S-K-R-I-P-S-I

Sebenernya cuma satu kata. Tapi entah kenapa menjadi momok tersendiri bagi para mahasiswa. Khususnya bagi mereka mahasiswa yang sudah menginjak tingkat akhir. Saat menginjak semseter tujuh atau delapan maka dimulailah masa-masa galau bagi mahasiswa tingkat akhir. Tidak lain dan tidak bukan, penyebabnya adalah si satu kata yang cantik yaitu s-k-r-i-p-s-i.

Itu juga yang saat ini gw rasain. Jadwal kuliah mulai kosong, mulai sibuk cari bahan, ketakutan yang terus membayangi apakah akan selesai pada waktunya, bagaimana kendala pada prosesnya, dan banyak lagi. Bahkan saat proses dimulainya pun utuk menemukan sebuah judul memerlukan semedi yang panjang. Padahal ini hanya satu kata s-k-r-i-p-s-i. Ga mungkin kan skripsi gw nanti bertitle : TANPA JUDUL -.-“

Tanda-tanda mahasiswa tingkat akhir pun mulai terlihat : kemana-mana lebih banyak sendiri atau dalam kelompok sedikit, membawa map tebal dan menenteng laptop. -.-“ dan satu lagi menurut gw, melirik tajam pada kelompok angkatan muda yang tertawa bahagia. Lebih banyak dikarenakan iri. DULU gw pun ada diposisi tertawa tanpa beban seperti mereka. Tapi sekarang rasanya tersenyum pun susah. #lebay. Tapi gw akhirnya gw menemukan oase tersendiri, bahwa apapun jika dijalankan dengan ikhlas dan penuh senyuman akan selesai dengan lebih mudah. Itulah yang sedang gw lakukan sekarang. Lebih banyak tersenyum (sampe disangka gila karena senyum-senyum sendiri). Gw yakin dibalik segala perjuangan menyelesaikan si S ini akan ada rencana hebat yang menanti kita nanti di depannya. So, para mahasiswa tingkat akhir, mari kita semangat!! Kalo kata mba Popi Sophia di Catatan Harian Si Boy: Lo udah mulai, Ya ampe finishlah. Bentar lagi lho kita, wisuda di depan mata, harus gas poll sampe akhir.


*kissonthecheeks*

xoxo

Endah O’connel

Tags: , ,