Posts Tagged novel favorit

The Warlock – Review

The Warlock
Michael Scott
The Secret of The Immortal : Nicholas Flamel

Finally, finished w/ this book. Well, not book at all, the ebook of this book (oh, whatever). Berhubung di Indonesia belum terbit edisi bahasa Indonesianya, dan versi Inggrisnya pun tampak ga beredar, akhirny saya putuskan u/ mendownload buku kelima dari seri Nicholas Flamel ini, The Warlock. Fuuhh..dan..ga sia-sia. ?(???)?

What that I say bout this book is The Warlock is the most interesting book from the series. Seriously, adventurenya sangat terasa sekali, banyak rahasia yang terungkap, twist-nya oke dan yang pasti alurnya rapi, meskipun ini menceritakan kejadian masa lalu dan masa kini. ?-??

Buku kelima ini masih menceritakan petualangan Sophie dan Josh Newman. Kali ini mereka kembali ke San Fransisco. Di buku ke empat, The Necromancers, ciceritakan bahwa Josh akhirnya mengikuti Dee dan Virginia Dare, termakan oleh manipulasi mereka. Sementara Sophie masih berada dipihak Flamel. Petualangan Scartach, Shakespeare, Palamendes, Joan of Arc dan Saint-Germain di Danu Talis (di masa lalu pun masih berlanjut), mereka adalah orang2 terpilih yang diharuskan u/ menghancurkan Danu Talis). Sementara di San Fransisco, para Tetuan yang memihak manusia pun berkumpul di rumah Tsagalalal, She Who Watched, yg mengejutkan dia adalah Bibi Agnes, orang yang selama ini dikenal oleh Sophie dan Josh. Dee berencana untuk melepaskan monster ke San Fransisco, Sophie dihadapkan pada pilihan, Josh semakin masuk pada pengaruh jahat Dee dan Dare, dunia berada diujung tombak, dan di masa lalu ada orang-orang yang berniat untuk merubah sejarah. Bagaimana akhir dari perualangan mereka? Nicholas dan Perenelle Flamel memiliki waktu satu hari sebelum mereka mati, akankah mereka selamat?

Setelah saya menggigit ceritanya sampai akhir : buku ini sangatlah menarik, petualangan makina gelap, rahasia mulai terungkap, dan banyak pengetahuan baru bisa diambil. Dengan bantuan Oxford Dictionary, Alfalink, dan Google Translate alhamdulillah saya masih utuh membaca buku ini. Hehe..kata-katanya mudah dipahami, sehingga tidak sulit untuk menikmati versi bahasa inggris dari buku ini. Recommended. icon smile The Warlock   Review

*cant wait for the next series : The Enchatess, terbitnya masih lama summer tahun depan, itupun English Version. (??_??)

warlock michael scott hardcover cover art The Warlock   Review

Tags: , , ,

City of Ashes ~ Review

City of Ashes

Cassandra Clare

city of ashes City of Ashes ~ Review

City of Ashes merupakan seri kedua dari buku The Mortal Instruments yang ditulis oleh Cassandra Clare. Belem jelas buku ini akan berakhir diseri keberapa, yang jelas buku ini bisa dibilang adalah the next twilight series. Dalam buku pertama City of Bones dikisahkan bahwa Clarissa Mongerstern adalah seorang Pemburu Bayangan yang bahkan tidak tahu jati dirinya sampai dengan ia berusia 16 tahun dan terungkap dengan kejadian yang terpaksa. Ia jatuh cinta pada Jonathan atau akrab dipanggil dengan Jace yang diakhir buku diceritakan sebagai kakaknya, mereka sama-sama anak dari Valentine. Yaitu seorang musuh utama Kunci.

Di buku kedua ini diceritakan bahwa Clary dan Jace masih berusaha membiasakan diri dengan hubungan sebagai kakak-adik yang bahkan bagi mereka dan orang-orang sekeliling merupa itu merupakan hal yang aneh. Valentine masih berkeliaran dengan teror dan rencana jahatnya. Terlepas dari itu semua tiba-tiba sahabat Clary, Simon berubah menjadi vampir. Jace harus berurusan dengan Inkuisitor yang menganggap dia sebagai mata-mata Valentine. Petualangan mereka bertambah seru ketika ternyata rencana sang Inkuisitor untuk bernegosiasi dengan Valentine gagal, dan Valentine telah memanggil iblis-iblis jahat untuk menyerang para pemburu bayangan. Hubungan Jace dan Clary semakin rumit karena adanya ulah iseng sang Ratu Peri. Diatas semua itu pernyataan mencengangkan dan Ratu Peri bahwa Clary dan Jace adalah hasil percobaan Valentine : Jace memiliki bakat sang Malaikat, sementara bakat Clary adalah berkaitan dengan hal-hal tidak terucap.

Setelah saya selesai dengan buku ini : dibandingkan dengan buku sebelumnya, buku kedua ini menjadi agak membosankan, mungkin karena terlalu banyak pemaparan. Namun saat mencapai tengah buku, maka buku ini akan semakin terasa menarik. Bukan kisah romance-mystery seperti Twilight Saga, buku ini lebih menekankan pada kisah petualangan secara keseluruhan. Tidak meletakkan inti cerita hanya pada dua tokoh utama yaitu Jace dan Clary. Buku ini cukup bagus untuk terus dilahap. Saat ini saya dalam proses menggigit buku selanjutnya yaitu City of Glass. Cheers !

Tags: , , ,

The Necromancer – Review

THE NECROMANCER

THE SECRETS OF THE IMMORTAL : NICHOLAS FLAMEL

MICHAEL SCOTT

necro The Necromancer   Review

Akhirnya beres juga baca buku keempat dari Michael Scott ini. Dalam seminggu saya beres melahap keempat seri yang rencananya akan ditulis dalam lima seri. Buku ini intinya berkisah mengenai kehidupan manusia abadi Nicholas Flamel bersama istrinya Perenelle Flamel di abad 21. Mereka bertemu dengan pasangan kembar yang diindakasi merupakan pasangan kembar dalam legenda. Sophie dan Josh Newman memiliki aura murni perak dan emas. Mereka memiliki kekuatan luar biasa yang bisa menghancurkan atau menyelamatkan bumi. Musuh abadi yang sama terus mengejar mereka, yaitu Dr. John Dee.

Dibuku keempat ini petualangan Sophie dan Josh Newman kembali ke San Fransisco. Mereka mendapat kesempatan untuk pulang ke rumah Bibi Agnes, pengasuh mereka. Sementara itu Nicholas dan Perenele Flamel menyiapkan rencana untuk menyerbu Alcatraz untuk menghancurkan monster-monster yang disiapkan disana. Di Inggris John Dee diburu oleh para Tetua, dan dia sendiri menyiapkan rencana untuk menguasai dunia. Ia kemudian mengajak Virginia Dare untuk bekerja sama. Berdua mereka pun kembali ke San Fransisco menggunakan gerbang Ley yang dibuat dari empat pedang batu legendaris. Disinilah petualangan kembali dimulai. Bagaimanakan nasib Josh dan Sophie Newman? Bagaimana pula nasib Joan dan Scartach yang masih terjebak dimasa lalu atau justru alam bayangan?

Setelah saya selesai melahap buku ini yang saya rasakan adalah : tidak sabar untuk membaca seri selanjutnya yaitu The Warlock. Sayang di Indonesia sendiri belumlah terbit.

Tags: , ,

The Sorceres ~ Review

THE SORCERERS

THE SECRETS OF THE IMMORTAL : NICHOLAS FLAMEL

MICHAEL SCOTT

sorceress michael scott hardcover cover art The Sorceres ~ Review

Ini merupakan buku ketiga dari seri THE SECRETS OF THE IMMORTAL : NICHOLAS FLAMEL ceritanya masih berkisar dari petualangan si kembar Sophie dan Josh Newman yang berlangsung dalam hitungan hari. Membaca buku ini membawa kita berimajinasi ke kota-kota besar dengan keindahan masing-masing yang diceritakan secara rinci oleh penulisnya. Disini juga terselip pengetahuan sejarah mengenai tempat-tempat tertentu yang menjadi lokasi petualang si kembar dan si manusia abadi.

Sophie dan Josh Newman melanjutkan petualangan mereka, mereka telah berpetualang di San Fransisco, Paris dan kali ini mereka akan berpetualang bersama Nicholas Flamel dalam usaha untuk merebut kembali Codex, menyelamatkan Perenelle Flamel dan juga mencegah para Tetua Gelap menguasai bumi. Setelah petualangan yang memacu adrenalin di kota mode kali ini lokasi berpindah ke kota Inggris, yang merupakan pusat dari peradapan para Tetua di dunia modern. Masih dengan musuh yang sama yang mengejar mereka yaitu Dr. John Dee. Kali ini mereka dibantu oleh manusia abadi lain yaitu Palamendes dan yang mengejutkan adalah William Shakespeare. Machiavelli mendapatkan tugas untuk membunuh Perenelle di Alcatraz. Petualangan mereka kali ini yaitu untuk mencari Raja Gilgamesh agar bisa mengajari mereka sihir Air. Bagaimana petualangan si kembar selanjutnya?

Setelah saya selesai dengan buku ini, tadinya saya berpikir bahwa buku ini akan selesai dalam waktu yang cukup lama, karena buku ini memang paling tebal dibandingkan dengan buku yang lain. Namun ternyata dalam waktu tiga hari saya bisa melahap buku ini sampai dengan selesai. Ini karena buku ini sendiri sangat sulit untuk diletakan. Saat kita mulai membaca halaman pertama, akan sulit bagi kita untuk behenti membuka halaman selanjutnya. Buku ini menawarkan cerita yang membawa kita untuk terus berimajinasi.

Tags: , ,

The Magicians – Review

The Magicians

Michael Scott

The Secrets of The Immortal : Nicholas Flamel

magician The Magicians   Review

Yup. Beres juga baca seri kedua dari The Secrets of The Immortal : Nicholas Flamel, The Magicians. Buku ini bener-bener bagus banget deh buat ngisi waktu ngabuburit. Tiap lembarnya bikin susah banget buat berhenti mengunyah lanjutan ceritanya.

Cerita di buku kedua ini masih melingkupi petualangan si kembar Sophie dan Josh Newman bersama sang Alchemyst dan manusia abadi Nicholas Flamel. Musuh yang sama pun masih mengejar mereka, yaitu Dr. John Dee. Kali ini perualangan beralih ke Eropa yaitu Paris. Si kembar, Scatty, dan Nicholas diceritakan berada di Paris setelah melarikan diri dari Dr. John Dee melalui gerbang ley dikediaman Penyihir Endor yang telah mengajari Sophie sihir udara. Dee pun tidak kehabisan akal, untuk menangkap mereka, dia mengunjungi Nicolo Machievell, yang menurut Scatty lebih berbahaya dibanding Dee. Aksi kejar-kejaran dengan penggunaan sihir pun kembali terjadi. Kali ini mereka menemukan sekutu di Paris, yaitu Saint-German dan Joan of Arc, yang juga adalah manusia abadi. Kegentingan mulai terjadi saat Machievelli meminta bantuan para Disir untuk menangkap mereka terutama menyingkirkan Scatty sebagai petarung utama. Untuk menangkap sang Petarung, Disir telah membawa makhluk paling tua, yang telah bebas akibat Pohon Dunia telah hancur : Nidhog. Disini juga diceritakan kekuatan Josh dibangkitkan oleh seorang Tetua yang dikenal dengan sebutan Dewa Perang. Lalu, bagaimanakah kelanjutan petualangan mereka? Apakah mereka akan tertangkap? Bagaimana dengan Secatty dan Perenelle?

Lanjutan petualangan si kembar masih sangat asik untuk diikuti. Petualangan mereka berlangsung dalam hitungan hari, namun tidak berhenti untuk membuat jantung berdebar menantikan petualangan mereka selanjutnya. Setelah buku ini, saya dalam proses untuk melahap kisah selanjutnya, yaitu The Sorcerers.

Tags: , ,

Goodbye, Mr. Potter ~

Me and Mr. Potter Grow Old together.

Harry Potter adalah film yang saya tonton sejak kelas 6 SD. Dan novel pertamanya sendiri pertama kali saya baca ketika duduk dibangku kelas 1 SMP. Sejak pertama kali menyaksikan film dan membaca novel Harry Potter saya langsung jatuh cinta dan mulai menunggu kelanjutannya setiap tahun.

Bahkan untuk novel sendiri saya rela antri pukul 00.00 untuk mendapatkan novel Harry Potter ini secara langsung. Setiap kali filmnya direlease saya pastikan menontonnya diminggu pertama film tersebut premiere. Mungkin hal ini termasuk gila, sampe segitunya menunggu kisah si Penyihir Cilik yang memang sudah menyihir dunia (saya). Kisah yang ditulis oleh the witch J.K Rowling ini memang sangat fenomenal. Mungkin diluar sana juga banyak orang yang sedih karena berakhirnya kisah Harry Potter ini,

novel Goodbye, Mr. Potter ~

Novel dan film Harry Potter ini sendiri seolah-olah menemani saya dalam menapaki segala usia. Dimulai dari kanak-kanak, remaja sampai menuju ulang tahun yang ke 20. Dapat dikatakan tepat dan tidak tepat. Petualangan si Penyihir Cilik dimulai ketika usianya menginjak 11 tahun, dan saya sendiri pertama kali mengenal Harry Potter saat berumur 10 tahun. Tapi film terakhirnya sendiri rilis diusia saya yang 19 tahun menuju 20. Bisa dibilang Harry Potter dan saya tumbuh bersama.

Saat membaca buku terakhirnya Harry Potter and Deathly Hallows yang pertama kali terlintas adalah..yaah tidak ada lagi novel yang saya tunggu kelanjutannya. Kemudian saat menonton part terakhir dari filmnya langsung tiba-tiba galau. Dengan final part ini rasanya benar-benar lepas dari Harry Potter.

hpppp2 Goodbye, Mr. Potter ~

Sedih juga rasanya kehilangan sesuatu yang setiap tahun kita tunggu, dan pada akhirnya memang ada ujungnya. Tapi dari semua itu saya tidak kecewa dengan kisah si Penyihir Cilik (yang akhirnya dewasa juga), J.K Rowling telah meramu kisahnya dengan luar biasa. Dan untuk filmnya sendiri memberikan waktu tambahan untuk setidaknya bersiap-siap dan mengatakan Goodbye Mr. Potter.


ps: diawal film Harry Potter saya pikir Daniel Radcliffe itu super ganteng, eh, diakhir film ternyata Rupert Grint is hotter than Dan. So sorry Dan. :p


Tags: , , ,

Harry Potter and Deathly Hallow Part 2

Well, akhirnya Rabu, 10 Agustus kemaren dapet juga tiket Harry Potter and Deathly Hallow Part 2. Tumben-tumbenan saya ga nonton HP di minggu pertama premiere, bukan hanya karena sulit untuk mendapatkan tiket, tapi juga karena memang ada sedikit rasa enggan untuk menonton bagian terakhir dari film yang sudah saya tonton semenjak SD. Belom lagi ini film telat juga masuk ke Indonesia akibat sengketa antara si distributor dan pemerintah. fuuhh -.-”

936full harry potter and the deathly hallows  part 2 poster 202x300 Harry Potter and Deathly Hallow Part 2

Dibuka dengan adegan yang cukup mencengangkan, menceritakan tentang lanjutan dari teror Lord Voldemort. Adegan berlanjut pada tiga sekawan yang berusaha mendapatkan Horcux berupa piala di bank yang dikelola oleh pada Goblin, Gringotts. Diceritakan disana mereka mendapatkan Horcux dengan bantuan Goblin yang pada akhirnya menghianati mereka. Petualangan terus berlanjut, ketiga sekawan harus kembali ke Hogwarts karena Horcux lainnya diyakini ada disana yaitu Ravenclaw Crowns. Proses kembali mereka pun tidaklah mulus, baru saja tiba di desa Hogmeade mereka sudah dikejar oleh para Pelahap Maut, untung saja ada pertolongan dari adik Albus Dumbledore yaitu Aberforth Dumbledore. Baru saja sampai di Hogwarts ternyata kedangan mereka sudah diketahui, tidak ada cara lain bagi mereka selain melakukan tidakan frontal dengan langsung mengkonfrontasi Severus Snape juga para Pelahap Maut yang ada disana. Dengan konfrontasi tersebut juga maka dimulailah peperangan antara pihak Voldermort dan Harry Potter. Apa yang kemudian terjadi? Bisakah Hogwarts bertahan? Siapakah yang akhirnya menjadi The Last Stand? Nonton sih yaa supaya greget..hehe..

Menurut pendapat saya alur di Harry Potter and Deathly Hallow Part 2 berjalan dengan cepat, mungkin karena bukunya yang tebal juga dan mesti dirangkum dalam film yang berdurasi 120 menit. Tentunya bukan perkerjaan mudah, karena bagi sebagian penonton yang sudah membaca bukunya akan timbul pertanyaan sendiri apabila film disajikan jauh dari bukunya. Namun, memang ada beberapa hal yang berbeda dengan bukunya, saya sendiri lebih menyukai novelnya dibandingkan dengan filmnya. Tapi dengan bantuan efek dan juga cast yang luar biasa, Harry Potter and Deathly Hallow Part 2 bisa divisualisasikan dengan cukup baik. Meskipub karena alur yang dibuat cepat, kesannya jadi kurang menikmati film ini. Dibandingkan dengan part 1 saja menurut saya lebih menegangkan part 1.

harrypotter3 Harry Potter and Deathly Hallow Part 2

Adegan yang sangat membuat tersentuh adalah kenyataan dibalik sikap Severus Snape. Jujur, saat bagian menceritakan mengenai Severus Snape saya menitikan air mata (kebiasaan liat film sedih dikit langsung terharu-biru). Namun bagi saya akhir dari film terakhir Harry Potter ini kurang greget. Bagi film yang sudah ada semenjak saya kelas enam SD ini dan baru berakhir di tahun 2011, akhir dari film ini tidak begitu mengesankan. Tidak ada kenangan yang membuat saya merasa ‘wow’ setelah menunggu sekian lama untuk melihat Harry Potter and Deathly Hallow Part 2. Agak kecewa dengan bagian akhir film yang kurang mengesankan.

But, overall keseluruhan film dengan perpaduan cerita, cast, sutradara dan efek yang menunjang cukup bagus. Goodbye Mr. Potter L

Tags: , , , ,

Harry Potter and Deathly Hallows #Part 1

[]

Only one word for this movie : Awesome.

Nonton film ini tadi siang bareng temen-temen. Biasa Wednesday Girl's Day Out gitu. Diramalkan bakalan ngantri untuk dapet tiket ini, jadi salah satu temen kita yang memang ga ada jadwal kuliah udah ngantri duluan di Ciwalk XXI sejak pukul 10. Tapi ternyata hari ini film Harry Potter kurang peminat, kita dengan mudah dapet sembilan tiket untuk puku; 13.45.

harpot Harry Potter and Deathly Hallows #Part 1

Sebagian yang memang udah ga ada jadwal kuliah langsung menuju Ciwalk (biasa cewek, rada-rada keliling untuk liat-liat barang. :p), sementara sebagian lagi (yang masih harus berjuang kuliah *lho) berangkat di gelombang kedua. Tepat pukul 13.00 rombongan kedua langsung nyusul ke Ciwalk, ternyata pas dateng film udah keburu mulai (iklan biasa) langsung kita cari parkir dan lari-lari menuju Theater 4. icon biggrin Harry Potter and Deathly Hallows #Part 1

Ada yang konyol disini, rombongan kedua, enam cewek (termasuk saya) punya kepentingan masing-masing sebelum mulai nonton, yang dua langsung nyari WC, yang satu belanja popcorn dan yang tiga langsung beli makanan berat. Benar Saudara-saudara kita bawa makanan berat (nasi plus lauk) ke dalam theater. Alasannya, saking mepetnya waktu nonton kita ga sempet makan siang. :p

Akhirnya tepat pada saat film dimulai, kita udah duduk rapi, dengan beberapa orang pegang makanan berat :p , sementara yang lain sibuk sama popcorn. Nah, ada yang konyol lagi, saat rombongan pertama yang udha masuk duluan mau beli popcorn keliling (maksudnya dalem studio) ada acara tawar-menawar harga popcorn -_-” dan mas-mas penjual popcorn malah nanggepin. hadeuhh.. icon biggrin Harry Potter and Deathly Hallows #Part 1 *anak muda*

Film pun diputar. Sepanjang film, kita ketawa, terpekik kagum, bahkan menangis terharu. Jujur, Harry Potter and Deathly Hallows ini sempat menuai keraguan, mengingat film sebelumnya yang jauh dari ekspektasi. Mungkin, karena sebelumnya tidak berharap terlalu tinggi, maka saat menyaksikan film karya David Yates ini kita bisa dibuat kagum, dan menjadi tidak sabar untuk menunggu part akhir. Sejak awal, emosi penonton sudah dimainkan, kita dibuat tegang, tertawa terbahak dan bahkan terharu disaat yang tepat, ada juga saatnya kita merasa malu sendiri saat menyaksikan adegan Harry berdansa dengan Hermione atau adegan saat Ron memandang Hermione. *love*

Satu hal lagi, di film ini juga Ron (Rupert Grint) tampak mulai mengalahkan pamor Harry (Daniel Radcliffe) karena dia tampak lebih menonjol, secara akting ataupun ehm..penampilan. icon biggrin Harry Potter and Deathly Hallows #Part 1 . Ini khusus untuk pendapat pribadi saya.

Bagi yang belum nonton, ayo segera nonton. Khususnya mungkin bagi para penggemar Harry Potter atau film dengan genre sejenis. Saya bisa menjamin (80%) tidak akan kecewa dengan film ini. Penerjemahan dari buku ke film dibuat secara rinci, bahkan ada adegan yang ditambahkan untuk menyempurnakan film ini, meskipun ada adegan yang dihilangkan, tapi tetap tidak mengganggu isi film. Yang paling penting, menonton bagian satu ini akan membuat kita penasaran dengan bagian kedua. Gak sabar rasanya menunggu release tahun depan. icon biggrin Harry Potter and Deathly Hallows #Part 1

Special thanks to Keukeu, Minul, Omet, Anggy, Nci, Dini, Vicky, dan Nonon, this day was a great day. icon biggrin Harry Potter and Deathly Hallows #Part 1

Tags: , , , ,