Posts Tagged about me

day of sucky

Hari ini saya punya sebuah cerita tentang pengalaman saya yang merasakan langsung pelayanan masyarakat. Jadi hari ini saya menuju ke kecamatan dengan misi untuk mencetak ulang KK baru karena ada kesalahan pada tanggal lahir salah seorang anggota keluarga. Sesuai prosedur saya menuju meja penerima tamu kecamatan tersebut dan menanyakan perihal perbaikan pada KK tersebut, dan minta untuk bertemu dengan petugas yang berwenang untuk menangani masalah tersebut. Hal pertama yang membuat saya kecewa adalah petugas penerima tamu tersebut sangat tidak ramah, tidak mengucapkan salam, menjawab salam atau bahkan membalas senyum. Hal sepele memang, tapi hey, saya disini sebagai masyarakat yang membutuhkan bantuan. Kedua, saat saya menanyakan petugas yang berwenang, petugas tersebut meninggikan suara dan menyatakan bahwa petugas yang dimaksud sedang sibuk dan tidak dapat diganggu. Bahkan petugas penerima tamu tersebut tidak melakukan kontak terlebih dahulu dengan bagian yang berwenang ataupun dengan petugas yang dimaksud. Padahal saya yakin bahwa petugas yang menangani masalah data penduduk tentunya bukan hanya seorang yang menurut petugas yang beinteraksi dengan saya sedang sibuk. Ketiga, saat saya menanyakan kapan petugas yang menangani kasus saya kira-kira, beliau bilang malam. Hell-o bahkan kecamatan punya jam kerja ‘normal’ dalam menangani keluhan masyarakat kan? Ketika saya menanyakan kembali, waktu siang kapan saya bisa bertemu langsung dengan petugas tersebut dia bilang: tidak tahu, datang saja besok lagi. GREAT ! udah ga sopan, sok kuasa, tidak disiplin, meremehkan customer. Itulah yang ada dalam pikiran saya saat itu, dengan satu kata saya merasa kecewa.

Tapi tentunya saya tidak bisa melakukan penilaian sepihak hanya dari ‘hasil’ interaksi saya dengan petugas satu itu saja. Tidak putus asa saya menuju bagian belakang kecamatan dan menemukan dua petugas wanita, kemudian saya menyampaikan keluhan saya, dan voilaa petugas wanita tersebut membawa saya ke satu ruangan, yang ternyata merupakan ruangan data dan disana ada petugas yanga available untuk menangani kasus saya. Bahkan saat petugas tersebut mengalami kesulitan berkaitan dengan data saya, petugas tersebut memanggil petugas yang seharusnya saya temui tadi (yang ternyata bisa berkompromi, asal diberi tahu) dan akhirnya menangani kasus tersebut. Meskipun ada waktu tunggu, namun secara keseluruhan pelayanannya cukup memuaskan.

Hal-hal yang saya petik dari kejadian hari ini adalah:

1. Jangan menilai keseluruhan, hanya karena bagian kecil atau sebagian. Terbukti di atas, bahwa sekalipun ada bagian-bagian yang cukup mengecewakan dari birokrasi dan jalannya pelayanan masyarakat di negara ini, namun di dalamnya ada petugas-petugas yang memang berdedikasi untuk memberikan pelayanan yang tebaik bagi masyarakat.

2. Kesabaran adalah hal yang mutlak harus kita miliki. Dengan kasus di atas, jujur saya memang awalnya merasa tidak sabar dengan birokrasi yang terasa bertele-tele. Namun, jika kita mau menjadi warga yang baik, semua harus mengikuti prosedur. Toh disitu akan tetap selesai, dan itu mendidik kita untuk lebih menghargai proses.

Tags:

Aku dan Definisi

Have you ever wonder who is gonna be your future husband (or wife-for man)? Me? Every second time when I was lost on my wild mind.

I have some definition for those things (my own definition):

~ Berteman adalah saling mengenal dan belajar bertoleransi.

~ Sahabatan adalah saling memahami, saling menerima baik kelebihan maupun kekurangan

~ Pacaran adalah saling mengenal lebih dalam, memahami segala kelebihan dan kekurangan, dan mentoleransi tingkat ego masing-masing.

~ Menikah adalah belajar mencintai, menyayangi, seseorang yang akan kamu lihat pertama kali dipagi hari dan orang terakhir yang kamu lihat dimalam hari…setiap hari.

….setiap hari. Orang yang akan menjadi bagian dari hidup saya, tua bersama saya, membangun keluarga dengan saya, membawa tawa, menjadi alasan akan adanya air mata, memicu amarah, dan selalu ada disana, saat saya meminta maaf ataupun memaafkan. Memberikan kasih sayang tanpa batas dan mencintai saya tanpa alasan. Menjadi seseorang yang sayangi tanpa batas dan saya cintai tanpa alasan. Itulah dia, seorang suami bagi saya dimasa depan (berdasarkan harapan saya yang tergila-gila pada fairytale).

conceptualphotographybyphotographermichelleellis 014 Aku dan Definisi

Pertanyaan paling utama, dengan tanda tanya paling besar adalah SIAPA? Tapi itu adalah halaman yang hanya Tuhan yang tahu, bahkan Dia tidak membisikkan petunjuk tentang siapa dia nanti. Dia yang disimpan untuk hadir pada waktu yang tepat, saat saya sudah siap. Dia yang mungkin sebenarnya sudah saya kenal, pernah berpapasan atau bahkan tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Dia yang selalu menjadi rahasia, rahasia yang tersimpan rapat, dan akan terungkap saat waktunya diungkap, saat Dia menghendaki saya untuk mengetahui siapa dia untuk saya. Ya, dia.

Hehe…yaa kadang-kadang memang pemikiran serius, tak terduga seperti ini menyambar-nyambar. Bahkan jika bentuknya berupa pertanyaan, sulit untuk menahan diri bila tidak mendapatkan jawaban saat itu juga. Padahal beberapa pertanyaan memang terlahir untuk ditanyakan secara retoris, jawaban yang disediakan akan hadir dengan sendirinya atau bahkan jawaban tersebut tersedia tepat dihadapan kita, hanya soal waktu sebelum kita memahami dan menyadari hal tersebut. Karena pada dasarnya manusia itu memiliki kecenderungan untuk selalu mencari, menggali pengetahuan, dan tidak lelah untuk terus bertanya. *sigh

Well, in the end no matter who he is gonna be. Harapan saya adalah dia adalah seorang teman, yang tahu kapan harus menjaga jarak saat saya marah, seorang sahabat yang meminjamkan bahunya saat saya menangis dan selalu tahu bagaimana membuat saya tertawa, seorang kakak yang bisa beradu argumentasi, bertengkar tapi selalu saling memaafkan, seorang kekasih yang memberikan kasih sayang tanpa batas dan mencintai saya tanpa alasan, dan seorang suami yang menjadikan saya orang pertama yang dia lihat dipagi hari, dan orang terakhir yang dia lihat dimalam hari serta orang yang selalu jatuh cinta pada saya setiap hari. Fuuh, banyak ya? Hehe…karena saya akan menjadi itu semua untuk dia. J *amin

xoxo, *kissonthecheeks*, readers

Love

Tags: , , ,

The Vow – Please Knock

“I vow to help you love life, to always hold you with tenderness and to have the patience that love demands, to speak when words are needed and to share the silence when they are not and to live within the warmth of your heart and always call it home.”

- Paige, The Vow

The Vow. Akhirnya masih dengan sahabat yang sama, siang menuju sore kami habiskan untuk menonton salah satu film yang emang udah pengen banget gw tonton (dan ga nyangka dia mau, dengan paksaan sebenernya). Berbekal DVD dan laptop jadilah acara menonton kami berdua.

Dibintangi oleh Rachel Mc Adams (yang cantiknya keterlaluan) dan Channing Tatum (yang gantengnya ga sopan), film ini diambil dari kisah nyata. Sepasang suami istri, saling mencintai, harus menghadapi kenyataan bahwa salah seorang dari mereka (istrinya) lupa akan setiap kenangan yang mereka miliki sebagai suami-istri, bahkan lebih jauh dari itu sang istri lupa akan suaminya, bagaimana mereka saling jatuh cinta. Saat-saat yang diingat oleh istrinya adalah saat mereka belum bertemu, dan sang istri adalah tunangan dari pria lain. Dunia tempat mereka berpijak seketika berubah, kehidupan bergeser, dan mereka merasa asing satu sama lain. Sang suami (Leo) berusaha sekuat tenaga membuat sang istri (Paige) mengingat kembali, membuatnya kembali jatuh cinta, membuat dunia mereka kembali sama. Namun, ternyata hal tersebut lebih sulit, mereka terus mencoba, sampai salah satu merasa lelah dengan yang lainnya, dan akhirnya…TONTON AJA SENDIRI YAAAA ! (~nananana)

the vow The Vow   Please Knock

Setelah selesai film, kami berdua sama-sama terdiam. Biasanya pada saat selesai nonton film drama kaya gini, yang keluar dari sahabat gw adalah rentetan ejekan, cengengnya gw, sensitifnya dan lain-lain. Tapi kali ini bahkan dia pun terdiam. Have you ever imagine, the closest person in you live suddenly forget about you? Not because he/she trying to forget, but accindentaly forget, and not only closest person but the one that you love the most? Gw sendiri ga pernah berpikir sampai sana, gw ga terlalu baik dalam mengatasi kehilangan, apalagi ini, ga kehilangan, tapi dilupakan. Pasti segala cara dicoba untuk mengembalikan segala sesuatu kembali pada tempatnya. Kembali pada tempat dimana lo biasa berpijak. Yup, thats.

Tapi itulah tadi, dengan kekuatan cinta (sesuatu yang mereka sebut dengan kata yang terdiri dari lima huruf tersebut) mereka bisa bertahan (IYA ENDINGNYA HAPPY KOQ). Film ini diambil dari kisah nyata, saat ini mereka yang menjadi inspirasi hidup bahagia dengan dua orang anak. Ini mungkin bukti kalo cinta itu memang ada. Meskipun untuk gw sendiri, dengan pemikiran yang masih sederhana, masih mempertanyakan, benarkah cinta yang tanpa alasan itu benar-benar ada?

in the end, THE VOW is worth to watch, ga mesti nyiapin tissue layaknya film kehilangan ingatan lainnya, tapi siapin aja note, hehe..banyak banget quote bagus di film ini. mungkin, bagi mereka yang sedang (katanya) jatuh cinta kata-katanya bisa dipinjem dan dijadikan inspirasi. ~nanana

xoxo, *kissonthecheeks*, readers

Tags: , , , ,

Satu Siang, Dibulan Maret

Sebuah percakapan kecil ngelantur sana-sini dengan seorang teman diwaktu makan siang yang ternyata kecepetan. Bertempatkan di sebuah cafe yang menawarkan suasana playful, bikin betah dan pesan lagi dan lagi (makanannya). Random sih tapi ini dia penggalan-penggalan diantaranya:

R : lo pernah diselingkuhin?

E : nope. Tapi dibohongin pernah, mungkin rasanya ga jauh beda kali ya? Lo pernah?

R : gw pernah selingkuh….dan juga diselingkuhin.

E : ….well, i’ll not judge you. (i try)

R : selingkuh itu seperti candu. Sekali lo nyoba, sekali lo ga ketauan, sekali lo dimaafin, lo bakalan tertarik buat nyoba lagi.

E : …….

….jujur gw bukan seorang yang bisa memaafkan dengan mudah ketika dibohongi atau secara umum disakiti. Dan menurut gw selingkuh adalah salah satu hal yang tabu dalam sebuah hubungan. Gw sangat menghargai kesetiaan. Tapi seiiring dengan bertambahnya kisah, cerita, dan pengetahuan (halah), gw memutuskan selalu ada alasan dari dua sudut cerita. Jangan langsung menghakimi, dengarkan, baru dari situ bentuklah pendapat. Dan jangan dengarkan cerita dari orang ketiga, keempat atau sederhananya orang lain, tapi dengarkan dari tangan pertama, tanpa bumbu. Lebih mudah menepatkan diri sebagai korban, tapi sesekali cobalah berpikir seperti pelaku. Pada akhirnya semua itu bergantung pada satu hal, pilihan (diri sendiri).

in the other topics…

E : *sigh* I think I’m in love.

R : then you’re not in love

E : what?

R : if you’re really in love, you’re not think. You just simply…feel it.

….suddenly i know he is right. Too much thinking makes that feel unreal, too much doubt, then the conversation between both of you will not as comfort as before. Then you’ll find the feeling is gone. Suddenly, isnt love, its only hemm…well, just a feeling. Thats it.

in the other topics…

R : gw pengen balik ke Jakarta tadinya, tapi dasar sial, yang demo bikin ketar-ketir.

E : fuuh…Mama juga gitu, kemaren liat berita, dan langsung nyuruh ade gw ga kuliah, gw disuruh ga jalan-jalan. Udah jelaskan siapa yang seneng, siapa yang nelangsa.

R : mereka cuma pengen didengar, diperhatikan.

E : gw mungkin ga pernah ikut demo, tapi bukan berarti ga peduli, cuma kadang ada kalanya terlalu banyak ngomong bikin cape, akhirnya lebih baik diam.

R : yup. Sama kaya kalo lagi pacaran terus berantem, kalo udah ga didenger, diam itu pilihan paling ideal yang ditawarin.

E : tapi kan lo jomblo

R : lo juga, dan gw bilang kan andai (sambil lirik ga santai)

E : well,….haha

R : harusnya yang demo dikasih maicih level 10. Supaya mereka pindah demo ke WC. WC PERTAMINA.

E : …………….

….disitu juga akhirnya gw memutuskan sudah waktunya bagi dia untuk Jum’atan, berharap dia bisa selesai dengan kepala yang lebih jernih. Satu lagi siang dihari yang antara mendung dan panas terlewati, bersama seorang sahabat dan percakapan yang meninggalkan banyak hal untuk…dipikirkan (dan diungkapkan dalam tulisan).

Friday, March 30th 2012

Xoxo, *kissonthecheeks*, Readers

Tags: , , , , ,

The Confession (Final)

Then I’m trying to move on – moving on – moved on.

Akhirnya gw tau kalo gw bener-bener udah mulai move on (meskipun belum sepenuhnya) ketika akhirnya gw merasa bener-bener sakit lagi. Ketika ada yang dateng, dengan sopan, tapi ninggalin dengan cara yang ga sopan (#EH). Gw mulai sedikit lupa dengan kebiasaan dia, digantikan dia yang baru. Akhirnya..akhirnya setelah sekian lama. Meskipun gw gatau apa rencana Tuhan, nyadarin gw, ngasih gw jalan, dengan cara yang satu ini, dengan cara ‘nampar’ gw. Tapi ya namanya juga hidup, ga mungkin kan mulus terus *ceileh ada saatnya Tuhan juga nyadarin gw, kalo dia yang ini pun ga tepat buat gw.

Dari situ segalanya lebih mudah, gw ga seprotektif itu sama diri gw sendiri. Gw berani nyoba hal-hal baru, kenal sama yang baru, mencoba, meskipun sampai dengan saat ini memang belum ada yang terasa tepat. Mungkin ini juga yang disebut sebagai proses pendewasaan, gw nyaman dengan status gw sekarang, menikmati hal-hal lain yang bisa gw lakukan, hal-hal yang bisa kejar, yang bisa gw dapatkan, kenal dengan sebanyak mungkin orang lain. (meskipun emang kadang kerasa sih momen-momen tertentu koq gini-gini aja gitu). Tapi tanpa gw sadari gw semakin mandiri, karena terbiasa, gw semakin berani, gw ga bergantung, yup itu semua menjawab pertanyaan yang gw lontarkan sama Tuhan ketika dulu lama sekali: kenapa mesti gw? Kenapa mesti kaya gini? Jawabannya karena Tuhan tau gw mampu dan gw bisa sampai dititik gw yang sekarang. Karena dengan cara ini gw bisa lebih dewasa. Dengan caranya sendiri Tuhan ngasih gw jalan super mulus di bidang yang lain, tapi Tuhan ngasih ujian dalam bidang (hati) ini. Dan pada akhirnya gw bisa tetep survive.

Dengan cara itu, diumur 20 tahun ini gw sampai pada pemikiran, bahwa gw ga boleh terlalu mudah ‘jatuh’ gw mesti bisa ‘berdiri’ dengan dua kaki bahkan satu kaki. And now, I’m looking for a partner, no more boyfriend. Someone who will think about the future (partner), no only mind-games (boyfie). Karena itu kalo ada yang nanya: “kenapa sih ndah masih single aja?” jawabannya bukan ga laku karena jujur gw ga jualan, bukan juga karena ga ada yang nyoba deketin (maaf belagu dikit -.-), tapi karena belum ada tepat kaya yang gw rasa cari, belum ada yang bisa bikin gw sampe bilang he’s the one.

Gw berusa membuat si logika diam, dan mendengarkan apa yang hati gw (tempat paling rapuh di atas semuanya) untuk berbisik, membisiki keraguan atau justru keyakinan tentang siapa yang akan jadi dia buat gw. Dan setiap dia memberi peringatan, membuat gw ragu, gw akan nurut, ngambil langkah puter balik, tutup hati gw sebelum jatuh terlalu jauh. Kenapa? Pernah gw berusaha mengambaikan si suara itu dan akhirnya..gw jatuh (lagi). Untuk itu gw bersabar, Tuhan masih nyimpen jodoh gw. Iya, gw single, jadi kenapa? Gw masih muda, gw masih punya cita-cita yang harus dikejar, ini abad 21 kenapa gw mesti dengerin banget omongan orang-orang yang lebih heboh nyari pasangan dibanding ngejar target mereka. Gw kan punya Dia yang Lebih Tahu. Ketika gw siap, waktunya tepat gw akan ketemu dia bagi gw yang memang tepat. Sampai saat itu yang gw lakukan adalah hidup dengan cara yang terbaik, menjaga segala titipannya, dan berdo’a. Oneday, somehow, somewhere, someone will come with an unexpected way.

xoxo, *kissonthecheeks*, Readers

Tags: , ,

Saturday, March 24 2012

Saturday, March 24th 2012

Skype ON then the morning message came from an unexpected person:

“Hey, Queen. Its 24. Miss you already”

Skype OFF (because of a damn connection).

Seriously, ga ada angin, ga ada hujan (iyalah orang kemaren panas banget) gw tiba-tiba iseng buka foto-foto lama (harus ngurang-ngurangin nih iseng). Foto gw sama dia, foto yang dia kasih buat gw. Hmph. Nyalain laptop, iTunes isinya playlist favorit semua, shuffeling (SALAH) entah kenapa lagu yang muncul lagu bunuh diri semua. Lalu tiba-tiba gw pun inget (lagi).

Kalo minum kopi dia selalu, kopi hitam, dua creamer tanpa gula.

Gw inget kalo dia senyum dengan lesung pipinya.

Dia yang ngajarin gw pegang kamera, meskipun akhirnya gw lebih suka difoto.

Dia yang pertama kali bikin gw suka sama bintang, meskipun bermodalkan balkon.

Dia yang bikin gw suka sama vanilla, padahal dulunya gw eneg mampus.

Dia dengan jeansnya yang selalu berwarna sama.

Dia dengan kebiasaannya tidur lagi pas gw bangunin

Dia yang suka banget sama brownies, bikin gw belajar mampus buat bikin kue satu itu.

Dia yang ngasih gw cd saat dia mau pergi.

Dia yaaa diaaaaaaaa ! DIA yang ngingetin gw ini tanggal 24, setelah sekian lama gw ngelewatin tanggal 24 dengan baik-baik aja, setelah sekian lama gw berhasil ga muter lagu Glenn-Januari, setelah sekian lama kita ga ngobrol, setelah sekian lama dia ga ada di orbit bumi gw.

……jangan ditanya gimana gw hari itu, makan ga enak, tidur (siang) ampe gajadi, ketawa pun kepaksa (sialnya lagi jarang yang bikin ketawa hari itu). Finally in the midnight i sent him a short message:

“I do miss you too. I’m Ok, and always be. Take care there, get home soon. We’re missing you.”

Begitu waktu menunjukkan 00.00 gw pun menutup memori 24 ini. ini Cuma kangen sesaat koq, kaya seseorang bilang gitu deh, kangen boleh asal jangan keterusan. Yayaya, langsung ganti playlist pake lagu-lagu macho nan keras. No more listening to The One That Got Away-Katy Perry << terbukti muncul kegalauan dan reaksi ingin minum baygon.

Ps: boleh kan sekali-kali galau? Asal jangan keterusan :p rekor lho ini sekian lama 2012 jalan, baru hari ini gw galau, HAHA.


xoxo, *kissonthecheeks*, readers

Tags: , ,

Satu Momen di Sabtu Petang

Satu momen di Sabtu Petang.

Ada satu tempat yang jadi favorit gw untuk didatangi tiap lagi pengen sendiri. Bertempatkan di salah satu mall yang sebenernya cukup ramai, namun di tempat ini selalu agak lebih sepi. Menawarkan pemandangan keluar dengan jendela super lebar, duduk di pojokkan dengan secangkir teh chamomile hangat, iPod, laptop dan koneksi internet, maka dimulailah pula ritual berpikir. Kata orang sih ini sama aja dengan menggalau, padahal heyy bukan, ini cara gw untuk bisa berpikir, jauh dari orang-orang yang dikenal, berada di tempat asing dan secara diam-diam bisa merhatiin orang-orang yang lalu lalang depan jendela. (yah kadang ada sih acara galaunya dikit)

Seperti sore ini, letak mall yang cukup jauh dari rumah gw, jadi perjuangan sendiri untuk sampai di tempat ini sore ini. Macetnya Bandung yang luar biasa, yang hari ini entah kenapa jadi Lautan Manusia dan Kendaraan. Fuuh…kata syukur pun terbisik saat menginjakkan kaki di tempat ini. Pelayan yang sama untuk tiga bulan terakhir, tampaknya dia udah hafal kalo gw kesini selalu sendiri, pesan yang sama, duduk di tempat yang sama (kalo beruntung – dan sayangnya sore ini gw ga seberuntung itu), juga diam untuk waktu yang lama, kadang Cuma buat ngelamun atau ngeliatin orang diluar.

Dateng kesini berarti gw butuh tempat buat berpikir.

Banyak banget hal yang bikin kepala gw rasanya sesek banget akhir-akhir ini. Dari mulai jet-lag status baru, dari mahasiswa jadi job-seeker (gw menolak dibilang job-less), kemudian tekanan dari sana-sini, pertanyaan ini-itu, keinginan gw-orang tua dan banyak lagi. Rasa-rasanya akhir-akhir ini segala sesuatu ga berjalan dengan semestinya. Seperti biasa gw bikin list hal-hal apa yang mesti gw pikirin lebih dulu sampai dengan akhir, ga nyangka lumayan panjang juga daftarnya. Setelah ada list itu gw pun berusah berdamai dengan tiap poin. Yup, berdamai, karena pada akhirnya penyelesaian didapat apabila sudah melewati suatu proses, sementara gw saat ini hanya berpikir yup berpikir.

Secara ga disadari tampaknya gw merasa tertekan.

Sadar ga sadar dengan menyandang status baru sebagai seorang sarjana, itu menambah tekanan, tuntutan dan harapan orang-orang atas apa yang harus gw hasilkan, atas apa yang gw lakukan. Diluar mungkin gw terlihat fine-fine aja, padahal di dalem segala sesuatu gw selalu pikirin (yeah, i’m a thinker). Berasa ga ada break, time-out atau sejenisnya. Sementara gw sendiri sulit untuk punya pegangan. Akhirnya gw pun kadang merasa tertekan dan frustasi sendiri, meskipun dengan segala daya upaya selalu gw tekan sampai batas minimum. Terbiasa ‘menerima’ tuntutan orang, dan jarang protes bikin orang sekeliling gw berpendapat bahwa gw mampu, tapi kadang gw pun punya limit dan cape, hanya saja kadang gw pendem sendiri, ngeluh dikit sama orang terdekat tapi sisanya tetep gw tanggung sendiri. Sampai di satu point batas gw bener-bener abis, dan cape.

Akhirnya gw pun berdamai dengan rasa ‘cape’.

Setelah berpikir (lebih banyak ngelamun) gw akhirnya menemukan titik dimana gw bisa berdamai dengan rasa cape yang akhir-akhir ini kayanya hobi banget ngegelayut. Ada satu saat dimana gw ngeliat keluar kaca, diluar situ ada seorang Ayah, dan dua orang anaknya yang masih kecil, ga terlihat keberadaan sang Ibu. Saat gw berusaha untuk jadi sang Ayah, gw pun sampai pada kesimpulan bahwa pasti beban dia lebih berat daripada gw, yang sampai dengan saat ini batas tanggung jawab adalah mengurusi diri sendiri. Disitu gw pun berpikir bahwa sebenarnya rasa cape yang gw rasakan adalah karena gw membebankan terlalu banyak hal sama pikiran gw sendiri dengan tidak sadar. Bukan tuntutan, keinginan atau pertanyaan orang lain, tapi pikiran gw sendiri yang membuat segalanya terasa berkali-kali lipat lebih berat buat gw.

Saat sampai pada penjelasan itu, gw menarik nafas dalam, sekali lagi ngeliat keluar, nyeruput minuman gw yang dingin (gara-gara kelamaan dianggurin) dan akhirnya balik lagi ke daftar gw. Saat gw berdamai dengan rasa cape itu, justru gw merasa damai juga dengan masalah lainnya. Karena intinya ada disitu, kamu merasa cape ketika kamu ngerasa beban kamu itu terletak seluruhnya dipundakmu. Padahal selalu ada orang lain untuk berbagi. Termasuk para silent-readers.

Well, Tuhan punya skenarionya, punya rencananya, usaha dan tunggu suatu saat pasti ada jawaban buat setiap pertanyaan yang mampir hari kemarin, sebelumnya, hari ini dan bahkan detik ini. Ketika jawaban itu ada pasti dalam keadaan gw sudah siap. Mungkin ini bagian dari ujian-Nya, saatnya gw naik kelas.

Lagi-lagi liat keluar, akhirnya malam pun perlahan menyapa, hiruk-pikuk kota Bandung di malam hari mulai terasa (makin padat?WHAT?) iyalah ini SABTU. Setelah menulis sepenggal kisah (labil) ini gw rasa makin tenang, saatnya kembali lagi ke rumah, tempat dimana gw selalu bisa ‘pulang’ dengan nyaman. Tempat dimana gw merasa aman. So, guys, buat kalian yang lagi banyak pikiran (nyari temen seperjuangan) kalian pasti punya caranya masing-masing untuk ‘berdamai’. Nah, cara gw yaaa ini, diem sendirian, bahkan ketika sekeliling gw menawarkan keramaian, berpikir dan akhirnya menulis. Ciao.

xoxo *kissonthecheeks*, Readers

Tags: , ,

Music and I

Musik. Lagu. Musik. Lagu. Playlist. Radio.

Listening to the music, no matter what the moment is, always be my favorite. Ketika gw merasa sendiri banget tau memang ingin sendiri, meskipun berada di tengah suasana yang ramai, kadang perlu sesuatu untuk berlindung, gw memilih untuk mendengarkan musik, mendengarkan lagu. Apalagi kalo lagi sendirian di kamar atau perjalanan jauh ke suatu tempat, harus selalu ada musik. See to one point, listen to the music, take a deep breathe, then I’m feeling free to think about anything, everything.

Nah, mungkin gw emang bukan orang musik sejati, yang ngerti musik sampai lapisan keraknya. Tapi secara awam gw suka musik dengan segala jenisnya, dengan segala keberagamannya, itu yang membuat musik justru lebih menarik lagi buat gw.

The magic of song: it could turn your mood up or simply turn it down, down and down then up again. – Thursday, March 23rd via twitter by @endahpurnama

tumblr lnt395w7js1qbpwzeo1 250 Music and I

Lagu yang mangkal di playlist gw beragam jenisnya, bahkan ada beberapa lagu yang asalnya dari penyanyi yang kadang dicibir oleh sebagian orang atau aliran yang katanya sih ga-gw-banget. But, so what? Thats my own playlist. Thanks God to the inventor of shuffeling program. Yups, dengan playlist yang dishuffle itu bikin lagunya tambah random, moodnya naik-turun dan jadi tebak-tebakan sendiri, what’s song gonna be the next? Selain dengerin musik dari iPod yang udah sangat setia ini, favorite gw juga adalah dengerin radio. Dengan dengerin radio tadi update musik-musik terbaru jadi tambah kenceng.

Ga jarang juga sih memang ada momen tertentu di setiap lagu yang mangkal-setia di playlist, bikin tiba-tiba senyum sendiri, sedih sendiri atau yaah berasa flashback atau nostalgia, picture captured moments so then music do it too for me. Ga jarang juga musik tiba-tiba naikin mood yang lagi down banget, atau kalo ada kejadian atau suatu hal yang sesuai dengan liriknya then that song gonna be the soundtrack of the day. Ga cuma musik yang berlirik tapi kadang berupa melodi pun gw suka, apalagi untuk situasi yang emang butuh banget momen tenangnya. Intinya sih tiap momen itu pasti punya musiknya sendiri icon biggrin Music and I

Well, guys no matter what kind of the music is, just try to listen first, then you can decide whether you like it or not. But, open your mind, music always be part of your life, people out there write a song, with any kind of melody based on their life, other people life or maybe someday, one person gonna make a song for you, inspiring by you, and all about you. How sweet that moment gonna be. :*

xoxo, *kissonthecheeks* readers

Tags: , , , ,

Kenapa Suka Nulis?

Beberapa orang sempet bertanya:

A: kamu jurusan apa Ndah?

E: Manajemen. Kenapa?

A: Koq suka nulis?

Well, there is no special reason why i love writing.

Nulis itu hobi, boong banget kalo bilang hobi dari kecil. Waktu TK-SD gw paling males disuruh bikin karangan (kecuali nulis diari << yang ini SD ya). Lebih suka baca cerita trus ngekhayal. Yaa khayalan khas-khas cewe, paling suka cerita tentang putri dan sebagainya sampai…film Ada Apa Dengan Cinta keluar (WHAT?!). well, itu bisa dibilang jadi titik tolak gw mulai suka nulis, tahun 2002 waktu itu bertepatan saat gw memasuki masa labil ana SMP. Dari film AADC itu ada pemahaman bahwa jadi jurnalis, ngurusin mading, bisa nulis puisi itu KEREN. Dengan kepolosan anak SMP yang gampang terpengaruh (gw aja gitu ya -.-), akhirnya memutuskan untuk masuk tim mading sekolah terus mulai memperlebar cakupan bacaan ga sebatas novel remaja tapi juga novel yang penulisnya bener-bener nyastra abis. Buku pertama dalam upaya naik tingkat itu ga lain ga bukan adalah AKU (Chairil Anwar), and you know what, aktivitas baca novel-agak-berat tadi Cuma bertahan selama tiga bulan pertama (HEHE). Tapi untungnya buat aktivitas jurnalisnya ga berhenti sampai disitu malah bikin nagih. Belajar nulis kecil-kecilan dari pengumuman tentang kumpul tim jurnalis (pengumuman doang sih) :p berkembang terus sampai akhirnya dipercaya untuk bikin artikel liputan kegiatan sekolah.

aadc Kenapa Suka Nulis?

ini nih film yang bikin gw mencoba buat ‘nulis’

Makin sini makin ketagihan, mulai memberanikan diri ikutan lomba cerpen (dan alhamdulillah ga masuk) hehe. Kemudian kalo ada tugas ngarang di kelas semangatnya pake semangat pejuang, dan mulai dilirik guru Bahasa Indonesia saat itu, sedikit pujian dari guru BI (Alm. Pa Ade) bikin jadi titik tolak tersendiri, bikin makin pede buat nulis lebih banyak lagi. Sempet belajar bikin puisi, tapi ternyata untuk yang satu ini gw kurang bakat. Puisi gw kurang bikin greget katanya. Dari yang tadinya pengen ikut-ikutan keren kaya si Cinta, eh malah jadi hobi yang nagih. Dan dari hobi nulis ini juga, gw dijadiin sekretaris OSIS (pandangan dulu: bisa nulis = bisa bikin surat -.-). Namun akhirnya gw pun belajar nulis surat, pidato, dll meskipun gabisa dibilang ahli, tapi gw berusaha sebaik-baiknya.

b3s 2011 05 10 skenario sjumandjaya aku berdasarkan perjalanan hidup dan karya penyair chairil anwar Kenapa Suka Nulis?

Dari nulis juga gw belajar buat bicara di depan umum, deklamasi puisi, dongeng, story telling, debate dan banyak lagi. Believe it or not, itu semua dipelajari dari awalnya sekedar hobi nulis. Pas SMA mulai berani kirim artikel ke majalah atau koran, beberapa sempet dimuat (senengnya norak banget deh waktu itu) dan lebih banyak lagi yang ga dimuat (tapi tetep semangat hehe). Sempet terpikir buat menjadikan menulis sebagai sumber penghasilan, tapi ternyata suka stuck sendiri dengan cerita yang udah dibuat, kadang imajinasi lari-lari dan akhirnya ga berujung, ngegantung, dan lupa. akhirnya menulis jadi sekedar hobi. Hobi yang ampe sekarang masih ditekuni, bukan menulis secara terpaksa dengan target tapi menulis lepas kaya di blog ini. lebih seneng bercerita, atau juga Cuma sekedar menulis tentang topik yang tiba-tiba terlintas (kadang curhat dikit).

Mungkin ada hubungannya dengan hobi membaca juga, karena rata-rata orang yang hobi menulis biasanya berawal dari seneng membaca, terinspirasi buat berbagi, banyak ‘nyabut’ kata-kata bagus buat dijadikan bahan tulisan. Selain itu dari membaca juga banyak hal baru yang tadinya kita ga tahu, jadi tahu. Bahkan dari sekedar membaca novel remaja atau kalo sekarang sejenis novel metropop ataupun dari majalah (even the news or gossip part :p) . icon biggrin Kenapa Suka Nulis? pengetahuan sebagai bahan tulisan bisa dateng dari mana saja. Meskipun tulisan gw ga nyastra abis kaya para penulis handal, ga penuh makna kaya para ahli motivasi, tapi inilah gw dan tulisan gw. Sederhana, simple dan apa adanya. icon biggrin Kenapa Suka Nulis?

Well, kenapa gw suka menulis? Jawabannya adalah karena film AADC. Kenapa gw tetep suka nulis? Karena gw suka baca, dan entah kenapa ada yang kurang saat ga bercerita, dan karena dengan menulis gw bisa speak up secara ga langsung, ketika terlalu lelah buat bicara atau simple sih ketika kalo bicara mungkin ga didengar, tapi dengan menulis siapapun dia, pasti ada yang baca (semacam silent-reader) yang selalu setia ‘ngedengerin’ ocehan gw tentang ini-itu.

In the end i’m officialy in love, truly, deeply, desperately with writing.

Xoxo readers, *kissonthecheeks

Tags: , , , ,

Beswan, JJF, dan Jakarta

Jakarta Here We ARE !

Itu mungkin teriakan dari setiap pemenang tiket gratis nonton Java Jazz 2012 dari Djarum Beasiswa Plus. Animo mengikuti kuis dengan cara mengirimkan tweet atau dengan membuat status FB mengenai hal-hal yang berkesan selama menjadi Beswan Djarum langsung ke akun @BeswanDjarum ini sangatlah besar. Akun twitter @BeswanDjarum dibanjiri mention dari para BeswanDjarum yang dengan semangat 2012 pengen ikutan nonton. Saking besarnya animo tersebut, maka kuis yang tadinya dibuka tiga hari dijadikan satu hari. (kasihan mimin hihi).

Akhirnya munculan 20 pemenang dari tiket JavaJazz (yang awalnya Cuma 12 orang). Kebanyakan dari mereka adalah BeswanDjarum dari luar kota Jakarta, ga Cuma tiket tapi BeswanDjarum juga dapet akomodasi memuaskan selama menonton JavaJazz 2012 (beruntung banget kan mereka). Well here the story:

1st Day !

BeswanDjarum dari luar kota yang sudah mendapat peringkat pemenang tiket plus akomodasi JavaJazz diberangkatkan langsung dari kota masing-masing menggunakan pesawat (kecuali untuk Bandung dan sekitarnya). Setelah tiba seluruhnya di bandara langsung diboyong ke kantor Djarum untuk bertemu dengan Pak Primadi juga untuk makan siang bersama. Belum apa-apa mereka sudah luar biasa antusias dengan acara yang akan dimulai sore nanti itu. Lalu tibalah saatnya amplop besar dibagikan, disana terdapat tiket, jadwal dan rundown acara JavaJazz 2012 eits tunggu dulu adalagi amplop lainnya yang isinyaa kejutan buat mereka.

Dengan perasaan yang berbunga-bunga mereka pun diberangkatkan ke hotel di daerah Kemayoran, Hotel Golden Boutique yang terletak di daerah Jl. Angkasa. Setelah check-in mereka punya waktu sekitar satu jam untuk bersiap-siap segera menuju venue. Sebelumnya ada kejadian lucu yaitu salah satu pemenang yang namanya Aldi Nuary hampir aja ketinggalan bis yang membawa mereka ke hotel, untungnya masih jodoh :p. Di hotel sebelum berangkat ke venue, mereka masih harus menunggu kedatangan dari para pemenang Bandung yang terlambat datang karena apalagi kalo bukan macetnya kota Jakarta. Akhirnya setelah aksi tunggu-menunggu para pemnang siap untuk segera menuju venue di JIExpo yang terletak di daerah Kemayoran juga. Oia, disini juga ga cuma ada pemenang tiket resmi, tapi ada para addotional player yang memang niat untuk berkumpul bareng untuk menyaksikan JJF dan kumpul bareng, hello Faisal Bedul dan Hanif :D. (nebengers ahh haha, tp kalo ga ada mereka nanti kurang berasa ramenya)

Tiba disana yang pertama dicari adalah hall A2 tempat Maliq and d’Essential perform sebagai pembuka JavaJazz 2012. Setelah terpukau dengan penampilan Maliq, para pemenang tetap stay di hall tersebut untuk menyaksikan penampilan dari Depapepe, duo instrumental yang berasal dari Jepang. Antrinya luar biasa panjang, bahkan sebelum perform dimulai. Namun, antrian panjang itu dibayar dengan penampilan memukau dari duo tersebut. Setelah menyaksikan dua perform awal bersama-sama, akhirnya para pemenang mulai berpencar untuk menyaksikan perform dari idola mereka masing-masing. Kesepakatannya adalah para pemenang bertemu kembali di tempat parkir bis untuk kembali ke hotel nanti.

Tepat pukul 23.00 para pemenang bertolak dari JIExpo untuk menuju hotel. Sampai di hotel? Jangankan langsung tidur, para pemenang langsung mengadakan pertemuan di kamar masing-masing untuk saling tukar cerita (atau bahkan oleh-oleh). Wajar kan asalnya dari regional-regional yang berbeda juga jauh. J satu hari sudah dilalui..masih ada dua hari lagi.

2nd Day

hari kedua hemm ada waktu banyak nih sebelum JJF, akhirnya para pemenang memutuskan untuk pergi ke Taman Anggrek, sekedar untuk makan siang dan keliling-keliling sambil membunuh waktu. Perform pertama yang akan ditonton adalah DEPAPEPE (AGAIN). Setelah puas keliling-keliling di TA para pemenang pun menuju kembali ke venue, dan datang setengah jam lebih awal. Yang bikin seru adalah selama perjalanan kesana para pemenang punya rutinitas baru yaitu karaoke di bis. Plus sampe bikin video klip bareng.

Well, setelah sampai di venue para pemenang kembali menyebar untuk menonton perform dari artis JJF idola mereka masing-masing. Uniknya di hari kedua ini para pemenang punya titip point ketemu baru yaitu di lounge Djarum Super MILD, selain buat nongkrong dan ngobrol disana juga strategis banget buat nge-charge handphone. Hahaha.

Malamnya usai puas menonton tiap perform tepat pukul 23.00 para pemenang kembali menuju hotel dan seperti malam sebelumnya ngadain kumpul singkat, khusus kali ini tempatnya adalah lobby hotel. Keadaan lobby yang gelap ga jadi halangan buat para pemenang terus berbincang mengenai berbagai macam topik. Satu lagi hari sudah dilewati. Then tomorrow gonna be last day. Sad.

3rd Day

Last Day of JJF.

Kali ini buat membunuh waktu sebelum perform dimulai para pemenang mengunjungi Kota Tua. Pastinya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk foto-foto. Haha. Berbagai gaya foto akhirnya dicoba dari gaya girlband sama boyband. Dari Kota Tua awalnya menuju ke Sarinah tapi karena macet dan takut ga keburu ke venue akhirnya langsung ke venue dan makan siang di tempat makan samping JIExpo. Haha. EIts. disini ketambahan temen nihh ada David yang kebetullan pulang kampung dan nyempetin gabung nonton JJF bareng para pemenang. Ga tanggung-tanggung langsung ikut akrab bareng yang lain.

Karaokean dalam bis tetap menghiasi perjalanan. Berbagai macam lagu kebanyakan lagu galau terus sih. Haha. Tapi setelah perform Trio Lestari, entah karena jenuh dengan suasana JIExpo atau sudah lelah, akhirnya kita menutuskan untuk pergi keluar venue dan main ke Plaza Semanggi. Bukan untuk melakukan hal-hal lain tapi jugaa untuk KARAOKEAN di Inul Vista. Yang jelas adalah seru-seruan bareng ngabisin waktu sebelum besok para pemenang pisah ke kota masing-masing. Malemnya saat sampai di hotel pun kita masih berkumpul untuk menghabiskan waktu bareng sampai dengan shubuh.

img 20120304 05572 Beswan, JJF, dan Jakarta

421070 359933727371775 100000654511253 1147632 999958955 n Beswan, JJF, dan Jakarta

427597 359943037370844 100000654511253 1147647 553895834 n1 Beswan, JJF, dan Jakarta

In the end yang seru dari acara nonton Java Jazz 2012 ini adalah bisa ketemu dengan teman-teman regional lain, kumpul-kumpul, tuker cerita dan banyak lagi. Ini nih yang susah mommentnya. Bahkan setelah acara ini kita makin deket. J

and here the winner (with some additional player :p ):

thank to all of you guys >> Roi Rahmat, Hiqmawan, Aldy MZ, Stefani Vera, Yohannes Dimas, Putri, Wiwin, Fuji, Fuad, Rizki (yang hobi banget nyanyi), Fina, Ina, Calista, Andreas, Bonita, Tyas, Intan, Ayu, Evelyn, Faisal (Bedul), David (hari terkahir), Maudy, Maya, Aldi Nuary, Hanif, LadyGaga #EH

Tags: , , ,