Posts Tagged holiday

A Day w/ The Celeketeps

This story dedicated to The Celeketeps..

Senin, 05 Maret 2012

Beres acara JavaJazz kemaren gw masih stay di Jakarta buat beresin ini-itu. Hari itu sebenernya sama sekali ga terencana, pagi-pagi pas nyampe ke daerah Slipi langsung dapet telepon dari Om yang merasa kudu ketemu sama gw gara-gara selama di Jakarta ga sekalipun setor muka. Akhirnya sekitar pukul setengah 11 gw pun menuju Semanggi dan itupun Cuma buat makan siang -___-“ *bener-bener setor muka. Dari situ bingung kan sisa harinya mau kemana, dibuatlah keputusan luar biasa kalo gw mau ngebolang ke kantornya Redbuzz. Kenapa ngebolang? Helo ini Jakarta, tau bener gw soal Jakarta. Berbekal alamat kantor Redbuzz gw pun mengontak sang hero selama disana yaitu Bang Angga, ojeg langganan yang hatam Jakarta. Sekitar jam setengah 1 gw pun meluncur ke kantor Redbuzz yang letaknya di daerah Palmerah (ga lupa sebelumnya beli sesajen, biasa kan kalo ke tempat asing harus ada sesajen. Haha). Setelah sempet muter-muterin Palmerah, sampailah gw di kantor Redbuzz.

KANTORNYA?

Pas masuk ruangan wuihhh pada sibuk tuh sama komputernya masing-masing, sibuk ini-itu. Jleb. Curiga gw salah jam nih masuknya. Dengan bermodalkan kepedean (daripada minder) gw pun sok-sok-an membaur. Haha. Kenalah akhirnya sama Mas Riki (Bopak), Mas Tyo, Mas Adri, Mas Lion, Mas Dodi (yang komentar pertamanya adalah: tangan gw dingin ya? -.- iyalah ruangan ber-AC haha), kalo mas Bram sama Mas Bule (double B) sih emang udah kenal duluan. Pertamanya sih sesajen yang gw bawa ga disentuh, tapi giliran satu dibuka, wuihh langsung abis sekaligus.

Kejutan pertama adalah ketika penjual siomay juga roti dateng ke dalem kantor, banyak banget gw belajar bahasa baru disana, sayangnya lupa dicatet (itungan jam langsung lupa). Next time kalo kesana lagi mau sekalian bawa recorder. *niat* dan sayang banget ga sempet foto bareng sama doi yang kayanya lebih feminim dari gw. Hehe.

Pelajaran kedua adalah saat gw diajak ke rooftop gedung Cahaya itu, pelajarannya adlaah: HATI-HATI KALO MAU MASUK LIFT (baca ini Adriano Bramantyo) haha. Saking rusuhnya suasana mau naek lift sampe-sampe itu kepalanya Mas Bram kenalan sama pintu lift, ga Cuma itu suaranya kenceng, kejeduknya sakit, malunya? (tanya aja ama mba-mba yang ikut naek lift ama kita haha).

Sampailah kita di rooftop gd. Cahaya ini, wuihh ini pasti deh tempat galaunya orang-orang yang udah jenuh kerja. Angin sepoi-sepoi, pemandangan Jakarta, tinggal tambah musik, langsung lompat kayanya #eh. Pelajaran kedua adalah: pake plester pink itu gaul. Langsung jadi trend 2012 lah pokoknyaa.

420927 231016616995364 100002610829420 464680 2126785242 n A Day w/ The Celeketeps

425553 231016980328661 100002610829420 464684 1215728342 n A Day w/ The Celeketeps

Dari rooftop gw diajak buat mengunjungi ruangan kantor lantai lima. Oke pas masuk auranya beda. Kalo di lantai 2 auranyaa penuh dengan keceriaan berlebihan di lantai lima ini lebih kalem lagi. Seperti biasa kenal-kenalan trus akhirnya pamit lagi. Haha.

Dari situ gw juga diajak berkunjung ke basecamp-nya tim redbuzz. Nah pelajaran hidup kedua di dapat dari tempat itu. Jadi ceritanya mas-mas lantai 2 ini seniman semua, hobinya bikin lagu. Lagu pertama udah mereka tunjukkin videonya, giliran yang kedua nih mereka nyanyiin live, judul lagunya “Segenggam Cinta” (gw ga ngerti kenapa judulnya mesti ini). jadilah itu kembali si plester pink ngegitar dan yang lain nyanyi bareng, pas bagian refrain, munculah ibu-ibu dari jendela rumah sebelah: “Berisik, lagi belajar”. Seketika suasana hening kaya film horror, dan yang ngegitar malah langsung ngibrit ke belakang. HAHA. Setelah dipikir-pikir lucu sih, tapi yaa pas kejadiannya cukup ‘tegang’ juga.

CABUT DARI KANTOR KE….

Ga beberapa lama dari kejadian ‘jangan-berisik-mau-belajar’ kita akhirnya cabut buat nyari makan. Selama perjalanan sibuk ditunjukin ini-itu, berasa gw belom pernah ke Jakarta. -.- tapi makasih lho emang ga pernah tau juga. Haha. Tujuan pertama “ES KRIM RAGUSA”. Pelajaran hidup ketiga adalah, dateng-dateng mas dodi langsung aja gitu ngejatuhin majalah-majalah yang disana, pesan moral: jangan garanggusuh. Haha. Vannila, chocolate, strawberry, durian. Dan tiba-tiba hujan turun, berasa lagi syuting video klip kan tiba-tiba *engga juga sih. Obrolan ringan pun tercipta dan berkisar pada tahun 1934 *maklum kumpul sama jadulers #eh.

Pelajaran hidup selanjutnya adalah ternyata jalan sama sekumpulan cowo aja sama juga ama cewe kalo masalah nentuin tempat sama ribetnya, nentuin tempat makan aja musyawarahnya cukup buat ngehasilin keputusan BBM naik atau engga *aciyeh. Akhirnya dari tempat itu kami memutuskan untuk makan bubur di daerah Menteng (lagi-lagi lewat jalan itu, lagi-lagi ditunjukin Taman Menteng tempat syuting video klip dan lagi-lagi ditunjukin Taman Lawang -__-“). Sayangnya itu sekolah yang katanya ada foto Obama (yang ternyata keliatannya aja susah saking kecilnya) buburnya tutup. Alhasil kita pindah ke BurCik (Bubur Cikini). Masih hujan lho waktu itu *penting banget ini.

Sampai di BurCik, normalnya sih cewe yang nyari WC ini malah cowo-cowo macho itu yang rebutan nyari WC. -_-“ Santap malam bubur cikini, dengan moment yang katanya sih pas banget (entah Cuma perasaan sih :p) hujang rintik dan sebelahnya salon, pemandangan perempatan Cikini (sok tau gini gw nama tempatnya) ehehhe. Obrolan demi obrolan kembali mengalir. Kali ini topiknya adalah Celeketeps yang isunya sih mau ngeluarin mini album dengan tiga lagu andalan mereka : Give Me Tyo, Segenggam Cinta dan Perompak Cinta -___-“ puas deh nahan ketawa. Dalam hari gw berdo’a semoga ini band bener-bener bisa ada, kasian udah pada siap gini, please yang baca post gw dan mau ngeproduserin hubungin mereka. Hahaha.

Dari situ eits udah kemaleman, ga baik anak gadis pulang kemaleman, bertolaklah kita ke daerah Slipi, nganterin sang putri pulang (pasti pada protes). Sampai di kosan, siap tidur deh. Satu hari lagi terlewati. 05 Maret 2011. Makasih lho Celeketeps Crew make it more brigther. It was a moment banget pokoknya. Gw merahin deh tiap 5 Maret 2012.

Special thanks to: Adriano Bramantyo, Dodi Saputra, Mas Tyo, Mas Riki Bopak. Next time lagi ya. icon biggrin A Day w/ The Celeketeps

*pelajaran hidup belum selesai: kalo mau keliling Jakarta jangan lupa bawa Antimo, lo ga akan tau mabok darat itu dateng (colek ga santai Mas Dodi) HAHA.

xoxo, readers *kiss on the cheeks

Tags: , , ,

Underworld : Awakening

UNDERWORLD : THE AWAKENING

underworld awakening 2012 upcoming movies 27995856 1280 1024 300x240 Underworld : Awakening

Well, saking udah sangat terisolasi dari dunia update perfilm-an saat ini, gw dan sepupu akhirnya memutuskan untuk nonton dimalam jum’at minggu lalu (waktu itu kita ga ada yang inget kalo itu malem jum’at). Disalah satu 21 yang ada di mall Bandung, kita pun memutuskan untuk menonton Underworld: The Awakening yang merupakan film keempat dari seri Underworld. Film pun diputar pukul 8, kami sudah siap menonton lengkap dengan popcorn dan minuman. Film pun dimulai…

Cerita dimulai dengan adanya upaya pembersihan Lycans dan juga vampire oleh manusia yang mengetahui tentang keberadaan dua klan tersebut. Banyak korban diantara ketiga pihak tersebut. Dalam keadaan yang sangat penuh dengan perseteruan tersebut, sebagian mencoba melarikan diri, bersembunyi dan hanya sedikit yang berusaha melawan. Selene dan Michael merupakan pihak yang mencoba melarikan diri, namun upaya mereka pun dihalangi dengan adanya pasukan ‘pembersihan’ yang menunggu di pelabuhan tempat mereka akan bertemu. Singkat cerita Michael tertembak dan Selene berusaha menolongnya namun naas bagi mereka, pasukan tersebut melemparkan bom yang membuat mereka (atau Selene) tidak sadarkan diri.

Scene pun berpindah dengan setting suatu pusat penelitian, dengan Selene berada dalam suatu lemari pembeku. Saat itu para peneliti menyebut mengenai ‘Subjek 1 dan Subjek 2’. Selene pun terbangun dan menemukan kenyataan bahwa 12 tahun terlah berlalu sejak kejadian di pelabuhan. Diceritakan saat itu para vampire dan Lycans dalam persembunyian dari upaya pembersihan oleh manusia, namun beberapa tetap berusaha untuk berbaur. Berita mengejutkan kedua yang diperoleh Selene adalah bahwa dia telah memiliki seorang anak, seorang hybrid yang diincar oleh para Lycans juga manusia. Karena hybrid memiliki kekuatan seperti vampire dan lycans bahkan tanpa kelemahan mereka. Dan keseluruhan kisah The Awakening ini menjadi kisah drama saat seorang ibu berusaha menyelamatkan dan melindungi sang anak dengan dibantu oleh seorang vampire pejuang (yang ganteng) dan berusaha mencari kebenaran dimana Michael.

Secara keseluruhan film ini gw rekomendasikan buat ditonton. Akting Kate Beckinsale is awesome as always. Meskipun dengan cerita yang agak mirip sinetron dipanjang-panjangin (i means dengan adanya anak, apalagi coba?) namun dengan penyajian efek yang luar biasa, akting yang patut diacungi jempol, meskipun cerita termasuk biasa film Underworld tetaplah layak ditonton. Sebagai tontonan ringan dan pelarian dari kepenatan film ini cukup untuk jadi pilihan,. So, guys, what are you waiting for?

Tags: , ,

20.00

Satu dari sedikit pengalaman traveling yang gue inget adalah liburan bareng ke Yogyakarta di bulan Januari 2012 lalu. I was very excited that time. Why? Simply. Gue jarang bahkan ga pernah traveling tanpa adanya pengawasan orang dewasa, well, maksud gue cuma gue dan teman-teman sebaya, apalagi jarak jauh seperti Bandung-Yogyakarta. But, we did it. And here the story of our Yogyaventure.

img00990 20120112 1917 300x225 20.00

Chronicles of Yogyakarta

20.00 adalah jam keberangkatan yang tertera di tiket keberangkatan Bandung-Yogyakarta kami. Tepat pukul 18.00 kami berenam (gue, Reza, Icus,  Andy, Tides dan Indi) sudah berkumpul di stasiun Bandung pintu timur. Bukannya memang niat kepagian, tapi kami berniat makan malam bersama  sebelum menempuh perjalanan delapan jam menuju Yogyakarta. Suasana stasiun sendiri saat itu ramai, sepertinya memang selalu ramai dan ini adalah  kali keempat gue naik kereta dalam rentang 20 tahun hidup gue. Setelah makan malam, ngobrol ini-itu dan perpisahan yang tidak terlalu mengharukan  dengan para pengantar (well, kami kan hanya pergi 3 hari, dan ke Yogya pula) akhirnya tepat pukul delapan malam kereta pun berangkat menuju  Yogyakarta. Perjalanan malam, artinya tidak banyak pemandangan yang disajikan diluar jendela kereta sana. Akhirnya, cara terbaik menghabiskan  malam adalah dengan sedikit obrolan dan tidur. Beruntung kami berada di kereta kelas eksekutif, sehingga masih bisa tidur cukup enak dalam perjalanan  panjang tersebut.

First day of Yogyaventure

427412 3215146666312 1495685873 33249040 822011209 n 300x225 20.00

Lost in Stasiun Tugu

4.00 kereta sampai di Stasiun Tugu Yogyakarta. Masih pagi buta, mau jalan keluar pun dipastikan masih sepi, sementara pihak yang menjemput kami baru datang di tengah hari. Akhirnya kami mendamparkan diri di salah satu pojokkan Stasiun Tugu, tepatnya pelataran mesjid stasiun, sambil menunggu pukul 06.00 saat penitipan barang buka, dan kami bisa menitipkan barang bawaan tersebut sampai tengah hari. Lagi-lagi obrolan ringan dan candaan menyela pagi kami, disertai tidur-tidur ayam. Banyak yang bisa diamati di stasiun tersebut. Bahkan sepagi itu suasananya sudah ramai dengan pendatang atau penjemput, pedagang makanan, dan petugas-petugas stasiun. Tepat pukul 05.00 untuk pertama kalinya gue merasakan mandi di stasiun. Seru, buru-buruan, yang jelas sensasinya beda. Ini s t a s i u n. Gue udah berasa pelarian aja yang gapunya tempat berteduh (agak berlebih :p).

429976 3215173226976 1495685873 33249072 1108731202 n 300x225 20.00

Breakfast at Malioboro

Pukul 06.00 pun datang, ditemani cahaya pagi yang masih mengintip malu-malu. Kami pun menitipkan barang bawaan kami, dan memutuskan untuk menjelajah Malioboro sepagi itu. Keluar dari Stasiun Tugu yang letaknya bersebelahan dengan kawasan Malioboro, kami langsung disambut dengan keramaian, bukan keramaian khas Malioboro diwaktu penuh dengan wisatawan, tapi keramaian pagi hari. Malioboro masih lenggang dari rentetan kendaraan atau turis, tapi mulai ramai dengan para pedagang yang sudah mulai menjajakan dagangannya sepagi itu. Berjalan sepelan mungkin menyusuri Malioboro sambil mencari sarapan, tentunya toko-toko sendiri belum buka saat itu. Sebisa mungkin merengkuh pemandangan Malioboro dilenggangnya pagi itu.

393794 3215211427931 1495685873 33249101 2124959654 n 300x225 20.00

UGM, I Love You

Dari Malioboro sekitar pukul 07.00 kami memutuskan untuk mengunjungi Universitas Gadjah Mada, kalo liat di googlemaps, Yogyakarta bukan kota yang terlalu besar, tapi tetap saja dari Malioboro menuju ke UGM terbentang jalan yang panjang. Saat itu kami naik angkutan sejenis busway (TransYogya) dari halte Malioboro, dan turun tepat di pelataran UGM. Menghabiskan waktu sepanjang pagi menuju siang mengelilingi UGM, dan lagi-lagi kulineran sekitar UGM. Harga makanan di Yogyakarta ini cukup mencengangkan, dengan harga miring, porsi yang ditawarkan banyak. Gimana ga ketagihan coba, jarang banget di Bandung nemu makanan enak, murah porsinya banyak. Hehe.

Dari UGM, kami kembali ke Malioboro dengan tujuan Stasiun Tugu, untuk mengambil barang dan menunggu jemputan. Tepat pukul 12.00 kami pun dijemput menuju LPP Garden yang letaknya di dekat  bandara. Dari hotel, kami dibawa ke Rumah Makan Lestari, disana kami bertemu dengan peserta liburan lainnya, ada sekitar 40 orangan setelah di jumlah-jumlah. Seru pokoknya, makan barengan, satu penginapan kayanya diisi kami semua. Hehe. Dari RML tadi, kami kembali ke penginapan dan menghabiskan malam disana, dengan menjelajah isi hotel dari mulai berenang di sore hari, sampai pesta barbeque di malam hari (yang terpaksa dipindah ke pelataran hotel karena hujan mengguyur).

Second Day of Yogyaventure

RAFTING. MAGELANG.

397313 3215422313203 1495685873 33249202 1166011661 n 300x225 20.00

Amazing Magelang

Itu dia agenda utama hari kedua di Yogyakarta itu. Sepagi yang dimungkinkan setelah malamnya begadang, gue dan teman-teman lainnya siap untuk menuju Magelang, untuk rafting iya rafting. Gue yang main arung jeram Dufan aja pegangan masih super kenceng mau rafting beneran di sungai beneran. Amazing. Kami masuk ke dua bis yang sudah disediakan, lalu memulai perjalanan Yogyakarta- Magelang. Jaraknya ga terlalu jauh, selain itu karena untuk pertama kalinya gue ke Magelang, akhirnya sepanjang jalan buka mata liat kanan-kiri, kebetulan hari itu hari agak kelabu, bahkan beberapa waktu diiringi hujan rintik. Kesan gue selama menempuh jarak Yogyakarta-Magelang ini adalah kota ini bersih, sepi dan seolah masih tidak tersentuh pembangunan modern, maksud gue adalah dengan intesitas mall yang memadari berbagai kota besar, Yogyakarta-Magelang ini masih bisa mempertahankan keasliannya, keunikannya dan daya tariknya terhadap wisatawan, jauh dari ingar-bingar apalagi reputasi kota ‘gaul’ modern. Di pinggiran jalan terdapat toko-toko kecil oleh-oleh atau sekedar toko kerajinan, bangunan-bangunan yang berjajar pun kebanyakan masih jauh dari kesan modern, apalagi saat memasuki Magelang, suasananya hampir seperti desa yang udah lama ga ditemuin.

Setelah satu jam perjalanan akhirnya kami sampai di Magelang. Kami berhenti di meeting point rafting, dari situ kami berganti pakaian dan dibawa ke start point rafting dengan menggunakan mobil kecil, karena jalanan yang menanjak dan agak sempit serta parkir terbatas disebelah sungai. Nama sungai itu adalah sungai Elo, letaknya di desa Pare, Kabupaten Magelang. Pertama langsung gue cek keadaan sungai, ini sungai beneran, lebar, airnya coklat, batu disana-sini, kiri-kanan rimbun tanaman, pengamatan singkat memutuskan yang kebayang adalah tempat syutingnya Anaconda jauh di Kalimantan sekarang, saking stressnya gue sempet-sempetnya mikir ada buaya, anaconda atau apa gitu, tapi akhirnya cuma bisa pasrah.

img01045 20120114 1247 300x225 20.00

A-Team

Sebelum memulai rafting kami dipersenjatai pelampung, helm, dan dayung serta pengarahan singkat mengenai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama rafting. Termasuk cara-cara menghadapi panik kalo misalkan terlempar dari perahu (gue do’a paling kenceng). Dan dimulailah rafting tersebut. Jarak yang ditempuh sekitar 12 KM dengan satu rest area, dipertengahan jalan, waktu yang diestimasi adalah 2,5-3 jam. Selama rafting gue cukup terpesona dengan asrinya daerah sungai tersebut, pinggiran sungai dipadati rimbunan pohon, dan kadang di kejauhan terlihat rumah penduduk yang masih sangat sederhana, khas-khas desa. Andai saja saat itu gue ga tegang karena takut terlempar dari perahu, gue pasti sangat menikmati pemandangan tersebut, apalagi udara segar bebas dari polusi yang dihirup sepanjang perjalanan. Kami mengambil rafting untuk pemula, sehingga katanya (menurut guide) rintangan dan rutenya tidak terlalu sulit (hmpfh), tidak jarang diantara pohon gue liat ada biawak ngintip atau ular menampakan diri. Perjalanan selama tiga jam akhirnya selesai, akhirnya kami sampai di garis finish.

img01046 20120114 16541 225x300 20.00

A Girl w/ Dragon Tatoo

Dari Magelang kami dibawa kembali ke Malioboro. Kali ini disore hari, Malioboro benar-benar berbeda dengan suasana pagi waktu itu. Kata pertama yang terlintas adalah padat. Padat oleh kendaraan yang terparkir di pinggiran jalan, becak dan juga manusia. Dimulailah perjalanan menyusuri Malioboro di sore itu, berjuang menembus padatnya manusia dari satu toko ke toko lain, ga jarang sampai bertabrakan dengan beberapa diantaranya saking padatnya. Saking padatnya gue sampe kurang menikmati acara belanja dan jalan-jalan sore itu. Akhirnya gue menemukan satu gelaran di depan sebuah toko, disitu penjaganya yang bernama Tejo (katanya) menawarkan untuk menggambar tatoo temporari, well, why not? Sambil beristirahat sejenak gue pun akhirnya setuju untuk ditatoo dengan harga yang cukup murah yaitu Rp 25.000 untuk satu tatoo berukuran sedang. Bisa dibilang gue kurang menikmati sore di Malioboro sore itu saking padatnya, ini bukan liburan kalo masih harus berjuang menembus lautan manusia, tapi kebetulan hari itu adalah hari Sabtu, dan gue berusaha menghibur diri, mungkin besok Malioboro tidak sepadat hari ini. Akhirnya gue kembali ke hotel tanpa membeli buah tangan apapun.

Third Day of Yogyaventure

edit2 300x200 20.00

We are The Champhion

p1150238 300x225 20.00

The Art of Kopi Joss

Last day. Dari hotel kami langsung diantar ke Malioboro, kebanyakan karena akan pulang dengan menggunakan kereta ke kota asal masing-masing. Sementara gue (sementara teman-teman Bandung lainnya sudah pulang jadwal siang) dan beberapa teman mendapatkan jadwal kereta malam, akhirnya menghabiskan waktu sepanjang hari untuk menjelajahi Maliboro (lagi) yang ternyata masih sama padatnya dengan hari  sebelumnya. Kali ini gue mulai dapet mood untuk belanja, lagi-lagi tercengang dengan murahnya harga barang-barang disana. Pernak-pernik, oleh-oleh, makanan gue beli semampu memungkinkan dibawa, pantes aja rame, harganya murah, penjualnya ramah, barangnya beragam. Selain itu meskipun ramai, sebenarnya memang banyak yang ditawarkan sederhananya Malioboro. Kami mengunjungi Mirota, House of Raminten dan beberapa toko lainnya. Malamnya kami berkeliling untuk makan di angkringan, namanya adalah Kopi Joss, lagi-lagi makan murah dengan porsi yang memuaskan. Meskipun udara Yogyakarta tidak bisa dibilang adem, tapi karena masih jauh dari ‘terinfeksi’ polusi, udara disana cukup segar, warganya ramah, kotanya yang masih sepi. Yogyakarta gue rasa kota yang tepat untuk nanti menghabiskan hari tua.

Tepat pukul 22.00 kami kembali ke Stasiun Tugu, saat itu kereta gue dijadwalkan berangkat pukul 11.15. Sementara dua teman lainnya mendapat kereta pukul 00.00 jurusan Malang. Dengan kombinasi percaya diri, memberanikan diri, dan lelah setelah seharian bisa dibilang ‘jalan’ tepat pukul 11.15 saat ada kereta datang, gue pun naik ke kereta tersebut. Setelah beberapa lama sampai di tempat duduk sesuai tiket datang seorang bapak mengatakan itu tempat duduk beliau. Tepat saat gue siap mendebat dengan mengeluarkan bukti tiket kereta, teman gue (GENTHONK) masuk ke kereta dan berteriak “ENDAH, KERETA KAMU BELUM DATENG, INI KERETA YANG SALAH”. Gue pun dengan kombinasi malu, bingung cepat-cepat merapihkan barang langsung keluar dari kereta bahkan tanpa sempat minta maaf pada bapak tersebut (maluuuuuu). Ternyata selidik punya selidik kereta gue jurusan Bandung telat, dan tadi gue hampir aja kebawa ke antah berantah. Sendirian. Thanks to my saviour. Bisa dibilang liburan singkat gue itu ditutup dengan tragedi hampir salah kereta. Akhirnya baru pukul 01.00 kereta gue (dan bener) tiba di stasiun, dengan penuh syukur gue naik kereta menuju Bandung. Bye, Yogyakarta.

Well, overall, penutupan tadi ga bikin gue kapok untuk kembali ke Yogyakarta lagi. Yogyakarta dengan sepinya, ramahnya, dan murahnya harga-harga disana menjadi pilihan baik untuk liburan, selain itu ga mesti melulu keliling Yogya-nya aja, tapi tempat-tempat sekitar Yogya. Disana ga perlu gengsi untuk jalan kaki, jarak jauh pun ga akan terlalu kerasa, dengan banyaknya yang bisa dilihat dan dinikmati. Mungkin suatu hari, dimasa tua nanti gue akan kembali kesini, untuk menetap. Well, who knows? :p

Tags: , , ,

ID ID ID

edit1 ID ID ID

LO Indonesia Digdaya

edit2 ID ID ID

Tags: , , , , ,

2nd Day Story in Yogja

2nd day in YOGYAVENTURE

06.00 we need to wake up at 5 o’clock. Saking padatnya kegiatan Sabtu, 14 Januari 2011 ini, kami diwajibkan untuk bangun pukul 5 pagi. Jam 6 kemudian sarapan dan akhirnya kumpul untuk keberangkatan ke Magelang sekitar pukul 07.30. bangun pagi bukan hal yang mudah, mengingat malam sebelumnya kita bisa dibilang hampir begadang dan hari sebelumnyaaa…kurang tidur. Tapi akhirnya the power of KEPEPET pun bermain.

img01040 20120114 0726 300x225 2nd Day Story in Yogja

07.30 Goes to Magelang. Akhirnyaa pukul setengah 8 kami sudah siap untuk menuju Magelang, dimana adalah lokasi buat rafting. Kami dibagi ke dalam dua bis. Dan selama perjalanan yang paling seru adalah TIDUR. :p perjalanan selama kurang lebih dua jam ampe ga kerasa.
09.00 we’re in Magelang ready to Rafting. Uwoww..ternyata tempat raftingnya ga seserem yang dibayangin koq, padahal ternyata itu adalah restorannya -.-“ setelah sampai di Magelang, tempat raftingnya kemudia kami dibawa menggunakan beberapa mobil kecil ke tempat rafting yaang masih jauh dari situ. Disitulah pertama kali gw liat sungai gede yang nanti bakal kita arungi, pake perahu karet. Disana kita dibagi dalam beberapa tim, ga lupa dengan peralatan rafting, rompi pelampung, helm dan dayung (yang tingginya hampir sama ama badan gw -.-“) then we’re ready, well, i keep talk to myself that is only rafting only for three hours, 12 km, and my team will keep me safety. Its better. Sejujurnya gw takut banget RAFTING. Sungainya beneran BOOO..ada jeramnya -.-“ but, the show must go on. Here i come. Fiuuuuhhh

10.00 RAFTING TIMEEEEE. Akhirnya setelah berada di sungai (BENERAN LHO INI) there is kind of being in the point w/ no return, the only way to get out from the boat is finish this rafting as soon as possible. Itulah yang memacu gw untuk mendayung sekuat tenaga. Tapi apa daya seolah duni pengennya gw itu nyampe sulit banget. Sekeliling gw, tim gw, dan tim lain memilih ajang rafting ini untuk maen bombom car. Saling tabrak, saling tarik, dan saling jatohin orang dari perahu. Fiuuhhh untungnyaa gw cukup kecil alhasil bisa ngehindar kalo udah mulai ditarik-tarik. Fufufu…tapi sebenernya lumayan seru sih, adrenalin bener-bener kepacu, dan sense of survivenya bener-bener diuji. *lebay haha. Belum lagi perahu ampir-ampiran nabrakdan kebalik tapi alhamdulillah sampai dengan finish gw ga pernah jatoh, meskipun kalo kesiram ato hampir kelempar udah ga keitung. Well, it was quite fun, but, i’m not sure i’ll do it again in the future. Hahaha.

img01045 20120114 1247 300x225 2nd Day Story in Yogja
13.00 BREAK TIME. Tentunya abis rafting baju basah ga kekira. Akhirnya kita langsung lari dan mandi membabi-buta. Dan ZONK kulit belangnya langsung keliatan. Untungnya ga terlalu kentara banget. Dilanjutkan dengan makan siang dan ngobrol ngaler-ngidul, maen game, dan selama itu juga hujan yang cukup deras mengguyur Magelang *kenapa hujan ga turun dari tadi aja siih sebelum rafting *nangis diem-diem.
15.00 Back to Jogja. Malioboro here we come (again). Perjalanan magelang-jogja sih seperti biasa gw tidur. Hehe. Sekali lagi kita dibawa ke Malioboro, disini kita dilepas buat berkeliling. Tapi karena banyaknya orang, gw pribadi sih ga terlalu banyak keliling dan belanja *masih ada hari esok*. Menghabiskan sebagai besar waktu keliling bareng Garindi, kemudian tatoo kaki dan akhirnya kumpul lagi sama yang lain. Udah lumayan langsung hafal sama daerah malioboro saking banyaknya kita jalan-jalan.

19.00 back to hotel. Akhirnyaa makan malem juga *lho. Haha. Kita balik lagi ke hotel buat acara ramimg01046 20120114 1654 300x225 2nd Day Story in Yogjaah-tamah sesi dua karena disini juga Bapak Primadi sudah hadir buat kita. icon biggrin 2nd Day Story in Yogja acaranya berlangsung santai. Disini kita makan malem seperti biasa, kemudian kita berbagi kesan dan pesan, kemudian seperti biasa SINGING ALL NIGHT LONG. And happy birthday to Angel. yang akhirnya dijeburin ke kolam renang hotel. Hehe.
22.00 closing ceremony. Not kind of formal closing ceremony but yeahh kinda. Hihi. Setelah ini kita pun kembali ke acara masing-masing, ada yang kumpul di kamar dan menghabiskan waktu buat mengobrol, ada juga yang pergi keluar bareng-bareng. Semua punya cerita, yang pasti momen ini akan selalu dikenang dan akan sulit buat dilupakan. 

Tags: , , , , ,

1st Day in Yogya

1st Day in Yogyaventure

04.00    we’re coming to Yogyakarta. Hari masih gelap saat kereta yang kita tumpangi akhirnya sampai di Stasiun Tugu, Yogyakarta. Akhirnya karena ga mau jalan-jalan dengan bawaan seabrek, kami memutuskan untuk menunggu sampai dengan jam 6 pagi (sampai loker penitipan barang dibuka). Untuk membunuh waktu kami mengobrol ngaler-ngidul tentang segala sesuatu, bertukar canda dan bahkan sempat mandi.
06.00    Malioboro in the Morning. setelah menitipkan barang kami pun memutuskan untuk berjalan-jalan di Malioboro. Saat itu kondisi Malioboro sangatlah sepi baik dari pedagang maupun kendaraan yang parkir. Ini membuat kami bisa berjalan-jalan bebas di jalanan Malioboro sambil sesekali mengambil foto. Memang toko-toko saat itu belum buka, tapi kami memang tidak berniat berbelanja. Di salah satu kedai soto kami pun memutuskan untuk sarapan yang memang tampak kepagian tapi apa daya kami kelaparan.
07.00 Goes to Universitas Gadjah Mada. Sekitar pukul tujuh gw yang memang ada kepentingan di UGM memutuskan untuk saatnya pergi menggunakan Trans Jogya. Awalnya teman-teman yang lain hanya berniat untuk mengantar sampai dengan halte, namun akhirnya mereka memutuskan untuk ikut serta berkeliling menggunakan Trans Jogja. Hanya dengan membayar Rp 3.000 kami pun mendapatkan transportasi yang cukup nyaman belum lagi rute Trans Jogja memungkin kami untuk melihat pemandangan Jogja di pagi hari (juga mencuri waktu tidur :p)
08.00 Universitas Gadjah Mada. Akhirnya kami sampai di UGM, tentunya kami sempat untuk berfoto. Tepat pada pukul 08.30 kami pun berpisah. Gw mengikuti seleksi salah satu bank, dan yang lainnya berkeliling di UGM.
Tanpa disangka gw ketemu dengan salah satu beswan yang juga ikut dalam seleksi tersebut, Inggy beswan Semarang yang juga akan ikut dalam acara liburan di Jogja ini. Setelah selesai dengan seleksi tersebut gw dan Inggy juga ketemu dengan Asyik, salah satu beswan Yogya. Hal ini benar-benar ga terduga dan gw seneng. icon biggrin 1st Day in Yogya
12.00 Back to Malioboro and pick up by EO go to LPP Garden. Setelah selesai di UGM kami kembali ke Malioboro, gw sama Inggy pake Trans Jogya, sedangkan yang lainnya pake Kopata. Yang lucu adalah saat sampai di halte Trans Jogja, kami bertemu di waktu yang bersamaan kalo jodoh emang ga kemana. icon biggrin 1st Day in Yogya kami bahkan menyempatkan diri untuk berfoto dengan sang mas-mas petugas Trans Jogya. Tepat pukul 12.15 kami dijemput oleh EO yang disewa pihak Djarum di Stasiun Tugu dan kami dibawa ke tempat kami menginap di LPP Garden.
13.00 having lunch together. baru juga sampai di hotel, tanpa sempat melakukan aktivitas apapun selain unpack seadanya kami pun dibawa untuk makan di Rumah Makan Lestari yang letaknya tidak jauh dari penginapan. Disana kami bertemu dengan beswan yang telah sampai terlebih dahulu. 
15.00 Swimming. Acara utama baru saja akan dimulai pukul 18.00, untuk mengisi waktu akhirnya kami memutuskan untuk berenang di kolam hotel yang cukup enak dan sepi. Kami bermain-main bersama disana. Untuk pertama kalinya dalam rangkaian kegiatan kami punya waktu untuk sekedar bersantai. Jarang bangettt ini ibaratnya pelepasan icon biggrin 1st Day in Yogya
18.00 Barbeque Party. Sebenarnya acara barbeque ini awalnya akan dilaksanakan di area swimming pool namun karena hujan yang gamau kompromi terpaksa acara makan malam dipindah ke restoran hotel. Acara ini juga tidak terlalu formal. Diisi dengan ramah-tamah, saling berbagi cerita dan kangen-kangenan antar sesama LO yang sudah cukup lama ga ketemu. Diisi juga dengan sesi akustik sampai akhirnya nge-jam bareng-bareng. Sekitar pukul 22.00 acara pun ditutup dan kami kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat sebelum aktivitas esok hari (meskipun sebagian tetap menjalankan ritual jalan-jalan malam :p )
23.00 Hello Dreamland.

Tags: , , , ,

Bye Ucup, Here We Come Yogya !

we’re going to YOGYAKARTA.

Jam 6 kami berenam (eh, belom kenalan ya?), jadi gini gw, Henricus (biasa dipanggil icus), Reza, Andi, Garindi (indi), dan Agnia (tides) dapet kesempatan untuk mengujungi Yogyakarta bersama, kembali lagi ke awal jam 6 sore atau 18.00 kami berenam sepakat untuk berkumpul di stasiun Bandung. Jadwal keberangkatan kereta kami adalah 20.00 memakai kereta Lodaya, namun sebelumnya kami akan makan malam di Hoka-hoka Bento stasiun. Sekitar pukul 19.00 akhirnya semua personil lengkap dan siap untuk makan malam (berasa boy-girl-band).

img00990 20120112 1917 300x225 Bye Ucup, Here We Come Yogya !

img00989 20120112 1917 300x225 Bye Ucup, Here We Come Yogya !

Selesai makan sekitar pukul 19.30 kami bertemu dengan salah satu teman bernama Yusuf (Ucup) yang hari itu mengantar kami ke stasiun dan meninipkan sekantong besar keresek hitam yang isinya adalah camilan dan juga oleh-oleh bagi teman-teman lain nanti disana. Seharusnya Ucup pergi dengan kami menuju Yogyakarta, namun karena satu dan lain hal dia terpaksa tidak ikut (begitu juga Icha). Well, meskipun hanya akan berpisah selama kurang lebih empat hari, suasana cukup haru (atau gw yang terlalu sensitif? Haha). Sekitar 10 menit sebelum keberangkatan kereta sudah tiba di stasiun, kami pun menuju kereta dan kemudian mulai mencari gerbong sesuai dengan tiket dan duduk manis mengatur duduk senyaman mungkin. Maklum perjalanan sejauh 8 jam akan ditempuh.

Tepat pukul 20.00 kereta Lodaya pun berangkat. Here we come Yogyakarta. Dan kemudian kami pun jatuh dalam tidur selama perjalanan (sedikit obrolan sebelum tidur tapi akhirnya kami tidur sebelum memulai petualangan seru selama di Yogja) YAY!!!

Tags: , , , ,

LADIES : Full Team :)

ait9h 3ciaaplaz LADIES : Full Team :)

Another “Moment to Remember” w/ my Ladies. This is the last picture we taken together this month. Because Ria Desriani gonna back to Jambi this Wednesday. So, before we separated, we took this photo. Gonaa miss you baby, Ria :*

Tags: , ,

Dream House. Satnite’s Movie

…..once upon a time, there were to little girl who lived in a house……

Malem minggu, satnite dan ga dapet izin buat keluar itu sangatlah sesuatu. Sampai akhirnya si ade *tumben banget* ngajak keluar. Langsung dapet SIM (Surat Izin Main) ~heran deh kalo sama temen susah amat izinnya. Kita keliling-keliling sejak sore hari, menghindari daerah macet dan berujung di tempat DVD. Pilih film ini-itu, kebanyakan udah nonton, lebih banyak lagi yang belum nonton tapi ga tertarik belum nonton, sampai AHA! ade gw ibarat nemu jarum ditumpukan jerami, nemu film “Dream House”, yang trailernya ada sebelum film Sherlock Holmes. Kita pun beli satu film itu dan langsung balik rumah (lagi! Ngabisin bensin doang keliling-keliling -.-“

Langsung nyalain DVD player, sempet ragu sebenernya buat nonton, filmnya agak-agak berbau horror kalo dilihat dari cover filmnya. Tapi akhirnya setelah menetapkan hati dan memastikan di rumah banyak orang gw sama si ade (yang cool atau sok cool ngejek gw ga berani nonton film horror). Awal film gw pikir ini film biasa aja tentang keluarga sempurna dan rumah yang sempurna (even emang agak spooky). Sampai sekitar tengah film mulai kerasa twistnya. Ternyata rumah yang mereka beli itu adalah rumah tempat terjadinya pembunuhan satu keluarga (ibu dan dua orang anak), pelakunya disinyalir adalah sang suami, yang meskipun mendapat luka tembak di kepala berhasil selamat dan berakhir di rumah sakit jiwa, Peter Ward. Lima tahun kemudian dia dikeluarkan dari RSJ, dan disinyalir kembali ke daerah pemukiman tersebut. Teror pun mulai membayangi keluarga tersebut.

dream house Dream House. Satnites Movie

Namun, yang mengejutkan adalah ternyata Peter Ward adalah sang pemeran utama sendiri yang menyangka dirinya bernama Will Attenton (Daniel Craig). Lalu keluarga sempurna yang dia miliki itu apa? Khayalan? Atau dia masih gila? Dibantu tetangganya, yang diperankan oleh Naomi Watts, Will (atau Peter) mulai mengungkap satu persatu kebeneran. Saran gw supaya ga penasaran tonton deh filmnya. Hehe.

Well, harus gw akui ini film gabungan antara thriller, horror dan drama yang cukup bagus. Rame, tegang, takut bahkan sedih semuanya gw dapet di film ini. Bagian paling mengharukan adalah ketika Will sadar bahwa keluarganya sebenernya udah ga ada, kemudian waktu Libby (or Elizabeth yang diperankan oleh Rachel Weitz) menyangkal dirinya sudah mati bersama anak-anak mereka, tidak menyadari bahwa ia dan anak-anaknya hanya ada dalam bayangin Will, bahwa sebenernya dia hantu. *cry like baby*

Unsur horror sendiri sebenernya disini cukup halus, digambarkan sebagai gangguan psikologis dari seseorang yang sulit untuk menerima kenyataan tentang kematian. Namun tetap ada bagian dimana, ini film ada ‘hantunya’, apalagi posternya yang menampilkan dua orang anak perempuan dengan wajah yang agak seram -.-“. Overall, film ini cukup gw rekomendasikan buat ditonton. Twist nya keren. Brilliant. So¸buat kalian yang penasaran, happy hunting then happy watching.

Tags: , , ,

Volcano – L.A try to survive

Tadi malem (Kamis, 05 Januari 2012) iseng-iseng mindah-mindahin channel TV dan sampai disalah satu stasiun TV swasta yang lagi muterin film cukup lawas. Awalnya gw gatau itu film apa, adegan yang gw tonton adalah ketika ada gempa dan ledakan gas gitu, namun gw cukup tertarik untuk nonton film itu dibandingkan film lain yang rata-rata adalah horror, maklum, kemaren kan malem jum’at. Sampai akhirnya gw cek timeline twitter dan salah satu temen gw juga lagi nonton film itu, ternyata judulnya Volcano. Dilihat dari cast-nya yang cukup lawas juga teknologi digunakan dalam film jelaslah ini film lama.


Filmnya cukup seru, meskipun gw sempet ga ngeh dengan awal cerita, tapi intinya adalah tentang gunung meletus di Los Angeles (gw lupa nama gunungnya), letusan tersebut nyebabin gempa dahsyat, lahar yang ngalir ke kota dan memporak-porandakan kota, debu vulkanik yang terus berterbangan ditambah lagi adanya bola-bola meteor. Akibat dari kejadian tersebut kota dalam keadaan kacau. Seperti layaknya film dengan genre survival disitu adalah satu tokoh yang jadi central. Di film ini sendiri ada Mike Roark (kalo ga salah nulis), diperankan oleh Tommy Lee Jones, yang kayanya semacam pengendali bencana di kota tersebut. Dia harus berjuang menjaga anaknya Kelly juga melaksanakan tanggung jawabnya melindungi kota. Warga kota bersatu padu untuk menyelamatkan banyak nyawa disamping meminimalisir kerusakan yang terjadi. Ada juga beberapa tokoh yang diceritakan sebagai pendukung si tokoh central, seorang ahli geologi wanita berambut pirang, Amy, yang baru saja kehilangan rekannya saat melakukan ekspedisi ke gorong-gorong, Stan yang rela mengorbankan nyawanya guna menyelamatkan seorang masinis yang terjebak bersama para penumpang dalam kereta setelah gempa, Emmet yang juga bekerja di pusat pengendalian bencana, seorang polisi yang sangat gigih, dan juga seorang dokter, Jaye, yang tidak takut menantang bahaya guna menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa.


Masalah pertama mereka adalah menahan laju lahar yang meluluhlantakan jalanan kota. Saat mereka berhasil mengatasi masalah tersebut, ternyata masalah lain yang lebih crusial justru datang. Lahar tersebut juga terus mengalir melalui saluran kereta bawah tanah, dan jika tidak dihentikan akan meledakkan RS. Ceddars, padahal semua korban dikirim dan dievakuasi kesana. Akhirnya Mike dengan keahliannya berusaha mencari cara agar bisa menyelamatkan kota juga menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa.

volcano Volcano   L.A try to survive

Overall, film ini worth to watch. Meskipun belum menggunakan teknologi canggih seperti layaknya film-film masa kini, tapi beberapa scenenya membuat gw terkesiap tegang, terharu juga menduga-duga. Seperti layaknya film survival yang selalu menyertakan kejadian tak terduga diakhir film yang melibatkan si tokoh utama, ada satu kejadian juga disini dimana si tokoh utama dihadapkan pada siuasi genting yang melibatkan anaknya dalam usaha menyelamatkan kota dan orang-orang didalamnya. Namun, akhirnya memang happy ending. Diakhir film digambarkan keadaan kota yang hancur, juga warga mereka yang tertutup debu vulkanik dari atas ke bawah sampai hujan rintik-tintik mengguyur kota dan akhirnya meluruhkan debu tersebut. Kota terselamatkan, anaknya terselamatkan dan Mike pun kembali pada masa cutinya. Seengaknya bukan tontonan yang bikin bulu punuk berdiri khas malem jum’at.

Officer: Well, you’re save now. Lets find your mother. How’s she looks like?

Tommy: She’s looks like…(look around)..like them. They’re look same.

Office: (look around, to all people there that covered by vulcanic’s dusk from top to toe)

Tags: , ,