenernya kamu mau kemana tanpa harus nanya. Kamu pengen dia inisiatif. Ironisnya, dia itu bukan mind-reader probabilitas dia tahu kamu kemana itu ibarat nyari jarum di tumpukan jerami. Hehe.

#3rd

A : Kamu marah ya sama aku?

Kamu : Engga koq, biasa aja

Padahal sesungguhnya kamu marah. Bener-bener marah. Tapi ya booo ngerti dong ah marah gara-gara siapa. Nah, sayangnya lagi pikiran orang itu beda-beda, beberapa sangat simple. Begitu kamu bilang ga marah, yaudah that’s it.

#4th

A : Kenapa manggil? Kangen ya?

Kamu : Idih, apasih. Nyapa doang kali.

Padahal sebenernya IYA KANGEN. Cuma gengsi menang, atau nyadar diri kamu bukan di posisi yang boleh kangen, atau kalo iya bilang kangen ntar ge er lagi. CK! Serba salah emang, tahan harga harus, bilang engga takut fatal, bilang iya siapa gw. Mungkin itu kali ya yang ada di pikiran kalian (gw, lo) pas ketemu situasi di atas.


Well, cukup contoh empat situasi di atas. Pernah ngerasain beberapa? Atau jangan-jangan sering semuanya lagi #EH. Nah, itu adalah bentuk komunikasi yang ga baik, kenapa? Karena inti dari pesannya sama sekali ga sampai, atau samar, dan akhirnya timbul kesimpulan berdasarkan dugaan. Akhirnya receiver bereaksi tidak sesuai yang diharapkan, dan justru akhirnya malah menimbulkan kesalah pahaman. Ulangi lagi skenario di atas, dan akhirnya…ga berujung. Sampai kamu bilang apa yang sebenernya kamu pengen, kamu rasain, kamu tuju. SUSAH. BANGET. Iya emang, apalagi buat cewe, kadang muter dulu ke brazil buat sampai di Bali. But, hey, ini 2012, malu ah sama Kartini kalo masih pake bahasa zaman Siti Nurbaya. Even not straightly to the point, at least, give him or them the code more clearly. Bukan Cuma satu atau dua kata. Alternatif lainnya adalah give a clear body language, yang ini agak susah kalo komunikasinya ga tatap muka, tapi cobalah dengan menggunakan kata-kata yang ga biasanya, atau kata-kata bermakna ambigu. DO IT. Komunikasi itu penting, tapi lebih penting lagi adalah berpikir sebelum melakukan komunikasi, ketidakjelasan sedikit aja bisa berakibat sedikit fatal, fatal atau bahkan sangat fatal. Think before you talk, act and react. Ciao.

…tapi memang ada kalanya, ketika kata, tak lagi jadi penjelas makna, diam itu jadi bahasa yang bisa dimengerti.

Tags: ,

buku. kisah. tokoh. baca.

Buku. Kisah. Cerita. Tokoh. Alur. Skenario.

Membaca.

Kadang setelah selesai membaca sebuah buku, novel atau cerita saya suka bengong sendiri. Antara masih berada dalam cerita atau terlalu terkesima dengan isi buku tersebut (novel sih biasanya). Tidak jarang pula, jika sebuah novel begitu menarik, setebal apapun akan sulit bagi saya untuk berhenti membacanya, seolah-olah jika berhenti maka kisah tersebut akan gantung ga jelas, sampai terbawa mimpi. Disituasi lain, kadang saya merasa menjadi salah satu tokoh dalam kisah novel tersebut. Entah karena ada kesamaan alur ataupun ada penggalan cerita dari novel yang saya baca memang pernah saya alami.

Bagi sebagian orang mungkin hal tersebut terdengar aneh, tapi itulah yang sering saya rasakan, bahkan ketika saya membaca Harry Potter, kadang saya merasa menjadi bagian dari cerita tersebut, menempatkan diri saya sebagai salah satu dari sekian banyak tokoh dalam cerita tersebut. Yap, memang jatohnya kaya mengkhayal, apa yang akan terjadi jika sekolah sihir itu benar-benar ada? *sigh* itulah yang kerap terjadi saat saya membaca novel, cerpen atau apapun yang membawa saya ke alam imajinasi tanpa batas, mengilustrasikan rangkaian kata dalam benak saya. Itulah alasan lebih suka novel dibanding komik dan teman-temannya.

Well, tapi bukan itu yang ingin saya bagi. Pagi ini dalam endahsjournal.tumblr.com saya memposting sebuah kalimat yang entah kenapa tiba-tiba terlintas tanpa stimulus (atau mungkin terstimulus secara tidak sadar):

“….kujadikan buku sebagai kitabku. Menyimpan setiap alur cerita yang tertulis tanpa rencana” – endah”

Yap. Novel kadang menjadi panduan sendiri bagi saya untuk mengenal suatu masalah, merasakan apa yang dirasakan suatu tokoh dalam cerita membuat saya lebih mengerti tentang banyak hal, berusaha melebur dengan cerita yang saya baca. Pada akhirnya saat mengalami suatu situasi yang terasa mirip dengan cerita yang pernah saya baca, tidak jarang saya mencari novel atau cerita yang saya baca tersebut, kemudian membacanya kembali. Bagi saya novel-novel tersebut atau cerita-cerita tersebut adalah buku pintar atau …kitab.

Saya mungkin memang bukan penulis, saya hanya hobi menulis. Tapi berdasarkan apa yang saya rasakan, menulis itu membutuhkan inspirasi, dan inspirasi bisa berasal dari mana saja. Hal yang paling dasar, inspirasi itu berasal dari hal-hal yang berada di sekitar kita, termasuk pengalaman, baik itu pengalaman si penulis, teman atau bahkan orang lain. Namun, seperti sinetron atau film, meskipun ada unsur imajinasi penulis, namun yang ditumpahkan di dalamnya adalah sebuah konsep realita yang mungkin terjadi pada hidup seseorang….diluar sana.

 buku. kisah. tokoh. baca.

So, bukan tanpa alasan dan landasan, ketika menghadapi suatu situasi saya kadang merasa familiar dengan keadaan tersebut, karena saya pernah membacanya. Namun, tentu saja kisah tersebut hanya dijadikan sebagai suatu referensi, karena meskipun situasi serupa, tapi realita tetap tidaklah sama. Tokoh yang diciptakan oleh si penulis, karakternya dibentuk oleh si penulis, sementara saya adalah saya, dengan karakter saya. Hanya saja dengan membaca kisah tersebut, pikiran saya merasa lebih terbuka. Ini sama dengan mendapatkan pengetahuan kan? So, memang benar kalo banyak baca itu membuka jendela dunia, termasuk baca novel, meskipun kisah di dalamnya hanya fiksi, tapi ditulis berdasarkan pengetahuan yang ada, malah kadang ilmunya lebih random. Hehe.

*tulisan kali ini bener-bener random

Xoxo, *kissonthecheeks*, Readers

Love

Tags: , ,

~ the journal

endahs1 ~ the journal

please kindly follow me on tumblr: endahsjournal.tumblr.com

another place that i called h o m e icon smile ~ the journal

Tags: , ,

Busur dan Panah

Busur dan Panah

….sebuah catatan tentang sepasang sahabat


Dia selalu ada, sebagaimana aku ada

Dia selalu berbicara, sebagaimana aku diam

Dia selalu diam, sebagaimana aku bercerita

Waktu berlalu, cerita pun melaju

……dia tidak melihatku, saat aku melihat dia

……aku buta, saat dia membawa cahaya

……skenario menyedihkan bagi sepasang sahabat

……aku dan dia

02 April 2012

~ endah

Kami tetap sama, aku dan dia

Busur dan panah

Tags: , ,

~on my playlist

Akhir-akhir ini cuaca itu susah banget buat diramalkan, kadang dari panas yang super terik, bisa langsung pindah ke hujan yang super deras. Ga ada peringatan juga. ~hafesyuhh..bikin galau ga sih? Dan ternyata itu pengaruh sama isi playlist gw (oke, kalo ini emang super random). Tapi ada beberapa lagu yang menurut gw bisa jadi pilihan kalo emang lagi nyari daftar lagu yang agak menggugah hati (HALAH NDAH). Well, here the songs:

1. Relator – Pete Yorn feat. Scarlet Johanson

2. Lenka – Roll With The Punches

3. Bulletproff – La Roux

4. Sometimes – A Rocket to The Moon

5. RISALAH HATI – DEWA (nah kalo yang gini ga ngerti kenapa jadi tiba-tiba suka sih ! padahal lagu tipu banget HAHAHA)

6. Don’t Let Me Go – The Click Five

7. Stars Tonight – Lady Antebellum

Banyak sih sebenernya, tapi yaa ini lagu-lagu yang agak ceria yang gw bagi, lagu lainnya sih bikin miris sambil nangis #EH ahaha..becanda ahh.. so, apa yang jadi playlist wajib kalian?

Tags: , , ,