Moment pergantian tahun selalu jadi sesuatu yang special, apalagi jika dihabiskan bareng-bareng dengan teman atau keluarga. Meskipun tahun baru 2012 ini jatuh pada hari Minggu, yang artinya mengurangi jatah libur, tapi tetap tidak membunuh keinginan untuk menghabiskan tahun baru dengan meriah. And this year start with a long trip to Sumedang.

Entah sejak kapan biasanya tahun baru dihabiskan di keramaian kota, atau villa di gunung atau pantai. Nah, kali ini mencoba yang baru yaitu ke pelosok Sumedang nan jauh disana.

Starting point: Universitas Padjadjaran, Dipatiukur, Bandung

img00825 20111231 1125 226x300 00.01Janjian sih pukul 10.00 di Unpad untuk kepergian, karena perjalanan yang cukup jauh dan akan memakan waktu cukup lama. Namun, namanya juga anak muda rombongan baru terkumpul pukul 12.00. Tiga mobil pun siap berangkat menuju daerah Sumedang sana. Dari Dipatiukur kami langsung mengarah ke Sumedang, melewati daerah Cicaheum, Ujungberung, Cibiru, Cileunyi sana, tampaknya hari itu meskipun hari Minggu namun orang-orang memilih jalur lalu lintas yang berbeda, jalanan sampai dengan Jatinangor lancar tanpa hambatan berarti.

Rest point: Universitas Padjadjaran, Jatinangor

Yup. Dari UNPAD menuju UNPAD. Sambil beristirahat dan menunggu beberapa orang yang menjadi rombongan lagi, kami beristirahat di kampus Unpad, Jatinangor. Well,cikeruh 20111231 005971 300x226 00.01sebagai mahasiswa universitas lain gue cukup terpesona dengan pemandangan yang disajikan Unpad. Iseng-iseng sambil menunggu kami berjalan-jalan ke arah satu danau buatan di pelataran Unpad. Setelah melewati taman yang cukup luas, disana terdapat danau buatan yang jika dari jauh akan tampak seperti danau asli, dengan rimbunan pohon di sekeliling danau, batu-batu yang mengelilingi danau, juga ada air mancur di beberapa titik yang cukup alami tampak seperti semburan air biasa. Bukan pemandangan yang biasa disajikan oleh universitas pada umumnya. Berada disana saja sudah terasa piknik.

Setelah berhenti sejenak di Unpad, kami pun kembali melanjutkan perjalanan. Dari Jatinangor ke arah Tanjungsari. Pemandangan silih berganti, masuk ke daerah Tanjungsari, rumah penduduk semakin sedikit, jalanan menyempit dan tampak mulai agak sedit berbukit-bukit, dengan kiri kanan diselingi pepohonan lebat. Tidak jarang ada beberapa titik dimana kami bisa memandang jauh ke bawah, yang artinya kami berada di pegunungan. Dari situ kami terus melaju ke arah timur. Saat memasuki Tanjungsari kami bisa melihat keramaian khas kota pinggiran, alun-alun, kemudian penjual-penjual segala macam makanan dan barang khas kota, buah-buahan dan lainnya. Namun seiring makin timur kami berkendara, pemandangan digantikan dengan hutan dan sedikit rumah penduduk yang mengapit jalanan sempit tersebut. Hal yang tentunya berbeda adalah udara, biasanya penuh polusi, kali ini udara semakin segar, pemandangan yang serba hijau pun semakin sedap dipandang mata.

Dari Tanjungsari kami langsung mengarah ke Sumedang. Memasuki daerah Sumedang kota, kembali jalanan melebar dan penuh dengan keramaian khas kota, bedanya disini jalanan lancar tanpa macet dan agak lebih sepi dibanding Bandung. Kami melewati Mesjid Agung Sumedang juga alun-alun Sumedang dan terus mengarah ke timur menjauhi kota Sumedang. Pemandangan jendela mobil kembali berganti dengan pohon di kanan-kiri dan rumah-rumah penduduk yang semakin tradisional (seperti rumah panggung), beberapa kali bahkan kami menemukan pemadangan, dimana penduduk sedang mencuci atau mandi di kali. Hal yang sudah jarang gue lihat kecuali di TV acara wisata, ini mungkin yang disebut pemandangan khas desa. Selain pohon lebat, kami juga melewati petak-petak sawah yang masih luas, tampak hijau baru saja ditanam setelah musim panen. Hari agak sedikit hujan menambah moment-moment sendu disana.

Semakin jauh kami mengarah ke timur, jauh dari keramaian kota, melewati jalan berbukit yang diapit rindang pohon dan dalamnya jurang, pemandangan jauh membentang adalah gambaran pemandangan pegunungan dengan hamparan sawah dan petak hutan hijau dimana-mana. Mata yang terbiasa memandang tingginya bangunan, seperti mendapatkan relaksasi kala itu. Akhirnya sekitar pukul 16.00 kami sampai di tempat tujuan sebuah desa nan jauh dari Sumedang kota yang menyajikan pemadangan desa semi modern. Kenapa semi modern? Karena untuk bangunan sendiri sudah cukup maju, dengan tembok dan sebagainya, namun hal lainnya tetap menguatkan unsur kedesaan dari daerah tersebut. Sawah membentang dimana-mana, kolam pancingan ikan luas, dimana kami akan menghabiskan tahun baru nanti.

sawah1 300x225 00.01Begitu datang kami langsung disuguhi makan sore, di sebuah pondok di sebelah kolam ikan yang luas, berjalan ke pondok tersebut haruslah melewati pematang, cukup sulit dan harus berhati-hati, sekalinya terpeleset akan langsung berenang bergabung dengan ikan-ikan di kolam sana. Makanan disajikan sekadarnya, namun cukup mewah dengan lauk-pauk masih hangat dan nasi dalam boboko. Sambil menikmati makanan, mata dimanjangan dengan pemandangan kolam luas terbentang dan bayangan ikan-ikan yang berenang di kolam tersebut. Mencuci tangan bukan di air keran biasa, tapi di pancuran disebelah pondokan (saung). Kemudian, sambil menunggu jam-jam pergantian tahun, kami pun menghabiskan sore dan malam dengan bermain permainan zaman kanak-kanak dulu, kartu, UNO, dan lain-lain. Menjelang jam dua belas malam, kami pun langsung menuju saung tadi sore, dan mulai menyiapkan kembang api serta lilin yang diapungkan di kolam ikan untuk membuat suasana agak sedikit hangat. Tidak hanya itu, kami juga membakar ikan dan jagung sebagai makan malam. Ikan yang benar-benar segar, dan kami benar-benar membakarnya sendiri menggunakan peralatan sekadarnya. Akhirnya setelah perut kenyang, semakin dekat pula kami menuju tahun baru. Bedanya, di tahun-tahun lalu, dimana gue menghabiskan malam tahun baru di daerah Lembang, suasana disini lebih sunyi, mungkin karena jarak jauh antara rumah, juga memang kami jauh dari pusat perayaan tahun baru. Bahkan saat menghitung mundur, dan menyalakan mercon tepat pada 00.01, hanya suara kami di sekeliling kolam ikan tersebut yang terdengar. Beberapa saat di malam menjelang pagi tersebut kami menghabiskan waktu dengan berbaik kembang api dan beberapa saat serius membuat harapan.

tanjungkerta 20120101 00624 300x226 00.01

Bukan sekedar hura-hura atau kesenangan semata yang kami inginkan atau dapatkan pada acara malam tahun baru ini. Tapi lebih kepada kebersamaan yang ada didalamnya. Segala keceriaan, cerita baru, setiap derai tawa yang ada menunjukkan bahwa kami adalah keluarga baru yang setiap tahun semakin bertambah anggotanya, semakin erat ikatan antara kami. Gue sendiri berharap semoga kebersamaan ini akan tetap terjaga, bahkan ketika waktu terus berjalan, dan kita sebagai individu harus menyesuaikan, namun kebersamaan ini tetap ada, selalu dijaga. Selamat tahun baru 2012. J

Tags: , , , , ,