Well, tadi pagi tiba-tiba terbersit untuk membahas mengenai bully. Tapi bukan dari pelaksanaan bully sendiri, tapi penggunaan kata bully dalam kegiatan sehari-hari. Saat ini hal-hal yang cenderung melibatkan interaksi pojok-memojokkan atau sindir-menyindir rame-rame terhadap kelompok minoritas atau individu tertentu cenderung dikatakan sebagai tindak bully. Selain itu orang semakin mudah menggunakan kata bully sebagai suatu bahan guyonan atau dalam kalimat sekenanya. Seolah-olah kata bully itu sendiri sudah lumrah digunakan atau bahkan mungkin tindakan bully itu sendiri hal yang ‘biasa’ dilakukan. Pertanyaannya, pernahkah Anda menjadi korban pem- bully-an? Bagi kita yang tidak pernah merasakan dibully mungkin tidak apa-apa menggunakan kata tersebut secara bebas, tapi bagaimana halnya dengan mereka yang pernah menjadi korban bully?

Bully sendiri memiliki arti tersendiri, berdasarkan beberapa sumber yang saya baca, bullying sendiri merupakan perilaku yang meremehkan, melecehkan, atau mengerjai seseorang dengan intensitas tertentu sehingga membuat korban atau objek bully menjadi tidak nyaman bahkan tertekan. Memang pelaksanaan bully ini sendiri bisa terjadi secara verbal maupun fisik. Namun, bukan berarti aktifitas memojokkan rame-rame lantas dikategorikan bullying atau cyber-bullying apalagi kalo si objek masih bisa cengengesan. Saya mungkin bukan ahlinya, tapi ada kriteria tertentu untuk menggolongkan suatu tindakan sebagai bully.

Menurut pendapat saya, bully itu bukan hal yang dengan mudah bisa dijadikan sebagai bahan becandaan, akibat dari tindakan bully sendiri begitu besar terhadap keadaan psikis seseorang, kalo kamu belum pernah ngerasain yang namanya dibully mending cari tau dulu artinya, tanya (jika memungkinkan) korbannya, hormati mereka yang udah bisa survive menghadapi bullying, jangan cuma bisa ngomong tentang bully tapi gatau sebenernya bully itu apa. Banyak diluar sana yang bahkan sampai mengakhiri hidupnya karena jadi korban bully, tidak sedikit diluar sana yang menutup diri, takut bersosialisasi karena pernah dibully. Lebih bijak dalam memilih kata saat akan berbicara baik secara langsung ataupun melalui soc-med.

earlier post this morning:

bully2 pilih kata, pahami makna (bully)

Tags: , ,