Posts Tagged hobby

Sunrise !

Gunung.

Satu tempat yang tiba-tiba sangat dirindukan. Pertama mendaki itu saat SMP, itupun hanya gunung kecil dalam rangka kemah pramuka dan OSIS. Akhirnya saat SMA jadi satu hobi yang ditekuni, meskipun ga esktrim, hanya gunung-gunung di daerah Jawa Barat dan pendakian yang dilakukan hanya untuk refreshing.

Dalam satu bulan ini dua kali mendapat ajakan untuk kembali mendaki di bulan depan. Bromo dan Semeru. Dua-duanya adalah gunung yang memang ingin sekali gue datangi. Kalo ngikutin mau gue sih udah di IYAin deh dua-duanya. haha. Sayangnya hidup gabisa semau gue *tsaah.

Kembali pada masa-masa itu. menikmati proses pendakian yang tidak mudah, kedinginan sampe pernah kena hipotermia, melawan arus dia sungat deras untuk sampai ke sebrang, atau jatuh berkali-kali karena akar yang berbelit dan melintang tersembunyi tertutup semak. Tapi akhirnya begitu sampai di puncak, bisa melemaskan kaki, semua lelah, peluh dan bilur-bilur itu seolah hilang. Kepuasan. Itulah yang dirasakan. Melihat hamparan pemandangan di bawah yang terbentang luas, sebagian tertutup kabut karena ketinggian. Adrenalin yang terpacu saat mendekati puncak, dan senyum yang terkembang saat akhirnya menginjakkan kaki di puncak.

Proses dan perasaan itu semua yang bikin kangen.

Harus banget nih masuk resolusi tahun depan. Mendaki Bromo atau Semeru untuk permulaan. Dan suatu hari jika memungkinkan ingin mencicipi eksotis dan mistisnya Mahameru (amin).

Untuk saat ini cukup bersyukur dengan kesempatan mendaki yang ada. Bedanya kali ini yang dijajaki adalah jalan menuju puncak yang lebih nyata. Mendaki gunung karir. J anyhow, disamping itu semua, tetep gue kangen sama gunung, temen-temen pendakian zaman SMA dulu, daaaaannn pasti, suatu hari saat waktu dan kesempatan ada gue ingin kembali mendaki. Wuzzzz !

 Sunrise !

Sunrise at Bromo

*PS: inget ga nih yang ngasi foto ini, dan notes-nya : “lain kali kesini ya, barengan” gueee tagiihhhh janjinyaa tau depaaan ! :p


Tags: , ,

Kenapa Suka Nulis?

Beberapa orang sempet bertanya:

A: kamu jurusan apa Ndah?

E: Manajemen. Kenapa?

A: Koq suka nulis?

Well, there is no special reason why i love writing.

Nulis itu hobi, boong banget kalo bilang hobi dari kecil. Waktu TK-SD gw paling males disuruh bikin karangan (kecuali nulis diari << yang ini SD ya). Lebih suka baca cerita trus ngekhayal. Yaa khayalan khas-khas cewe, paling suka cerita tentang putri dan sebagainya sampai…film Ada Apa Dengan Cinta keluar (WHAT?!). well, itu bisa dibilang jadi titik tolak gw mulai suka nulis, tahun 2002 waktu itu bertepatan saat gw memasuki masa labil ana SMP. Dari film AADC itu ada pemahaman bahwa jadi jurnalis, ngurusin mading, bisa nulis puisi itu KEREN. Dengan kepolosan anak SMP yang gampang terpengaruh (gw aja gitu ya -.-), akhirnya memutuskan untuk masuk tim mading sekolah terus mulai memperlebar cakupan bacaan ga sebatas novel remaja tapi juga novel yang penulisnya bener-bener nyastra abis. Buku pertama dalam upaya naik tingkat itu ga lain ga bukan adalah AKU (Chairil Anwar), and you know what, aktivitas baca novel-agak-berat tadi Cuma bertahan selama tiga bulan pertama (HEHE). Tapi untungnya buat aktivitas jurnalisnya ga berhenti sampai disitu malah bikin nagih. Belajar nulis kecil-kecilan dari pengumuman tentang kumpul tim jurnalis (pengumuman doang sih) :p berkembang terus sampai akhirnya dipercaya untuk bikin artikel liputan kegiatan sekolah.

aadc Kenapa Suka Nulis?

ini nih film yang bikin gw mencoba buat ‘nulis’

Makin sini makin ketagihan, mulai memberanikan diri ikutan lomba cerpen (dan alhamdulillah ga masuk) hehe. Kemudian kalo ada tugas ngarang di kelas semangatnya pake semangat pejuang, dan mulai dilirik guru Bahasa Indonesia saat itu, sedikit pujian dari guru BI (Alm. Pa Ade) bikin jadi titik tolak tersendiri, bikin makin pede buat nulis lebih banyak lagi. Sempet belajar bikin puisi, tapi ternyata untuk yang satu ini gw kurang bakat. Puisi gw kurang bikin greget katanya. Dari yang tadinya pengen ikut-ikutan keren kaya si Cinta, eh malah jadi hobi yang nagih. Dan dari hobi nulis ini juga, gw dijadiin sekretaris OSIS (pandangan dulu: bisa nulis = bisa bikin surat -.-). Namun akhirnya gw pun belajar nulis surat, pidato, dll meskipun gabisa dibilang ahli, tapi gw berusaha sebaik-baiknya.

b3s 2011 05 10 skenario sjumandjaya aku berdasarkan perjalanan hidup dan karya penyair chairil anwar Kenapa Suka Nulis?

Dari nulis juga gw belajar buat bicara di depan umum, deklamasi puisi, dongeng, story telling, debate dan banyak lagi. Believe it or not, itu semua dipelajari dari awalnya sekedar hobi nulis. Pas SMA mulai berani kirim artikel ke majalah atau koran, beberapa sempet dimuat (senengnya norak banget deh waktu itu) dan lebih banyak lagi yang ga dimuat (tapi tetep semangat hehe). Sempet terpikir buat menjadikan menulis sebagai sumber penghasilan, tapi ternyata suka stuck sendiri dengan cerita yang udah dibuat, kadang imajinasi lari-lari dan akhirnya ga berujung, ngegantung, dan lupa. akhirnya menulis jadi sekedar hobi. Hobi yang ampe sekarang masih ditekuni, bukan menulis secara terpaksa dengan target tapi menulis lepas kaya di blog ini. lebih seneng bercerita, atau juga Cuma sekedar menulis tentang topik yang tiba-tiba terlintas (kadang curhat dikit).

Mungkin ada hubungannya dengan hobi membaca juga, karena rata-rata orang yang hobi menulis biasanya berawal dari seneng membaca, terinspirasi buat berbagi, banyak ‘nyabut’ kata-kata bagus buat dijadikan bahan tulisan. Selain itu dari membaca juga banyak hal baru yang tadinya kita ga tahu, jadi tahu. Bahkan dari sekedar membaca novel remaja atau kalo sekarang sejenis novel metropop ataupun dari majalah (even the news or gossip part :p) . icon biggrin Kenapa Suka Nulis? pengetahuan sebagai bahan tulisan bisa dateng dari mana saja. Meskipun tulisan gw ga nyastra abis kaya para penulis handal, ga penuh makna kaya para ahli motivasi, tapi inilah gw dan tulisan gw. Sederhana, simple dan apa adanya. icon biggrin Kenapa Suka Nulis?

Well, kenapa gw suka menulis? Jawabannya adalah karena film AADC. Kenapa gw tetep suka nulis? Karena gw suka baca, dan entah kenapa ada yang kurang saat ga bercerita, dan karena dengan menulis gw bisa speak up secara ga langsung, ketika terlalu lelah buat bicara atau simple sih ketika kalo bicara mungkin ga didengar, tapi dengan menulis siapapun dia, pasti ada yang baca (semacam silent-reader) yang selalu setia ‘ngedengerin’ ocehan gw tentang ini-itu.

In the end i’m officialy in love, truly, deeply, desperately with writing.

Xoxo readers, *kissonthecheeks

Tags: , , , ,

Saya dan Belanja

Para kaum hawa (dan kaum adam) disini silahkan angkat tangan bila setuju dengan pernyataan bahwa: belanja itu bisa mengurangi tingkat stress, memperbaiki mood dan pelarian yang paling menyenangkan. Tentunya buat yang pertama (stress) itu justru bakal tambah parah begitu menghitung pengeluaran, namun disisi lain ada kepuasan pribadi setelah melaksanakan ritual suci belanja.

Wanita pada umumnya bisa kuat berjam-jam menjajal deretan toko bahkan tanpa membeli apapun, alias cuma liat-liat. Kepuasaannya tidak sama namun bisa meningkatkan kadar mood, bahkan dalam keadaan mood terburuk (menurut gw). Kepuasaan lainnya adalah jika bisa mendapatkan barang-barang cute dengan harga yang super miring, bisa menemukan harta karun ditumpukkan sale, menemukan toko tersembunyi yang jualan barang-barang ajaib dideretan toko-toko biasa. Tapi kesenangan yang paling berkesan adalah bisa nenteng banyak kantong belanjaan dengan mengeluarkan biaya seminimal mungkin. Bagi gw sendiri harga itu faktor penentu setelah model dan tingkat kegunaan.

christian louboutin black satin high heels sandals Saya dan Belanja

Syarat lain saat berbelanja khususnya pakaian atau sepatu adalah: barang-barang tersebut harus bisa di mix n match dengan items lain yang sudah ada. Ini sangat penting, mengingat fashion itu perkembangannya sangat pesat. Jadi saat berbelanja gw sendiri selalu mengutamakan item yang modelnya last ga cuma trend pada saat itu. Hal ini juga untuk mengakali frekuensi belanja agar ga keseringan, juga turn over pakaian, sepatu atau tas agar tidak terlalu cepat. Alasannya apalagi kalo bukan dana yang tersedia tidak mendukung belanja tiap minggu juga.

Untuk pernak-pernik seperti kalung, cincin, hiasan dinding lebih banyak mengutamakan yang bernuansa etnik, karena bisa di mix and match dengan items lain, selain itu lebih lasting juga. Untuk pernak-pernik kamar justru lebih banyak hand made. Dengan beli bahan-bahan bisa bikin banyak hal yang baru, juga memanfaatkan barang-barang bekas.

Ga hanya tertarik untuk belanjaan typical cewe, tapi gw sangat kalap kalo dibawa ke toko buku. I’m freaky reader. Tiap kali mampir toko buku gw selalu jelalatan liat buku-buku baru. Pernah saat libur satu bulan gw bisa ngelahap 10 buku. Alhasil gw puasa maen sebulan penuh, karena mama dan papa menolak untuk kasih dana belanja. Tapi dari keinginan itu bikin gw jadi pengen menghasilkan uang sendiri, setidaknya untuk melaksanakan hobby gw ga nyusahin orang. Sejak saat itu gw selalu part-time atau ngambil kerjaan yang ga ganggu kuliah. icon smile Saya dan Belanja

Well, itu Cuma sekilas tentang hobby gw yang kadang disebut typical cewe: b e l a n j a. Jangan salah jatuh bangun gara-gara belanja udah pernah gw alamin, dari mulai distop pemasukan sama ortu, sampe puasa maen sebulan demi belanja. Am I shopaholic? Well, maybe but I can control myself. :p

PS: yang punya tempat atau tips belanja bisa dong dishare :p

Tags: , , ,

City of Ashes ~ Review

City of Ashes

Cassandra Clare

city of ashes City of Ashes ~ Review

City of Ashes merupakan seri kedua dari buku The Mortal Instruments yang ditulis oleh Cassandra Clare. Belem jelas buku ini akan berakhir diseri keberapa, yang jelas buku ini bisa dibilang adalah the next twilight series. Dalam buku pertama City of Bones dikisahkan bahwa Clarissa Mongerstern adalah seorang Pemburu Bayangan yang bahkan tidak tahu jati dirinya sampai dengan ia berusia 16 tahun dan terungkap dengan kejadian yang terpaksa. Ia jatuh cinta pada Jonathan atau akrab dipanggil dengan Jace yang diakhir buku diceritakan sebagai kakaknya, mereka sama-sama anak dari Valentine. Yaitu seorang musuh utama Kunci.

Di buku kedua ini diceritakan bahwa Clary dan Jace masih berusaha membiasakan diri dengan hubungan sebagai kakak-adik yang bahkan bagi mereka dan orang-orang sekeliling merupa itu merupakan hal yang aneh. Valentine masih berkeliaran dengan teror dan rencana jahatnya. Terlepas dari itu semua tiba-tiba sahabat Clary, Simon berubah menjadi vampir. Jace harus berurusan dengan Inkuisitor yang menganggap dia sebagai mata-mata Valentine. Petualangan mereka bertambah seru ketika ternyata rencana sang Inkuisitor untuk bernegosiasi dengan Valentine gagal, dan Valentine telah memanggil iblis-iblis jahat untuk menyerang para pemburu bayangan. Hubungan Jace dan Clary semakin rumit karena adanya ulah iseng sang Ratu Peri. Diatas semua itu pernyataan mencengangkan dan Ratu Peri bahwa Clary dan Jace adalah hasil percobaan Valentine : Jace memiliki bakat sang Malaikat, sementara bakat Clary adalah berkaitan dengan hal-hal tidak terucap.

Setelah saya selesai dengan buku ini : dibandingkan dengan buku sebelumnya, buku kedua ini menjadi agak membosankan, mungkin karena terlalu banyak pemaparan. Namun saat mencapai tengah buku, maka buku ini akan semakin terasa menarik. Bukan kisah romance-mystery seperti Twilight Saga, buku ini lebih menekankan pada kisah petualangan secara keseluruhan. Tidak meletakkan inti cerita hanya pada dua tokoh utama yaitu Jace dan Clary. Buku ini cukup bagus untuk terus dilahap. Saat ini saya dalam proses menggigit buku selanjutnya yaitu City of Glass. Cheers !

Tags: , , ,

Fast and Furios Five – Review

FAST AND FURIOS FIVE

RIO HEIST

fast furious5 Fast and Furios Five   Review

Setelah bingung mau ngapain selama membunuh waktu nunggu berbuka, akhirnya saya dan sepupu memutuskan untuk menonton Fast and Furios Five: Rio Heist. Bosan? Tentu saja tidak. Entah kenapa meskipun ceritanya tetap sama juga tokoh-tokohnya yang tidak asing lagi, tapi menonton film ini tetap bisa membangkitkan adrenalin. Melihat kembali Dominic Torreto, Brian O’conner dan Mia Torreto berpetualang rasanya tidak ada rasa bosan.

Seperti kita semua tahu, akhir film keempat adalah saat Brian dan Mia membantu Dom meloloskan diri, akhirnya mereka pun menjadi buronan internasional. Sampailah mereka di kota Rio, Brazil. Disini mereka mendapat misi yang ternyata justru menjadi awal petualangan mereka melawan penjahat kakap nomer satu di Rio. Sementara itu ada tokoh baru yaitu Dwayne Johnson yang biasa dikenal dengan The Rock berperan sebagai polisi yang memburu Dom, dkk. Bagaimana jadinya jika polisi memburu penjahat yang juga memburu penjahat lagi? Tentunya aksi di Fast and Furious Five ini masih kental dengan mobil berteknologi tinggi da aksi kebut-kebutan yang membuat kita menahan nafas. Film ini sangat layak ditonton, terutama untuk kalian yang menyukai aksi balapan. Haha..Apalagi ada si ganteng Paul Walker. *wink*

Belum lagi di twist terakhir ada adegan antara Eva Mendes dan Dwayne yang mengisyaratkan bahwa kekasih Dom yang diceritakan telah mati di Fast and Furious Four ternyata kemungkinan masih hidup. Mungkin ini sebuah pertanda bahwa akan ada Fast and Furious Six. Wow. Sangat tidak sabar untuk menanti. icon biggrin Fast and Furios Five   Review

Tags: , , ,

City of Bones – Review

City Of Bones

Cassandra Clare

city of bones City of Bones   Review

City of Bones adalah buku yang ditulis oleh Cassandra Clare. Dari covernya sendiri memang cukup menarik yaitu seorang lelaki bersayap. Jelas dengan melihat cover tersebut buku ini menawarkan cerita fiksi. Semakin marak cerita fiksi dipasaran terutama yang berkaitan dengan sihir ataupun dunia malam (vampir, werewolf, dan rekan-rekannya), tapi entah kenapa saat melihat buku ini saya langsung tertarik.

City of Bones bercerita tentang seorang gadis berumur 16 tahun bernama Clarissa, yang kehidupannya tampak biasa. Clary sapaan akrab gadis tersebut merupakan anak tunggal dari seorang orang tua tunggal, ayahnya telah meninggal sejak ia masih dalam kandungan. Ia mengenal seorang Paman bernama Luke sepajang hidupnya dan sahabat terbaik, Simon. Setidaknya itulah hal yang ia ketahui pada awalnya.

Sampai suatu hari Clary tiba-tiba bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Ia bertemu dengan Jace, Issabel dan Alec yang ternyata adalah Pemburu Bayangan, pemburu iblis. Semenjak itu dunianya tidaklah sama. Apa yang ia ketahui bukanlah hal yang sebenarnya, ibunya menyimpan banyak rahasia, bahkan Luke ternyata bukan ‘Paman’ biasa. Clary memulai petualangannya, baik dalam mendapatkan kembali ibunya yang diculik, mendapatkan kebenaran, juga memperjuangkan cinta dan mempertahankan persahabatannya.

Setelah saya menelan buku ini bulat-bulat:

Cerita yang disajikan cukup menarik, meskipun sekilah mirip dengan Twilight Saga, karena adanya sentuhan cinta terlarang (halah). Tapi karena alurnya yang cukup cepat dan bahasa yang diolah sedemikian rupa buku ini sangat layak untuk menghabiskan waktu senggang, sangat sulit meletakkan buku ini tanpa membuka halaman selanjutnya. Bagi siapa saja yang suka dengan cerita fiksi-romance-mystery pasti jatuh cinta pada buku ini.

City of Bones sendiri bukan merupakan buku tunggal, tapi terdiri dari beberapa seri. Sejauh yang saya ketahui ada empat seri. Namun mengintip sedikit dari e-books keempat, tampaknya masih ada buku kelima. Buku keempatnya sendiri belum terbit dalam bahasa Indonesia. Selamat menikmati.

Tags: , , ,

The Alchemyst – Review

THE SECRETS OF THE IMMORTAL NICHOLAS FLAMEL

#1ST THE ALCHEMYST

the alchemyst1 The Alchemyst   Review

Buku yang baru saja rampung dibaca adalah kisah tentang manusia abadi bernama Nicholas Flamel. Buku ini ditulis oleh Michael Scott, sejauh ini sudah ada empat buku seri The Secrets of Immortal Nicholas Flamel. Buku pertama ini berjudul The Alchemyst.

Kisah diawali oleh kehidupan normal sepasang anak kembar bernama Josh dan Sophie Newman, keduanya sedang menghabiskan liburan musim panas di San Fransisco. Josh berkerja sambilan di sebuah toko buku milik Nick Flemming sedangkan Sophie bekerja di Coffee Shop yang hanya terpisah seruas jalan. Bisa dibilang kehidupan mereka normal dan hampir sempurna. Sampai Dr. John Dee datang untuk merebut sebuah buku dari Nick Flemming yang ternyata bernama Nicholas Flamel dan menculik istri sang manusia abadi Perenelle Flamel. Buku tersebut merupakan buku dengan nama Codex yaitu buku yang ditulis oleh Abraham sang Magus, yang memuat resep ramuan abadi, rahasia merubah batu menjadi emas, juga rahasia tergelap lainnya yang bisa membuat dunia menjadi lestari atau justru menjadi binasa.

Ternyata saat merebut buku tersebut Josh berhasil merobek dua lembar terakhir dari Codex yang merupakan lembar paling penting dari buku tersebut. Namun dengan adanya lembar tersebut maka kehidupan si kembar yang tadinya tampak damai pun berbalik 180 derajat. Bersama dengan si manusia abadi dan seorang vampir cantik bernama Scatty mereka pun berpetualang menghindari Dr. John Dee, berusaha menyelamatkan Perenelle Flamel juga berusaha untuk merebut kembali Codex. Di atas semua itu ternyata si kembar adalah bagian dari sebuah ramalah luar biasa, mereka memiliki kekuatan yang bisa menyelamatkan atau justru menghancurkan dunia. Mereka mulai mengunjungi para Tetua yang menjadi sekutu untuk membangkitkan kekuatan sihir mereka dan juga melatih mereka untuk menggunakan sihir. Bagaimana kelanjutan petualangan si kembar? Saya sarankan untuk membaca buku The Alchemyst ini.

Jujur, saat membaca buku ini sangat sulit untuk berhenti dari membuka lembar perlembarnya. Kisahnya beralur cepat tapi juga rinci, sehingga kita akan terus penasaran dengan kelanjutan petualangan dari si kembar, manusia abadi dan vampir cantik Scatty sang Petarung. Buku ini ringan dan menarik disaat yang sama. Sangat cocok sebagai bacaan untuk membunuh waktu dan menghilangkan rasa bosan. Saat ini saya sedang melanjutkan untuk membaca seri selanjutnya yaitu The Magicians.

Tags: , , ,