Posts Tagged life

240912

24 September 2012

tumblr lqj9vkU1qi1qajjdco1 500 240912

Akhirnya setelah hampir lima bulan menjalani proses yang lapisannya lebih banyak dibanding kue rainbow cake, tepat pukul 16.30 kemarin gue dapet kepastian dipinang oleh salah satu bank terbesar di Indonesia. Hal yang cukup random adalah, pertama kali gue menginjakkan kaki di bank yang tempat pendidikannya berada di daerah Slipi itu di bulan Maret 2012 lalu, menemani dua orang teman, yang salah satunya baru saja menjalani seleksi masuk di bank tersebut. Tidak pernah terpikir bahwa nantinya, enam bulan kemudian, justru gue akan menjadi salah satu bagian dari perusahaan tersebut. Komentar pendek gue saat itu hanya: “wah, gede ya bangunannya”. Mungkin ini yang dinamakan dengan rahasia dan jalan Tuhan. Jatuh, bangun, masa-masa menunggu yang seolah ga ada akhir, pada akhirnya terbayar. Akhir bulan Oktober nanti gue akan pindah ke Jakarta untuk memulai pendidikan selama satu tahun, untuk itu gue meminta do’a restu untuk kelancaran kegiatan di depannya. Gue gatau, apa yang akan gue hadapi, ada juga ketakutan untuk bisa survive sendiri di kota besar dan tinggal sendiri, tapi sekali lagi gue akan belajar.

“Misteri paling mengasyikan dari rencana Tuhan adalah menjalani hidup itu sendiri” – random dipagi hari J

Tags: ,

Kerjaan = Pacar

Iseng-iseng gitu deh tadi sore tiba-tiba terlibat percakapan dengan ka johantectona tentang masa depan dan segala galaunya (emang trend banget nih kata satu ini). Dimulai dari kebimbangan ikutan blog competition dilanjut dengan kebimbangan lain yang sama sekali jauh dari topik awal. Lalu munculah satu pemikirian kalau cari kerja itu sama kaya cari pacar. Iya ga sih? Ga apa-apa sih kalo setelah baca post ini ga setuju. Haha.

Attraction

Hal pertama kalo kalian mau saling pendekatan dengan katakanlah target yang entarnya diharapkan bisa jadi pacar adalah adanya ketertarikan. Coba deh, pas kalian mau cari kerja, hal pertama yang dilihat itu tampilannya dulu. Perusahaan apa sih? Seperti apasih perusahaan tersebut? Kemudian posisi apasih yang available?

Iya kan? Sama kaya cari pacar, menarik ga? Available ga? Baru deh tahap selanjutnya. Cari cara gimana caranya bisa terhubung dengan si target tadi. Cari kerja juga gitu, kalo udah ada target, akhirnya dicari cara gimana supaya bisa terhubung dengan perusahaan tadi. Masukin lamarannya lewat apa sampai akhirnya masukin CV kalian ke perusahaan tadi.

Pendekatan (PDKT)

Setelah bisa terhubung akhirnya kalian masuk ditahapan kedua. Tahapan ini kalo di tahapan pendekatan lawan jenis, adalah tahapan penuh kebimbangan, harapan juga ketakutan ditolak. Ditahap ini kalian cari sinyal positif, tebak-tebakan itu sinyal maju atau sinyal supaya mundur, mulai ada harapan kalo bisa bakal terus lanjut. Tahapan dimana kalian memberikan kesan terbaik kalian supaya dapet sinyal positif.

Kalo dalam cari kerjaan, tahapan ini adalah proses mendapatkan pekerjaan itu sendiri melalui serangkaian tes. Nah, dinyatakan lolos administrasi akhirnya dimulailah perjuangan kalian untuk bisa menunjukkan kesan terbaik, hingga akhirnya bisa saling meminang dengan sang perusahaan target tadi. Proses PDKT-nya sendiri bisa cepet, bisa lama (banget). Disitulah adrenalin bermain, ada harapan yang kian berkembang, ada ketakutan gagal dijalan. Hihi. Mirip kan ya?

PINANG-MEMINANG

Setelah melewati sekian tahapan pendekatan yang penuh rasa deg-deg-an tadi sampailah ditahap akhir, yaitu peminangan. Bedanya, kalo biasanya kan yang gencar pedekate yang ngajuin pinangan akhir, di dunia kerja, setelah sekian lama akhirnya perusahaanlah yang meminang kita. Akhirnya kembali pada prinsip: perusahaan boleh memilih, tapi kita yang memutuskan. Disini banyak yang dipertimbangkan dari mulai mas kawin yang ditawarkan (tunjangan, sallary, dsb) apakah sesuai dengan ekspetasi atau standar yang kalian terapkan di diri kalian sendiri, pertimbangan orang tua, jenjang karir kedepannya dan pertimbangan lainnya. Bisa saja dalam sekali waktu lebih dari satu perusahaan yang berusaha meminang kalian, disitulah saatnya keputusan dibuat, dan memang bukan perkara mudah. Butuh keyakinan dan keberanian untuk menghadapi segala hal yang mungkin terjadi di depan.

Sama kan kaya proses nerima-ga nerima ajakan pacaran. Bisa aja dalam satu waktu ada beberapa yang ngajak pacaran. Harus dipilih satu kan? Yang menurut kalian terbaik atau pertimbangan yang masak. Hihi.

Itu sih persamaan antara cari kerja dan cari pacar yang menurut gw prosesnya agak-agak mirip. Mungkin ini Cuma sekedar intermezo dari kepala yang kecil tapi penuh sesak ini. *peluk beruang*

Tags: , , ,

perempuan, wanita, ibu

Well, i know moment Kartini sudah lama berlalu (almost a month ago). Tapi ada sebuah obrolan dengan seorang ibu muda yang membuat saya ingin menulis atau lebih tepatnya menyampaikan pendapat mengenai wanita masa kini. Ibu muda ini (identitas dirahasiakan) memilih untuk menikah muda diusia 20 tahun dengan alasan ingin segera membangun rumah tangga dan alasan lainnya adalah karena dijodohkan oleh keluarga. Tapi melihatnya sekarang, saya merasa dalam usia semuda itu harusnya beliau belum menikah. Kenapa? Dari kecil saya diajarkan bahwa usia dewasa seorang wanita itu at least 21 tahun (pandangan keluarga saya). Berangkat dari situ diumur yang saat ini menuju 21, saya sendiri belum berpikir serius untuk menikah, banyak yang ingin saya lakukan, banyak hal yang ingin saya coba, selain itu diumur 20 masih banyak pengalaman yang harusnya dirasakan oleh seorang wanita sebelum akhirnya mungkin diusia 23 atau 24 akhirnya menikah. Melalui akun twitter @endahpurnama saya menyampaikan beberapa pendapat:

wanita meskipun pd akhirnya kembali pd domestic-roles, bukan berarti tdk berhak membangun karir dan berpendidikan tinggi. (1)

itulah alasannya wanita mencoba segala hal sejak muda, saat diri sendiri masih utama. saat sudah menikah keluarga dan suami jd utama (2)

pendidikan yg baik jg akan menentukan bagaimana nanti seorang wanita memberikan pendidikan pd anak2nya. pembentukan arah pola pikir. (3)

so, saran buat para wanita, tinggikan cita2 kalian dr sekedar menjd-IRT-yg-baik tp menjadi ibu-rumah-tangga-yg-mampu-memberikan-yg-terbaik.

Itu hanya beberapa pandangan. Menurut saya tidak ada yang salah dengan menikah muda, tapi sekali lagi ga ada salahnya juga mempersiapkan dengan baik selagi kita memiliki waktu, karena nantinya setelah kita berkeluarga, kita memiliki tanggung jawab bukan hanya diri kita sendiri, tapi juga orang lain (anak, suami, keluarga suami). So, ketika masih ada waktu untuk mempersiapkan yang terbaik agak bisa memberikan yang terbaik manfaat sebisa mungkin. J

Tags:

colorful, mystery, life

Jalan hidup itu lucu ya, misteri yang bikin kamu ketagihan buat terus ngejalanin hari dari satu detik ke detik lainnya. Cerita masing-masing orang itu berbeda, dan lebih luar biasanya cerita tersebut bisa saling terjalin, tanpa ada yang tahu tujuannya kita kenal seseorang, ketemu seseorang atau bahkan hanya tahu seseorang itu untuk alasan apa. Hanya saja orang bijak sering bilang: pasti ada alasan, mereka punya peran untuk hadir dalam hidup kamu.

Yup. Bener banget, kamu mungkin gatau alesannya sekarang, tapi nanti. Tapi hal itupun akan kamu sadari ketika kamu diam sejenak dan mulai merenung (*tsah). Kenapa mesti merenung? Karena kalo kamu ga diam sejenak dan meresapi hal-hal yang sudah terjadi dalam hidup kamu, gimana caranya kamu sadar atau tahu peran dari seseorang tersebut dalam hidup kamu? No answer.

Prinsip gw adalah jalanin selama kamu masih punya waktu untuk ngejalanin hal tersebut. Coba sebanyak mungkin hal-hal baru, kenalan dengan sebanyak mungkin orang. Bukan karena alasan: dimasa depan mereka pasti punya peran tapi dengan keyakinan bahwa saya pasti punya peran dalam hidup mereka. Dengan keyakinan tersebut tentunya yang dicari bukanlah hubungan simbiosis mutualisme, tapi justru keyakinan bahwa kamu bisa menjadi sesuatu bagi hidup orang lain nantinya, dengan itu kita akan terpacu untuk menjadi lebih baik kan? Seperti halnya hubungan sosial pada umumnya, selalu memiliki timbal balik, kalo kamu punya peranan dalam hidup mereka, berarti mereka pun memiliki peranan dalam hidup kamu. Yakinlah pada akhirnya untuk kebaikan, sebagaimanapun ceritanya, seperti apapun jalannya. Buat apasih buang-buang waktu untuk mikirin hal negatif? *tsah

So, jangan pernah nyesel udah kenal seseorang, atau merasa rugi kalo kenal orang lain. Cerita kamu bisa terbentuk itu karena ada peranan dari orang-orang lain juga. Dari sekarang banyakin kenalan sama temennya-temennya temen kamu, sodaranya temen kamu, dan lain-lain. Luaskan pergaulan kamu, bikin hidup kamu lebih berwarna. Ciao !

Tags: ,

hujan, analogi, dan hidup ‘nano-nano’

Pagi-pagi iseng selancar timeline twitter. Ada satu teman yang tampaknya terlalu mendalami makna hujan, akhirnya bikin twit-twit yang nyenggol galau. Well, ini dia beberapa tweet-nya:


Dulu,kamu seperti cahaya matahari yg datang membawa kehangatan serta harapan disaat pagi hujan. #sajak

Tapi sekarang, kamu cuma bayangan yg akan luntur diguyur rintik hujan. #sajak

Aku berbicara pada hujan..lirih..lirih sekali..mengulas kenangan walau harus berujung perih. #sajak

source: @dado_bedul

see? Hujan emang bikin efek macem-macem, bisa membawa kenyamanan, perasaan ga terburu-buru, mendadak mellow atau juga emosi. Tapi yang luar biasa dari hujan adalah menghadirkan inspirasi. Salah satunya adalah analogi hidup. Dalam hidup kita, orang itu datang dan pergi sudah jadi hal yang lumrah, itu seperti sebuah siklus ga terputus. Satu orang pergi, satu orang datang. Jujur, diantara proses menerima, membiasakan kehadiran seseorang dan merelakan kepergian seseorang, paling susah adalah merelakan. Tidak hanya seseorang tapi barang atau hal-hal lain yang siklusnya datang dan pergi. Tapi akhirnya semua itu kembali pada penerimaan, cara kita menyikapinya, orang-orang yang hadir di hidup kita itu membawa kita pada tingkat kedewasaan tertentu, belajar, dan akhirnya membawa kita semakin bijak menyikapi problema hidup. (ceilah)

nah akhirnya dasar ini otak lagi iseng, gw pun membalas tweet-tweet tersebut dengan sebuah analogi yang kejadiannya memang pernah nyata gw alamin. (#nomention dan sedikit nyindir sih haha)


Gini dulu hp gw sempet ilang. Terus gw teleponin+sms masih aktif,nyambung. Dua hari dia g ada. Trus gw ikhlas-in. Ga ngarep itu hp balik lg.

Saat udah ikhlas itu, gw pikir buat terakhir kali gw telepon itu hp. AHA! Taunya ada yg ngangkat, dan dia mau nyimpenin hp gw. Dia balik lg.

Jd apapun yg prnah kamu milikin, trus lepas dr kamu, kalo misalkan memang itu buat kamu, pasti balik lg. Ikhlas aja dulu (tp usaha haha).

Dilain kasus,iPod gw yg dulu ilang di taxi, dan ga mungkin kn dicari, udh kemana jg. Ngedumel iya, ga ikhlas iya. Tp akhirnya nerima.

Trus ga beberapa lama gw dapet gantinya, lebih baik dr yg lama, baru. Nah, jd emang ada alesannya yg lama ilang: ada yg lebih baik buat km

source: @endahpurnama

Hal-hal di atas adalah bukti nyata ngerelain barang aja kita susah (apalagi orang kan?). tapi kita bisa, masalahnya adalah waktu yang diperluin untuk proses tersebut, ada cepet, lambat tapi akhirnya life goes on. Hidup ga bisa dipause buat kita bisa istirahat, hidup juga gabisa direwind supaya bisa ngulang, bisa sih distop, tapi emang rela untuk ngebuang sesuatu dimasa depan yang bahkan kita belom tau gimana didepannya? Apalagi hanya karena seseorang atau sesuatu ilang dari hidup kita, baik sementara atau selamanya. There is always a reason, the hard part is find out what the reason is. But, the choice is on your own hands.

2717964188 cd1d3274de hujan, analogi, dan hidup nano nano

Hal terbaik yang bisa kita lakuin kalo menurut gw adalah ngejalanin hidup itu sendiri. Ngeluh boleh, cape iya, tapi seengaknya kita ga nyerah. Pikirin deh, hidup ini sesuatu yang menarik, banyak unsur kejutannya. Buat yang suka kejutan, kalian bisa bikin plan, seenggaknya kalian bisa tau hal-hal apa aja yang mungkin terjadi. So, buat yang mungkin lagi merasa kehilangan baik sesuatu atau seseorang, coba pikirin apa yang kalian punya saat ini, gimana kalian hidup sebelum seseorang atau sesuatu itu ada. Sebelum ada mereka atau ‘sesuatu’ itu kalian bisa survive, kenapa sekarang engga? Just bring it guys.

Selasa, 08 Mei 2012

Keputusan kamu, masa depan kamu

*PS: buat yang tweet-nya gw publish di atas ini request lo lho. haha

Tags: ,

semu itu meramu

“…cinta itu sesuatu yang asing. aku hanya tau sayang. lebih membumi. meskipun tanpa garansi. tapi akhirnya kembali. (pada satu hati) disuatu hari.” -endah”(source: endahsjournal.tumblr.com)

ada yang bilang jatuh cinta itu awal dari merasakan sakit, yang artinya kamu akan bertambah dewasa seiring dengan proses jatuh cinta itu sendir. Berdasarkan buku Manusia Setengah Salmon – Raditya Dika disana dianalogikan jika kamu sudah pernah merasa sakit, maka artinya kamu bertambah dewasa. Seperti proses tumbuhnya gigi. Tapi ini bukan kisah tentang tumbuh gigi, ini kisah tentang definisi sederhana jatuh sayang, bukan cinta, karena sampai sekarang (seperti tulisan sebelum-sebelumnya) saya ga ngerti cinta itu apa. Ini satu cerita dari cerita-cerita lainnya, cerita yang kalo ini sinetron, masih ada season selanjutnya, tapi penulis skenario memilih untuk menulis cerita untuk sinetron lain terlebih dahulu sebelum melanjutkan.

Jadi dia ini seseorang, disana, bukan disini. Awalnya kenal hanya saling tahu. Lalu karena perkembangan teknologi semua mulai berkembang, tumbuh perlahan. Diawali dari tuker-tukeran pin bbm (awal-awal Cuma say hi), follow mem-follow twitter sampai saling temenan di FB. Sampai suatu saat setelah berbulan-bulan tahapan sekedar saling tahu, diawali dari bertanya tentang sesuatu, berkembang jadi obrolan sulit diakhiri via bbm (yuph, memang ngobrol via bbm ini susah banget diudahinnya), sedikit demi sedikit meningkat jadi akrab. Lalu tiba-tiba dari akrab sebatas teman, mulai berani saling ejek, dari saling ejek, berantem, debat-debat (meskipun topiknya ga penting), we’re looks like tom and jerry. Dibilang PDKT bukan, dibilang HTS juga bukan, dibilang sahabat (ga rela), dibilang ade-kaka-an juga engga, apalagi dibilang pacaran (ga ada komitmen). Akhirnya ini hanya ini, saling nyaman iya, saling perhatian oke (meskipun lewat gaya slengeean), saling curhat (meskipun kadang gengsi dan pilih-pilih topik), saling ejek, sering. Sekilas kami sahabat, di bagian lain kami ade-kaka, diujung lain kami musuh abadi, disatu saat kami bisa juga lovey-dovey. Tapi kenyataannya kami tidak berlabel.

Sampai akhirnya titik jenuh (bukan jenuh, tapi kesal) itu datang. Situasi diam di tempat, menuntut pada suatu kepastian, bertanya gengsi, akhirnya diam dan ambil jalan putar arah. Saling menjauh, sampai masing-masing punya label dengan orang lain, sama sekali bukan saling melabeli. Bahkan dia lebih dulu (ya, dia). Tapi kami kembali lagi pada situasi lama, saling menyapa, saling bercerita, saling mengejek, saling menjatuhkan, saling memberi support, saling kangen, tapi saling diam, namun tetap saling mengucap tanpa tersurat hanya tersirat. Tapi disatu sisi kami tidak saling bercerita tentang label masing-masing dengan yang lainnya, sadar, tapi tetap saling diam. Seolah-olah kami berada dalam balon, isinya hanya kami. Tahu tentang satu dengan yang lainnya, tapi saat berdua, kami saling mengingkari. Intinya hanya kami dan kami.

ljs heart11 semu itu meramu

Bedanya, saya merasa sakit hati. Sakit hati ketika tahu dia dengan yang lain, tanpa cerita terlebih (padahal kami dekat, bukan?), sakit hati ketika sadar mungkin ini hanya disatu sisi, sisi saya, sakit hati ketika saya sendiri memilih menjauh, dan dia menjauh. Saya sadar saya main hati. Lalu saat kami kembali pada kami yang dulu (dengan segala batasannya), semua sakit hati itu seolah ga pernah ada. Tapi saya ga lupa dengan sakit hati itu, sampai saya teringat satu penggalan percakapan……..

“…..kalo lo disini juga, gw milih lo kali ndah”

Satu pernyataan iseng, bermakna ambigu, namun dari situ ada kesimpulan. Ini masalah jarak. Jarak yang sebenarnya hanya ditempuh dengan 2 jam. Namun ini tetap masalah jarak. Bagi dia. (mungkin juga sebenarnya bagi saya)

Cerita lama, terasa baru. Itu kali ya yang disebut situasi semu. Entah maunya gimana, jalanin yang ada. Tapi dari pengalaman tersebut saya banyak belajar. Belajar memahami, belajar menghargai. Mungkin ini bukan jalan kami, tapi ini cerita kami. Berada disatu situasi semu ini sangatlah menyebalkan, menguras tenaga, dan juga olahraga hati. Tapi akhirnya punya cerita, pengalaman untuk dibagi. Meskipun banyak sakit hati, tapi cerita bahagianya juga lebih banyak. Satu sih yang pasti, dulu waktu saya ngalamin situasi ini, banyak pertanyaan seandainya. Banyak hal ga tersampaikan karena gengsi, takut, akhirnya menyisakan lebih banyak rasa penasaran. So, buat kamu yang mungkin berada dalam situasi yang sama, say it anything you feel, before the time is running, you lost the moment, then you endlessly questioning.

*tulisan ini dalam rangka meramaikan Euforia menulis tentang Euforia Jatuh Cinta. Tapi ini bukan cerita cinta, ini hanya cerita saya, tentang dua, dua insan, dan pilihan. *cheers

Tags: , ,

Harry Potter dan anak 8 Tahun

The book series are practically, the best English teacher I ever had. My father wouldn’t give me the money to buy the translated one. I was so angry back then about that, you now, it took me longer time to digest the idea of each paragraph. I need dictionary everytime I read the book. I precisely remember the 8 year old version of me, struggling to read the very first book accompanied by a-head-size dictionary I barely can lifted. And the following years after, obsessively waiting for the early copy from Bloomsburry.

novel Harry Potter dan anak 8 Tahun

The obsession gradually ceased after the last book published, but still it was heart moving and (mulai freak bahasa gw) a “transient teary moment” seeing the cast speeches just now. I’m so going to give my kids the books like what my father did, probably one copy for each birthday! And Oh probably the movie for family time hmmm. (well, even I’m still wondering, who’s gonna be my future husband)

Thank you ibu J.K Rowling for created such childhood experience for everyone. (DUH, mellow gini)

Tags: , ,

“Pindah Rumah”

Senin, 09 April 2012.

Malam hari setelah pulang kantor, dan bbm an sama seorang temen yang kebetulan lagi didera sindrom sehabis ‘game over’ tiba-tiba terinspirasi untuk nge-tweet tentang ‘pindah rumah’. Sebenarnya bukan inspirasi murni, istilah ‘pindah rumah’ didapat setelah membaca buku Manusia Setengah Salmon – Raditya Dika. Well, untuk followers setia @endahpurnama diharapkan ga merasa terganggu dengan inspirasi yang mendadak membanjir atau malah jadi ikutan galau atau malah merasa terganggu (maaf yaa) hehe.

Mari kita bermain analogi.

Kemarin sore Bandung didera macet dimana-mana, ga hanya macet tapi juga hujan keroyokan, banjir dan paling parah adalah mati lampu. Sialnya saya salah ngambil belok jalan, dan akhirnya terjebak macet berkepanjangan. Dari situ pikiran berkelana dan menghasilkan satu pemikiran: Salah ngambil jalan itu ibarat jatuh cinta salah orang. Terjebak macet. Tersendat-sendat. Namun ketika kamu menemukan jalan yang benar, terbebas dari macet, rasanya itu seperti bebas. Ga terpaksa mau ga mau.

Pulang ke rumah, tiba-tiba ngobrolin ‘pindah rumah’ dengan salah satu teman, beberapa pemikiran pun akhirnya kembali lahir:

Dr segala rutinitas ‘pindah rumah’ paling susah itu nyari ‘rumah baru’. Banyak pertimbangan, takut ini-takut itu, ngebandingin. Tp ‘harus’.

Nah,perjuangan ‘pindah rumah’ ini harus seiring jg sama perjuangan buat ngelupain. Ngelupain hal2 nyaman, kenangan2.

Pas dapet ‘rumah baru’ pasti yg pertama dilakuin ngebandingin sama ‘rumah lama’. Padahal beda rumah, beda jg ceritanya. Adaptasi kuncinya.

Well, nikmatin aja proses nyari rumah baru, banyak cerita, kalo cocok ya ‘pindah’, kalo engga masi bs nyari referensi lain. Yg pnting nyoba.

Source: @endahpurnama

Kirain topik ‘pindah rumah’ Cuma hangat tadi malam, nyatanya kembali dapet inspirasi siang tadi saat makan siang dengan rekan kantor. Semuanya sudah menikah, alhasil sebagai paling bontot, Cuma bisa ngedengerin dan berusaha (tertatih-tatih) ngikutin arah obrolan. Tibalah kita pada obrolan tentang rumah.

F: Ternyata mending beli tanah dulu baru ngebangun dari 0. Soalnya kalo nyicil jatohnya bisa lebih mahal.

A: Iya sih, tapi ngebangunnya juga lebih mahal, Cuma memang karena dari 0 jadi lebih kerasa perjuangannya kali ya.

I: Aku sih beli rumah lama, tapi sampai sekarang masih rudet banyak yang mesti dibenerin.

Nah, buat saya percakapan tadi bisa juga berarti:

· Membangun bersama dari 0 dengan seseorang itu akan lebih terasa perjuangannya, semua kita mulai dari ketidaktahuan, sampai perlahan-lahan saling memaklumi, saling toleransi, dan akhirnya bisa saling nyaman.

· Nah, kalo nyicil nih, kelamaan PDKT, akhirnya jatohnya memang lebih kenal, tapi belum tentu lunas, belum tentu diakhir memang jadi. Dan kadang melalui proses itu sendiri malah ada kemungkinan bikin kita mundur perlahan.

· Beli rumah lama, atau balikan, hemm…enak sih bisa tinggal jalanin, tapi saking udah kenalnya, dan pernah ada satu titik dimana sama-sama memutuskan untuk pisah, akhirnya masalah lama lah yang kembali menghantui.

aeerr4 Pindah Rumah

So, kalo menurut saya sendiri pilihan paling baik itu memulai kembali dari 0, dari tingkat ketidaktahuan yang sama. Biar waktu yang memutuskan sampai mana perjalanan tersebut, yang jelas sama-sama membangun keadaan.

Balik lagi ke ‘pindah rumah’, memang susah sih, kaya kata temen saya bilang: saat pindah kita mesti packing, nah makin keingetan kan itu waktu masukin barang-barang untuk dibawa ‘pindah rumah’ malah makin susah dong pindahnya?

Saya Cuma bisa bilang, kalo yang dibutuhkan itu hanya ‘menerima’, kalo kita udah menerima, susah sih buat beres-beres, tapi kita akan sampai pada tahap bisa melangkah, ninggalin apa yang tertinggal di belakang, dan membawa apa yang tertinggal (sebagian) ke depan, rumah baru.

‘pindah rumah’ ini juga hampir sama kaya maen game. Diibaratkan kita udah maen game jauh-jauh, tiba-tiba game over, dan yang harus dilakukan adalah press new game. Malesin emang. Udah tau tahapannya apa, ngulangin lagi dari awal. Tapi saat kita sampai pada level baru, lewat dari level terakhir kita game over, pasti senengnya ga ada dua.

Well, ininya adalah kita harus siap mencoba. Ibaratnya kalo kita naik gunung, bawa ransel, trus ransel kita rusak dan dikasih penggantinya, supaya beban kita lebih ringan, kita harus nyimpen dulu ransel lama dan baru siap untuk yang baru kan? Pisah sama sesuatu yang terasa akrab itu susah, saya akui, tapi saat kita siap melangkah, berani nyoba, pasti ga nyesel dan kesempatan baru makin terbuka lebar. By the end of the post, mungkin kalian udah bisa nebak kan maksudnya ‘pindah rumah’ itu apa? Well, gimana pengalaman kalian ‘pindah rumah’? atau justru sebagian ada susah banget buat ‘pindah rumah’? I ever in that position, I feel you guys, but finally, i’m moved. J

Tags: , ,

Busur dan Panah

Busur dan Panah

….sebuah catatan tentang sepasang sahabat


Dia selalu ada, sebagaimana aku ada

Dia selalu berbicara, sebagaimana aku diam

Dia selalu diam, sebagaimana aku bercerita

Waktu berlalu, cerita pun melaju

……dia tidak melihatku, saat aku melihat dia

……aku buta, saat dia membawa cahaya

……skenario menyedihkan bagi sepasang sahabat

……aku dan dia

02 April 2012

~ endah

Kami tetap sama, aku dan dia

Busur dan panah

Tags: , ,

The Vow – Please Knock

“I vow to help you love life, to always hold you with tenderness and to have the patience that love demands, to speak when words are needed and to share the silence when they are not and to live within the warmth of your heart and always call it home.”

- Paige, The Vow

The Vow. Akhirnya masih dengan sahabat yang sama, siang menuju sore kami habiskan untuk menonton salah satu film yang emang udah pengen banget gw tonton (dan ga nyangka dia mau, dengan paksaan sebenernya). Berbekal DVD dan laptop jadilah acara menonton kami berdua.

Dibintangi oleh Rachel Mc Adams (yang cantiknya keterlaluan) dan Channing Tatum (yang gantengnya ga sopan), film ini diambil dari kisah nyata. Sepasang suami istri, saling mencintai, harus menghadapi kenyataan bahwa salah seorang dari mereka (istrinya) lupa akan setiap kenangan yang mereka miliki sebagai suami-istri, bahkan lebih jauh dari itu sang istri lupa akan suaminya, bagaimana mereka saling jatuh cinta. Saat-saat yang diingat oleh istrinya adalah saat mereka belum bertemu, dan sang istri adalah tunangan dari pria lain. Dunia tempat mereka berpijak seketika berubah, kehidupan bergeser, dan mereka merasa asing satu sama lain. Sang suami (Leo) berusaha sekuat tenaga membuat sang istri (Paige) mengingat kembali, membuatnya kembali jatuh cinta, membuat dunia mereka kembali sama. Namun, ternyata hal tersebut lebih sulit, mereka terus mencoba, sampai salah satu merasa lelah dengan yang lainnya, dan akhirnya…TONTON AJA SENDIRI YAAAA ! (~nananana)

the vow The Vow   Please Knock

Setelah selesai film, kami berdua sama-sama terdiam. Biasanya pada saat selesai nonton film drama kaya gini, yang keluar dari sahabat gw adalah rentetan ejekan, cengengnya gw, sensitifnya dan lain-lain. Tapi kali ini bahkan dia pun terdiam. Have you ever imagine, the closest person in you live suddenly forget about you? Not because he/she trying to forget, but accindentaly forget, and not only closest person but the one that you love the most? Gw sendiri ga pernah berpikir sampai sana, gw ga terlalu baik dalam mengatasi kehilangan, apalagi ini, ga kehilangan, tapi dilupakan. Pasti segala cara dicoba untuk mengembalikan segala sesuatu kembali pada tempatnya. Kembali pada tempat dimana lo biasa berpijak. Yup, thats.

Tapi itulah tadi, dengan kekuatan cinta (sesuatu yang mereka sebut dengan kata yang terdiri dari lima huruf tersebut) mereka bisa bertahan (IYA ENDINGNYA HAPPY KOQ). Film ini diambil dari kisah nyata, saat ini mereka yang menjadi inspirasi hidup bahagia dengan dua orang anak. Ini mungkin bukti kalo cinta itu memang ada. Meskipun untuk gw sendiri, dengan pemikiran yang masih sederhana, masih mempertanyakan, benarkah cinta yang tanpa alasan itu benar-benar ada?

in the end, THE VOW is worth to watch, ga mesti nyiapin tissue layaknya film kehilangan ingatan lainnya, tapi siapin aja note, hehe..banyak banget quote bagus di film ini. mungkin, bagi mereka yang sedang (katanya) jatuh cinta kata-katanya bisa dipinjem dan dijadikan inspirasi. ~nanana

xoxo, *kissonthecheeks*, readers

Tags: , , , ,