Posts Tagged CSR

OneDaySeminar – Youth Movement

One Day Seminar

Satu lagi acara yang diadakan oleh Beswan Djarum Regional Bandung yaitu rangkaian acara One Day Seminar. Mengambil tema global “Youth Movement” acara ini diadakan dua hari dengan tanggal, tempat dan tema khusus yang berbeda. Untuk pertama kalinya One Day Seminar diadakan di tahun 2011 ini, yang menjadi target peserta dari acara ini adalah mahasiswa semester IV pada khususnya dan mahasiswa secara keseluruhan pada umumnya dari 14 universitas dengan program Djarum Beasiswa Plus.

270538 1985390275763 1273442605 32037662 6382919 n OneDaySeminar   Youth Movement

Kegiatan ODS ini diadakan oleh Beswan Djarum Regional Bandung dengan maksud untuk memberikan sesuatu hal yang bermanfaat pada mahasiswa lain yang bukan merupakan Beswan Djarum, untuk memperkenalkan Djarum Beasiswa Plus dan juga sebagai sarana bagi Beswan Djarum untuk belajar dan mempraktekan pengetahuan yang telah diberikan selama menjadi Beswan Djarum.

Seminar pertama dengan tema “Entrepreneurship” diadakan pada tanggal 20 Juni 2011 di Universitas Widyatama, dengan menghadirkan pembicara Donny Pangestu dan Herwiyato dari HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Peserta yang hadir mencapai 150 orang mahasiswa yang berasal dari 14 universitas-universitas di Bandung.

Seminar kedua dengan tema “Therapeutic Communication in Empowering Students” diadakan pada tanggal 22 Juni 2011 di Universitas Kristen Maranatha, dengan menghadirkan pembicara Antar Venus yang juga merupakan dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjran. Peserta yang hadir pun mencapai 150 orang.

267401 1985410956280 1273442605 32037715 8240410 n OneDaySeminar   Youth Movement

Kedua seminar berjalan dengan lancar, hal tersebut terlihat dari antusiasme mahasiswa peserta seminar yang mengikuti rangkaian acara seminar dari awal sampai dengan akhir. Dalam seminar ini sendiri yang menjadi inti acara adalah CSR Djarum Beasiswa Plus dan juga pemberian materi sesuai dengan tema yang ada yang langsung diberikan oleh para pakarnya. Untuk CSR Djarum Beasiswa Plus sendiri langsung diberikan oleh Bapak Budhi Agoes Salin, selaku pembina Beswan Djarum Regional Bandung. Dengan adanya CSR DBP ini diharapkan peserta seminar yang mayoritas merupakan mahasiswa semeseter IV bisa mendapatkan informasi yang tepat mengenai DBP sekaligus tertarik untuk mengikuti DBP.

262690 1985387395691 1273442605 32037654 7370624 n OneDaySeminar   Youth Movement

Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, seminar ini dapat terlaksana dengan sukses dan cukup memuaskan. Diharapkan kegiatan ODS ini dapat menjadi kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun, selain mendapatkan banyak hal, beswan Djarum juga bisa memberikan banyak hal terhadap orang lain dan tentunya merupakan hal yang positif. J

268500 1985422156560 1273442605 32037733 926263 n OneDaySeminar   Youth Movement

Tags: , ,

PEDULI DALAM HATI NYATA DALAM AKSI

251108 1926999266984 1602263752 31940459 1316354 n PEDULI DALAM HATI NYATA DALAM AKSI

“God gave you a gift of 86,400 seconds today. Have you used one to say “thank you” ?”

Pada saat kita memberikan sedikit yang kita punya pada orang lain (yang membutuhkan) pasti ada suatu bentuk rasa syukur baru yang terbentuk dalam diri kita. Kadang kala kita lupa untuk bersyukur, padahal begitu banyak hal yang diberikan Tuhan pada kita yang patut disyukuri, bahkan setiap helaan nafas yang kita miliki.

Menjadi bagian dari keluarga besar Beswan Djarum merupakan suatu bentuk anugerah dan nikmat tersendiri, banyak hal yang patut disyukuri dalam keluarga baru ini. Bertemu dengan orang-orang baru, mendapatkan pengalaman dan ilmu baru yang luar biasa serta banyak hal lainnya.

Sebagai salah satu bentuk rasa syukur itu, maka kami Beswan Djarum Regional Bandung mengadakan sebuah kegiatan Bakti Sosial dengan tajuk “Peduli Dalam Hati Nyata Dalam Aksi”. Kegiatan ini terdiri dari beberapa rangkaian yaitu Pengobatan Gratis, Pendidikan, Lomba-lomba dan Malam Kesenian. Kegiatan PDHNDA ini diadakan di Desa Patrolsari, Banjaran.

Berikut merupakan rangkaian acara PDHNDA:

1. Aral Melintang Menuju Peduli Dalam Hati Nyata Dalam Aksi

Mempersiapkan sebuah acara bukanlah hal yang mudah, banyak sekali batu sandungan selama proses mempersiapkan acara bakti sosial ini. Namun dengan segala ketulusan hati dan tekad yang kuat bahwa acara ini akan berlangsung kami tetap yakin bahwa PDHNDA akan tetap terlaksana dan berlangsung dengan sukses.

2. Tim Advance menuju Patrolsari (15 Mei 2011)

Untuk lebih memantapkan persiapan acara PDHNDA ini maka pada pagi hari tanggal 16 Mei 2011, dikirim tim advance untuk melakukan persiapan awal, sementara panitia lain akan berangkat menuju desa pada sore harinya.

3. We are One (15 Mei 2011)

Pada sore hari menjelang waktu maghrib seluruh panitia telah sampai dengan selamat di Desa Patrolsari, kami pun mulai melakukan persiapan awal. Disana turun hujan yang sangat lebat, sehingga beberapa kegiatan persiapan tentunda, dan kami harus berkerja sampai dengan larut malam. Namun kami menjalankan segalanya dengan ikhlas.

4. The Day of Peduli Dalam Hati Nyata Dalam Aksi

Akhirnya hari itu datang juga, puncak dari segala persiapan yang telah dilakukan selama beberapa bulan, 16 Mei 2011 – Peduli Dalam Hati Nyata Dalam Aksi. PDHNDA ini terdiri dari beberapa rangkaian acara, dimulai dengan upacara pembukaan selanjutnya beberapa kegiatan dilakukan dalam waktu yang bersamaan, yaitu Pengobatan Gratis, Pendidikan, Lomba Tumpeng.

Pengobatan Gratis

Diadakan di gedung sekolah SMP Patrolsari, dokter yang turut berpartisipasi adalah dokter dari KBSP dan juga dokter muda dari Universitas Kristen Marantha. Pasien yang hadir adalah sekitar 400 pasien dari warga desa Patrolsari. Para pasien sudah mengantri sejak pukul 07.00, pasien-pasien ini sebelumnya sudah didata oleh panitia pada hari sebelumnya. Pengobatan berlangsung lancar dan berakhir di pukul 12.00

247443 1927013107330 1602263752 31940531 496874 n PEDULI DALAM HATI NYATA DALAM AKSI

Pendidikan

Kegiatan ini berupa kegiatan belajar bersama dengan target siswa SD Patrolsari. Terdiri dari kegiatan percobaan gratis, belajar bahasa dengan mudah dan juga games-games yang menarik. Yang menjadi tenaga pengajar berasal dari beswan sendiri.

251298 1927030747771 1602263752 31940601 5853828 n PEDULI DALAM HATI NYATA DALAM AKSI

Lomba Tumpeng dan Kompetisi Olahraga

Peserta lomba tumpeng adalah ibu-ibu desa Patrolsari, untuk lomba ini sendiri sudah disosialisasikan sebelumnya. Setelah proses penjurian oleh Bapak Budhi Agoes Salim dan Ibu Popo Nursopia maka diadakan makan siang bersama para panitia juga pihak-pihak desa Patrolsari. Disinilah panitia berkumpul setelah rangkaian acara pagi itu, sungguh suatu momen yang sangat sulit dilupakan.

Menurut rencana akan diadakan lomba bola voli dan tenis meja antara aparat desa dan juga beswan Djarum Regional Bandung, namun dikarenakan cuaca tidak mendukung, maka lomba tersebut tidak dapat terlaksana. Lomba ini sendiri sebagai simbolis pemberian fasilitas olahraga dari pihak Beswan Djarum terhadap Desa Patrolsari.

Malam Puncak – Malam Kesenian

Akhirnya setelah kami melaksanakan kegiatan demi kegiatan selama satu hari penuh, sampailah di malam puncak yaitu malam kesenian. Disini ditampilkan kreasi warga juga Beswan Djarum Regional Bandung. Ini merupakan acara terakhir dari seluruh rangkaian PDHNDA berisi penampilan dari kreasi-kreasi desa juga penampilan beswan bandung. Pada bagian terakhir kami pun menyanyikan Hymne Beswan Djarum yang menambah harunya suasana bakti sosial di Desa Patrolsari. Dengan itu juga berakhir sudah kegiatan bakti sosial Beswan Djarum Regional Bandung.

Segala bentuk halangan dan juga batu sandungan selama mempersiapkan rangkaian kegiatan bakti sosial ini menjadi sebuah tantangan yang menjadi ujian dan pembelajaran tersendiri. Setelah acara tersebut berlangsung sukses kami mendapatkan banyak hal baru salah satunya yaitu pelajaran bahwa memberi sesuatu pada orang lain sebagai bentuk tanda syukur merupakan hal yang tidak ternilai. Selain itu kami mendapatkan sesuatu yang sangat berharga yaitu kebersamaan J

Tags: , , ,

Dare To be Leader – Another Beswan’s Story

Dare To be Leader and Debate Beswan Djarum

Batch 5 04-07 Mei 2011

Semarang

dtl Dare To be Leader   Another Beswans Story

Dare To be Leader merupakan salah satu acara nasional yang diikuti oleh Beswan Djarum, dalam acara ini Beswan Djarum mendapatkan pelatihan kepemimpinan melaui cara yang fun. Disini kami tidak diajari secara langsung namun belajar dari pelatihan dan game-game seru yang ada di dalamnya. Untuk tahun ini DTL dibagi dalam delapan batch yang diadakan di tujuh kota berbeda, yaitu Bukit Tinggi, Puncak, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang dan Surabaya.

Berbeda dengan kegiatan nasional Beswan Djarum lainnya, dalam DTL ini setiap bacth memiliki kuota yang berbeda dan lebih sedikit dibandingkan dengan kuota untuk kegiatan nasional lainnya. Hal ini sendiri membuat kami sebagai peserta DTL lebih mengenal satu sama lain. Hal yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya juga adalah dalam DTL kali ini adanya Debate Beswan Djarum, ini merupakan rangkaian acara baru dalam DTL, dan tentunya menjadi daya tarik tersendiri.

Selama empat hari tiga malam Beswan Djarum mengikuti semua rangkaian acara Dare To be Leader. Untuk malam pertama diisi dengan sosialisasi Lomba Karya Tulis Nasional Beswan Djarum. Dalam acara tersebut, kami diberi info dan pengarahan mengenai LKT Nasional, yang nantinya diharapkan dapat diikuti oleh seluruh Beswan Djarum. Kemudian setelah selesai sosialisasi kami dibekali peralatan perang selama DTL yaitu dua potong baju, pin dan id card serta diberi pengarahan mengenai teknis pelaksanaan serta tata tertib.

Hari kedua rangkaian acara DTL benar-benar dimulai, kami dibagi dalam beberapa kelompok yang sudah tersedia begitu kami memasuki ballroom. Dibuka dengan perkenalan seluruh peserta DTL, tentunya setelah diperkenalkan pada Bapak Marthen Sumual pimpinan Top Concept Training & Corporate Development yang menjadi pemateri selama DTL. Perkenalan sendiri berlangsung dengan fun, kami diminta untuk memilih gambar yang tersedia di meja kelompok masing-masing, dan menjelaskan mengenai gambar tersebut sebagai bagian dari kami, kami belajar berfilosofi pada saat itu. Hal yang luar biasa adalah Pak Marthen dapat mengingat seluruh Beswan peserta DTL saat itu dalam waktu perkenalan yang relatif singkat.

Sepanjang pelaksanaan DTL, Pak Marthen tidaklah sendiri, beliau dibantu oleh orang-orang kepercayaannya yaitu Mas Adhi dan Mas Bob, serta LO yang merupakan alumni Beswan. Selama hari itu kami tidak diam dalam satu kelompok, namun terus berganti-ganti sesuai dengan instruksi. Hal ini memudahkan kami untuk saling mengenal. Hari itu ditutup dengan tugas presentasi yang harus disiapkan oleh masing-masing kelompok, dan akan dipresentasikan dihari berikutnya. Tentu saja tugas tersebut menuntut kami untuk bekerja cepat dan tidur larut, namun tetap dikemas dengan menarik, yaitu berisi topik-topik yang menarik.

Hari ketiga dibuka dengan presentasi tugas hari sebelumnya. Saat itu kami mendapatkan banyak ilmu baru mengenai komunikasi dan cara menyusun media presentasi yang menarik. Kami banyak mendapat banyak masukan berharga dari Pak Marthen dan Mas Adhi. Setelah itu acara terus berlanjut dengan materi-materi selanjutnya, yang disajikan dalam cara yang fun. Pada hari itu juga kami diminta untuk mengenali tipe kepribadian kami, dengan bermain menggunakan topi Edward de Bono. Disitu ada topi hijau, kuning, merah, putih, biru, dan hitam, dan kami diminta untuk memilih satu topi yang sesuai dengan deskripsi kepribadian kami.

Setelahnya ada juga satu game yang menuntut kami untuk melukis empat bagian berbeda dari sebuah lukisan, yang nantinya akan menyatu menjadi lukisan sempurna. Malam itu sendiri ditutup dengan pengarahan debat untuk esok hari. Kami diberi ilmu dasar mengenai peraturan debat, tata cara dan simulasi singkat debat. Seluruh peserta DTL dibagi dalam dua kelompok besar yang nantinya akan menjadi tim Pro dan Kontra dari suatu motion tertentu, tim kuning dan tim merah. Kami diharuskan menyiapkan matei dari dua pihak, karena saat itu kami belum mengetahui dipihak mana kami akan mempertahankan pendapat. Selain materi yang harus dipersiapkan, kami pun harus mempersiapkan yel-yel kelompok. Hal yang menarik adalah saat debat berlangsung kami akan diliput. icon biggrin Dare To be Leader   Another Beswans Story

Hari terakhir DTL diawali dengan debat mengenai topik yang telah ditentukan sebelumnya. Dibuka dengan pertunjukkan yel-yel masing-masing tim, untuk batch 5 sendiri terdiri dari tim merah dan tim kuning. Setelah debat berlangsung dan proses pengambilan gambar selesai, maka dilanjutkan dengan pemberian penghargaan pada para peserta Dare To be Leader yaitu peserta yang telah berpartisipasi aktif selama kegiatab DTL ini berlangsung, ada juga pemberian penghargaan pada The Most Disclipne, The Most Favorite dan Outstanding Speaker. Selain itu tentu saja pengumuman tim dengan poin tertinggi, yang mendapatkan flashdisc eksklusif dari Djarum, untuk batch 5 sendiri yang menjadi pemenang adalah Tim Merah. Setelah itu, acara ditutup dengan menyanyikan hymne Beswan bersama.

Sungguh suatu pengalaman yang berharga mengikuti Dare To be Leader ini. Kami mendapatkan banyak sekali ilmu baru yang bermanfaat, tidak lupa juga lebih mengenal satu sama lain meskipun berbeda regional. Terima kasih kepada Djarum Bakti Pendidikan atas kesempatan langka ini, kami bisa mengikuti berbagai acara yang menarik dan bertemu dengan orang-orang luar biasa.

Tags: , , ,

DTL #Semarang

Thursday, May 5th 2011

Huwaaa… Dare To Be Leader bener-bener seru deh… icon biggrin DTL #Semarang

Hari pertama bener-bener udah dilewatin. Sejak pukul 08.00 kami beswan Djarum dari berbagai regional sudah mengikuti rangkaian kegiatan DTL.

Sesi pertama diisi dengan perkenalan masing-masing peserta DTL, kami diminta untuk memilih gambar yang sudah tersedia di meja masing-masing kelompok. Disini kami belajar berfilosofi, dari sebuah gambar bisa mendefinisikan pribadi kami. Sungguh luar biasa bahwa Pak Marthen bisa mengingat nama kami dalam waktu yang sangat singkat.

Setelah itu acara berlanjut pada materi mengenai pengenalan diri dan tujuan, serta tentang kepemimpinan. Setiap sesi tidak terasa berat, karena dilalui dengan game-game yang seru. Pak Marthen sendiri disini dibantu oleh Mas Adhi untuk memberikan training kepemimpinan terhadap kami. Dari mulai game kelompok, membuat puzzle, membuat mading yang memuat tujuan masing-masing anggota kelompok, permainan menyentil bola sambil berlari kemudian membuat jembatan spaghetti , akhirnya malam tersebut ditutup dengan pembagian tugas kelompok berupa menyiapkan presentasi.

Topik presentasi sendiri dikocok pada malam itu, kami memiliki waktu untuk mempersiapkan presentasi dimulai pukul 22.00. Sementara presentasi sendiri dilaksanakan pada esok paginya. Akhirnya setiap kelompok haruslah begadang sampai dengan pagi untuk merampungkan tugas presentasi tersebut. Namun, kami tidak mengeluh, kami berusaha memberikan yang tebaik, guna mendapatkan hasil yang terbaik.

Masih ada rangkaian acara DTL selanjutnya, rasanya tiga hari dua malam ini terlalu pendek untuk sebuah rangkaian Dare To Be Leader yang sangat menarik dan penuh dengan kegiatan yang bermanfaat namun fun.

Tags: , , ,

DTL #2 at Semarang

Wednesday

(the rest of the day)

Sekitar pukul 11.00 kami diboyong menuju hotel Grand Candi. Ada kejadian lucu disini, pada awalnya kami akan check-in terlebih dahulu, baru setelahnya kami akan makan siang. Namun, karena mobil yang dipakai untuk mengantar kami akan digunakan untuk kegiatan lain, maka rencana pun di rubah, kami makan siang dulu baru kemudian check-in di hotel. Dan yang membuat terharu adalah tiga oranf beswan Semarang (Adi, Wahyu dan Dimas) sudah ada di hotel menunggu kami, padahal unruk regional Semarang sendiri belum bisa check-in sebelum pukul 12.00 siang. Alhasil mereka terlantar di negeri sendiri (hehe).

Setelah makan siang kami pun kembali menuju hotel. Setelah check-in kami pun menghabiskan waktu sebelum pukul 18.00 untuk makan malam dan dilanjutkan dengan makan malam. Tepat pukul 18.00 kami turun untuk makan malam, dan pukul 20.00 acara dilanjutkan dengan sosialisasi LKT Beswan Djarum 2011 oleh Bapak Budi. Selanjutnya Pak Willy (Pembina Beswan Djarum RSO Semarang) menjelaskan secara singkat mengenai rundown dan kegiatan kami selam DTL. Setelah itu peralatan tempur kami selama DTL pun dibagikan, yaitu dua buah kaos dan id card. Sisa hari itu kami habiskan untuk beristirahat sebelum mengikuti kegiatan Dare to Be Leader selama tiga hari

img001625 DTL #2 at Semarang

Thurday

(morning)

and here I am, woke up in the  morning. Sangat excited dengan rangkaian acara DTL dan tidak sabar menunggu kegiatan yang akan kami ikuti. icon biggrin DTL #2 at Semarang

img001612 DTL #2 at Semarang

NB: Selamat, makasih dan maaf yaa Adi, Dimas Wahyu icon biggrin DTL #2 at Semarang

Tags: , , ,

DTL (First Day)

Wednesday, May 4th 2011

First day in Semarang.

Setelah perjalanan yang memakan waktu hampir delapan jam di kereta Bandung-Semarang, akhirnya sampai juga kita di kota Semarang. Hari masih shubuh ketika pertama menginjakkan kaki di stasiun Semarang. Keberangkatan dari Bandung sendiri sudah sejak malam sebelumnya (Selasa) pukul sembilan malam. Bisa dibilang perjalanan sendiri kita semua (yang berjumlah 11 orang beswan Bandung dan dua pembina) minim obrolan, mungkin karena terlalu lelah, atau suasana yang memang mendukung untuk tidur sepanjang perjalanan. Sekitar pukul 04.30 akhirnya kita sampai di Semarang.

Fuuuhh…dari stasiun kita langsung dibawa ke wisma PT. Djarum untuk beristirahat sejenak dan makan pagi, sebelum nanti jam sepuluh kita menuju Hotel Grand Candi Semarang untuk check-in. Menurut rundown sendiri rangkaian acara Dare To Be Leader batch 5 ini dimulai pukul 18.00 nanti malam. Jadi kami punya waktu untuk sekedar melepas penasaran akan kota semarang. Mungkin hanya berkeliling di sekitar hotel nanti. Beswan Semarang pun sudah kami hubungi, guna memperlancar acara keliling kota Semarang nanti (hehe).

Dare to be Leader sudah dilaksanakan sejak Maret dan terdiri dari delapan batch, saat ini kegiatan dilanjutkan memasuki batch lima yang diselenggarakan di kota Semarang. Ini bukan kali pertama kami datang kota ini, sebelumnya acara SILATNAS pun dilaksanakan di kota Semarang. Namun, tentu acara DTL ini menimbulkan rasa penasaran yang berbeda, karena acaranya pun berbeda,dan kami berkumpul dengan orang-orang yang berbeda. Bagaiman acara DTL nanti? Kami semua merasa sangat excited dengan apa yang akan kami hadapi nanti.

Nb : special thanks to my lovely dovey Annisa Suci, Aghnia Fasya, Sestri Oktaviani, Eva Amaliya, Erin, Pungky Adi Nugraha, Andi Prasetyo, Henricus Angga, Reza Alhadithia, Sutrio, Pak Bambang, Pak Novi. icon biggrin DTL (First Day) . nice trip ?

Tags: , , ,

EVERLASTING GREEN : ONE DAY SEMINAR GREEN PSYCHOLOGY

EVERLASTING GREEN ONE DAY SEMINAR GREEN PSYCHOLOGY

Minggu, 17 April 2011 lalu beberapa orang perwakilan Beswan Djarum RSO Bandung berkesempatan untuk mengikuti “One Day Seminar Green Psychology” di hotel Grand Royal Panghegar. Acara ini diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi Maranatha Christian University, dan yang menjadi ketua pelaksana adalah Debora Ariani Cokabo yang juga adalah alumni Beswan Djarum RSO Bandung periode 2009/2010. Djarum Foundation sendiri merupakan sponsor utama dari rangkaian kegiatan “Everlasting Green” ini, kami hadir sebagai undangan dalam acara seminar ini.

Sejak pukul 08.30 kami sudah ada di hotel Grand Royal Panghegar untuk melakukan registrasi ulang. Saat itu terlihat panitia dari kegiatan ini mengenakkan baju dengan keseragaman warna yaitu hitam. Tepat pukul 10.00 kami memasuki ruangan seminar dan acara pun dibuka oleh pasangan MC pada saat itu. Seperti biasa rangkaian acara dimulai dengan sambutan-sambutan, yaitu sambutan Ketua Pelaksana Seminar Everlasting Green, Ketua Senat Fakultas Psikologi UKM dan Dekan Fakultas Psikologi UKM. Setelah itu kami disuguhi penampilan Sadaya Percussion sebagai pembuka acara.

Tidak lama setelah itu MC pun menyerahkan acara pada moderator seminar yaitu Ibu Jacqueline Mariae Chandraningtyas yang akan memandu jalannya seminar. Bergabung dengan beliau dalam penyampaian materi sesi pertama yaitu Bapak Robert Oloan Rajagukguk, yang menyampaikan materi mengenai green psychology.

Dalam penyampaian materinya Bapak Robert sendiri memberikan pemaparan mengenai green psychology dan pandangan-pandangan para ahli mengenai hal tersebut serta perkembangan green psychology dimasa sekarang. Bagi saya pribadi hal tersebut sangat membuka wawasan, banyak hal baru yang bisa dipelajari, apalagi bentuk hubungan antara perlakukan manusia terhadap alam dengan psikologi itu sendiri.

Setelah pembicara pertama, masih dalam sesi satu pembicara kedua yang merupakan perwakilan dari WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) yaitu Mas Dwi Sawung menyampaikan materi masih berkisar mengenai lingkungan hidup. WALHI sendiri merupakan LSM yang berkonsentrasi dalam upaya penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup. Dalam kesempatan itu Mas Dwi menyampaikan program-program WALHI dan juga kegiatan-kegiatan yang sudah terlaksana dari WAHLI sendiri sebagai bentuk usaha penyelamatan lingkungan hidup, dan juga kampanye-kampanye WALHI dalam melestarikan lingkungan hidup, serta peran WALHI dalam menangani keluhan lingkungan hidup yang berasal dari masyarakat. Tidak hanya itu saja dalam kesempatan itu juga Mas Dwi mengajak kami peserta seminar untuk turut serta menjadi bagian dari WALHI. (Untuk info lebih lanjut bisa dilihat di www.walhi.or.id)

Setelah pembicara satu dan dua menyampaikan materinya dalam materi sesi pertama, kami pun diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan para pembicara mengenai issue lingkungan dan juga materi yang telah disampaikan. Hal ini sungguh membuka wawasan dan juga mata kami dalam memandang lingkungan. Sebelum acara diskusi sendiri kami dihibur oleh band Toppusora. (suara vokalisnya mirip dengan Sandy Sandoro lho :p). Setelah acara diskusi tersebut, sebelum masuk pada materi sesi kedua kami diberi kesempatan untuk lunch break selama kurang lebih 30-45 menit.

Pada materi sesi kedua yang menjadi pembicara pertama adalah Bapak M. Ridwan Kamil yaitu pendiri Urbane Indonesia. Dalam materi yang disampaikan beliau menunjukkan berbagai bentuk karya kreatif arsitektur yang dalam upaya pembangunannya memaksimalkan nilai manfaat yang didapat tanpa melupakan lingkungan. Pak Ridwan sendiri menunjukkan kepada kami berbagai bentuk desain kreatif yang pernah beliau bangun. Dari situ kami belajar bawa sesuatu yang dibangun secara permanen tidak boleh melupakan lingkungan sebagai salah satu unsur penunjangnya.

Setelah Pak Ridawan, pembicara kedua adalah Public Affairs Manager PT Djarum Kudus Bapak Handojo Setyo. Dalam kesempatan itu Pak Handojo menyampaikan bahwa ada kaitan antara kegiatan Everlasting Green ini dengan program Djarum Bakti Lingkungan. Disana Pak Handojo menampilkan foto-foto kegiatan Djarum Bakti Lingkungan yang sudah terlaksana. Diantaranya yaitu program penghijauan kota Kudus.

Selanjutnya pembicara ketiga pada materi sesi dua adalah Ibu Ayu. Dalam kesempatan itu Ibu Ayu menunjukkan pada kami berbagai kerusakan bumi dan fenomena pemanasan global. Hal ini sangat miris mengingat kita tinggal di bumi yang hanya satu, tapi bahkan manusia setiap harinya semakin tidak hormat dalam memperlakukan bumi. Melihat video-video serta gambar yang ditampilkan dalam presentasi Ibu Ayu sendiri sungguh merupakan tamparan, jika bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga bumi?

Acara pun ditutup dengan pengumuman pemenang Photography Contest serta Doorprize dan menampilan dari Sadaya Percussion. Sungguh merupakan pengalaman yang menarik dengan kesempatan mengikuti “One Day Seminar Green Psychology” ini. Wawasan mengenai pentingnya lingkungan hidup serta upaya pelestarian dan penyelamatan lingkungan yang harus segera dilakukan sebelum terlambat. Jika ingin melakukan perubahan, maka harus dimulai dari hal kecil, yaitu diri kita sendiri.

Nb: Special thanks to Bapak Budhi Agoes Salim, Ka Debora Ariani Cokabo, Kak Puji Prabowo, Kak Puti Kemala, Kak Gemaputri, Kak Pritha Pradita, Reza Alhadithia, Annisa Puspita, Aghnia Fasza, Richard Alexandro, Karin Dewanti Syafwan. icon biggrin EVERLASTING GREEN : ONE DAY SEMINAR GREEN PSYCHOLOGY

Tags: , , ,

Sie Jin Kwie – Kena Fitnah w/ Beswan Djarum

Saya sangat bersyukur menjadi bagian dari Beswan Djarum Beasiswa Plus, karena manfaat yang dirasakan pun sangat banyak sekali. Selain mendapatkan pelatihan dan pengembangan soft skill juga bisa mengikuti kegiatan-kegiatan lain yang tentunya sangat bermanfaat. Sie Jin Kwie   Kena Fitnah w/ Beswan Djarum

Salah satunya, pada tanggal 04 Maret 2011 lalu beberapa Beswan Djarum memiliki kesempatan untuk bisa menonton salah satu pementasan teater yang diselenggarakan oleh Teater Koma bekerja sama dengan Djarum Apresiasi Budaya di Graha Bakti Budaya, Pusat Kesenian Jakarta di Taman Ismail Marzuki. Pentas teater ini sendiri diselenggarakan bersamaan dengan ulang tahun ke-34 Teater Koma pada tanggal 1 Maret 2011.

Teater Koma sendiri merupakan salah satu grup teater veteran yang telah berdiri selama 34 tahun dan sampai dengan saat ini sudah melahirkan 122 judul teater dengan 967 kali pementasan. Grup teater tersebut didirikan pada 1 Maret 1977 oleh 12 orang dari berbagai latar belakang yaitu Nano Riantiano, Ratna Madjid, Rima Melati, Rudjito, Jajang C Noer, Titi Qadarsih, Syaeful Anwar, Cini Goenarwan, Jimi B Ardi, Otong Lennon, Zaenal Bungsu dan Agung Dauhan (berbagai sumber).

sie inset dalam Sie Jin Kwie   Kena Fitnah w/ Beswan Djarum

Pada hari itu, kami berangkat dari Bandung pukul 14.00 dan sampai di Taman Ismail Marzuki sekitar pukul 18.00. Pementasan teater sendiri dimulai pada pukul 19.30, saat tiba kami langsung dibawa ke tempat pementasan teater dan diberikan baju berwarna merah serta undangan dan majalah yang berisi informasi mengenai Teater Koma dan pementasan teater tersebut.

Pementasan teater kali ini berjudul “Sie Jin Kwie Kena Fitnah” yang merupakan salah satu karya besar dari Teater Koma, pementasan diselenggarakan dari mulai tanggal 4 Maret 2011 sampai dengan 26 Maret 2011. “Sie Jin Kwie Kena Fitnah” merupakan naskah yang ditulis oleh TIOKENGJIAN dan LOKOANCHUNG dan dalam pementasan kali ini disadur dan disutradarai oleh Nano Riantiarno yang merupakan salah satu pendiri Teater Koma. “Sie Jin Kwie Kena Fitnah” merupakan drama pembauran antara Opera Cina, Boneka Potehi, Golek Menak, Wayang Wong dan Wayang Tavip.

Pada awalnya saya berpendapat bahwa menonton teater identik dengan kesan elit namun membosankan. Namun, setelah menonton pementasan “Sie Jin Kwie Kena Fitnah” ini pendapat tersebut segera hilang. Menonton pementasa teater ternyata sangat seru dan menarik, ada kesan unik tersendiri dalam pementasan teater.

“Sie Jin Kwie Kena Fitnah” merupakan cerita lanjutan dari kisah awalnya yang berjudul “Sie Jin Kwie”, diceritakan pada kisah sebelumnya Si Jin Kwie menerima penghargaan atas jasanya dan diangkat menjadi Raja Muda. Pada “Sie Jin Kwie Kena Fitnah” ini diceritakan bahwa adanya dendam yang belum terselesaikan yaitu Biejin dan suaminya, Litocong yang kemudian merancang suatu rencana untuk menjatuhkan Sin Jin Kwie. Mereka dibantu oleh Thiojin yang mengaku masih bersaudara jauh dengan Biejin namun selamat dari pembantaian.

Sie Jin Kwie difitnah telah melakukan tindakan senonoh dan pembunuhan terhadap anak Litocong. Dengan tuduhan tersebut, maka Sin Jin Kwie dijebloskan ke dalam penjara dan didakwa hukuman mati. Namun, pelaksanaan eksekusi mati sendiri selalu tertunda, ini dikarenakan banyak pihak yang selalu membantu Sin Jin Kwie, sahabat-sabahatnya serta kerabatnya.

Pada akhirnya kebaikan selalu menang diatas kejahatan. Satu persatu fakta mulai terungkap bahwa dalang dibalik semua kejadian yang menimpa Sin Jin Kwie adalah Biejin, Litocong dan Thiojin. Selain itu pada saat itu kerajaan menghadapi suatu kemelut yaitu adanya ancaman serangan dari negeri Tang, dan berdasarkan rekomendasi para sahabat Sie Jin Kwie merupakan orang yang tepat untuk dijadikan jenderal perang memimpin pasukan untuk menghadapi pertempuran tersebut.

Dari mulai pementasan dimulai sampai dengan akhir saya tidak berhenti untuk terkesima. Dari mulai tata panggung, make up, kostum yang digunakan, nyanyian-nyanyian yang menjadi bagian dari dialog teater tersebut, juga dialog-dialog antara pemain maupun monolog dari ‘dalang’ yang selalu disisipi oleh lelucon-lelucon cerdas namun berhasil mengocok perut. Hal ini menjadi keunikan tersendiri dari menonton sebuah pementasan teater. Kesan bosan yang ditampilkan pemikiran awam saya pun seketika terhapuskan.

Masih tersisa waktu sebelum tanggal 26 Maret 2011, saya sarankan bagi yang belum menonton maka sempatkanlah waktu untuk menyaksikan pementasan Sie Jin Kwie Kena Fitnah ini. Bahkan dalam salah satu tweetnya Tika Pangabean merekomendasikan untuk menyaksikan teater ini:

clip image001 Sie Jin Kwie   Kena Fitnah w/ Beswan Djarum

TikaPanggabean Tika Panggabean

Sie Jin Kwie by Teater Koma,bagus bgt! Agak kelamaan dikit tp tetep kece&menghibur.Msh ada smp 26 Maret at GBB TIM,nonton deh

18 hours ago Favorite Retweet Reply

(20 Maret 2011)

Terima kasih Djarum Bakti Pendidikan dan Djarum Apresiasi Budaya telah memberikan kesempatan sehingga saya dan rekan-rekan Beswan Djarum Beasiswa Plus lainnya bisa menyaksikan pementasan teater “Sie Jin Kwie” kena fitnah ini. icon biggrin Sie Jin Kwie   Kena Fitnah w/ Beswan Djarum

190668 1599001618041 1326038246 31270307 763640 n Sie Jin Kwie   Kena Fitnah w/ Beswan Djarum

Untuk rekan-rekan yang tertarik untuk mendapatkan informasi lebih jauh mengenai Teater Koma, bisa mengunjungi official website Teater Koma di www.teaterkoma.org .

Tags: , ,

Beswan Story @ Semarang #part3

08 November 2010

I hate Monday (biasanya) but special for today I love Monday.

Gimana ga jatuh cinta sama hari Senin, hari ini para Beswan diajak jalan-jalan ke Kudus untuk Factory visit plus mengunjungi asrama atlit bulu tangkis binaan beswan. Bangun dipastikan harus lebih pagi, soalnya jarak Semarang dan Kudus yang lumayan. Tapi bahkan bangun lebih pagi dihari Senin ga bikin semangat surut untuk mengikuti serangkaian kegiatan Beswan hari itu.

Jam 7 udah beres sarapan, akhirnya santai-santai di kamar untuk membunuh waktu sampai waktu keberangkatan yaitu tepat pukul 08.00. Tepat pukul 8 kita langsung turun menuju bis, dengan bawaan yang lumayan banyak, soalnya sepulang dari Kudus kita tetep harus latihan di PRPP untuk acara SImfoni Citra Bangsa.

Perjalanan ke Kudus pun dimulai dari pukul 08.30. Kira-kita satu setengah jam kemudian (yang dimanfaatkan untuk curi-curi waktu tidur) kita sampai di asrama atlit. Hal pertama yang dicari adalah WC, untuk sebagian lagi langsung foto-foto (pasti).

Beres dengan nyari WC dan foto-foto kita langsung menuju tribun masing-masing (dipastikan bukan buat liat pertandingan), tapi disini kita ada adu yel-yel pendek trus dengerin penjelasan dari pihak Djarum tentang asrama atlit tersebut dan atlit-atlit yang ada disana. Selanjutnya kita juga diajak berkeliling. Sayang waktu yang tersedia cuma sedikit, jadi acara kelilingnya agak terburu-buru.

Beres dari Asrama Atlit kita langsung menuju tempat selanjutnya yaitu Pabrik Rokok Kretek Djarum. Disana kita melihat proses rokok kretek dibuat, benar-benar hand made. Wanita-wanita pekerja disana sangat ramah, setiap kita ngedeket pasti langsung senyum, dan baik banget ngijinin kita buat nyoba bikin rokok kretek, selain itu sabar banget ngajarin kita. Mereka dituntut untuk cepat. Tapi saat kita dateng mereka tampak senang bahkan ga merasa terganggu, benar-benar potret yang indah (menurut saya). Bukan hanya pekerja yang antusias, tapi kita juga sangat antusias. Kita ga malu untuk bertanya atau segan-segan minta diajari.

Satu satu hal yang bisa saya petik adalah seberapapun berat kerja kita, senyum selalu membuat segalanya lebih mudah.

Setelah selesai melihat proses pembuatan rokok kretek, kita langsung menuju tempat selanjutnya yaitu pabrik Djarum lainnya, kali ini pembuatan rokok dengan mesin. Melihat bagaimana sebuah pabrik dijalankan ga sama dengan mempelajari teori MO di bangku perkuliahan. Dengan melihat langsung, saya bisa mengira-ngira bagaiman sebuah teori diterapkan, dan betapa peliknya proses dalam dunia nyata.

Satu hal lagi yang saya petik, bahkan ketika mesin membutuhkan manusia dalam operasinya, hasil yang dihasilkan oleh mesin memang mengalahkan produktivitas manusia.

Setelah selesai kita langsung menuju tempat selanjutnya, yaitu tempat pembibitan tanaman untuk mendukung program Trees of Life Djarum. Disana kita diberi penjelasan mengenai berbagai tanaman. Selain itu kita juga boleh membawa tanaman dari sini untuk dibawa pulang. Tidak lupa juga banyak kenangan yang terekam dalam frame foto terekam disini.

Setelah selesai berkeliling, kita langsung menuju tempat kunjungan selanjutnya yaitu pusat pengolahan limbah dari pabrik-pabrik Djarum. Disini kita dibimbing oleh seorang pihak Djarum yang menjelaskan kepada kita bagaimana limbah produksi diolah. Kunjungan disini terbilang sebentar, karena hari itu turun hujan. Sehingga kurang leluasa berkeliling. Dari tempat ini kita dapat oleh-oleh berupa pupuk tanaman. icon biggrin Beswan Story @ Semarang #part3

Setelah selesai berkunjung ke beberapa tempat, langsung kita menuju Majesty untuk menghadiri Workshop CSR. Disini saya sangat kagum dengan pembicara yang memberikan kita materi mengenai CSR. Beliau bisa membawa suasana, yang tadinya peserta tampak kelelahan , langsung menjadi terfokus dan bahkan tertarik dengan materi yang disampaikan.

Satu jawaban yang membuat saya kagum adalah ketika pertanyaan mengenai Air Putih muncul.

Selesai dengan workshop, kita langsung menuju PRPP (tempat favorit kita selama di Semarang icon biggrin Beswan Story @ Semarang #part3 ) latihan untuk acara Simfoni Citra Bangsa. Malam ini juga merupakan latihan final sebelum menuju hari H.

Latihan yang tadinya direncanakan selesai pukul 9 malam ternyata harus diperpanjang sampai dengan 11 malam, untuk pemantapan. Yang membuat kagum bahkan Lala Karmela, Aryo Wahab dan tim Ari Tulang tetap semangat, jadi kita juga terbawa semangat untuk terus latihan.

Selesai latihan, langsung kita menuju hotel untuk istirahat. Tapi eitss,,tunggu dulu. Malam ini ada satu teman Beswan lagi yang ulang tahun, yaitu Eva. Jadilah kita persiapan mendadak untuk suprise Eva. Seperti biasa McD jadi pilihan utama, sayang untuk hari ini ga ada cake. icon sad Beswan Story @ Semarang #part3

Tapi yang penting adalah niatnya, kita langsung menuju kamar Eva, yang konyol, kita menggunakan properti hotel untuk tempat lilin. :p . Idenya siapa dipastikan Pungky Adi Nugraha. :p. dan yang konyol lagi, kue hampir jatuh gara-gara dipegang Reza. Ckckck. bener-bener deh anggota Sahara itu. hahaha.

tapi untungnya surprise dapat berlangsung cukup sukses.

Happy Birthday Eva. :D

Tags: ,

Beswan’s Story @ Semarang #part1

SILATNAS 26 (06-10 November 2010)

Banyak cerita yang bisa dibagi dan  banyak kenangan yang akan terus tersimpan dalam memori. Tidak hanya suka tapi juga ada duka. Ini hanya segelintir kata yang tercurah dari banyaknya memori yang bisa dikisahkan.

05 November 2010 (Jum’at malam – Keberangkatan)

Beswan 26 dan LO udah pada kumpul di Kantor Djarum di Otten, siap-siap untuk keberangkatan ke Semarang. Segala barang bawaan udah siap, kantor depan Otten penuh sama koper plus travel bag (maklum mayoritas cewe jadi banyak bawaannya). Sebelumnya kita makan malam dulu dan ga lupa (ehm)  bagi-bagi rezeki (hhe). Hati senang, perut kenyang, dan dompet tebal semua langsung semangat buat pergi ke Semarang.

Ada tiga bis yang berangkat dari Bandung, dan kita ngejemput Beswan dari Cirebon plus Tasik dulu. Di Bis rupanya banyak kegiatan menarik yang bisa dilakukan (selain tidur) yaitu ngegosip dan gangguin orang tidur (:p). Apalagi khusus untuk Bis 1 kita punya Andy yang entah kenapa tiba-tiba jadi cerewet banget semaleman. hha. Sukanya banyak, dukanya adalah harus nahan pipis << duka banget menurut saya, soalnya harus nunggu pom bensin selanjutnya baru bisa pipis (pengalaman pribadi :p )

06 November 2010 (Semarang We’re Coming)

Akhirnya sekitar pukul 06.00 udah ada hawa-hawa Semarang. Asyik bentar lagi nyampe, yang tadinya ngantuk pun tiba-tiba segar, terlalu excited sama Semarang. Berhubung kita check-in di hotel pukul 10.00, jadi kita dibawa jalan-jalan dulu ke Mesjid Agung Semarang. Khusus untuk Bis 1 kita punya cerita agak unik dengan perjalanan ini, yaitu nyasar. -,-“. Akibat salah belok kita langsung dibawa muter-muter jauh banget, lewat padang, bukit, lautan (ok, agak lebay). Tapi akhirnya sampai juga di Mesjid Agung Semarang. Hal pertama yang dilakukan adalah cari WC langsung foto-foto (narsis tetep).

Beres ritual foto-foto kita langsung meluncur ke Hotel Ciputra. Ternyata begitu sampai di hotel kita belum bisa langsung check-in masih harus nunggu. Alhasil kita nunggu depan hotel, berasa finalis salah satu ajang mencari bakat. :p . Setelah prosesi check-in beres yang pertama dilakukan adalah mandi. Karena kita masih punya jadwal selanjutnya.

Beres mandi plus makan untuk Bis 1 kita langsung kumpul di lobby untuk persiapan ke PRPP – latihan pertama. Ternyata jarak antara PRPP dengan hotel ga begitu jauh, alhasil ga bisa tidur-tiduran ngeistirahatin mata yang belel. -,-“.

Di PRPP, kita dibagi dalam kelompok-kelompok latihan tertentu, dan saat itu juga langsung mulai latihan. Siapa pelatihnya? Tim Mas Ari Tulang. Latihannya langsung keras, kita harus bisa mengejar ketinggalan, cepat tanggap, dan ga lupa gerakan-gerakan sebelumnya. Jangan ditanya rupa kita kayak apa pas beres latihan, sama kayak ga mandi tadi siang, bocor keringet (lebay), tapi tetep seru. Pelatih masing-masing tari juga berbeda, ada yang gakak, tegas, baik ataupun yang datar. icon biggrin Beswans Story @ Semarang #part1

Trus, gimana Bis 2 plus Bis 3? Menurut sumber terpercaya, Bis 2 plus bis 3 sempet renang di hotel plus maen-maen ke Lawang Sewu. -,-“. Yang penting kita sama-sama senang. icon biggrin Beswans Story @ Semarang #part1

#Part 1 sampai disini ya. Kita lanjut di #Part2

Tags: , ,