Posts Tagged Love

semu itu meramu

“…cinta itu sesuatu yang asing. aku hanya tau sayang. lebih membumi. meskipun tanpa garansi. tapi akhirnya kembali. (pada satu hati) disuatu hari.” -endah”(source: endahsjournal.tumblr.com)

ada yang bilang jatuh cinta itu awal dari merasakan sakit, yang artinya kamu akan bertambah dewasa seiring dengan proses jatuh cinta itu sendir. Berdasarkan buku Manusia Setengah Salmon – Raditya Dika disana dianalogikan jika kamu sudah pernah merasa sakit, maka artinya kamu bertambah dewasa. Seperti proses tumbuhnya gigi. Tapi ini bukan kisah tentang tumbuh gigi, ini kisah tentang definisi sederhana jatuh sayang, bukan cinta, karena sampai sekarang (seperti tulisan sebelum-sebelumnya) saya ga ngerti cinta itu apa. Ini satu cerita dari cerita-cerita lainnya, cerita yang kalo ini sinetron, masih ada season selanjutnya, tapi penulis skenario memilih untuk menulis cerita untuk sinetron lain terlebih dahulu sebelum melanjutkan.

Jadi dia ini seseorang, disana, bukan disini. Awalnya kenal hanya saling tahu. Lalu karena perkembangan teknologi semua mulai berkembang, tumbuh perlahan. Diawali dari tuker-tukeran pin bbm (awal-awal Cuma say hi), follow mem-follow twitter sampai saling temenan di FB. Sampai suatu saat setelah berbulan-bulan tahapan sekedar saling tahu, diawali dari bertanya tentang sesuatu, berkembang jadi obrolan sulit diakhiri via bbm (yuph, memang ngobrol via bbm ini susah banget diudahinnya), sedikit demi sedikit meningkat jadi akrab. Lalu tiba-tiba dari akrab sebatas teman, mulai berani saling ejek, dari saling ejek, berantem, debat-debat (meskipun topiknya ga penting), we’re looks like tom and jerry. Dibilang PDKT bukan, dibilang HTS juga bukan, dibilang sahabat (ga rela), dibilang ade-kaka-an juga engga, apalagi dibilang pacaran (ga ada komitmen). Akhirnya ini hanya ini, saling nyaman iya, saling perhatian oke (meskipun lewat gaya slengeean), saling curhat (meskipun kadang gengsi dan pilih-pilih topik), saling ejek, sering. Sekilas kami sahabat, di bagian lain kami ade-kaka, diujung lain kami musuh abadi, disatu saat kami bisa juga lovey-dovey. Tapi kenyataannya kami tidak berlabel.

Sampai akhirnya titik jenuh (bukan jenuh, tapi kesal) itu datang. Situasi diam di tempat, menuntut pada suatu kepastian, bertanya gengsi, akhirnya diam dan ambil jalan putar arah. Saling menjauh, sampai masing-masing punya label dengan orang lain, sama sekali bukan saling melabeli. Bahkan dia lebih dulu (ya, dia). Tapi kami kembali lagi pada situasi lama, saling menyapa, saling bercerita, saling mengejek, saling menjatuhkan, saling memberi support, saling kangen, tapi saling diam, namun tetap saling mengucap tanpa tersurat hanya tersirat. Tapi disatu sisi kami tidak saling bercerita tentang label masing-masing dengan yang lainnya, sadar, tapi tetap saling diam. Seolah-olah kami berada dalam balon, isinya hanya kami. Tahu tentang satu dengan yang lainnya, tapi saat berdua, kami saling mengingkari. Intinya hanya kami dan kami.

ljs heart11 semu itu meramu

Bedanya, saya merasa sakit hati. Sakit hati ketika tahu dia dengan yang lain, tanpa cerita terlebih (padahal kami dekat, bukan?), sakit hati ketika sadar mungkin ini hanya disatu sisi, sisi saya, sakit hati ketika saya sendiri memilih menjauh, dan dia menjauh. Saya sadar saya main hati. Lalu saat kami kembali pada kami yang dulu (dengan segala batasannya), semua sakit hati itu seolah ga pernah ada. Tapi saya ga lupa dengan sakit hati itu, sampai saya teringat satu penggalan percakapan……..

“…..kalo lo disini juga, gw milih lo kali ndah”

Satu pernyataan iseng, bermakna ambigu, namun dari situ ada kesimpulan. Ini masalah jarak. Jarak yang sebenarnya hanya ditempuh dengan 2 jam. Namun ini tetap masalah jarak. Bagi dia. (mungkin juga sebenarnya bagi saya)

Cerita lama, terasa baru. Itu kali ya yang disebut situasi semu. Entah maunya gimana, jalanin yang ada. Tapi dari pengalaman tersebut saya banyak belajar. Belajar memahami, belajar menghargai. Mungkin ini bukan jalan kami, tapi ini cerita kami. Berada disatu situasi semu ini sangatlah menyebalkan, menguras tenaga, dan juga olahraga hati. Tapi akhirnya punya cerita, pengalaman untuk dibagi. Meskipun banyak sakit hati, tapi cerita bahagianya juga lebih banyak. Satu sih yang pasti, dulu waktu saya ngalamin situasi ini, banyak pertanyaan seandainya. Banyak hal ga tersampaikan karena gengsi, takut, akhirnya menyisakan lebih banyak rasa penasaran. So, buat kamu yang mungkin berada dalam situasi yang sama, say it anything you feel, before the time is running, you lost the moment, then you endlessly questioning.

*tulisan ini dalam rangka meramaikan Euforia menulis tentang Euforia Jatuh Cinta. Tapi ini bukan cerita cinta, ini hanya cerita saya, tentang dua, dua insan, dan pilihan. *cheers

Tags: , ,

“Pindah Rumah”

Senin, 09 April 2012.

Malam hari setelah pulang kantor, dan bbm an sama seorang temen yang kebetulan lagi didera sindrom sehabis ‘game over’ tiba-tiba terinspirasi untuk nge-tweet tentang ‘pindah rumah’. Sebenarnya bukan inspirasi murni, istilah ‘pindah rumah’ didapat setelah membaca buku Manusia Setengah Salmon – Raditya Dika. Well, untuk followers setia @endahpurnama diharapkan ga merasa terganggu dengan inspirasi yang mendadak membanjir atau malah jadi ikutan galau atau malah merasa terganggu (maaf yaa) hehe.

Mari kita bermain analogi.

Kemarin sore Bandung didera macet dimana-mana, ga hanya macet tapi juga hujan keroyokan, banjir dan paling parah adalah mati lampu. Sialnya saya salah ngambil belok jalan, dan akhirnya terjebak macet berkepanjangan. Dari situ pikiran berkelana dan menghasilkan satu pemikiran: Salah ngambil jalan itu ibarat jatuh cinta salah orang. Terjebak macet. Tersendat-sendat. Namun ketika kamu menemukan jalan yang benar, terbebas dari macet, rasanya itu seperti bebas. Ga terpaksa mau ga mau.

Pulang ke rumah, tiba-tiba ngobrolin ‘pindah rumah’ dengan salah satu teman, beberapa pemikiran pun akhirnya kembali lahir:

Dr segala rutinitas ‘pindah rumah’ paling susah itu nyari ‘rumah baru’. Banyak pertimbangan, takut ini-takut itu, ngebandingin. Tp ‘harus’.

Nah,perjuangan ‘pindah rumah’ ini harus seiring jg sama perjuangan buat ngelupain. Ngelupain hal2 nyaman, kenangan2.

Pas dapet ‘rumah baru’ pasti yg pertama dilakuin ngebandingin sama ‘rumah lama’. Padahal beda rumah, beda jg ceritanya. Adaptasi kuncinya.

Well, nikmatin aja proses nyari rumah baru, banyak cerita, kalo cocok ya ‘pindah’, kalo engga masi bs nyari referensi lain. Yg pnting nyoba.

Source: @endahpurnama

Kirain topik ‘pindah rumah’ Cuma hangat tadi malam, nyatanya kembali dapet inspirasi siang tadi saat makan siang dengan rekan kantor. Semuanya sudah menikah, alhasil sebagai paling bontot, Cuma bisa ngedengerin dan berusaha (tertatih-tatih) ngikutin arah obrolan. Tibalah kita pada obrolan tentang rumah.

F: Ternyata mending beli tanah dulu baru ngebangun dari 0. Soalnya kalo nyicil jatohnya bisa lebih mahal.

A: Iya sih, tapi ngebangunnya juga lebih mahal, Cuma memang karena dari 0 jadi lebih kerasa perjuangannya kali ya.

I: Aku sih beli rumah lama, tapi sampai sekarang masih rudet banyak yang mesti dibenerin.

Nah, buat saya percakapan tadi bisa juga berarti:

· Membangun bersama dari 0 dengan seseorang itu akan lebih terasa perjuangannya, semua kita mulai dari ketidaktahuan, sampai perlahan-lahan saling memaklumi, saling toleransi, dan akhirnya bisa saling nyaman.

· Nah, kalo nyicil nih, kelamaan PDKT, akhirnya jatohnya memang lebih kenal, tapi belum tentu lunas, belum tentu diakhir memang jadi. Dan kadang melalui proses itu sendiri malah ada kemungkinan bikin kita mundur perlahan.

· Beli rumah lama, atau balikan, hemm…enak sih bisa tinggal jalanin, tapi saking udah kenalnya, dan pernah ada satu titik dimana sama-sama memutuskan untuk pisah, akhirnya masalah lama lah yang kembali menghantui.

aeerr4 Pindah Rumah

So, kalo menurut saya sendiri pilihan paling baik itu memulai kembali dari 0, dari tingkat ketidaktahuan yang sama. Biar waktu yang memutuskan sampai mana perjalanan tersebut, yang jelas sama-sama membangun keadaan.

Balik lagi ke ‘pindah rumah’, memang susah sih, kaya kata temen saya bilang: saat pindah kita mesti packing, nah makin keingetan kan itu waktu masukin barang-barang untuk dibawa ‘pindah rumah’ malah makin susah dong pindahnya?

Saya Cuma bisa bilang, kalo yang dibutuhkan itu hanya ‘menerima’, kalo kita udah menerima, susah sih buat beres-beres, tapi kita akan sampai pada tahap bisa melangkah, ninggalin apa yang tertinggal di belakang, dan membawa apa yang tertinggal (sebagian) ke depan, rumah baru.

‘pindah rumah’ ini juga hampir sama kaya maen game. Diibaratkan kita udah maen game jauh-jauh, tiba-tiba game over, dan yang harus dilakukan adalah press new game. Malesin emang. Udah tau tahapannya apa, ngulangin lagi dari awal. Tapi saat kita sampai pada level baru, lewat dari level terakhir kita game over, pasti senengnya ga ada dua.

Well, ininya adalah kita harus siap mencoba. Ibaratnya kalo kita naik gunung, bawa ransel, trus ransel kita rusak dan dikasih penggantinya, supaya beban kita lebih ringan, kita harus nyimpen dulu ransel lama dan baru siap untuk yang baru kan? Pisah sama sesuatu yang terasa akrab itu susah, saya akui, tapi saat kita siap melangkah, berani nyoba, pasti ga nyesel dan kesempatan baru makin terbuka lebar. By the end of the post, mungkin kalian udah bisa nebak kan maksudnya ‘pindah rumah’ itu apa? Well, gimana pengalaman kalian ‘pindah rumah’? atau justru sebagian ada susah banget buat ‘pindah rumah’? I ever in that position, I feel you guys, but finally, i’m moved. J

Tags: , ,

Aku dan Definisi

Have you ever wonder who is gonna be your future husband (or wife-for man)? Me? Every second time when I was lost on my wild mind.

I have some definition for those things (my own definition):

~ Berteman adalah saling mengenal dan belajar bertoleransi.

~ Sahabatan adalah saling memahami, saling menerima baik kelebihan maupun kekurangan

~ Pacaran adalah saling mengenal lebih dalam, memahami segala kelebihan dan kekurangan, dan mentoleransi tingkat ego masing-masing.

~ Menikah adalah belajar mencintai, menyayangi, seseorang yang akan kamu lihat pertama kali dipagi hari dan orang terakhir yang kamu lihat dimalam hari…setiap hari.

….setiap hari. Orang yang akan menjadi bagian dari hidup saya, tua bersama saya, membangun keluarga dengan saya, membawa tawa, menjadi alasan akan adanya air mata, memicu amarah, dan selalu ada disana, saat saya meminta maaf ataupun memaafkan. Memberikan kasih sayang tanpa batas dan mencintai saya tanpa alasan. Menjadi seseorang yang sayangi tanpa batas dan saya cintai tanpa alasan. Itulah dia, seorang suami bagi saya dimasa depan (berdasarkan harapan saya yang tergila-gila pada fairytale).

conceptualphotographybyphotographermichelleellis 014 Aku dan Definisi

Pertanyaan paling utama, dengan tanda tanya paling besar adalah SIAPA? Tapi itu adalah halaman yang hanya Tuhan yang tahu, bahkan Dia tidak membisikkan petunjuk tentang siapa dia nanti. Dia yang disimpan untuk hadir pada waktu yang tepat, saat saya sudah siap. Dia yang mungkin sebenarnya sudah saya kenal, pernah berpapasan atau bahkan tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Dia yang selalu menjadi rahasia, rahasia yang tersimpan rapat, dan akan terungkap saat waktunya diungkap, saat Dia menghendaki saya untuk mengetahui siapa dia untuk saya. Ya, dia.

Hehe…yaa kadang-kadang memang pemikiran serius, tak terduga seperti ini menyambar-nyambar. Bahkan jika bentuknya berupa pertanyaan, sulit untuk menahan diri bila tidak mendapatkan jawaban saat itu juga. Padahal beberapa pertanyaan memang terlahir untuk ditanyakan secara retoris, jawaban yang disediakan akan hadir dengan sendirinya atau bahkan jawaban tersebut tersedia tepat dihadapan kita, hanya soal waktu sebelum kita memahami dan menyadari hal tersebut. Karena pada dasarnya manusia itu memiliki kecenderungan untuk selalu mencari, menggali pengetahuan, dan tidak lelah untuk terus bertanya. *sigh

Well, in the end no matter who he is gonna be. Harapan saya adalah dia adalah seorang teman, yang tahu kapan harus menjaga jarak saat saya marah, seorang sahabat yang meminjamkan bahunya saat saya menangis dan selalu tahu bagaimana membuat saya tertawa, seorang kakak yang bisa beradu argumentasi, bertengkar tapi selalu saling memaafkan, seorang kekasih yang memberikan kasih sayang tanpa batas dan mencintai saya tanpa alasan, dan seorang suami yang menjadikan saya orang pertama yang dia lihat dipagi hari, dan orang terakhir yang dia lihat dimalam hari serta orang yang selalu jatuh cinta pada saya setiap hari. Fuuh, banyak ya? Hehe…karena saya akan menjadi itu semua untuk dia. J *amin

xoxo, *kissonthecheeks*, readers

Love

Tags: , , ,

The Vow – Please Knock

“I vow to help you love life, to always hold you with tenderness and to have the patience that love demands, to speak when words are needed and to share the silence when they are not and to live within the warmth of your heart and always call it home.”

- Paige, The Vow

The Vow. Akhirnya masih dengan sahabat yang sama, siang menuju sore kami habiskan untuk menonton salah satu film yang emang udah pengen banget gw tonton (dan ga nyangka dia mau, dengan paksaan sebenernya). Berbekal DVD dan laptop jadilah acara menonton kami berdua.

Dibintangi oleh Rachel Mc Adams (yang cantiknya keterlaluan) dan Channing Tatum (yang gantengnya ga sopan), film ini diambil dari kisah nyata. Sepasang suami istri, saling mencintai, harus menghadapi kenyataan bahwa salah seorang dari mereka (istrinya) lupa akan setiap kenangan yang mereka miliki sebagai suami-istri, bahkan lebih jauh dari itu sang istri lupa akan suaminya, bagaimana mereka saling jatuh cinta. Saat-saat yang diingat oleh istrinya adalah saat mereka belum bertemu, dan sang istri adalah tunangan dari pria lain. Dunia tempat mereka berpijak seketika berubah, kehidupan bergeser, dan mereka merasa asing satu sama lain. Sang suami (Leo) berusaha sekuat tenaga membuat sang istri (Paige) mengingat kembali, membuatnya kembali jatuh cinta, membuat dunia mereka kembali sama. Namun, ternyata hal tersebut lebih sulit, mereka terus mencoba, sampai salah satu merasa lelah dengan yang lainnya, dan akhirnya…TONTON AJA SENDIRI YAAAA ! (~nananana)

the vow The Vow   Please Knock

Setelah selesai film, kami berdua sama-sama terdiam. Biasanya pada saat selesai nonton film drama kaya gini, yang keluar dari sahabat gw adalah rentetan ejekan, cengengnya gw, sensitifnya dan lain-lain. Tapi kali ini bahkan dia pun terdiam. Have you ever imagine, the closest person in you live suddenly forget about you? Not because he/she trying to forget, but accindentaly forget, and not only closest person but the one that you love the most? Gw sendiri ga pernah berpikir sampai sana, gw ga terlalu baik dalam mengatasi kehilangan, apalagi ini, ga kehilangan, tapi dilupakan. Pasti segala cara dicoba untuk mengembalikan segala sesuatu kembali pada tempatnya. Kembali pada tempat dimana lo biasa berpijak. Yup, thats.

Tapi itulah tadi, dengan kekuatan cinta (sesuatu yang mereka sebut dengan kata yang terdiri dari lima huruf tersebut) mereka bisa bertahan (IYA ENDINGNYA HAPPY KOQ). Film ini diambil dari kisah nyata, saat ini mereka yang menjadi inspirasi hidup bahagia dengan dua orang anak. Ini mungkin bukti kalo cinta itu memang ada. Meskipun untuk gw sendiri, dengan pemikiran yang masih sederhana, masih mempertanyakan, benarkah cinta yang tanpa alasan itu benar-benar ada?

in the end, THE VOW is worth to watch, ga mesti nyiapin tissue layaknya film kehilangan ingatan lainnya, tapi siapin aja note, hehe..banyak banget quote bagus di film ini. mungkin, bagi mereka yang sedang (katanya) jatuh cinta kata-katanya bisa dipinjem dan dijadikan inspirasi. ~nanana

xoxo, *kissonthecheeks*, readers

Tags: , , , ,

Satu Siang, Dibulan Maret

Sebuah percakapan kecil ngelantur sana-sini dengan seorang teman diwaktu makan siang yang ternyata kecepetan. Bertempatkan di sebuah cafe yang menawarkan suasana playful, bikin betah dan pesan lagi dan lagi (makanannya). Random sih tapi ini dia penggalan-penggalan diantaranya:

R : lo pernah diselingkuhin?

E : nope. Tapi dibohongin pernah, mungkin rasanya ga jauh beda kali ya? Lo pernah?

R : gw pernah selingkuh….dan juga diselingkuhin.

E : ….well, i’ll not judge you. (i try)

R : selingkuh itu seperti candu. Sekali lo nyoba, sekali lo ga ketauan, sekali lo dimaafin, lo bakalan tertarik buat nyoba lagi.

E : …….

….jujur gw bukan seorang yang bisa memaafkan dengan mudah ketika dibohongi atau secara umum disakiti. Dan menurut gw selingkuh adalah salah satu hal yang tabu dalam sebuah hubungan. Gw sangat menghargai kesetiaan. Tapi seiiring dengan bertambahnya kisah, cerita, dan pengetahuan (halah), gw memutuskan selalu ada alasan dari dua sudut cerita. Jangan langsung menghakimi, dengarkan, baru dari situ bentuklah pendapat. Dan jangan dengarkan cerita dari orang ketiga, keempat atau sederhananya orang lain, tapi dengarkan dari tangan pertama, tanpa bumbu. Lebih mudah menepatkan diri sebagai korban, tapi sesekali cobalah berpikir seperti pelaku. Pada akhirnya semua itu bergantung pada satu hal, pilihan (diri sendiri).

in the other topics…

E : *sigh* I think I’m in love.

R : then you’re not in love

E : what?

R : if you’re really in love, you’re not think. You just simply…feel it.

….suddenly i know he is right. Too much thinking makes that feel unreal, too much doubt, then the conversation between both of you will not as comfort as before. Then you’ll find the feeling is gone. Suddenly, isnt love, its only hemm…well, just a feeling. Thats it.

in the other topics…

R : gw pengen balik ke Jakarta tadinya, tapi dasar sial, yang demo bikin ketar-ketir.

E : fuuh…Mama juga gitu, kemaren liat berita, dan langsung nyuruh ade gw ga kuliah, gw disuruh ga jalan-jalan. Udah jelaskan siapa yang seneng, siapa yang nelangsa.

R : mereka cuma pengen didengar, diperhatikan.

E : gw mungkin ga pernah ikut demo, tapi bukan berarti ga peduli, cuma kadang ada kalanya terlalu banyak ngomong bikin cape, akhirnya lebih baik diam.

R : yup. Sama kaya kalo lagi pacaran terus berantem, kalo udah ga didenger, diam itu pilihan paling ideal yang ditawarin.

E : tapi kan lo jomblo

R : lo juga, dan gw bilang kan andai (sambil lirik ga santai)

E : well,….haha

R : harusnya yang demo dikasih maicih level 10. Supaya mereka pindah demo ke WC. WC PERTAMINA.

E : …………….

….disitu juga akhirnya gw memutuskan sudah waktunya bagi dia untuk Jum’atan, berharap dia bisa selesai dengan kepala yang lebih jernih. Satu lagi siang dihari yang antara mendung dan panas terlewati, bersama seorang sahabat dan percakapan yang meninggalkan banyak hal untuk…dipikirkan (dan diungkapkan dalam tulisan).

Friday, March 30th 2012

Xoxo, *kissonthecheeks*, Readers

Tags: , , , , ,

The Confession (Final)

Then I’m trying to move on – moving on – moved on.

Akhirnya gw tau kalo gw bener-bener udah mulai move on (meskipun belum sepenuhnya) ketika akhirnya gw merasa bener-bener sakit lagi. Ketika ada yang dateng, dengan sopan, tapi ninggalin dengan cara yang ga sopan (#EH). Gw mulai sedikit lupa dengan kebiasaan dia, digantikan dia yang baru. Akhirnya..akhirnya setelah sekian lama. Meskipun gw gatau apa rencana Tuhan, nyadarin gw, ngasih gw jalan, dengan cara yang satu ini, dengan cara ‘nampar’ gw. Tapi ya namanya juga hidup, ga mungkin kan mulus terus *ceileh ada saatnya Tuhan juga nyadarin gw, kalo dia yang ini pun ga tepat buat gw.

Dari situ segalanya lebih mudah, gw ga seprotektif itu sama diri gw sendiri. Gw berani nyoba hal-hal baru, kenal sama yang baru, mencoba, meskipun sampai dengan saat ini memang belum ada yang terasa tepat. Mungkin ini juga yang disebut sebagai proses pendewasaan, gw nyaman dengan status gw sekarang, menikmati hal-hal lain yang bisa gw lakukan, hal-hal yang bisa kejar, yang bisa gw dapatkan, kenal dengan sebanyak mungkin orang lain. (meskipun emang kadang kerasa sih momen-momen tertentu koq gini-gini aja gitu). Tapi tanpa gw sadari gw semakin mandiri, karena terbiasa, gw semakin berani, gw ga bergantung, yup itu semua menjawab pertanyaan yang gw lontarkan sama Tuhan ketika dulu lama sekali: kenapa mesti gw? Kenapa mesti kaya gini? Jawabannya karena Tuhan tau gw mampu dan gw bisa sampai dititik gw yang sekarang. Karena dengan cara ini gw bisa lebih dewasa. Dengan caranya sendiri Tuhan ngasih gw jalan super mulus di bidang yang lain, tapi Tuhan ngasih ujian dalam bidang (hati) ini. Dan pada akhirnya gw bisa tetep survive.

Dengan cara itu, diumur 20 tahun ini gw sampai pada pemikiran, bahwa gw ga boleh terlalu mudah ‘jatuh’ gw mesti bisa ‘berdiri’ dengan dua kaki bahkan satu kaki. And now, I’m looking for a partner, no more boyfriend. Someone who will think about the future (partner), no only mind-games (boyfie). Karena itu kalo ada yang nanya: “kenapa sih ndah masih single aja?” jawabannya bukan ga laku karena jujur gw ga jualan, bukan juga karena ga ada yang nyoba deketin (maaf belagu dikit -.-), tapi karena belum ada tepat kaya yang gw rasa cari, belum ada yang bisa bikin gw sampe bilang he’s the one.

Gw berusa membuat si logika diam, dan mendengarkan apa yang hati gw (tempat paling rapuh di atas semuanya) untuk berbisik, membisiki keraguan atau justru keyakinan tentang siapa yang akan jadi dia buat gw. Dan setiap dia memberi peringatan, membuat gw ragu, gw akan nurut, ngambil langkah puter balik, tutup hati gw sebelum jatuh terlalu jauh. Kenapa? Pernah gw berusaha mengambaikan si suara itu dan akhirnya..gw jatuh (lagi). Untuk itu gw bersabar, Tuhan masih nyimpen jodoh gw. Iya, gw single, jadi kenapa? Gw masih muda, gw masih punya cita-cita yang harus dikejar, ini abad 21 kenapa gw mesti dengerin banget omongan orang-orang yang lebih heboh nyari pasangan dibanding ngejar target mereka. Gw kan punya Dia yang Lebih Tahu. Ketika gw siap, waktunya tepat gw akan ketemu dia bagi gw yang memang tepat. Sampai saat itu yang gw lakukan adalah hidup dengan cara yang terbaik, menjaga segala titipannya, dan berdo’a. Oneday, somehow, somewhere, someone will come with an unexpected way.

xoxo, *kissonthecheeks*, Readers

Tags: , ,

Saturday, March 24 2012

Saturday, March 24th 2012

Skype ON then the morning message came from an unexpected person:

“Hey, Queen. Its 24. Miss you already”

Skype OFF (because of a damn connection).

Seriously, ga ada angin, ga ada hujan (iyalah orang kemaren panas banget) gw tiba-tiba iseng buka foto-foto lama (harus ngurang-ngurangin nih iseng). Foto gw sama dia, foto yang dia kasih buat gw. Hmph. Nyalain laptop, iTunes isinya playlist favorit semua, shuffeling (SALAH) entah kenapa lagu yang muncul lagu bunuh diri semua. Lalu tiba-tiba gw pun inget (lagi).

Kalo minum kopi dia selalu, kopi hitam, dua creamer tanpa gula.

Gw inget kalo dia senyum dengan lesung pipinya.

Dia yang ngajarin gw pegang kamera, meskipun akhirnya gw lebih suka difoto.

Dia yang pertama kali bikin gw suka sama bintang, meskipun bermodalkan balkon.

Dia yang bikin gw suka sama vanilla, padahal dulunya gw eneg mampus.

Dia dengan jeansnya yang selalu berwarna sama.

Dia dengan kebiasaannya tidur lagi pas gw bangunin

Dia yang suka banget sama brownies, bikin gw belajar mampus buat bikin kue satu itu.

Dia yang ngasih gw cd saat dia mau pergi.

Dia yaaa diaaaaaaaa ! DIA yang ngingetin gw ini tanggal 24, setelah sekian lama gw ngelewatin tanggal 24 dengan baik-baik aja, setelah sekian lama gw berhasil ga muter lagu Glenn-Januari, setelah sekian lama kita ga ngobrol, setelah sekian lama dia ga ada di orbit bumi gw.

……jangan ditanya gimana gw hari itu, makan ga enak, tidur (siang) ampe gajadi, ketawa pun kepaksa (sialnya lagi jarang yang bikin ketawa hari itu). Finally in the midnight i sent him a short message:

“I do miss you too. I’m Ok, and always be. Take care there, get home soon. We’re missing you.”

Begitu waktu menunjukkan 00.00 gw pun menutup memori 24 ini. ini Cuma kangen sesaat koq, kaya seseorang bilang gitu deh, kangen boleh asal jangan keterusan. Yayaya, langsung ganti playlist pake lagu-lagu macho nan keras. No more listening to The One That Got Away-Katy Perry << terbukti muncul kegalauan dan reaksi ingin minum baygon.

Ps: boleh kan sekali-kali galau? Asal jangan keterusan :p rekor lho ini sekian lama 2012 jalan, baru hari ini gw galau, HAHA.


xoxo, *kissonthecheeks*, readers

Tags: , ,

The Wedding’s Day

ria desriani The Weddings Day

19 Februari 2012 merupakan salah satu hari bersejarah untuk sahabat gw Devina Kristianti. That day was her wedding’s day w/ Suteng. Masih teringat masa-masa awal kita satu kelas selama dua semester. Bahkan kami masih main bareng sampe sekarang, dan ternyata dia melangkah ke pelaminan terlebih dahulu. Seneng banget saat Devina langsung ngabarin gw bahwa dia akan segera nikah. Gw dan sahabat-sahabat pun dengan semangat 2012 ikut mendukung rencana ini. gw harap keluarga Devina dan Suteng kedepannya menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Happy wedding for you both guys. *love

img 20120219 01933 The Weddings Day

ladies The Weddings Day

karikatur buat babi The Weddings Day


Tags: , , , ,

another ‘love’ of my perception

The strangest thing about love is, when you’ve been hurt by him many times and you are still willing to give him another second chance and deceiving yourself that this will be the last.
That’s what happens to a friend of mine. Well, i won’t call her stupid because i was once been there, twice i mean. Even the smartest person could suddenly be dumb when he/she meets love.
Love, a simple word with great power.
Some people say, you’ll meet 2 great love in your life. Only 2. And i guess i’ve met those 2. Pretty early huh? But nevermind tho. Idk whether they are considered as my great loves or not but they sure have made my life pretty screwed up and are very hard to forget. And of course, i’ve lost those two but no worries because i’ve came up with a new theory. Well, actually i read it somewhere.
Besides great love, there also exist the right love. There are differences between great love with the right love. Great love might has the abilities to turn your world upside down, makes you feel so screwed up and is the one that you love the most but the right love won’t make you feel so although that your right love might not be the one that you love the most. Not every great love could bring you happiness, i mean for an example, what if your great love is a poor man? Don’t tell me that love will make everything work out, because without money it won’t. If you married a poor man in the name of love, sooner or later you guys would ended up quarreling about money. It’s a different story if the man is poor but is a hardworking person and is determined to give you a better life. If he’s poor and is also a lazy head? Well, don’t even bother to ask what a fortune teller would say about his future because even a blind man could tell.
The thing about the right love is, it’s the one that will do anything to make you happy and love you more than you love him. So, if you ever happened to be in this situation of choosing between the great love or the right love, choose wisely because he’s the one that will be beside you everyday, every night for the rest of your life.
This post is actually more suitable for people who are getting married. We, teenagers don’t have to make that decision of choosing between those two this soon. What we have to do now, is dating handsome men and enjoy our teenage life. But when it comes to marriage,of course we must choose good eligible men without caring how handsome they are.

conceptualphotographybyphotographermichelleellis 014 another love of my perception

Tags: , ,

so random. .

Love is a decision, it is a judgment, it is a promise. If love were only a feeling, there would be no basis for the promise to love each other forever. A feeling comes and it may go. How can I judge that it will stay forever, when myact does not involve judgment and decision.”

*kissonthecheeks*

Tags: ,